Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Chapter 4


__ADS_3

''Kalian mau makan apa?" tanya Pak Herman.


''Novi mau nasi goreng yang di dekat toko boneka,'' jawab Novi lalu melirik Reyhan.


''Reyhan ngikut aja.''


Setelah duduk dikursi, Novi menutup mulutnya dan berbisik di telinga Reyhan. ''Ini makanan kesukaan Kak Nayra.''


Reyhan melirik Novi tanpa mengatakan apa pun. ''Kasian dia, pasti dia sangat menderita selama ini,'' fikir Reyhan.


Setelah selesai makan, Novi meminta agar langsung kembali ke asrama dan membawa sebungkus nasi goreng.


Sebelum pulang, Pak Herman dan Reyhan duduk sebentar didepan ruang pembina.


''Nov, dimana toiletnya?" tanya Reyhan.


''Disana,'' jawab Novi sambil menunjuk ke arah toilet.


Reyhan pun membawa barang yang dibeli kedalam toilet. Meninggalkan Pak Herman dan Novi didepan ruang pembina.


''Tadi kamu beli apa?" tanya Pak Herman sambil mengotak-ngatik ponselnya.


Novi langsung memperlihatkan isi kantong plastiknya dengan antusias. ''Tadi aku beli cat air, Novel… " Novi menghentikan perkataannya dan melihat Pak Herman.


Pak Herman terlihat senyum-senyum sendiri dengan ponselnya. Dia tidak mendengar perkataan Novi.

__ADS_1


Reyhan datang mengahampiri mereka. Telapak tangannya penuh dengan coretan angka.


''Lama banget, Kak,'' kata Novi sambil manyun.


''Iya maaf.'' Reyhan menyodorkan novel dan buku catatan yang tadinya dia beli. ''Kasih ke dia,'' kata Reyhan.


Novi melirik Reyhan sambil tersenyum dan menerimanya.


''Dari tadi kok dia nggak keliatan.''


''Mungkin lagi di atas.'' Novi berdiri dan menenteng kantong plastiknya. ''Aku naik dulu ya kak.''


Reyhan tersenyum dan mengangguk. ''Salam buat dia.''


Novi mengangguk dan melirik Pak Herman sebelum naik ke asrama.


Pak Herman melihat sekitarnya. ''Novi kemana?" tanya Pak Herman bingung.


''Kan sudah naik, Yah.'' Reyhan heran. ''Dari tadi Ayah ngapain aja? Masa nggak liat Novi ke atas,'' gumam Reyhan.


Novi langsung naik ke balkon dan melihat Nayra ada disana. Dis langsung menyodorkan bungkusan nasi goreng pada Nayra.


Nayra tersenyum dan meraihnya. ''Cepet juga pulangnya." Nayra membuka bungkusan itu dan memakannya.


Novi duduk dan mengeluarkan novel dan buku catatan yang dibeli Reyhan tadi. Dia memberikannya disela-sela suapan Nayra.

__ADS_1


''Apa-apaan nih? Aku bilang kamu beli cat air, bukan novel,'' kata Nayra.


''Ini titipan.''


Nayra pun menerimanya. ''Nanti aku baca.'' Dia meletakkannya novel dan buku catatan itu disampingnya.


Nayra menyodorkan kantong plastik yang tadi dia bawa. ''Ini cat airnya.''


Nayra mengambilnya dan meletakkannya disamping. Dia melanjutkan makannya yang tertunda.


Saat malam tiba. Nayra duduk sendiri di aula. Dia melihat novel yang diberikan Novi tadi sore.


"Perasaan aku sudah pernah baca ini novel," gumam Nayra.


Setelah membuka covernya. Nayra menemukan memo yang menempel dibalik covernya. Ada tulisan angka di memo itu.


1.25.15 - 2.5.18.20.5.13.1.14


Nayra mengerutkan keningnya dengan heran. ''Ini maksudnya apa ya.'' Nayra bingung.


Nayra iseng membuka halaman 1 dan melihat huruf A, dilingkari dengan tinta biru. Nayra pun mengangguk mengerti.


Setelah itu, Nayra membuka halaman 25. Dia juga menemukan huruf Y, dilingkari dengan tinta biru. Dengan antusias, Nayra menyelesaikannya hingga tersusun dua kata.


A.Y.O - B.E.R.T.E.M.A.N

__ADS_1


Nayra pun tersenyum membacanya. ''Ohh jadi ini tebakan. Seru juga.'' Nayra mengambil pulpennya dan menulis dibawah tulisan angka


__ADS_2