
Walaupun hubungan sudah mencair, namun Radin harus menahan hati, istri jelitanya ini masih tak bisa dia gauli.
Ketika melihat Angelina tertidur, Radin perlahan-lahan, meraba paha istrinya, dan kaget masih ada pembalut.
“Apes dah…perasaan dia sudah lebih tiga bulan mendekati 4 bulan melahirkan. Aneh masa masih pakai pembalut!” pikir Radin sambil garuk-garuk kepala, menatap wajah cantik istrinya yang nyenyak tidur, setelah tadi menyusui baby Delima.
Walaupun tubuh Angelina masih agak gemoy, mendekati ndut. Karena selama masa kehamilan bobot tubuhnya naik hingga 10 kilo. Tapi dimata Radin kecantikan Angelina tak berubah, malah tambah menggemaskan.
Saat pagi mau sarapan, Radin bingung tak menemukan istrinya di meja makan. “Bik Uni, nyonyah muda mana?”
“Tadi saya lihat ke belakang, dekat kolam renang pakai baju olahraga tuan muda!” Radin mengangguk, dengan baju him yang sudah rapi mau ke kantor, Radin mendatangi Angelina.
“Hmm…pasti sedang di tempat gym.” Batinnya, Radin lalu melangkah kakinya ke tempat itu. Ryan sejak pagi tadi sudah ke sekolah di antar sopirnya. Baby Delima sedang bersama baby siternya.
Saat Radin masuk, dia melihat istrinya ini sedang aseek olahraga di treadmill, peluh bercucuran di badan istrinya ini.
Radin kini duduk dekat treadmill itu sambil melihat istrinya terus berlari. Pria ini tersenyum melihat betapa cantiknya istrinya, apalagi dalam pakaian ketat ini. Angelina hanya meliriknya!
Kenapa malah ke sini tak ngantor, batinya. Tapi tak menghentikan olahraganya.
Saat melihat sesuatu yang dia raba sebelumnya. Radin mengeryitkan dahinya, terlihat tak ada pembalut di sana.
Radin lalu berbalik dan klik, mengunci pintu ruangan ini, walaupun pakai kaca, dari luar tak bisa melihat ke dalam. Karena tempat ini menggunakan kaca yang tak tembus pandang dari luar.
Radin berbalik dan kembali duduk saja menonton istrinya masih berlari kecil di treadmill ini.
Begitu Angelina menyudahi berlari di treadmill ini, Angelina kaget saat berbalik suaminya sudah di depannya. Harumnya parfum Radin mengingatkannya saat pertama kali di peluk suaminya, di malam pertama kali di gauli pria yang kini sangat dia cintai.
“Hemm…wangi banget…mami bau pi…sono segera ngantor…baju papi juga sudah rapi bangett!”
“Siapa bilang mami bau, papi akan hajar mulutnya. Bagiku mami selamanya wangi…!” bisik Radin. Angelina tertawa kecil, gombalan Radin memang bikin dia melayang.
Radin tak peduli, dia memeluk istrinya dan ******* lembut bibir istrinya ini. Suara Angelina yang bilang bau dan segalanya tak di pedulikan Radin.
__ADS_1
Angelina kini hanya bisa pasrah mendapatkan kemesraan suaminya ini, yang sebetulnya sangat lama dia rindukan.
Angelina makin terpekik manja, saat keduanya kini sudah saling bergulingan di lantai gym pribadi yang dingin karena AC ini.
Dan di pagi hari ini, keduanya tak peduli dengan ART yang kadang lalu lalang di depan gym di sisi kolam renang ini.
Keduanya bak bulan madu lagi, berenang sampai sama-sama puas di ruangan gym ini. setelah sama-sama melakukan pelepasan, penyatuan pun kelar.
“Mami kok jahat banget sih, masa pakai pembalut…padahal sudah tak apa-apa!”
“Sengaja pi, Mami belum pede dengan tubuh gembrot begini…!”
“Hmm…masa mami masih ragu dengan papi…?”
