Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 107: Keras Tanpa Kompromi


__ADS_3

Kaget juga Ryan, Panchorn Ado benar-benar petarung badak, sang juara bertahan ini tiada hentinya menghajar Ryan di ronde pertama ini. Ryan pun terpaksa memperkuat double covernya.


Karena Panchorn Ado menjadikan wajah tampannya sebagai sasaran pukulan, kedua tangan kanan dan kiri Panchorn Ado sama kerasnya. Ryan seakan tak punya kesempatan membalas pukulan-pukulan ini.


Ronde pertama pun berakhir, walaupun Panchorn Ado serang Ryan habis-habisan, tapi tak banyak pukulan yang masuk. Double cover Ryan ampuh menahan pukulan keras ini, walaupun penonton tuan rumah tak henti-hentinya ejek Ryan.


Johanes mendekati Ryan di sisi ring dan memperlihatkan arahannya. “Tendang kaki kirinya, hajar rahang sekuatnya,” itulah petunjuk Johanes, Ryan pun mengangguk.


Ring girsl sudah keluar, tanda babak ke 2 akan di mulai, dari 5 ronde yang di rencanakan, dukungan tuan rumah makin membahana, saat Panchorn Ado melambaikan tangannya.


Begitu bel kedua berbunyi, Ryan kini gantian mengejar Panchorn Ado, ia langsung memberondongnya dengaan pukulan bertubi-tubi, lalu di barengi tendangan ke arah kaki kiri sang juara bertahan ini.


Panchorn Ado kaget setengah mati, Ryan tahu titik lemahnya. Dia pun tak mau konyol, dengan pengalamannya, Panchorn Ado terus menghajar wajah Ryan.


Adu pukul yang brutal dan berdarah-darah tak terelakan, di sini Panchorn Ado membuktikan kalau dia tahan pukul.


Wajah Ryan mulai bengap-bengap, tapi wajah Panchorn Ado tetap bersih, saat adu pukul dari jarak dekat, Ryan secara tiba-tiba melayangkan tendangan dan tepat menghantam kaki kiri Panchorn Ado, tapi sebuah pukulan lurus juga membuat Ryan terjengkang ke kanvas.


Panchorn Ado juga terduduk di kanvas, tingg…bel pun berbunyi. Keduanya sama-sama tertolong bel.


Dengan kaki terpincang-pincang Panchorn Ado menuju ke sudut biru, Ryan sampai di bantu wasit agar berdiri dan menuju ke sudut merah.


Kini, teriakan membahana penonton mulai terbelah. Ada yang mendukung Ryan, ada pula yang mendukung Panchorn Ado.


Jalan Panchorn Ado yang terpincang-pincang membuat penonton kini mulai tak yakin sang juara bertahan tahan pukul. Buktinya saat di sudut biru, sang juara bertahan ini terlihat meringis menahan sakit.


Hidung dan bibir Ryan mulai mengeluarkan darah, ternyata adu pukulan bertubi-tubi antara Ryan dan Panchorn Ado lakukan, banyak yang mengenai wajah Ryan, termasuk pukulan telak yang menjatuhkan sang penantang nekat ini.


Ronde ketiga pun di mulai, Ryan mulai berbesar hati, walaupun bibir nya masih mengucurkan darah. Darah mudanya mulai bangkit, tapi Johanes kembali memberikan tulisan yang di bisiki Bang Ramon.

__ADS_1


“Terus hajar kakinya, jangan kasih kendor!” pesan Johanes yang dibisiki Bang Ramon ke telinga Ryan.


Dengan tubuh di tegap-tegapkan, Panchor Ado kini bersiap lagi, tapi Ryan yang sudah tahu musuhnya pun juga menderita, mulai merangsek maju.


Kali ini Ryan sengaja terus melakukaan tendangan-tendangan ke kaki kiri Panchord Ado, tapi Ryan juga harus menderita, pukulan tangan kanan dan kiri sang juara bertahan ini masuk terus ke wajahnya.


Ryan jangan dikira tak menderita, bibirnya yang pecah terus mengeluarkan darah. Panchorn Ado juga berkali-kali memeluk Ryan. Dia agaknya ingin mempiting Ryan ke kanvas.


