
Saat jeda syuting Anwar kebelet pipis, dia langsung ke mencari toilet, setelah selesai Anwar terdiam sejenak saat mendengar suara Jani yang terdengar marah-marah di telpon.
“Aku nggak mau tahu, pokoknya kalau kamu tak aborsi, aku nggak bakalan bantu kamu lagi. Aku nggak siap jadi suami kamu…dengar itu!” klik, telpon pun di matikan Jani.
Pemuda ini tak sadar, ucapannya ada yang mendengar.
Saat akan melangkah ke toilet, Jani kaget berselisihan dengan dengan Anwar. “Permisi mas, saya mo ke toilet juga,” Jani menegur sopan ke Anwar.
Anwar jadi bingung juga melihat kelakuan pria tampan ini, ucapan di telpon tadi berbeda 180 derajat dengan gayanya saat ini.
“Hmm…kayaknya ni orang mempunyai kepribadian ganda. Bahaya juga si Ranti, lepas dari Alfito, malah dapat cowok begini…!” batin Anwar mulai was-was.
Jani terlihat mengintip kelakuan Anwar, melihat pemuda itu pergi. Jani kini menarik nafas lega. “Moga saja dia tak dengar ucapan ku tadi,” pikir Jani, yang sempat tak enak hati, karena terlalu bersemangat bicara di telpon.
Ryan terdiam saat dengar cerita Anwar terkait suara Jani tadi. “Tapi ini ranah private Ranti dan Jani…kita tak enak melarang Ranti bergaul dekat dengan Jani…!” terdengar lemah suara Ryan.
Selain kaget hatinya juga iba dengan Ranti, kalau cerita Anwar ini benar. Ini benar-benar di luar dugaan Ryan.
“Moga Ranti tak kenapa-kenapa…kasian sahabat kita ini,” gumam Anwar. Kini mereka kembali lanjutkan syuting, hampir saja Ryan tak konsen.
Syuting selesai…tiba-tiba Ranti mendekati Ryan.
“Ryan…aku ikut dengan kalian ya pulangnya!” ucap Ranti tiba-tiba.
Ryan tentu saja kaget. “Jani mana Ranti..?” tanya Ryan, karena tak mengira Ranti mau ikut mereka.
__ADS_1
“Dia sudah pulang, aku menolak ikut dengannya!”
“Kenapa…?”
“Nanti saja aku cerita-cerita, boleh yaa..?”
“Dyehhh kamu ini Ranti, boleh banget lahh, kami sangat senang kami ikut, malah jadi rame kaleee…!” sela Tomi, yang langsung menggandeng Rante naik minibus mereka ini.
Seluruh kru termasuk sang sutradara juga berada di minibus yang sengaja di sewa Ryan. Sehingga kini di dalam mobil ini jadi rame, sepanjang jalan mereka terus bercanda.
Ranti kadang ikut nyelutuk, dia seakan lepas bercanda dengan Ryan cs, namun saat saling pandang dengan Ryan, Ranti tersenyum manis menatap pemuda tampan ini. Ryan pun kadang tak puas-puasnya menatap wajak lembut Ranti,
Kini Ryan ikut senang melihat si lembut ini seakan bahagia sekali bergabung dengan mereka.
Ranti kini sudah dianggap dewasa oleh kedua orang nya, sehingga mau berhair-hari keluar kota, Brigjend Jimi dan istrinya tak mempermasalahkan lagi.
Dan sudah bisa di duga, begitu singel ini di lempar ke video music, dalam waktu singkat, lagu dengan judul ‘Selalu di Hati’ langsung meledak bak kompor, seperti yang di katakan Tomi.
Sejak di tayangkan 1 minggu yang lalu, kini sudah hampir 5 juta kali di tonton, akun yang di buat Budi dan Bambang subcriber pun sudah mencapai 105 ribu orang.
Tentu ini sebuah prestasi yang sangat luar biasa, bagi band yang berawal hanya coba-coba dan ngisi waktu doang.
Undangan tampil pun berdaatangan, akibatnya Ryan cs kini mulai kelabakan atur jadwal manggung. Sebab pengunjung selalu mulai rame menonton aksi mereka saat tampil.
Suara lembut Ranti membuat semua pengunjung selalu applus tak henti-hentinya, buat si lembut cantik ini.
__ADS_1
Mita Band juga benar-benar sempurna mengiringi lagu yang dinyanyikan Ranti, yang kadang sambil memencet tuts piano.
Ranti sering memepetkan tubuhnya ke Ryan kalau agak romantis kalau sudah manggung. Penonton seakan terbawa dengan ‘kemesraan’ dadakan Ryan dan Ranti ini. Banyak yang mengabadikan dan memvideo aksi keduanya tersebut.
Suara lembut Ranti, berpadu dengan suara merdu Ryan, diitambah alunan musik, yang sangat pas sekali di bawakan Ryan dan kawan-kawannya. Membuat nama band ini mulai di perhitungkan sebagai calon band menjanjikan.
Kadang Ranti sering berimprovisasi yang mengundang decak kagum semua pengunjung pub. Ya…sementara mereka hanya ‘berani’ tampil di pub-pub yang pengunjungnya maish terbatas, yakni paling banyak 1000 penonton.
“Kita sabar dulu..band kini ibarat bayi, jam terbangnya belum begitu jauh. So..kita tak apa sering tampil di pub-pub dulu ya!” semua teman-temannya mengiyakan ucapan Ryan.
Mereka harus mematangkan bermusic mereka, agar makin profesional dan tentunya kini mereka mulai bersiap lagi rekaman, untuk keluarkan singel-singel baru.
Namun, gangguan mulai datang! Di mulai saat mereka latihan, tiba-tiba Bella datang dan marah-marah ke Ryan, karena menganggap pemuda ini seakan melupakan dirinya dan terlalu aseek bermusic.
Dan yang membuat seluruh anggota band melongo, Bella dengan blak-blakan bilang, telat bulan ini mensnya.
Ranti sampai istigfhar! Bambang, Budi, Anwar dan Tomi saking kagetnya, tak bisa bergerak dari tempat masing-masing.
Ryan…ikutan terdiam, tak bisa bicara, tak menyangka Bella bilang telat 3 minggu, yang artinya gadis yang mirip bule ini hamil, dan pria itu adalah Ryan.
“Permisi kawan-kawan…aku akan bicara dengan Bella dulu!”
Ryan lalu menarik Bella ke luar dari studio, Bambang cs malah menatap kasian dengan Ranti.
“Lohh…kenapa kalian malah menatap aku..?” Ranti menatap Bambang, Budi, Anwar dan Tomi bergantian.
__ADS_1
*****
BERSAMBUNG