Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 55: Badai Mulai Mengancam Lagi


__ADS_3

Jenny kaget, dia hari ini di jemput mamanya dengan mobil sport mewah. “Wuihh mami bawa mobil mehonggg. Eh bentar Mi, aku mau nelpon sopir dulu, ntar di kira di culik Mami lagi!”


Stella langsung mencubit anak tunggalnya ini. “Huss, mami udah menelpon papa kamu, ayo masuk.” Jenny langsung cengengesan.


Jenny yang di rumah dan di sekolah agak pendiam, kini bersama mama nya terlihat ceria sekali. Hari ini Stella sengaja jemput Jenny, untuk makan siang bersama. Apalagi hari ini Jenny berultah yang ke 7 tahun.


Namun Jenny tetap menelpon, terutama Angelina, ibu sambungnya. Angelina yang sudah tahu dulu suaminya mengampuni Stella. Tapi tak tahu kalau selama ini Radin juga membantu mantan istrinya itu bangkit lagi di usaha, awalnya kaget juga.


Tapi saat telpon diserahkan ke Stella, baru Angelina tenang dan berpesan anak sambungnya ini baik-baik dengan mami kandungnya sendiri.


“Mami sambung kamu itu baik ya Jen?” pancing Stella sambil konsen ke setiran.


“Baik banget Mi, Jenny nggak pernah di marahin, malah bila Jenny yang nakal, justru si Abang Ryan yang malah kena jewer!” Jenny terkekeh memperlihatkan gigi susunya.


Stella ikutan tertawa dan bilang Jenny tak boleh nakal dengan Abang-nya itu. Keduanya kini menuju ke sebuah restoran mahal.


Jenny kaget tak lama kemudian Radin bergabung. Mereka terlihat bak keluarga utuh, ayah dan ibu plus anak mereka yang cantik jelita.


Lalu mereka jalan-jalan ke sebuah mall mewah, tak sadar aksi mereka di lihat seseorang dengan mata kaget. Orang ini lantas mendekati Radin dan Stella, yang saat itu sedang memperhatikan Jenny yang masih berseragam SD nya, aseek bermain bersama teman sebaya yang baru di kenalnya.


“Selamat siang pa Radin, saya Rohmano, anak buah bapak di kantor dulu. Tapi kini sejak bapak maaf, jatuh dulu…saya pindah ke perusahaan lain sampai kini!”


Radin dan Stella bergantian menyalami Rohmano. Terlihat anak kecil teman bermain Jenny melambaikan tangannya ke arah pria ini.


“Itu anak kamu ya Rohmano?” Radin bertanya, sambil menatap gadis kecil sebaya Jenny yang sedang melambai.


“Betul pa…sebaya dengan gadis kecil pakaian SD itu!” sahut Rohmano, masih dengan gaya menghormat. Walaupun mantan atasan, Rohmano tetap segan dengan Radin. apalagi dia tahu saat ini mantan bos nya justru makin tajir melintir, setelah sempat jatuh bangkrut.


“Yang baju SD anak saya dan ini papanya, namanya Jenny!” sela Stella tanpa beban. Rohmano kaget bukan main. Tapi dia diam saja, tidak berani bertanya lebih jauh.


“Ibu anak kamu kemana Rohmano, kok kamu sendirian saja?” Radin menatap pria ini, tentu saja Radin tak tahu siapa Rohmano ini.

__ADS_1


Padahal Rohmano adalah mantan tunangan Angelina, yang hampir saja menikah! Andai tak terjadi tragedi di malam itu. Yang akhirnya mengubah hidup Rohmano, Radin dan juga Angelina.


“Istri saya…meninggal dunia tak lama setelah melahirkan Nelly, anak saya itu…sampai kini saya belum beristri lagi…kasian Nelly kalau saya salah pilih istri baru!”


“Ohh…maaf, turut berduka cita…!” sela Radin, hatinya jadi iba melihat Rohmano yang kini permisi padanya dan Stella sambil membawa Nelly, yang sudah puas bermain dan main dadah-dadahan dengan Jenny.


Sambil menggandeng anaknya, Rohmano berpikir sendiri, kenapa kini Radin bersama Stella. “Apakah mereka rujuk? Lalu bagaimana dengan Angelina?” batin Rohmano, yang sampai detik ini belum bisa melupakan mantan tunangannya itu.


