
Radin hanya bisa memeluk erat Jenny yang sudah tak bisa menangis lagi, pemakaman satu liang Stella dan Rohmano baru selesai dilakukan.
Di sampingnya Angelina juga hampir habis airmata, menangisi kedua orang yang kini sudah dianggapnya saudara sendiri tersebut.
Yang meninggal dengan cara yang tragis, tapi semua sudah terjadi, inilah takdir Tuhan yang tak bisa di rubah. Stella dan Rohmano harus ‘pulang’ lebih cepat di saat bahagia keduanya.
Radin menggandeng istrinya dan Jenny meninggalkan TPU ini. Setelah berpelukan dengan orang tua Stella dan orang tua Rohmano keduanya pulang.
Radin pun sama dengan Angelina, tak yakin kecelakaan tragis ini murni kecelakaan, mereka yakin pasti ada sabotase.
“Siapa kira-kira yang papi curigai pelakunya…?” Angelina menatap Radin, saat mereka berduaan di ruang kerja suaminya.
“Rohmano pernah cerita, dia dulu menolong Stella dari amukan Frans, saat dulu mami mau melahirkan Delano di mal…di mana dari situlah awal mula mereka dekat dan akhirnya menikah!”
“Apa mungkin si Frans terlibat atau malah jadi pelaku utamanya?”
“Papi sudah minta AKBP Jimi, yang kini naik pangkat jadi Kombes untuk selidiki kematian Stella dan Rohmano…kita tunggu saja hasilnya kelak!” Radin memeluk istrinya.
Semenjak kematian Stella dan Rohmano, Radin kini meminta 3 pengawal untuk selalu menemani Angelina kemanapun pergi, termasuk ke rumah sakit.
Angelina memang belum mau pensiun sebagai dokter. Tapi Radin sudah bersiap membangunkan sebuah rumah sakit khusus jantung buat istrinya.
Awalnya Angelina keberatan, tapi setelah tahu bahayanya kini sebagai istri seorang crazy rich seperti Radin Sasmita ini, Angelina mengalah.
Termasuk Ryan dan Jenny yang juga selalu di kawal kemanapun kedua anaknya ini jalan. Ryan yang tahu ‘bahayanya’ jadi anak seorang sultan, diam-diam tanpa setahu Radin dan Angelina kini rajin berlatih beladiri.
Ryan yang makin beranjak remaja ini hanya bilang latihan basket pada kedua orang tuanya. Ia tahu pasti Mami nya akan melarang dia berlatih ilmu beladiri. Beda dengan ayahnya, yang tak pernah melarang apapun kegiatannya.
Hasil penyelidikan 1 bulan kemudian keluar, hasilnya…mobil mewah sewaan Stella dan Rohmano ternyata benar di sabotase.
Polisi kini mulai memburu siapa pelakunya..!
Namun sampai berbulan-bulan, polisi tetap kesulitan melacak pelakunya, mereka agaknya sangat profesional.
Radin sampai ingin menyewa detektive swasta, namun Kombes Jimi meminta sahabatnya bersabar saja, polisi masih terus bekerja keras mencari pelaku dan motifnya.
__ADS_1
Radin dan Angelina kini hanya bisa pasrah melihat Jenny yang berubah jadi pribadi yang tertutup dan makin pendiam.
Saking khawatirnya dengan kondisi Jenny, Angelina sampai membawa anak sambungnya ini ke seorang psikiater. “Tak ada yang perlu di takuti, seiring usianya, trauma ini akan hilang pelan-pelan!” kata dokter Ima, teman Angelina yang juga dokter spesialis psikiater anak ini.
*****
5 Tahun kemudian..!
Waktu memang sangat cepat berlalu, melesat bak anak panah yang meluncur jauh ke depan. Ryan yang dulu masih berumur 12 tahunan, kini berusia 17 tahun dan sudah kelas 11 SMU.
Adiknya, Jenny yang makin pendiam kini sudah kelas 7 SMP dan dua adiknya, Delima sudah 8 tahun serta si bungsu Delano 5 tahunan mendekati 6 tahun.
Sejak kelahiran Delano, Angelina memang tak hamil lagi, walaupun sesuai keinginan Radin, wanita jelita ini tak pakai kontrasepsi.
Ryan benar-benar bak Radin saat muda, wajah tampannya bahkan jauh mengalahkan sang papi, yang sangat nakal saat muda.
Kadang kala Angelina gemas sendiri kalau memandang wajah tampan Ryan, kalau senyum, benar-benar duplikat ayahnya.
