Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 117: Ranti Gandeng Kekasih Baru!


__ADS_3

Andai saja tak memikirkan misinya, sudah pasti Ryan akan menyerbu wanita cantik ini. Tapi Ryan cerdik, dia tak mau terpancing, kecuali hanya tersenyum.


“Dewi…kurasa hari ini kamu nggak usah berpura-pura, aku sudah tahu siapa kamu?” Dewi langsung kaget, kenapa Ryan tiba-tiba langsung nembak dirinya. Padahal dia sudah berkhayal, hari ini akan bercinta sepuasnya dengan pemuda ini.


“Apa maksud kamu Ryan..?”


“Aku tahu, kamu sengaja porotin aku…aku juga baru sadar, kamu ternyata anak mendiang Om Gubran, orang yang pernah berbuat jahat dengan keluargaku, hingga mengakibatkan kematian Tante Stella dan Om Rohmano. Dan aku juga tahu kamu dan Alfito kerjasama untuk berniat mencelakakanku!”


“Ryan, kamu jangan menuduh aku tanpa bukti, kamu bisa aku polisikan dengan kasus pencemaran nama baik!” sentak Dewi marah, sekaligus kaget.


Ryan malah tertawa kecil, dia melempar sebuah amplop ukuran kuarto ke depan Dewi. “Kamu liatlah foto-foto di dalam amplop itu!” sahut Ryn dingin.


Dewi pun cepat-cepat membuka amplop tersebut dan terbelalaklah dirinya, saat melihat foto-foto dirinya bersama Alfito, juga foto masa kecil dia dengan mendiang ayahnya, Gubran.


“Dewi…ini peringatan pertama dan terakhir, aku masih ingat kebersamaan kita di masa lalu. Kalau kamu masih cari masalah denganku, aku tak segan jebloskan kamu dan Alfito ke penjara. Bahkan bisa jadi si Alfito akan aku buat terluka parah kalau aku tak bisa nahan emosi. Pergilah dari hadapanku sekarang juga…dan jangan coba-coba lagi menemuiku untuk alasan apapun!”


Setelah menatap tajam dan penuh kemarahan yang di tahan, Dewi pun keluar dari kamar mewah ini, lalu…bummm menutupnya dengan keras.


Ryan sadar, dia sudah membuka front permusuhan dengan Dewi dan pastinya dengan Alfito, tapi pemuda ini tidak takut, dia justru menantikan sampai di mana kenekatan keduanya.


Ryan pun kini melupakan persoalan dengaan Dewi dan Alfito, dia kini fokus menghadapi dua pertandingan wajib, melawan dua penantangnya lagi. Sebelum kelak melawan juara dunia yang lain, untuk penyatuan dua gelar tinju bebas dunia.


Radin dan Angelina kini benar-benar lepas tangan, melihat anak tertua mereka ini fokus berkarir sebagai petarung.


Dengan Anne, pelatih fisik yang hebat dan sangat berpengalaman, rekomendasi sang promotor James Toy. Ryan Sasmita menjelma jadi petarung kejam dan ganas, pukulan dan tendangannya makin hebat saja.


Dalam rentang waktu hanya 7 bulan, dia naik ring octagon hingga 2X dan kedua penantangnya lagi-lagi berdarah-darah dan KO di ronde ke 3.


Mereka tak sanggup menahan pukulan dan tendangan Ryan yang makin terasah dengan baik.

__ADS_1


Sesuai janji James Toy, Ryan pun akan berhadapan dengan juara dunia tarung bebas Juan Carlo asal Meksiko. Ryan otomatis naik kelas satu trip untuk menantang sang juara dunia ini, sekaligus penyatuan gelar.


Juan Carlo bukan petarung kaleng-kaleng, dia sudah 5X mempertahankan gelar dan sama seperti Ryan. Semua musuhnya juga keok KO di ring octagon.


Juan Carlo dijuluki ‘kuda nil’, selain tahan pukul, Juan Carlo juga petarung ortodoks, yang tak segan beradu pukul dari jarak dekat.


Tak main-main, bayaran kedua petarung yang sama-sama ganas ini mencapai 200 juta dolar. Rencana pertarungan akan di gelar 6 bulanan lagi. Pertarungan pun bukan di gelar di Las Vegas, tapi di Riyad, Arab Saudi!


