
" Kenzo! " teriak pak amir memanggil putranya.
Kenzo segera berlari dan masuk ke ruang kerja saat pak amir memanggilnya. " Ada apa? " tanya kenzo.
" Bantu papa, dia tiba - tiba pingsan, kita bawa dia ke rumah sakit. " jawab pak amir yang tergesa - gesa.
Setelah 15 menit, nayra telah berbaring di rumah sakit.
Perlahan nayra membuka kedua matanya dan melihat sekelilingnya. Kenzo tertidur di sampingnya dengan posisi duduk tegak.
Perlahan nayra bangun melihat kenzo sambil menyipitkan matanya lalu mengalihkan pandangannya.
" Kamu udah bangun? " tanya kenzo dengan mata tertutup membuat nayra terkejut.
" Kamu pura - pura tidur ya? " tanya nayra denan mata melotot.
" Aku bangun karna suara ranjangmu. " jawab kenzo lalu membuka kedua matanya.
" Kita ngapain di sini? " tanya nayra.
" Periksa. Kamu alergi apa? " tanya kenzo saat melihat benjolan merah di leher nayra.
" Ini urtikaria, aku alergi dingin. " jawab nayra. " Aku mau pulang. " kata nayra.
" Besok aja, ini udah tengah malam. " kata kenzo lalu memejamkan kedua matanya.
Kruuuwwkkk! Nayra segera memegang perutnya.
Kenzo membuka matanya kembali dan langsung berdiri. " Aku keluar dulu. " kata kenzo lalu pergi.
" Dasar cowok aneh. Pulang nggak boleh tapi kalo dia yang keluar boleh. " kata nayra dalam hati lalu memutar bola matanya.
Tak beberapa lama, kenzo kembali membawa sebuah kantong plastik dan meletakkannya di meja yang ada di samping nayra.
" Makan nih. " kata kenzo.
__ADS_1
" Apaan tuh? " tanya nayra.
Kenzo mengeluarkan sebungkus roti dari kantong plastik yang ia bawa dan memberikannya pada nayra.
" Ya elah, kirain nasi goreng kek, sate kek. " kata nayra lalu mengembil roti yang di berikan kenzo.
" Udah makan, besok pagi baru boleh pulang. " kata kenzo yang duduk di samping nayra.
*****
Kenzo, dian dan yang lainnya berkumpul di gazebo saat istirahat terakhir.
" Gimana kabar nayra? " tanya dian sambil memegang botol minimun di tangannya.
" Dia udah di rumah, mungkin udah baikan. " jawab kenzo.
" Ayo ke rumah nayra sore ini. " ajak fitri.
" Boleh. " kata yanti.
" NAYRAA! " kata fitri dan yanti secara bersamaan saat nayra membuka pintu.
" Mau ngapain kalian? " tanya nayra sambil mengerutkan keningnya.
Tidak ada salah satu pun dari mereka yang menjawab nayra. Mereka justru langsung masuk ke rumah nayra.
" Kamu lagi ngapain nay? " tanya ria.
" Sepi banget nay. " kata fitri.
" Iya. " jawab nayra singkat lalu berjalan kamarnya.
" Oh iya nay, aku mau bicara hal penting sama kamu. " kata ria.
" Kita bicaranya di kamar aku aja. " sahut nayra.
__ADS_1
" Kayaknya penting banget. " kata yanti.
" Mereka ngomongin apa sih? " tanya fitri.
" Ya elah ter kalo kita tau pasti udah kita kasih tau lah. " sahut dian.
" Kenapa nggak tanya langsung aja? " saran adi.
" Iya kayaknya privat banget. " kaya fitri.
" Apa ini ada hubungannya sama yang dia bicarain sama papa? " fikir kenzo dalam hati.
*****
" Jadi gimana hasil pemeriksaannya dokter? " tanya pak amir yang sangat penasaran.
" Ini sudah memasuki stadium tiga pak. " kata dokter itu setelah membaca hasil foto rontgen kepala nayra.
" Maaf dok saya masih tidak mengerti. " kata pak amir merasa tidak percaya.
" Baiklah akan saya jelaskan. Tumor di otak kecil nayra ini sudah masuk ke stadium tiga pak. Berbeda dengan tahapan sebelumnya, jadi di stadium ini tumor yang ada di otak nayra saat ini sudah bersifat ganas dan tergolong kanker. " jelas dokter tersebut.
" Bagaimana cara mengobatinya dokter? " tanya pak amir dengan suara yang gemetar.
" Itu tergantung dengan gejalanya. Pada umumnya, kanker bisa di sembuhkan dengan cara oprasi, radiotrapi dan kemotrapi. " jawab dokter tersebut.
Pak amir diam tak merespon ucapan pria berjubah putih yang ada di depannya.
" Kalau pansien mendapat tindakan lebih cepat, maka kemungkinan untuk sembuh juga akan semakin besar. " ucap dokter yang masih duduk di depan pak amir.
~
~
~
__ADS_1
나디아