
Braja dan Titin saling pandang, hari ini Radin minta izin untuk menikahi Angelina. Yang bikin dahi kedua orang tua berkerut, Radin sengaja tak minta restu kedua orang tuanya.
Sehari sebelum berangkat ke rumah orang tua Angelina, Radin dan Angelina sudah merundingkan hal ini.
“Ange…kita menikah dulu…aku akan pelan-pelan ngomong ke papi dan mami…aku khawatir nanti mereka kaget. Kalau…!”
“Iya Bang aku paham…kita berangkat ke rumah orang tuaku minta restu. Dan tak apa menikah sederhana!”
Angelina tentu saja memahami apa yang ada dipikiran pria yang dia cintai ini. Wanita jelita ini bisa membayangkan. Betapa kelak kagetnya Rudi dan Rina Sasmita. Kalau tahu wanita yang akan Radin peristri justru dia…wanita yang pernah Radin perkosa, hamil dan membuat pria ini masuk penjara.
Radin memeluk dan mengecup bibir calon istrinya dan berbisik betapa bahagianya dirinya, memiliki calon istri yang sangat pengertian.
Dan kini Radin sudah berada di depan Braja dan Titin, melamar Angelina.
“Ya sudahlah, bapak restui kalian menikah! Lagian kasian Ryan, dia butuh kalian. Sebagai orang tuanya yang sah!” Braja akhirnya melunak, Titin pun sama.
Dua hari kemudian, rumah kecil Braja dan Titin didirikan tenda, hari ini merupakan ijab kabul Radin dan Angelina. Tamu-tamu undangan yang hanya tetangga sekitar sudah berdatangan, penghulu pun juga sudah siap.
Radin kini terlihat tampan dengan baju jas tanpa dasi, di padu sarung dan pakai kopiah hitam. Di sisinya Angelina berkebaya putih, terlihat sangat cantik sekali.
Selendang pun di pasangkan Titin pada pasangan yang berbahagia ini. “Baiklah…Radin Sasmita, ST, MT, MHT…aduh gelarnya panjang amat…! Ya udah singkat saja. Radin Sasmita…apakah kamu sudah siap menikahi dokter Angelina Anggraini Binti Braja menjadi istrimu…?”
Tamu undangan tertawa kecil mendengar goyun sang penghulu yang memang suka bercanda ini, agar suasana tak tegang.
Radin pun dengan suara bergetar bilang siap. Angelina sampai melirik ke calon suaminya ini, kenapa bisa nervous begitu.
Akhirnya walaupun masih dengan suara bergetar, Radin pun mengucapkan ijab kabul dengan sekali tarikan nafas. Sah lah hari ini dia menjadi suami Angelina Braja.
Wanita jelita yang pernah ia perkosa, hamil dan akhirnya dirinya jatuh cinta yang sangat dalam kini jadi istri keduanya, setelah cerai dengan Stella.
“Kalau udah jodoh…tak akan keminong…!” tukas si penghulu kocak, sebelum tadi ijab kabul dilaksanakan.
Semua undangan pun mengucap Alhamdulillah, setelah dua saksi, yakni Braja sendiri dan kepala desa setempat ucapkan sah.
Titin dan Umi sampi meneteskan airmata melihat Angelina dan Radin hari ini bersanding dan menjadi suami istri. Sebagai orang tua, Titin kadang serba salah dengan pertanyaan tetangga tentang siapa bapak cucunya tersebut.
Dulu Titin sangat tidak happy saat tahu Angelina bertunangan dengan Gubran, sosok calon suami anaknya itu dianggap Titin hanya manis di depan. Tapi kasar di belakang, karena Titin pernah memergoki Gubran memarahi Ryan.
__ADS_1
Setelah Radin resmi jadi menantunya, tangis itu bukan tangisan sedih, justru sebaliknya, tangisan bahagia seorang ibu. Melihat anaknya mendapatkan jodoh sesuai hati dan pastinya baik di mata Titin dan Braja.
Ryan kini sangat berbahagia, melihat papa dan mama nya akhirnya bersatu juga. Si Bocil yang sudah berusia 8 tahun ini seakan tak mau jauh-jauh dari ayah kandungnya ini.
Setelah makan malam, Radin dan Angelina duduk berdua memandang bulan purnama yang bersinar terang di teras samping.
Tapi bagi Radin, bulan itu kalah terang dan indah di bandingkan seorang wanita jelita, yang sejak tadi terus tertunduk malu-malu, kalau dia pandang.
Mereka berencana akan bertahan disini selama 3 hari, lusa baru pulang kembali ke Jakarta dan menempati rumah mewah Radin. Yang dulu sempat di sita bank dan sudah di tebusnya 5 bulanan yang lalu dan baru seminggu kelar di renovasi.
