Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 108: Prija Nat Ternyata Sepupu Panchorn Ado


__ADS_3

Kedua petarung harus di bantu untuk kembali ke sudut ring dan sama-sama dilakukan perawatan. Wasit terlihat berdebat dengan 3 juri, butuh waktu hingga 15 menitan bagi wasit pertandingan, untuk memutuskan hasil pertandingan keras dan berdarah-darah ini.


Akhirnya keluarlah keputusan, yakni…tidak ada pemenang dalam pertandingan ini, bukan seri. Artinya baik Panchorn Ado juga Ryan, tidak menang tidak juga kalah, juga tidak seri.


Panchorn Ado harus di tandu keluar dari octagon, sedangkan Ryan terpaksa di tuntun. Karena pandangannya terganggu akibat bengkak-bengkak di wajah. Keduanya sama-sama harus ke rumah sakit untuk jalani pemeriksaan.


Komentator di TV sampai kehabisan kata-kata menggambarkan betapa keras, brutal dan ketatnya pertarungan ini, sampai tidak ada pemenangnya.


Panchorn Ado yang selama ini di kenal raja KO dan tahan pukul, malam ini runtuh oleh sang penantang, Ryan Sasmita.


Walaupun sang juara bertahan tetap pegang sabuk juaranya, tapi nama Ryan justru yang jadi bintangnya.


Angelina sampai menelpon Bang Ramon menanyakan kondisi Ryan, yang di jawab Bang Ramon hanya luka luar, tidak ada luka dalam.


Leganya hati Angelina, sebagai ibu tentu saja Ange was-was bukan main, melihat Ryan yang sempat tak bisa bangkit di ronde ke 5.


Bang Ramon dan Johanes terlihat sama-sama tak puas, kedua pelatih Ryan beranggapan harusnya anak asuhnya lah yang jadi pemenang.


“Sudahlah Johanes, keputusan sudah di ambil, mau gimana lagi!” Bang Ramon hibur Johanes dan si mantan juara nasional ini hanya mengangguk.


Hari kedua di rumah sakit, kondisi Ryan makin membaik, dan Johanes kaget dan sempat terdiam sesaat, ketika Ryan minta Johanes sekalian chek up alias berobat di rumah sakit ini.


“Mumpung kita di sini Bang, katanya di sini terkenal sebagai rumah sakit yang bisa merekonstruksi wajah dan rahang!”


“Soal biaya…?” tulis Johanes di ponsel pintarnya ragu.


Ryan tersenyum, tapi setelahnya menyeringai, karena wajahnya belum sepenuhnya sembuh. “Tak perlu dipikirkan, aku semua yang bayar!” ceplos Ryan. Mendengar ini, apalagi Bang Ramon juga memberi semangat, Johanes pun mantap mengiyakan.


Hari itu juga Johanes langsung opname dan dilakukan observasi. Inillah kelebihan rumah sakit di Bangkok. Hanya sehari usai observasi, malamnya Johanes diminta puasa dan siang besoknya langsung di lakukan operasi rahang.

__ADS_1


Ryan pun minta Bang Ramon telpon istrinya, Mba Ega agar segera susul ke Bangkok bersama anaknya.


Ketika Johanes jalani operasi, Bang Ramon hanya senyum di kulum, saat Ryan di kunjungi seorang wanita cantik.


“Kalau mau bersenang-senang, sekarang boleh banget..!” canda Bang Ramon. Ryan hanya bisa senyum kecil. Kini rasa nyiut-nyiut di wajah Ryan sudah berkurang.


Prija Nat berkenalan dengan pelatih Ryan ini, dan setelahnya Bang Ramon dan anak buahnya mempersilahkan Prija menemani Ryan di rumah sakit. Karena mereka juga pingin jalan-jalan, mumpung lagi di Bangkok, kata Bang Ramon.


“Prija, kamu tahu darimana aku di rumah sakit ini?”


“Kan rumahku nggak jauh dari sini, taulah…gimana luka-luka kamu?” sela Prija Nat.


“Sudah mendingan, paling besok sudah bisa keluar dari rumah sakit ini dan beristirahat di hotel!”


“Bang Ryan, ini aku bawakan obat bubuk buat balur. Ini ramuan asli kami loh, kata ibu, paling dua kali di balur akan kempes bengkaknya dan luka cepat mengering!”