Ryan sudah mempelajari rekaman pertandingan Juan Carlo, dia tak mau main-main. Karena Juan Carlo benar-benar bak kuda nil, serudukannya sangat berbahaya dan tak ragu beradu pukul jarak dekat, dan juga jago gulat melawan musuh-musuhnya.


Bang Ramon, Johanes dan pelatih fisik Anne sampai berhari-hari cari kelemahan Juan Carlo, karena petarung ini sangat hebat dan benar-benar berkulit badak, tahan pukul.


*****


Lama tak bertemu Ranti, Ryan pun kangen dan mencari waktu bertemu kekasihnya ini. Hingga kesempatan itu datang, saat tahu Bambang cs ini manggung di Bandung dan saat itu Ryan sedang jalan-jalan ke Paris Van Java ini.


“Semoga nggak ngambek lagi…!” batin Ryan.


Tapi bukan Ranti yang kaget, justru Ryan lah yang terdiam, saat melihat Ranti terlihat berbincang akrab dengan seorang pria tampan sebelum manggung.


Saat manggung, pria itu terlihat setia menunggui Ranti dan setelah manggung mereka pergi berdua. Hingga Ryan yang saat itu menyamar dengan topi dan jaskul serta masker di mulut terdiam, tak jadi mendekati Ranti.


Ryan pun kini barulah menyesal, karena terlalu aseek berkarir di dunia keras. Malah melupakan kekasih sendiri, yang kini justru sudah memiliki ‘gandengan’ baru yang tak kalah tampannya dari dirinya.


Patah hatilah Ryan, hingga sampai seminggu dia malas berlatih, sampai-sampai Johanes menemuinya secara khusus di rumah mewahya (Ryan kini sudah tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya), dan bertanya ada apa dengan anak asuhnya ini.


Begitu tahu hanya masalah pribadi, Johanes tersenyum maklum. “Lampiaskan kekesalan hati itu pada Juan Carlo, tunjukan kamu adalah petarung juara sejati!” Johanes malah beri Ryan semangat, sehingga pemuda ini tersenyum dan mengangguk.


Ryan pun berlatih sangat gigih, dia benar-benar tak sabar ingin bertarung dengan Juan Carlo. Setiap hari Ryan fokus berlatih sambil melihat titik lemah musuhnya tersebut.

__ADS_1


Setelah dua bulanan lebih, lewat rekaman pertandingan Juan Carlo, akhirnya Ryan dan tiga pelatihnya berhasil juga menemukan titik lemah Juan Carlo, yakni rusuknya.


Juan Carlo terlihat akan habis-habisan melindungi rusuknya, kalau lagi bertarung, tapi kalau wajah dan perut, si Kuda Nil ini malah sering ledek lawannya untuk menghajarnya. Tapi setelahnya, gantian Juan Carlo yang akan menghajar lawannya tersebut. Hingga lawannya berdarah-darah di hajar petarung dari Meksiko ini.


Saking tekunnya berlatih, waktu pun jadi tak terasa, Ryan pun kini bersiap berangkat ke Arab Saudi. Dia sengaja berangkat 2 minggu sebelum pertandingan, untuk mempersiapkan diri lebih matang dan siap.


Dua hari sebelum berangkat, Ryan dikejutkan dengan ke datangan seseorang yang coba dia lupakan, tapi sangat sulit…Ranti.


Melihat Ryan berlatih sangat tekun, Ranti yang belum di sadari Ryan kedatanganya, hanya menonton Ryan berlatih.


Setelah hampir 35 menitan, Ryan pun menyudahi latihanya dan kini turun dari ring octagon. Bermaksud beristirahat.


“Ryan…!” di panggil seseorang yang tak bakal dia lupakan seumur hidup, Ryan pun refleks menoleh.


“Ranti…kamu…tumben ke sini!”


“Kapan kamu berangkat ke Arab Saudi…?” tanya Ranti lembut, sambil duduk di samping Ryan, yang sedang minum air mineral. Ranti makin kagum melihat tubuh Ryan yang makin besar dan berotot.


“Tiga harian lagi Ranti…!”


“Boleh aku ikut nggak…?”


“Ikut…bagaimana dengan kekasih kamu…?”


“Kekasih….kekasih yang mana..?” Ranti malah keheranan sendiri.


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2