
“Huhh bocil ini sok jagoan, hei bocah badan jangkung, mending kamu segera pergi dari sini. Apa kamu tak sayang wajah dan badan kamu yang bagus itu ku cabik-cabik dengan belatiku ini?”
Seorang yang tadi mengejar wanita ini mencabut belatinya dan mengayun-ayunkan di depan Ryan. Agar remaja ini takut dan jerih.
Ranti dan wanita itu tentu saja ketakutan melihat itu! Namun Ranti tiba-tiba ingat, Ryan ahli beladiri, sehingga dia agak tenang. Walaupun hatinya dag dig dug juga.
“Jangan banyak ngoceh Bonang, sikat langsung, lalu kita bawa kedua wanita ini sekaligus. Pasti bos Gubran dan Frans senang dapat dua cewek denok ini. Apalagi yang pake seragam SMU, wajahnya mulus pake bingittt, kayak artis sinetrooon…wuih bakalan gede bonus buat kita nanti!” ceplos salah satu pria ini.
Kalau saja Ryan tahu, dua nama ini justru musuh ayahnya pasti remaja ini akan ngamuk! Bahkan polisi sempat curiga, kematian tragis Stella dan suaminya Rohmano di Bali dulu, dua nama di duga terlibat dan sempat di cari-cari.
Namun sampai bertahun-tahun, kedua orang yang kecewa dan dendam dengan Stella dan Angelina, ibu-nya Jenny dan Ryan ini bak lenyap di telan bumi.
Hiaaaatttt…pria yang di panggil Bonang ini lalu menebaskan belatinya ke arah Ryan, remaja ini enteng saja menghindar.
Merasa serangan pertama gagal, kembali Bonang menyerang membabi buta, tapi semuanya luput.
“Sialan ni anak, pintar banget menghindar,” pikir rekan Bonang. Lalu dia ikut mengeroyok Ryan dengan mencabut belati.
Ryan mulai marah juga, begitu tebasan datang. Ryan dengan kekuatan penuh melakukan tendangan sekuatnya ke arah perut.
Bukkkkk…wadidawwwww…!” Bonang langsung terduduk, sakit sekali perutnya, mulas tak terkira.
Rekan Bonang marah bukan main melihat temannya sekali tendang, terduduk kesakitan. Tapi saat akan menyerang, Ryan lalu merunduk dan jurusnya yang sangat keras mulai dari bawah naik ke dagu tepat menghajar pria ini.
Saking kerasnya melayang copot dua biji giginya, mulutnya berlumuran darah, matanya berkunang-kunang.
Ryan lalu mengambil belati itu. “Aa-mpunnnnn…jangan tusuk saya…ampunnnnn!” teriak Bonang ke takutan, karena Ryan sudah memegang belati tersebut dan menuju ke arahnya.
“Cepat pergi dari sini, atau ku tusuk perut kalian!” ancam Ryan dingin.
Bonang lalu buru-buru bangkit dan memapah rekannya yang berlumuran darah dan hampir pingsan ini.
__ADS_1
Ryan dan Ranti lalu membawa wanita ini ke kafe tadi dan bertanya apa yang terjadi, kenapa dia mau di culik dua pria tak di kenal itu.
Wanita yang bernama Meni inipun menyebutkan kalau dia berasal dari desa, di wilayah Indramayu, daerah yang terkenal wanitanya cantik-cantik.
“Awalnya aku di janjikan kerja sebagai pelayan di kafe, katanya gajinya besar. Tak tahunya, aku malah mau di jual ke lelaki hidung belang!”
“Trus kenapa kamu sampai di bawa ke sini…?” sela Ryan bingung sendiri.
“Saat itu aku pura-pura iya-iya saja, karena aku di ancam mau di bunuh. Katanya pria yang ingin memboking aku seorang pejabat dan minta ketemu di sini. Aku di kawal dua orang itu. Nahh saat mereka lengah aku kabur!” kisah Meni dengan wajah masih pucat.
Meni juga bercerita, selain dirinya, ada 5 gadis lainnya yang bernasib sama dengannya, hanya dia yang nekat kabur.
