Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 50: Jenny Ditinggal Stella


__ADS_3

“Kalau kamu tanyakan itu…aku pasti pingin rujuk, demi Jenny. Tapi aku juga realistis, suamimu tak pernah cinta denganku, Kamu pasti ingat kami di jodohkan!”


Angelina lega, setidaknya Stella tak menuntut Radin bertanggung jawab.


“Lantas apa sekarang rencana kamu dengan Jenny dan Radin?” pancing Angelina lagi.


“Ange…perusahaan kami sekarang di ambang ke bangkrutan. Tapi Radin malah bikin perusahaan kami makin tenggelam. Dia beli semua sahamnya, lalu usir semua keluarga kami yang kerja di sana…! Aku…miskin sekarang Ange, tak sanggup pelihara Jenny. Maka ku minta kalian pelihara dia!”


Angelina menatap Jenny yang terlihat diam saja, seakan sudah tahu dia bakal di tinggal di rumah ‘ayahnya’ ini.


“Apakah tak sebaiknya…kamu temui Radin dulu…ini kan…maaf urusan kalian berdua?”


“Ange…Radin sudah kutemui…dia malah mengusir dan menghinaku…oke aku terima hinaan itu. Tapi aku bersumpah, Jenny memang anaknya, bukan anak si Frans jahanam itu!”


Kaget juga Angelina, ternyata Stella sudah pernah menemui Radin.


“Ange…aku percaya, kamu wanita baik…pasti akan mampu mendidik Jenny bersama Radin. Aku…setelah ini akan pergi ke luar negeri…!”


Angelina sampai terdiam, serba salah. Stella kini memegang kedua bahu anaknya.


“Jenny…kamu tinggal sama Tante Ange dan papa kamu yaa di sini…kelak kalau Mami sudah sukses, pasti Mami jemput. Jangan sedih yaa, papa Radin ayah kandungmu. Bukan si jahanam Frans itu!”


Stella lalu berdiri dan Angelina kaget saat wanita tiba-tiba setengah berlari keluar rumah meninggalkan dia dan Jenny, anaknya.


“Mamiiiii….!” Jenny menangis saat Stella terus berlari ke halaman dan naik taksi yang ternyata masih menunggu.


Jenny berlari menyusul, tapi mobil taksi sudah tancap gas, karena Stella yang minta sambil menghapus airmatanya.


Angelina benar-benar kaget, tak dia sangka Stella tega meninggalkan anaknya. “Jenny, sudah-sudah jangan nangis yaa…ayo masuk ke dalam. Ingat pesan mami kamu tadi, kelak kamu akan dia jemput kok..!”


“Whatsss…si Stella meninggalkan anaknya di rumah kita…keterlaluan wanita itu. Kayak ninggal barang saja!” sungut Radin saat menerima telpon istrinya.


“Nanti saja setelah papi pulang di rumah, kita lanjutkan bicaranya. Mami lagi menuju ke rumah sakit ada operasi! Jenny sementara tinggal di rumah bersama Bik Uni.”

__ADS_1


Radin sengaja tak melarang istrinya kembali kerja. Karena Angelina kini bukan lagi cari materi, tapi murni menolong orang. Apalagi kemampuan Angelina soal jantung sudah sangat terkenal.


Radin akhirnya membiarkan Jenny tinggal, walaupun sampai kini dia tak mau tes DNA. Jenny awalnya sangat pendiam, tapi saat bersama Ryan dan baby Delima, Jenny akhirnya ceria lagi.


Radin juga membiarkan saja Jenny memanggilnya papa, sama seperti Ryan. Walaupun wajah Jenny sangat mirip Stella. Tapi Radin diam-diam kadang memperhatikan gadis cilik ini. Bibir dan mata Jenny memang mirip dengannya.


Hmm…jangan-jangan benaran si Jenny ini anakku bersama Stella, batin Radin. Namun Radin tetap tak mau tes DNA. Padahal Angelina sudah memintanya!


Radin masih beranggapan Jenny anak selingkuhan Stella bersama bekas kekasihnya si Frans.


*****


Suatu hari..!


Usai metting dengan dengan rekan bisnisnya di pub miliknya, secara tak sengaja Radin melihat dua orang yang sangat tak disukainya. Siapa lagi kalau bukan Gubran dan Frans.