Umi sejak tadi sudah membawa Ryan masuk ke kamarnya, agar tak menganggu ayah bundanya yang tengah berbahagia ini.
“Tak nyangka yaa…akhirnya…!”
“Hmm…kenapa sih, dulu Abang sampai segitunya ke Ange…coba di lamar saja sekalian. Mungkin saat ini kita sudah punya 3 anak!” ceplos Ange merengut manja.
Radin memeluk erat tubuh harum istrinya, sambil tertawa mesem. Ingat di malam itu dia telah merengut kegadisan wanita yang kini jadi istrinya.
“Belum tentu juga Ange mau di lamar. Lagian emank mau punya suami bergajol dan semau gue. Tuh Ange juga saat itu udah punya tunangan kan…?”
“Iyah…jalan Tuhan, kalau tak ada kejadian malam itu. Mungkin sampai kini Abang masih tak berubah…makasih istriku…dan maafkan semuanya!”
“Huhh…kalau tak di maafkan, emank malam ini Abang bisa memelukku begini…!”
“Hmm...pemarah banget sihh…kita ke dalam yuks, udah dingin hawanya!” bisik Radin.
“Bilang saja udah ngga sabaran kan..?” bisik Ange tak kalah mesranya. Radin langsung menggandeng Angelina dan kini mereka bergeser ke kamar.
“Asoiiii…belah duren segera di mulai!” Umi nongol, tapi buru-buru masuk kamar dan mengunci dari dalam, sambil tertawa terbahak.
Angelina yang ingin marah melhat kelakuan adiknya yang tengil langsung di larang Radin. “Biarkan saja, ntar kalau dia menikah dengan pacarnya, kita kerjain juga!” bisik Radin sambil mengecup pipi Ange.
Begitu berbaring bersama, Angelina kembali bak gadis perawan, dia malu-malu saat Radin terus-terus menatapnya.
“Kenapa sih natap mulu…isinya kan gitu-gitu saja?” bisik Ange, masih manja dan bagi Radin, suara istrinya ini luar biasa merdunya. Sama-sama rebahan miring dan saling tatap.
“Hmm…isinya…ya sih…tapi ini soal hati sayang…!”
__ADS_1
“Awas ya…setelah jadi suami, tak boleh lagi berubah. Istri cukup satu…!”
“Baiklah…istri satu…tapi aku minta 10 lagi adik Ryan..!”
“Waduhh…tiap tahun dong Ange hamil…mau bikin kesebelasan bola ya?”
“Apa boleh buat, tak ada nunda-nunda, tak ada kontrasepsi, selamanya alami!”
“Hmm…kapan aku kerja, kalau saban tahun hamil.” gumam Angelina.
“Hadeuhh dari tadi kita ngomong mulu, kapan bikin anaknya kalau gini!” Radin pun langsung mencium bibir istrinya dan Angelina terpekik manja. Saat suaminya ini benar-benar melaksanakan kewajibannya sebagai suami malam ini.
Setelah 9 tahunan yang lalu, Angelina kembali menerima pelepasan dari pria tampan ini.
Angelina sampai berbisik agar Radin pelan-pelan, karena sejak melahirkan Ryan, baru kali ini dia kembali bersama seorang pria yang sama.
Radin pun tersenyum dan kini hanya terdengar nyanyian merdu bunyi kodok di luar rumah, usai hujan yang tadi lebat berubah rintik-rintik.
Radin pun mengakui, apa yang diucapkan istrinya tak bohong. Angelina benar-benar bak lepas perawan yang kedua.
Tapi ilmu bercinta Radin tentu saja sudah mendarah daging. Dia membuat istrinya melayang ke angkasa. Dan hanya bisa membeliakan mata, saat penyatuan itu berlangsung hingga jelang tengah malam.
Saat melihat suaminya tertidur karena kelelahan, Angelina tersenyum sambil membelai wajah pria ini.
Kalau udah jodoh, tak bakal keminong…ucapan sang penghulu kocak, membuat wanita jelita senyum-senyum sendiri. Dua kali dia bertunangan, dan Radin pernah memiliki istri cantik. Tapi kini mereka telah bersatu sebagai suami istri.
Di sebuah rumah mewah di Jakarta, Rudi dan Rina Sasmita kaget bukan kepalang, saat dapat kiriman foto Radin dan Angelina bersanding dan di tengah mereka ada Ryan.
Yang membuat kedua orang tua ini kaget. Tulisan di kiriman foto itulah yang bikin merah padam wajah Rudi.
“Radin menikahi wanita yang dulu dia perkosa dan pernah memenjarakannya, kaget kan! Lihatlah juga wajah anak haram mereka yang sudah berusia 8 tahun.”
Nama pengirimnya…tidak ada!
*****
BERSAMBUNG
__ADS_1