Meni juga mengaku tak punya ongkos, ingin pulang ke desa belum berani, karena orang tuanya telah di beri uang hingg 10 juta, sebelum membawanya pergi ke Jakarta.
“Aku takut mas Ryan, dek Ranti…!” kata Meni lagi sambil mengusap airmata.
“Gimana nih, Ryan…?” bingung juga Ranti, karena tak mungkin dia menampung Meni di rumahnya, pasti orang tuanya cerewet bertanya.
“Gini saja…biar Meni…sementara kita tampung di apartemenku…sambil cari solusi-nya!” sahut Ryan, Ranti pun setuju.
Ryan lalu meminta Meni dan Ranti masuk ke mobilnya, Ryan langsung antar Ranti duluan pulang, karena sudah sore.
Ryan sengaja tak mampir dan pun langsung tancap gas menuju ke apartemen miliknya, yang dulu merupakan apartemen papa-nya dan kini diserahkan padanya.
“Mba Meni di sini dulu, kalau lapar pesan pakai online saja yaa…ini…ada uang, berani aja kan di sini!” Ryan lalu mencabut dompetnya dan ada uang 2 juta. Langsung di serahkannya pada wanita yang sebenarnya cantik dan manis ini.
“Be-berani Mas Ryan…!” sahut Meni.
“Ntar malam aku ke sini ya menemani, aku harus pulang dulu!” Ryan lalu permisi, Meni pun mengangguk.
Di tempat lain…!
__ADS_1
Dua pria setengah tua ini marah bukan main mendengar laporan Bonang dan Jotek, soal lepasnya Meni. Mereka adalah Gubran dan Frans, dua sahabat yang kini jadi pemasok wanita buat para lelaki hidung belang.
“Bangsat, siapa anak sekolah yang sok jagoan itu hahhh,” bentak Gubran.
“Kami juga nggak tahu bos, tapi tu anak pintar beladiri,” sahut Bonang lirih, perutnya masih sakit melilit akibat tendangan keras Ryan.
“Perlu di kasih pelajaran tu anak, sekalian kalian cari kemana dia membawa si Meni, kita sudah makan depe dari si pemboking. Mana si bapak itu maunya si Meni lagi, nggak mau sama yang lain!” sela Frans.
Gubran lalu memanggil 2 anak buahnya yang berbadan gempal, dan keduanya diminta lacak di mana Meni dan remaja yaang membawa wanita mereka tersebut.
Kembali ke apartemen Ryan.
Bambang melotot melihat ada gadis cantik di apartemen sahabatnya ini. Ryan sengaja mengontak Bambang, tapi tak memberitahu Tomi. Karena khawatir bocor kemana-mana, kalau si ngondek ini tahu.
“Gila coii…cantik banget nih cewek…!” bisik Bambang, hingga Ryan menyepak kaki sahabatnya ini.
Meni malu-malu di tatap Bambang dengan mata nyalang, bak mata elang melihat anak ayam.
“Bambang jadi gimana solusinya…!”
“Solusi…apaaan..!” Bambang kaget. Ryan langsung kheki, dari tadi dia bertanya pada sahabatnya ini bagaimana solusi soal Meni. Tapi perhatian Bambang malah ke Meni terus.
“Upss…sorry bro…he-he…paling ya…kita antar pulang ke desanya saja!” ceplos Bambang.
“Tapi Meni bilang ortunya menerima uang 10 juta..?”
“Hmm…gitu ya…ahh kamu ini, ganti saja uang 10 juta itu bereskan?” ceplos Bambang simple.
“Bukan begitu Bambanggggg…Meni khawatir kalau komplotan itu datang ke desa ortunya dan menyakiti kedua orang tuanya! Nah aku maunya ingin mereka ini kita jebak, biar di tangkap polisi sekalian!” ceplos Ryan.
Bambang kaget, tapi matanya malah melotot saat melihat agak terbuka di bagian depan Meni…!
__ADS_1
*****
BERSAMBUNG