
Rudi dan Rina Sasmita menatap wanita setengah tua yang duduk di depannya. Wanita ini adalah Tante Yose, bekas besannya, istri Langga Wijaya, ibunda Stella.
Suaminya, Langga Wijaya saat ini tengah menjalani hukuman penjara, selama 7 tahun dan masih tersisa 4,5 tahunan lagi. Setelah ketahuan korupsi selama menjabat sebagai Menteri.
“Tolong Mas Rudi, Mbayu Rina, kini semua perusahaan kami habis di ambil alih si Radin. Dia sudah membeli semua saham perusahaan…kami tak punya saham apapun lagi di Wijaya Group!” Tante Yose sampai berkali-kali mengusap air matanya.
Wanita yang tak siap miskin ini sangat ketakutan sekali. Setelah Radin mencaplok seluruh saham perusahaan. Dan tak lama kemudian mengusir sekaligus memecat lebih 20 orang keluarganya, yang kerja di sana.
“Radin…lagi-lagi dia…apalagi sekarang yang dia perbuat…kenapa kini berubah seperti dulu!” gumam Rudi kaget sekaligus bingung sendiri.
Awalnya Rudi bangga dan senang Radin secara hebat, mampu naik secara cepat dan kembali sebagai pengusaha muda papan atas.
Apalagi saat tahu istri dan cucunya, Angelina dan Ryan tidak lagi berada di rumah anaknya itu. Namun lama-lama Rudi kini kaget sendiri, selain sangat cepat melesat. Radin bak kembali ke gaya lamanya, kejam, angkuh dan tak ada ampun pada lawan bisnisnya.
Dan kali ini yang jadi korban justru perusahaan Langga Wijaya, mantan mertuanya. Radin seolah balas dendam, semua saham perusahaan keluarga Langga Wijaya dia caplok.
Tak cukup hanya itu, Radin juga memecat lebih dari 20 orang keluarga Langga Wijaya. Bahkan dia tak mau tahu soal hutang perusahaan keluarga ini, yang jumlah luar biasa di bank-bank.
Sehingga keluarga Langga Wijaya kini diambang kebangkrutan! Persis seperti yang Radin dan dia alami dulu. Ketika Langga Wijaya menarik semua saham dan menjustice perusahaannya tidak baik.
Setelah Tante Yose pulang, Rudi Sasmita pun saling pandang dengan Rina. Kebetulan saat itu mereka melihaat tayangan sebuah TV swasta, yang memperlihatkan Radin baru saja di nobatkan sebagai pengusaha muda terbaik tahun ini.
Karena aset perusahaan Sasmita Group kini lebih dari 350 Triliun, jauh melebihi aset sebelum jatuh bangkrut.
Radin saat pidato juga mengatakan, akan membangun pabrik otomotif senilai 100 triliun rupiah. Bekerja sama dengan perusahaan dari Amerika. Untuk memproduksi mobil dan motor listrik di Indonesia dan Cina.
Saat melihat anaknya ini berpidato dengan gaya agak arogan begitu. Rudi Sasmita hanya bisa geleng-geleng kepala. “Kenapa kumat lagi…padahal…sudah berubah?” batin Rudi.
__ADS_1
“Pah…kenapa setelah istrinya Angelina dan anaknya si Ryan tidak ada lagi, Radin berubah drastis begitu…?” kagetlah Rudi mendengar ucapan istrinya ini.
“Iya ya Mi…apakah dia kecewa karena di tinggalkan Angelina, gara-gara ulah kita. Lalu kini kembali seperti di masa lalu kelakuannya. Ku dengar kini dia juga sering ke pesta-pesta kayak dulu di pub yang dia beli sahamnya…!”
“Haduehh pahh…datangin dia, tegur! Jangan sampai ke jeblos lagi yang kedua kalinya.” Rina terlihat khawatir sekali.
“Mi…aku sudah dua kali menemuinya, tahu nggak apa jawabannya?”
“Apa pah…!”
“Jangankan mematuhi saran aku, dia malah diam saja tak menjawab. Tapi kelakuannya malah makin menjadi-jadi. Sekarang bikin bangkrut perusahaan milik mantan mertuanya. Benar-benar bikin pusing…!”
“Pah…apakah…tak sebaiknya…kita restui pernikahannya dengan Angelina. Apalagi aku yakin sebentar lagi dokter Ange akan melahirkan…cucu kedua kita dari Radin. Ingat pah, semenjak dia kenal Ange, sifatnya kan berubah baik loh?”
