
Nayra berdiri di dekat pintu gerbang menantikan seseorang yang harus di beri hukuman.
Ria sibuk mengusap layar ponselnya, tiba-tiba tasnya di rarik oleh seseorang.
Ria menoleh dan tersenyum paksa. "Eeh nayra. Udah dateng nay?" kata ria pura-pura tersenyum.
"Apa salahmu?" tanya nayra.
"Iya maaf. Nanti aku bayarin di kantin." kata ria.
"Aku enggak pernah liat kamu ke kantin." kata fitri saat tiba di belakang ria.
"Kenapa kalian?" tanya yanti baru datang.
"Kalo gitu aku bakalan gantikan piketmu sebulan." kata ria.
"Oke." kata nayra lalu melepaskan tas ria.
"Aku juga mau." kata fitri.
"Enak aja." kata ria.
"Ada apa sih?" tanya yanti.
"KEPO!" kata ria dan fitri serempak.
Yanti terdiam sedangkan ria dan fitri berjalan meninggalkannya.
"Lewat depan rumahku denda piket dua minggu." kata yanti berteriak.
Ria dan fitri trus berjalan tanpa memperduliksn omongan yanti.
Yanti melihat nayra dengan tersenyum.
"Apa?" kata nayra.
"Ayo kita pulang." ajak yanti.
"Lupa ya?" kata nayra.
"Oh iya kamu kan pulangnya sama kenzo." kata yanti.
"Kenapa masih di situ?" tanya nayra.
"Nay, aku boleh minta sesuatu enggak?" tanya yanti.
"Jangan harap aku mau gantikan piketmu." kata nayra.
"Bukan ituu." kata nayra.
"Trus?" tanya nayra.
"Temannya kenzo." kata yanti sambil memegang tangan nayra.
"Adi?" tanya nayra dan yanti mengangguk. "Emang aku siapa? minta sama mamanya sana." kata nayra.
"Kamu suka sama dia?" tanya yanti.
"Mana mungkin." jawab nayra spontan.
Yanti melebarkan kedua tangannya dan memeluk nayra. "Waahhh terima kasiih." kata yanti.
Kenzo pun tiba di depan merekmerekayanti langsung melepas pelukannya.
__ADS_1
"Ken, kamu kemana aja sih? sahabatku sampe kering tau nungguin kamu." kata yanti dan kenzo hanya heran melihatnya.
Nayra berjalan melewati yanti. "Pastikan dia jadi milikmu." kata nayra lalu naik ke atas motor meninggalkan yanti.
...*****...
Besok adalah hari ulang tahun nayra, ia bangun lebih awal hari ini. Karna nayra akan menyambut malam pergantian tanggal di tempat taman faforitnya.
Nayra keluar dari kamar mandi dan mengusap layar ponselnya. Ada sebuah pesan Whatsapp dari dian, nayra langsung meraih dan membacanya.
Dian.
"Ada kemah sebelum liburan."
Nayra.
"Berapa lama."
Dian.
"2 hari."
Nayra meletakkan kembali ponselnya dan segera memakai pakaian lalu keluar dari kamar menuju dapur.
Suara ketukan pintu dari luar membuat nayra bergegas membuka pintu rumah.
"Mama!" kata nayra setelah pintu terbuka dan melihat siapa yang ada di balik pintu. "Mama kok pulang enggak kabarin nayra?" tanay nayra lalu kembali menuju ke dapur.n
"Ihh emangnya kalo mau pulang harus ngomong dulu sama kamu?" kata ibu yati sambil melangkah masuk menuju kamarnya.
"Ya tapikan enggak ada salahnya maa." kata nayra.
"Oh iya,, gimana sekolah kamu?" tanya ibu yati setelah keluar dari kamar dan duduk di meja makan.
"Masih gitu aja, enggak ada yang berubah. warna catnya juga masih sama." jawab nayra sambil memotong beberapa sayuran.
"Mama mau aku gimana? aku sama ken itu juga tetap enggak ada yang berubah. dia cowok dan aku cewek." jawab nayra sambil mencuci sayuran yang telah selesai ia potong-potong.
"Kamu tu gimana sih? mama kan juga udah tau kenzo itu cowok." kata ibu yati mulai kesal.