“Moga kelakuannya tak seperti papi, lihat saja wajahnya, mami jadi ingat kelakuan papi saat muda,” cetus Angelina saat menatap Ryan yang baru berangkat sekolah.
Tapi Radin kadang sengaja mengolok istrinya, dengan bilang kalau nggak begitu, belum tentu dia menemukan istri sebaik dan secantik Angelina. Angelina biasanya hanya melotot sambil tertawa.
Padahal dalam hatinya, membenarkan ucapan suaminya ini, kadang jodoh itu memang misteri dan harus melalui lika liku yang tak di duga-duga.
Angelina adalah wanita cantik yang mampu menyadarkan kekeliruan Radin saat muda. Walaupun awalnya justru jadi korban kenakalan suaminya ini.
Bagaimana dengan Ryan…?
Sebagai anak seorang sultan, Ryan tentu saja jadi idola di sekolahnya, dengan tubuh jangkung, walaupun agak kurus. Sangat banyak gadis-gadis cantik yang ingin jadi pacarnya.
Tapi Ryan tidak menurun kelakuan bangor papi nya. Ryan ingat pesan mami nya, jangan sesekali kecewakan wanita.
Ryan masih ingat dulu ibunya sempat menderita karena kelakuan papi-nya, yang dikatakan playboy nya sejak SMU hingga menikahi mami-nya.
Dan…inilah kisah Ryan, generasi ketiga keluarga Sasmita…!
__ADS_1
“Ryan…kamu di calonkan jadi ketua OSIS loh, kamu mau kan?” Ranti sahabat dekatnya sejak kelas 10 menemuinya di kantin.
“Jangan ahh…yang lain saja Ranti!”
“Kalau kamu tak maju, maka Amanda yang sok cantik itu yang kepilih, karena saingan lain nggak ada!” sela Bambang, sahabat dekat Ryan yang lain.
“Iya Ryan, semua sepakat, kalau kamu yang maju, maka Amanda bisa dikalahkan, mau yaa…?” Ranti yang berwajah manis ini menatap si tampan, yang mirip artis-artis drakor ini.
Tiba-tiba datanglah Tomi, yang bergaya agak ngondek.
“Hei ganteng…eike sudah ngedaftaran ye sebagai calon Ketua OSIS!” ceplos si kenes sambil senyum-senyum, sambil membawa blangko yang sudah di acc panitia pemilihan Ketua OSIS.
“Whattss…kok kamu nggak ngomong-ngomong sih, main daftar saja!” Ryan protes dengan kelakuan sahabat gemulainya ini.
Bambang dan Ranti senyum-senyum saja, pendaftaran tak bisa di batalkan lagi, Radin akan bersaing dengan Amanda, siswa IPS dan Radin anak IPA.
Aseek bercengkrama dengan ketiga sahabatnya, calon saingan Ryan, yakni Amanda tiba-tiba nongol di kantin ini bersama dua sohibnya, Boni yang ngondek dan Dewi.
“Manda…lihat dehhh…saingan yee pada ngerumpi!” ceplos Boni sambil mendelik melihat Tomi yang bergaya sama dengannya.
“Heii banci, jijai markijay eike lihat ye, jangan besar kepelong ye..lihat ajee minggu depan, jagoan ye bakalan keok. Ngapain sih ye kesindang, sono pergi!” usir Tomi sambil bercakak pinggang.
“Idihhh…si banci merekahhh, nantangin eike lo ya, sini eike sobek-sobek tu mulut bawel yee, dasar banciii!” sahut Boni tak mau kalah.
Bambang dan Ranti, termasuk Ryan menahan tawa melihat dua banci ini saling berhadapan. Kayak nenek-nenek saja, siap main cakar-cakaran, apalagi keduanya memiliki kuku yang lentik, persis kuku cewek.
Amanda malah menatap Ryan, gadis cantik yang juga selebgram cantik dan mempunyai wajah mirip Anya Geraldine sejak dulu sebenarnya naksir Ryan, tapi Ryan terkesan cuek.
Tak sadar Ryan juga menatap Amanda, karena semua terfokus pada Tomi dan Boni yang sedang berhadapan. Tak ada yang melihat kalau Ryan dan Amanda saling melempar senyum.
Tapi Ranti yang mengetahui itu diam-diam tak senang hati, gadis manis ini sejak dulu juga diam-diam naksir Ryan…!
*****
BERSAMBUNG
__ADS_1