“Ragu…pas papi sedang ngi-gau…ahh sudah deh. Mami tak mau ngungkit-ngungkit itu, karena papi sudah nyatakan cinta mati ke mami!’ Angelina tersenyum nakal sambil mencubit, hingga Radin kaget dan kembali memeluk istrinya. Dan keduanya kembali mengulang di sana hingga hampir jam 10 an pagi.
Radin tak peduli terlambat ke kantor, tuh kantor milikku sendiri, pikirnya.
Radin malah tertawa dan menowel dagu istrinya. “Nggak boleh pakai itu, pokoknya papi pingin anak banyak dari mami…biar Ryan dan Delima punya adik-adik baru lagi!”
“Hmm…baiklah, awas saja kalau berubah sayangnya. Melihat mami makin tak menarik, karena melahirkan anak-anak papi!”
Radin tertawa kecil dan kembali memeluk tubuh istrinya, saat akan mengangkat, Radin hampir terjengkang, saking beratnya tubuh Angelina yang bertinggi 177 centimeteran ini.
“Ha-ha-ha…tuh kan, berat mami masih 75 kilogram sayang. Perlu kerja keras agar kembali ideal lagi ke angka 60-65 kilogram!”
Hari-hari manis pun di lalui keduanya, Angelina akhirnya pasrah saja kalau kelak dia kembali hamil. Karena Radin melarangnya memakai kontrasepsi.
6 bulan kemudian…!
Angelina yang akan ke rumah sakit, kaget saat melihat sebuah taksi online masuk ke halaman rumah mewah mereka. Radin sudah sejak pagi ke kantor.
Saat melihat siapa yang turun, Angelina kaget, karena yang datang…Stella, mantan istri pertama suaminya dan seorang anak kecil cantik berumur 3-4 tahunan.
__ADS_1
Angelian tentu saja heran, kenapa Stella naik taksi, padahal setahunya wanita ini sangat kaya raya dan kenapa kini penampilannya juga tak se cetar dulu.
“dokter Ange…kamu tentu masih ingat aku kan..?”
“Tentu Stella, ada apa yaa…kalau kamu mau cari suamiku, dia ada di kantor!” sahut Angelina kalem. Tak ada kecemburuan dalam hati Angelina. Hanya aneh, ada apa Stella menemuinya. Lebih aneh lagi di tangan kiri Stella ada tas bagasi.
Stella menatap iri istri mantan suaminya ini, penampilan Angelina bak bumi dan langit dengan dirinya saat ini. Stella hanya bisa menarik nafas penyesalan.
“Ange…boleh aku bicara secara pribadi, aku sengaja hanya ingin bertemu kamu?”
Angelina mengangguk dan menyuruh sopirnya menunggu, Stella mengikuti masuk ke rumah yang dulu jadi rumahnya bersama Radin.
Kasian sekali Stella, dia kembali termangu melihat kondisi rumah yang kini makin mewah dan berubah total.
Angelina malah menatap anak kecil cantik yang sejak tadi diam saja saat di gandeng Stella.
“Stella..ini siapa..anak kamu kah..?” Angelina heran, anak Stella sudah sebesar ini. seingatnya Radin dan Stella bercerai belum juga 4 tahunan.
“Dia…iya…anakku dan Radin…namanya Jenny, umurnya 3 bulanan lagi 4 tahun!” sahut Stella pelan, Angelina kaget bukan main.
“Aneh…kenapa Radin tak pernah bercerita kalau kalian sudah memiliki anak?” sela Angelina, lalu terdiam sesaat.
Melihat kekagetan wanita cantik ini, Stella lalu menceritakan kenapa dia bisa hamil dan kenapa dia berani menyebutkan Jenny adalah anaknya dan Radin. Walaupun dia akui saat itu berselingkuh dengan Frans, mantan kekasihnya.
“Jenny bukan anak haram Ange, saat Radin menggauliku, kami masih sah suami istri!”
Angelina makin terdiam, ucapan Stella seakan menyindir dia. Karena Ryan anak tertua nya bersama Radin adalah hasil malam jahanam itu.
Namun Ange bisa menekan perasaannya. “Trus apa mau kamu sekarang Stella? Apakah kamu minta Radin bertanggung jawab lalu kalian rujuk?
*****
BERSAMBUNG
__ADS_1