Tapi saat itu Ryan mendapat celah, bukan badannya yang terbanting, tapi tubuh Panchorn Ado lah yang terbanting ke kanvas.


Tapi Ryan kecele, Panchorn Ado sangat cerdik, dia memiting sekuatnya leher Ryan. Ryan yang tercekik kelabakan. Tapi saat itulah tangannya yang bebas dengan sekuatnya memukul kaki kiri Panchorn Ado.


Akibatnya cekikan itu terlepas, tapi pandangan Ryan pun nanar, sehingga dia tak mampu segera menindih tubuh musuh beratnya ini.


Kedua petarung ini sama-sama ambil nafas di sudut ocatagon. Ryan hampir saja sesak nafas, saking kerasnya cekikikan di lehernya.


Kini teriakan penonton benar-benar bak meruntuhkan GOR ini, komentator TV pun sampai melongo menyaksikan pertarungan seru ini.


Di Indonesia, Radin dan Angelina termasuk adik-adiknya tegang bukan main melihat pertarungan seru ini.


Bahkan Bambang, Ranti, Budi, Anwar dan Tomi sampi rela nolak job, asal bisa melihat rekan mereka ini bertarung saat ini.


Wajah Ryan makin bengkak, tapi wajah Panchorn Ado juga mulai bengkak-bengkak kecil, walaupun tak separah Ryan.


Tapi saat berdiri, tampak sekali sang juara bertahan ini mulai goyang-goyang juga. Kaki kirinya makin terasa sakitnya, pukulan terakhir Ryan tadi tepat di mana kakinya pernah cedera, akibat dulu di hajar Johanes.


Bang Ramon pu kemudian membisiki Ryan, agar segera menjatuhkan Polasak dironde ke 4 ini. “Kalau sampai tak KO, kamu bisa kalah angka,” bisik Bang Ramon.


Pertandingan di ronde ke 4 berjalan kembali, kali ini Ryan terus mengejar Panchorn Ado. Tapi sebagai juara bertahan yang kenyang pengalaman, Panchorn Ado mulai mainkan siasat sangat licik.

__ADS_1


Dia sengaja memukul  di tempat terlarang, akibatnya Ryan kaget bukan main dan merasa kesakitan, ngilu rasanya selangkangannya kena pukulan musuhnya ini.


Wasit pun memberi peringatan buat Panchorn Ado, agar tidak memukul di bagian terlarang itu. Nilainya langsung dipotong wasit!


Tim kesehatan langsung memberi pertolongan pada Ryan. Setelah beberapa saat Ryan pun mengambil nafas dan bilang kembali siap bertarung.


Kini dukungan buat Ryan makin bertambah, penonton rupanya jengkel lihat sang juara bertahan mulai main curang.


Baru ingin menyerang, bel ronde ke 4 berbunyi. Kini kedua petarung kembali ke sudut untuk mengaso selama 3 menitan.


Johanes mendekat dan bukkk…sebuah pukulan di bagian punggung Ryan dia layangkan. Tak keras, tapi membuat Ryan kaget. Namun dia langsung tersenyum, secara aneh, sakit nyiut-nyiut di selangkangannya hilang. Entah darimana Johanes dapat ilmu ini, karena rasa sakit itu bisa hilang.


Ryan beri jempol, karena wajahnya sudah bengap-bengap dan bibirnya mengeluarkan darah. Johanes pun tersenyum dan balas jempol.


Ryan kini bersiap, inilah ronde penentuan, kalau sampai dia tak bisa KO kan Panchorn Ado, maka dapat dipastikan dia kalah angka.


Tingg…bel ronde ke 5 berbunyi, Ryan langsung melakuan serangan bertubi-tubi, tendangan dan saling adu pukul tak terelakan.


Tak percuma Panchorn Ado di sebut tahan pukul, petarung tuan rumah ini benar-benar seperti tak merasakan tubuhnya jadi sasaran Ryan.


Tiba-tiba sebuah pukulan lurus Panchorn Ado telak bersarang ke wajah Ryan, tapi di saat bersamaan tendangan sangat keras bersarang di kaki kirinya.


Keduanya kembali terkapar di kanvas, pandangan Ryan sesaat gelap, Panchorn Ado terlihat berteriak kesakitan, kaki kirinya patah!


Semua penonton terkesima…kalau sudah gini…siapa yang menang..?


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2