Yang makin membuatnya muak, keduanya terlihat aseek bersenda gurau di temani empat wanita cantik.


Radin lalu memanggil manejernya. “Jaki, tadi saat bayar dua orang itu gunakan kartu apa?” Radin menatap anak buahnya ini.


“Siapa yang bayar, yang baju krim itu atau yang baju hitam?” desak Radin lagi.


“Yang baju hitam, namanya Frans Kujetnet.”


“Hmm…ya sudah, kamu kembali kerja. Minta Bado dan Dogi bersiap..!”


“Oo…si-siap tuan muda!” Jaki langsung paham apa kehendak bosnya nya ini.


Radin lalu menelpon seseorang di Bank Althos, sebuah bank yang 5 bulan lalu sahamnya dia borong hingga 25 persen.


“Oke siap pa bos…kami memang rada curiga, kalau uang orang ini bermasalah. Karena melonjak cukup drastis, dari 500 juta meningkat jadi 25 miliar!”


Radin kini duduk tenang sambil tersenyum sinis melihat dua orang ini, yang terlihat terus tertawa ceria. Sambil menciumi 4 wanita cantik yang menemani mereka.

__ADS_1


Radin sengaja memilih duduk di sebelah mereka, yang di pisah sebuah dinding tipis, sehingga gelak tawa mereka di dengarnya dengan baik.


Bahkan Frans terlihat dengan pongahnya bilang, hari ini mereka berpesta sepuasnya.


“Mantap kamu Frans, wanita yang udah miskin tak usah di pelihara lagi, Aku dulu juga gitu! Kenapa suka dengan mantan tunanganku. Walaupun punya anak haram, karena tahu dia memiliki simpanan hingga 60 miliar he-he!”


“Tapi kamu gagal kan…wanita yang pingin kamu nikahi justru balikan dengan si pemerkosanya ha-ha!”


“Iya…sialan banget Frans, mana tak bisa diapa-apakan lagi, padahal aku rugi banyak loh. Pernah ngajak dolanan ke LN. Tapi jangan kan di tiduri, di cium saja menolak, dasar wanita sok jual mahal!” dengus Gubran.


“Permisi pa Frans, kartu debit bapak tak bisa di gunakan, terblokir…apakah bapak masih punya kartu lain?” seorang waitres datang sambil menyerahkan kartu debit milik Frans.


“Apa…jangan sembarangan kamu, aku tadi sebelum ke sini baru saja narik 20 juta buat membayar empat lo**e ini!” sungut Frans kaget sekaligus marah.


“Frans coba kamu ke bagian kasir. Siapa tahu kamu salah pencet PIN nya tadi!” saran Gubran, yang ikutan kaget melihat kartu debit sahabatnya ini tak bisa di gunakan.


Frans pun bergegas ke bagian kasir sambil marah-marah. Begitu di kasir dan dia memencet pin nya, tertulis akses nya di tolak.


“Bangsaattt…kenapa jadi gini…!” Frans terlihat emosi sambil menggebrak meja kasir. Saat berpaling, dia pun sudah di hadang dua orang berbadan besar.


“Jangan ngamuk-ngamuk di sini, yang salah bapak sendiri. Kartu debitnya tak bisa di gunakan. Kalau tak mau bayar, ku patahkan kaki kamu..!” tegur salah orang berbadan tegap. Bahkan kini menarik krah Frans, hingga pria tampan ini pucat pasi.


Gubran datang bertanya ada apa, saat melihat krah baju Frans di angkat seorang pria berbadan tegap.


“Pakai kartu krediit ku dulu, tolong lepaskan sahabatku!” Gubran lalu menyerahkan kartunya ke kasir. Frans kini lega, krahnya di lepaskan.


“Maaf pa Gubran…kartu milik bapak saldonya tak cukup, tagihannya sebesar 35 juta, saldo bapak hanya 20 jutaan. Ada kartu yang lain?”


Gubran dan Frans saling pandang, kini di keduanya di giring ke sebuah ruangan khusus. Lalu diminta menghubungi siapapun yang bisa menjamin pembayaran keduanya.


Hampir 1 jam keduanya tak mampu juga menyelesaikan pembayaran itu…Radin sudah memberi kode tertentu buat dua centengnya tersebut.


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2