
Ke aseekan dengan dunia keras dan berdarah-darah ini, apalagi selalu di dampingi Ranti membuat Ryan makin mengganas, dan keinginan bertarungnya makin menjadi-jadi.
Tiga penantangnya sudah antre untuk mencoba merebut sabuk juara ASEAN di pinggangnya. Dan Ryan tanpa tedeng aling-aling menyetujui kontrak 3 pertandingan itu, yakni satu dari Thailand, satu dari Malaysia dan satu nya dari Filipina.
Sehingga dalam rentang waktu hanya 5 bulan, Ryan naik ring hingga 3X, namun semua musuhnya keok, hebatnya semuanya di bantai Ryan di ronde 3.
Sehingga julukan Ryan kini “The special king of the third round”. Ryan seakan main-main di ronde ke 1 dan 2. Tapi di ronde ke 3, dia pasti akan hajar musuhnya habis-habisan sampai KO atau TKO.
Mami Angelina akhirnya menyerah, tak lagi menegur Ryan, dia pun membiarkan anaknya ini jadi petarung profesional seutuhnya.
“Tuh sudah dewasa juga, umur juga sudah 25 tahunan,” sungut Mami Ange, ayahnya Radin Sasmita juga tak banyak berkomentar. Hanya berpesan jangan pernah anggap remeh siapapun musuh di dalam ring.
Melihat gaya bertarung Ryan sangat ganas tapi juga menghibur, James Toy, promotor kondang dari Amerika sudah kontak promotor Ryan, Aseng Jaya. Apakah masih minat menantang sang Juara Dunia, Michael Dado? Yang juga merupakan anak asuhnya tersebut.
“Kalau Ryan Sasmita mau, maka bayaran akan kami siapkan 5 juta dollar dan bonus 3 juta dolar, kalau mampu kanvaskan sang juara dunia itu!” sebut James Toy berikan tantangan ini.
Kaget sekaligus senang juga Aseng Jaya, karena promotor kondang itu malah melirik anak asuhnya, Ryan Sasmita.
Tak buang waktu Aseng Jaya lalu menemui Ryan dan menanyakan apakah mau menerima tantangan ini yang dianggap jalan menuju juara dunia.
Tanpa banyak pikir Ryan oke, tapi dia menetapkan syarat, yakni minta bayaran 15 juta dolar dan bonus 3 juta dolar kalau mampu kanvaskan Michael Dado, atau 252 miliar rupiah, kurs 14 ribu.
Kurang dari itu bayarannya, Ryan tak minat bertarung dengan sang juara dunia itu!
Aseng Jaya kaget juga, Ryan tak tanggung-tanggung minta bayaran besar. Namun dia tahu Ryan bukan orang sembarangan.
Ryan aslinya hanya hobby bertarung, tapi tersalur lewat menghajar musuh-musuhnya. Bukan cari uang, karena kekayaan ortunya sangat besar. Dengan berat hati dan sangsi, apakah James Toy setuju dengan keinginan Ryan, Aseng Jaya pun sampaikan hal ini.
__ADS_1
Tak di kira James Toy ternyata menyetujui keinginan Ryan, pertarungan akan di gelar di Las Vegas Amerika Serikat.
Ranti, Bambang, Budi, Anwar dan Tomi kaget bukan main, Ryan benar-benar tak main-main ingin mendunia. Dengan menantang Michael Dado, yang di katakan sebagai petarung ganas dan tak kenal ampun.
“Gila kamu Ryan, kupikir kamu hanya main-main, ternyata benaran akan bertarung melawan Michael Dado itu!” cetus Ranti, saat menemui Ryan yang sedang berlatih ringan. Karena pertarungan akan di gelar 4 bulanan lagi.
Ryan hanya tertawa dan bilang dia hanya ingin menikmati setiap pertandingan, dan tak peduli kalah atau menang.
“Tapi pastinya aku nggak mau konyol kalah, maunya menang terus!” ceplos Ryan cuek, lalu tertawa kecil.
“Hmm…gitu yaa…?” Ranti mulai jengkel, di anggapnya Ryan ini mulai pongah. Karena dari 4 pertandingan semua musuhnya keok di ronde ke 3 dengan wajah berdarah-darah. Sedangkan Ryan walaupun membiru wajahnya, tapi tak begitu parah.
Namun, Ranti tak tahu, kalau Ryan diam-diam justru semangat karena Ranti mau menemaninya latihan, walaupun tidak saban hari. Karena Ranti pun juga punya kesibukannya dengan bandnya.
