
Ranti sengaja menyibukan diri dengan jadwal manggungnya yang padat, harapan Ryan agar Ranti mau di temui selalu gagal. Ranti seakan konsekwen dengan kata-katanya, Ryan harus tuntaskan masalahnya dulu!
Ranti agaknya masih kesal dengan Ryan yang dianggapnya main-main dengan ucapannya sendiri.
Di saat galau itulah, Dewi masuk lagi dan terus memepet Ryan. Dewi tak segan menemani Ryan ke pub atau kemana saja agar pemuda ini merasa terhibur.
Bahkan Dewi tak segan ajak Ryan ngamar, Ryan kaget juga. Tapi semenjak dekat dengan Ranti, Ryan bertekad tak ingin mengulang kelakuan masalalunya.
Dewi kaget juga, kenapa Ryan bisa berubah begini, padahal setahunya, Ryan bukan tipikal pria alim. Malah kala dulu bersama, setiap bertemu, mereka pasti lampiaskan hasrat di mana saja.
Untungnya semakin Dewi terus gencar mendekatinya, Ryan tak segan curhat dengan Bambang. Sehingga sahabatnya langsung bilang Ryan mesti waspada, pada ada udang di balik batunya.
Terlebih Dewi kini tak malu-malu lagi minta uang ke Ryan, dengan alasan macam-macam. Hingga Ryan mulai curiga juga, apa motif Dewi? Apakah karena motif ekonomi atau kah sengaja ingin morotin dia.
Bahkan baru-baru ini Dewi blak-blakan minta uang hingga 5 miliaran, dengan alasan rumah ibunya mau roboh, karena sudah tua dan perlu di rehab.
Awalnya Ryan kaget juga, permintaan Dewi walaupun di kantong biasa saja. Tapi ini yang terbesar semenjak Dewi mulai dekatin dirinya.
Ryan pun ‘terpaksa’ mengiyakan permintaan Dewi yang dirasanya mulai besar kepala. Bahkan saat ajak dirinya ngamar, Dewi tak segan sedikit memaksa. Namun Ryan keukeuh tak mau, dengan alasan capek latihan fisik.
“Mbang…carikan aku detiktive swasta, aku agaknya terus di porotin Dewi, kita cari tau apa motif wanita itu sesungguhnya!” Bambang langsung setuju, dia pun menemui seorang temannya yang berprofesi sebagai detiktive dan membawa bertemu Ryan.
Langsung paham dengan tugasnya, Sono yang mantan anggota polisi, namun di pecat karena suatu kasus. Lalu setuju dan akan mulai amati gerak-gerik Dewi.
“Aku minta 2 bulan pa bos, nanti hasilnya akan aku sampaikan!” janji Sono.
Selama Sono kerja mematai-matai Dewi, dengan alasan sibuk persiapkan pertahankan gelar, Ryan sengaja menghindari bertemu Dewi.
__ADS_1
Di sisi lain, Ranti makin kesal saat tahu Ryan batal pensiun, malah bersiap naik octagon lagi, usai jadi juara dunia. Untuk pertahankan gelar juara dunianya. Ortu Ryan sudah angkat tangan, tak bisa mencegah anaknya jadi petarung profesional se-utuhnya.
Tentu saja bayaran Ryan naik berlipat-lipat, karena kini statusnya Juara Dunia dan sebagai petarung, dia di anggap sang promotor James Toy dan Aseng Jaya sangat menghibur.
James Toy sudah sepakat kontrak Ryan Sasmita untuk 3 pertandingan, dengan nilai kontrak yang waah.
Promotor James Toy yang orientasi nya hanya bisnis, sudah tak peduli dengan mantan juara dunia Michael Dado, yang dianggap sudah habis! Setelah kakinya patah di hajar Ryan.
Bahkan James Toy janjikan mega duel Ryan dengan juara dunia dari kelas berbeda, untuk penyatuan gelar. Dengan bayaran hampir 200 juta dolar kelak, kalau Ryan mampu kalahkan 3 penantangnya tersebut.
Bukan hanya Bang Ramon dan Johanes yang kini jadi pelatih Ryan, tapi di tambah lagi satu pelatih fisik dan taktik, yang sengaja di rekomendasikan James Toy, agar Ryan makin hebat.