Rudi Sasmita terdiam sejenak. Terbayanglah dulu kala dia mendatangi rumah Radin dan melihat dokter Angelina yang sedang sibuk menyisir rambut Ryan.
Bahkan saat Ryan ikutan ingin mencium tangannya. Dengan kasar Rudi mendorong kepala anak itu, yang juga cucunya.
“Bagus banget yaa, ternyata kamu wanita yang dulu di perkosa si Radin. Tak kusangka…dan itu, anak yang jadi anak kalian, hasil perkosaan. Lalu kamu penjarakan si Radin dan permalukan kami satu keluarga. Kini…malah menikah diam-diam…benar-benar anak kurang ajar dan kamu wanita tak punya malu Ange!” damprat Rudi.
Angelina langsung pucat bak tidak berdarah wajahnya. Ryan apalagi, diam seribu bahasa melihat kakeknya marah-marah ke dia dan mama nya.
Rina Sasmita hanya ikutan membisu melihat suaminya terus memarahi Angelina, ada rasa iba di hatinya. Tapi Rina tak bisa berbuat apa-apa.
“Gara-gara kamu Ange…aku sampai bertahun-tahun di olok-olok. Perusahaan ku sampai jatuh sahamnya. Hampir bangkrut, untung saja kami di tolong Langga Wijaya, setelah Radin menikahi Stella, ehh tu anak memang kurang ajar. Stella dia cerai, lalu bangkrutlah perusahaan, hampir habis semua…ini semua…gara-gara kamu, wanita tak tahu diri!”
“Pahh...sudah, ingat jantungmu!” Rina Sasmita mendekati suaminya.
__ADS_1
“Sekarang juga, ku minta kamu pergi dari rumah ini! Ku minta Radin segera ceraikan kamu. Tak sudi aku punya menantu seperti kamu. Kamu sudah bikin keluargaku malu tak terkira dan bikin perusahaan keluargaku bangkrut!”
Kini…Rudi Sasmita menghela nafas panjang. Mulai menyesallah dirinya, karena terlalu kasar dengan dokter Angelina, apalagi saat itu menantunya ini hamil muda.
“Ingat pah…yang salah bukan Angelina…akulah yang salah. Harusnya papah senang, Radin menikahi Ange, dan bertanggung jawab. Apalagi kami sudah memiliki anak! Dan sebentar lagi Ange yang kini hamil muda akan melahirkan cucu papa dan mami!” itulah ucapan Radin yang kini tergiang-ngiang di telinga Rudi Sasmita.
Rudi juga ingat ucapan Cokro, semenjak gagal menemukan Angelina, Radin makin menjadi-jadi kelakuannya.
“Aku gagal Om menasehatinya, yang ada aku malah di maki-makinya..! Dia juga sangat marah dengan Angelina, dikatakan sebagai istri tak tahu diri. Pergi meninggalkan suami tanpa pamit…Radin patah hati dan kecewa berat dengan Angelina Om..!” curhat Cokro sambil menghela nafas panjang di hadapan Rudi.
“Ya Tuhan…apa yang sudah aku lakukan…kini akulah yang salah, mengusir menantu dan cucuku sendiri. Dan rusaknya Radin kini karena ulahku juga…!”
“Sudahlah pah, jangan menyesali diri begitu. Belum terlambat, datangilah Ange, kita yang tua minta maaf dengannya. Moga Ange mau memaafkan dan hanya istrinya itu yang bisa meluruskan Radin kembali!” Rina memeluk suaminya yang kini meneteskan airmata. Menyesali kelakuannya sendiri pada Angelina dan juga cucunya Ryan.
Seminggu kemudian di sebuah rumah sakit khusus jantung…!
Rudi Sasmita melihat seorang wanita cantik berbaju dokter, perutnya sangat besar, agaknya tinggal menunggu waktu melahirkan. Berjalan tertatih-tatih menuju bangku panjang.
Wanita yang tetap jelita ini terlihat duduk kelelahan di bangku depan sebuah kamar operasi. Tiba-tiba catatan yang ada di tangannya terjatuh.
Saat akan mengambil catatan itu lagi dengan tubuh dipaksakan bergerak. Dia kaget, karena berkasnya ini diambil seseorang.
“Ange…menantuku…jangan memaksakan diri…mari papah gandeng ke dalam ruang kerjamu. Kamu harus istirahat. Segera ambil cuti yaa…pulang ke rumah papah. Mami kamu sudah kangen dengan cucu si Ryan, dan tak sabar menanti cucu kedua dalam perut kamu ini!”
Angelina melongo menatap pria setengah tua yang berbicara lemah lembut ini…!
*****
__ADS_1
BERSAMBUNG