“Kamu tau kan Michael Dado itu 2X lebih ganas dari Panchorn Ado, kok kamu nekat sih?” Ranti agaknya mulai khawatir, karena Ryan sudah memutuskan akan bertarung dengan sang juara dunia yang sudah 6X pertahankan gelar itu dan semua musuhnya KO.
“Ranti…cukup kamu saja yang tahu…setelah melawan Michael Dado…aku sudah memutuskan mundur dari dunia keras ini…rasanya cukup sudah…ini akan jadi pertarungan terakhirku!”
Ryan mengangguk. “Lihat saja, menang apalagi kalah, aku akan umumkan akan mundur selamanya dari ring octagon!” sahut Ryan, dan Ranti dengan senyum di kulum mengangguk, dia pun akan rahasiakan rencana besar Ryan ini.
“Ingat…! Kalau ini kamu langgar, aku agaknya nggak akan percaya dengan kamu lagi…selamanya!” ancam Ranti.
Demi pertarungan akbar ini, Ryan sengaja cuti satu semester dari kuliahnya, dia tak ingin di pertandingan terakhinya keok melawan sang Juara Dunia, kalaupun kalah, jangan sampai KO atau TKO.
Apalagi dia tahu Michael Dado terkenal sombong dan angkuh dan sering keluarkan pernyataan kontroversial. Bahkan saat tahu Ryan Sasmita dari Indonesia, dengan songongnya Micahel Dado sebut negara apa itu..?
Ini sekaligus menyadarkan Ryan, kali ini dia bertarung bukan hanya membawa ambisi pribadinya.
__ADS_1
Tapi tingkah Michael Dado sudah mengusik rasa kebangsaannya. Akhirnya Ryan bertekad akan bertarung habis-habisan melawan Michael Dado. Kalah dan menang urusan belakangan, Ryan ingin tunjukan negaranya juga besar!
“Ini bukan lagi lagi soal Ryan dan si Dado, tapi ini antara Indonesia dan Amerika!” cetus Bang Ramon, hingga makin membakar semangat Ryan, dan berlatih makin keras.
Satu bulan sebelum pertandingan akbar ini, Johanes malah membawa Ryan ke kampung halamannya di daerah Banten.
“Ryan, boleh di bilang ini agak tak masuk akal. Tapi aku sudah membuktikannya, kenapa dulu aku hampir kalah melawan kamu? Karena saat itu aku langgar pantangan, jadi tak ada salahnya besok kita bertemu seseorang!”
“Siapa orang yang akan kita temui Bang..?”
“Ikuti saja…!” potong Johanes.
Besoknya bertiga dengan sopirnnya, Ryan dan Johanes menemui seorang ustad setengah tua yang selalu tersenyum ini.
Ustaz yang bernama Ustaz Somi ini menatap Johanes dan Ryan bergantian, lalu kembali tersenyum. “Pantangannya berat dan Johanes saja tak sanggup, makanya hampir saja keok melawan kamu Ryan. Tapi dia cedera berat hingga harus putuskan pensiun dini!”
“Apa pantangannya pa Ustaz?” Ryan penasaran.
“Pertama…kamu tak boleh berzina! Kedua jangan makan makanan haram, seperti babi dan sejenisnya. Ketiga…jangan ketinggalan ibadah, kalau kamu sanggup…aku akan merajah badan kamu!” cetus Ustaz Somi, lagi-lagi tersenyum.
Johanes kini menatap Ryan, lalu berbisik, kalau dia pernah langgar pantangan yang nomor satu, yakni berzina dengan selingkuhannya dulu.
Ryan terdiam sebentar, namun saat ingat kalau pertarungan ini membawa nama bangsa dan negera. Dengan mantap pemuda ini pun mengangguk setuju dan badannya siap di rajah ustaz ini.
“Ingat…ini hanya untuk menambah rasa percaya diri kamu, kalah menang, Allah SWT lah yang menentukan!” kata si Ustaz ini dan diapun mulai transfer ‘tenaga dalamnya’ melalui tulisan (rajah) di punggung dan perut kokoh Ryan, bahkan juga wajah pemuda ini.
Apakah Ryan akan sanggup melawan Michael Dado, sang juara dunia petarung bebas yang sudah banyak KO-kan musuhnya di ring octagon dengan badan babak bundas?
__ADS_1
*****
BERSAMBUNG