Uniknya, pelatihnya ini bule cantik, yang sudah poles 3 juara dunia, sebelumnya Michael Dado dan kini dia melatih Ryan.
Hasilnya….Ryan tak punya kesulitan berarti, penantang pertamanya pasca jadi Juara Dunia 4,5 bulanan yang lalu, keok lagi-lagi di ronde ke 3.
Musuhnya lintang pukang sejak ronde pertama! Tapi Ryan sengaja tak mau menghabisinya cepat-cepat, dia seperti biasa mengalah di ronde ke dua. Tapi di hajar habis-habisan pas ronde ‘keramat’ yakni ronde ke 3, hingga sang penantang keok dengan wajah berlumuran darah.
Seminggu setelah bertarung di Las Vegas untuk pertahankan gelarnya. Ryan tersenyum saat Sono datang dengan catatan pengintaiannya selama 2 bulanan.
Foto-foto Dewi dengan Alfito tersaji lengkap di hadapannya, ada rasa kesal, marah dan juga jengkel di hatinya. Rasanya ingin dia hajar wanita yang dianggapnya ‘culas’ ini, apalagi saat tahu Dewi benar-benar CLBK dengan Alfito.
Setelah berunding dengan Sono, kini Ryan pun punya agenda khusus untuk Dewi…!
*****
“Oh yaaa, tumben nih ngajak ke hotel rayain kemenangan kamu pertahankan gelar. Hotel mana dan kapan?” Dewi yang baru saja bercinta dengan Alfito langsung kaget sekaligus antusias saat Ryan menelponnya.
__ADS_1
Alfito yang berada di sampingnya mendengarkan saja kekasihnya ini bicara dengan Ryan. Walaupun hatinya rada cemburu. Tapi Alfito menahan hatinya, karena selama ini Dewi sengaja manfaatkan Ryan sebagai tambang duitnya.
Semenjak keluar penjara, Alfito memang sengaja jadikan kekasihnya sebagai tambang duit, karena dia kini berstatus pengangguran.
Dia sebenarnya ngeri dengan Ryan, berstatus juara dunia tinju bebas di anggap Alfito sama juga cari mati. Kalau sampai bentrok langsung dengan musuh besarnya ini. Sehingga dia dengan cerdik manfaatkan Dewi untuk porotin uang Ryan.
Dewi pun menyampaikan permintaan Ryan, Alfito iya-iya saja, keduanya kemudian bisik-bisik berunding, lalu di akhiri dengan bercinta lagi sampai malam.
Seminggu kemudian…!
Dewi datang ke hotel Quens, sebuah hotel bintang 5 yang sangat mewah, dia tersenyum senang. Ryan sudah sebutkan kamarnya dan Dewi dengan santuynya langsung menuju ke kamar itu.
Pakaiannya hari ini agak seksoi habis, sehingga banyak yang terpana melihat kecantikan wanita jangkung ini, saat masuk lobby hotel mewah ini.
Begitu masuk kamar hotel, Dewi langsung merekah melihat Ryan kini hanya kenakan baju kimono, hingga badannya yang kokoh berotot terlihat jelas.
Di bandingkan dengan kekasihnya yang mulai gembrot, tubuh Ryan benar-benar beda jauh dengan Alfito.
Melihat penampilan Dewi yang beda dari biasanya, Ryan tersenyum dalam hati. Semua pasti terpana dan pastinya kagum dengan tubuh wanita cantik ini. Tapi di mata Ryan, penampilan Dewi biasa saja.
Dewi langsung memeluk tubuh kokoh Ryan, bahkan sengaja menempelkan gunung kembarnya ke dada pria ini, tujuannya pastinya ingin memancing hasrat Ryan.
Tapi Ryan santuy saja dan setelah mengecup bibir Dewi, Ryan meminta wanita cantik yang saat ini tampil glamour untuk duduk dulu.
“Nggak kepingin kah…?” Dewi dengan cueknya melipat pahanya, sehingga sesuatu yang di sela-sela pahanya mengintip dan Ryan kaget juga, wanita ini tak kenakan apa-apa di dalamnya.
“Buseeet dahhh, nekat banget tak pakai apa-apa ke sini, selain gaun!” batin Ryan kaget sendiri.
__ADS_1
*****
BERSAMBUNG