"Trus mama kenapa tanya lagi? jawabanya juga tetap sama ma." kata nayra.
"Udah ah,, susah ngomong sama kamu. nyesel mama pulang." kata ibu yati merajuk dan bangkit lalu pergi ke kamarnya.
"Ihh salahnya jawaban aku dimana?" kata nayra. "Mama mau makan apa?" tanya nayra dengan nada tinggi agar ibu yati mendengarnya.
"Mama enggak makan, ada janji di luar." jawab ibu yati.
...*****...
Nayra melangkahkan kakinya mendekati sudut taman. Drrrt drrrt drrrt. ndesud nayra tiba-tiba bergetar saanaia baru duduk di kursi.
Nayra langsung merogoh ponselnya dan memeriksanya.
Fitri.
"Di mana kamu?"
Nayra.
"Di tempat faforit. kenapa?"
Nayra menunggu balsan dari fitri tapi fitri tak kunjung membalasnya.
__ADS_1
Angin malam berhembus, nayra menghirup dan merasakan udara malam yang mulai menembus tulang-tulangnya.
Tak berapa lama, badan nayra jadi terasa gatal dan muncul beberapa bentolan berwarna merah di badan nayra.
Flashback.
"Apa ini sudah sering terjadi?" tanya seorang pria berjubah putih.
"Hampir setiap malam." jawab nayra.
"Ini adalah penyakit urtikaria." kata dokter itu.
"Urtikaria itu apa dok?" tanya nayra.
"Urtikaria itu semacam alergi, ini biasa di sebut biduran. Biduran itu reaksi kulit yang menyebabkan munculnya bentol berbetuk oval dan berwarna merah. Awalnya hanya akan muncul di satu bagian dan terus menyebar." Jelas dokter itu.
Flashback off.
Ini sudah sering terjadi dengan nayra. Tapi nayra tak pernah menganggapnya sebagai penyakit yang serius.
Nayra melihat layar ponselnya. Di situ terlihat sudah pukul 23:57 penglihNayn nayea tiba-tiba gelap dan tak sadarkan diri.
Kenzo tiba di taman dan lansung menahan tubuh nayra agar tidak terjatuh dari kursi.
Fitri segera mencari taksi dan kenzo menggendong nayra masuk ke mobil.
Fitri mendudukkan nayra di tengah dan menahan kepalanya. Sedangkan kenzo, ia terus menggenggam tangan nayra dan meminta supir taksi agar lebih cepat.
Taksi itu melaju menuju rumah sakit terdekat.
Di dalam taksi, fitri semakin hawatir saat melihat darah keluar dari hidung nayra.
Sampainya di rumah sakit, nayra di bawa ke ruang IGD agar cepat di tangani oleh dokter.
...*****...
Ibu yati tengah berada di salah satu restoran yang ada di kota bandung.
Terlihat seorang pria tiba bersama sepasang anaknya, ibu yati langsung melambaikan tangan pada mereka.
Sebuah pesan menggetarkan ponsel ibu yati, ibu yati langsung membacanya.
Fitri.
Tante nayra masuk rumah sakit tante.
"Ada apa?" tanya pria yang sudah duduk di depannya dan di susul sepasang anaknya.
"Hm? enggak ada apa-apa, ayo kita pesan makan." kata ibu yati.
Ya, begitulah ibu yati. Apa pun yang terjadi dengan nayra, mau bagaimana pun nayra. Ibu yati tidak akan memperdulikannya.
"Mana putri kamu?" tanya pria itu sambil menunggu makanan datang.
"Ehh dia lagi sama temannya." jawab ibu yati.
"Wah sayang banget ya, padahal aku penasaran loh." jawab anak perempuan dari pria tersebut.
"Kenapa enggak sekali-kali kita makan di rumah kamu." kata seorang pria yang kerap di sapa pak herman.
"Bisa, nanti kita atur waktunya aja ya." kata ibu yati terpaksa.
"Beneran ya tante." kata novi, putri pak herman.
__ADS_1
"Iya, biar ketemu sama anak tante juga." kata reyhan, anak laki-laki pak herman.
Bye : 나디아