Tanpa pikir panjang Ryan pun mempersilahkan Prjia Nat membaluri obat bubuk, yang hanya di campur air mineral di wajah dan tubuhnya. Rasanya dingin dan nyaman, sehingga Ryan percaya dengan obat herbal ini.


Ryan pun minta Prija mau menemaninya di rumah sakit ini. “Hmm…masa aku jadi perawat Abang, di gaji berapa nih? Kan aku mau jualan buah!” pancing Prija sambil tertawa kecil.


“Penghasilan Prija selama sehari aku ganti 5X lipat, mau yaa temani aku di sini?” Ryan memandang wajah cantik yang hanya di beri make tipis, sehingga kecantikan alaminya terlihat jelas.


Prija tertawa, akhirnya mengangguk. Siapa juga yang nolak rejeki, pikirnya. Ryan tak bercanda, dia minta nomor rekening Prija, dan lagi-lagi tanpa banyak tanya, Prija sebutkan nomornya.


Gadis cantik ini langsung terbelalak, saat Ryan mentransfer uang ke rekeningnya sebesar 2 juta bath, atau sama dengan 860 juta rupiah lebih.


“Cukup nggak?”


“Gila kamu Bang Ryan, ini mah bukan lagi cukup, tapi bikin aku jadi jutawan, aku nggak perlu jualan selama 6 bulanan!” seru Prija Nat, masih tak percaya dengan penglihatanya.

__ADS_1


Prija Nat bukan hanya mau menemani siang hari, dia bahkan mau menemani Ryan siang malam selama berada di Bangkok.


“Aku jadi babysitter kamu ya bang?” Ryan tertawa saja, dan mengiyakan. Mereka pun terus berbincang akrab dan inilah yang tak Ryan sangka-sangka, Prija Nat ternyata adik sepupu Panchorn Ado, sang seteru beratnya.


“Jadi…?”


“Iya Bang, jangan kaget, ibunya Panchorn Ado itu adik ayahku…tapi hubungan kami tak baik. Semenjak Bang Panchorn Ado jadi juara petarung bebas. Mereka bak jadi selebriti dan tak mau kenal kami lagi yang miskin ini. Padahal dulu saat masih miskin, kami sering membantu mereka…!” Prija Nat terlihat menghela nafas panjang.


Lega juga Ryan, hampir saja dia curiga…!


Besoknya, Ryan sudah bisa keluar rumah sakit, operasi Johanes juga lancar dan kini dia di temani Mba Ega istri dan Badu, anaknya di rumah sakit.


Ryan memutuskan mereka akan bertahan di Bangkok, sambil menunggu Johanes bisa keluar rumah sakit.


Bang Ramon dan anak buahnya senang-senang saja, karena mereka bisa puas jalan-jalan di kota ini. Apalagi soal biaya mereka di jamin Ryan, semua uang hasil pertandingan yang Ryan dapat dari promotor Aseng Jaya, Ryan bagikan ke Bang Ramon dan Johanes, juga tim official lainnya. Tanpa sepeser pun Ryan ambil.


Radin Sasmita sudah memberikan Ryan rekening sendiri, yang nilanya lebih dari 8 Triliun, tak perlu ambil pokoknya, uang Ryan itu sudah bunga berbunga.


Hanya Bang Ramon dan ortu Ryan yang tahu, olahraga keras ini bagi Ryan hanya sekedar hobby. Pemuda ini bukan ngejar karir, apalagi materi!


Bang Ramon cs tak heran lagi saat Prija Nat siang malam bersama Ryan di hotel. Gadis asal Bangkok ini benar-benar bak babysitter merawat Ryan. Hingga setelah dua hari bersama di hotel, wajah Ryan sudah tak bengkak lagi. Hanya sisakan biru-biru saja lagi.


Walaupun bersama, Ryan dan Prija belum pernah melampaui batas, Prija Nat sesuai janjinya merawat Ryan dengan sepenuh hati. Apalagi dia merasa sudah di ‘boking’ Ryan untuk merawatnya hingga sehat lagi.


Tapi apa bisa Ryan bertahan, karena mereka makin dekat saja dari hari hari..?


Tanpa sepengetahuan Ryan, Panchorn Ado harus menjalani operasi pembetulan tulangnya yang patah, dan karir sang petarung ganas itu terancam ambyar.


Akan ada kejutan kelak bagi Ryan, saat Panchorn Ado tahu, sepupunya Prija Nat, malah akrab dengan dirinya...!

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2