Rohmano pun dulu kaget bukan kepalang, saat tahu Angelina justru menjadi istri Radin dan sudah memiliki 2 anak. Rohmano belum tahu kalau saat ini Angelina lagi hamil anak ke 3.


Saat itu dia bertemu Mira dan bertanya kok bisa Angelina jadi istri Radin. Mira yang memang berteman baik dengan Rohmano kala itu hanya bilang, dari benci berubah cinta.


“Jangankan kamu, aku pun kaget Rohmano, kok bisa Radin jatuh cinta dengan Angelina, dan Angelina juga mencintai Radin…inilah misteri yang lebih rumit daripada segitiga bermuda,” canda Mira saat itu.


Rohmano terperanjat dan tetap tak habis pikir sampai kini, sampai pada kesimpulan sempit. Jangan-jangan Angelina jatuh cinta dengan Radin karena faktor harta!


Hingga suatu hari, Rohmano tak sengaja bertemu Angelina, kala dia menjenguk Ivan Rahim, orang tuanya, berobat ke rumah sakit.


“Met pagi…!” sapa Angelina ramah, sambil mengetuk pintu ruang perawatan bertype VIP.


“Ange…!”


Keduanya sama-sama kaget, Angelina kaget tak menyangka bertemu Rohmano di ruang VIP ini. Rohmano kaget melihat dokter yang akan memeriksa ayahnya adalah mantan orang yang dia sayangi dan sangat lama tak bertemu.


Saat melihat perut Angelina yang mulai besar, tanda sedang hamil, Rohmano langsung berdiri dan mempersilahkan Angelina memeriksa ayahnya.


“Lho ini kan Ange…mantan tunangan kamu Rohmano!” seru seorang wanita setengah baya, yang kaget melihat dokter cantik ini.


“Iya bu Eva, saya Ange…apa kabar bu?” sapa Angelina ramah. Angelina masih ingat wanita setengah tua, yang hampir jadi ibu mertuanya.


“Kabar baik Ange…waduhh kamu lagi hamil, anak keberapa ini Ange?” Eva yang dulu paling menentang hubungan Rohmano dengan Ange, usai peristiwa malam jahanam itu, kini berbeda 180 derajat melihat Angelina saat ini.

__ADS_1


“Ini…anak ketiga bu Eva, anak pertama sudah 11 tahunan, yang kedua 3 tahunan lebih!”


“Duhh bahagianya kamu sekarang Ange, ibu turut senang. Si Rohmano tuh liat, sudah dua kali jadi duda, ditawarin cari istri baru ogah, kasian anaknya si Nelly katanya!” ceplos Bu Eva sambil memperhatikan Ange memeriksa suaminya.


Kagetlah Angelina, kok bisa mantan tunangannya sudah dua kali jadi duda. Tapi dia simpan dalam hati keheranannya itu.


“Kondisi bapak baik, hari ini sudah bisa pulang!” Angelina pun permisi ke Ivan dan Eva Rahim, ortu Rohmano Rahim ini.


Rohmano bergegas menyusul Angelina yang sudah keluar ruangan ini. “Ange tunggu!”


Angelina pun berpaling dan menatap Rohamno. “Iya ada apa Rohmano?”


Setelah mengatur nafas sejenak, Rohmano lalu bertanya hati-hati. “Maaf Ange…jangan marah yaa..!”


Angelina yang tak punya pikiran apapun, hanya tersenyum melihat pria tampan di depannya ini agak gugup.


“Kenapa harus marah…kan kita…bak saudara sekarang bukan?”


“Kamu...maksudnya suami kamu masih Radin Sasmita kan?”


“Hmm...iya…emanknya kenapa?” tanya Angelina kaget, sambil memandang mantan tunangannya, tumben-tumbennya tanya itu, pikirnya.


“Ohh syukurlah…soalnya, maaf ya…aku dua minggu yang lalu berjumpa dengan Radin dan…mantan istrinya Stella dan seorang anak kecil cantik di mall. Kupikir…mereka sudah rujuk. Tapi sudahlah, mungkin aku yang salah…sekali lagi maaf ya, silahkan Ange kalau mau lihat pasien lain lagi!”


Angelina pun mengangguk, kemudian berlalu sambil berjalan perlahan. Tapi…pikirannya mulai terusik dengan ucapan Rohmano.


Rohmano kini memandang wanita cantik ini, walaupun sebentar lagi bakal memiliki 3 anak, tapi di mana Rohmano, Angelina malah makin jelita…cinta itu belum padam!


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2