
Della Songko bahagia bukan main, saat dia menanda tangani perjanjian kerjasama dengan Mira. Dan ‘perusahaan Mira’ sepakat menanam saham sebesar 250 miliar dan opsi 250 miliar lagi kalau laba PT Songko Jaya naik hingga 200 persen.
Saat melihat Della, Mira langsung berbisik ke Radin agar jangan tunggu lama-lama, sikat saja si Della ini sebagai…istri.
“Anaknya baik, pintar, cantik lagi…tak apa punya anak satu, jadinya kamu kelak langsung punya dua anak...lupakan saja Angelina. Bulan depan dia sudah tunangan dengan Gubran dan menikah tak lama kemudian!” Bisik Mira saat santai bersama di sebuah kafe setelah penandatanganan kerjasama.
Radin hanya mesem saja, tak mengiyakan ucapan Mira.
Della pun makin senang saat tahu Mira sepupunya Radin, sehingga dia langsung akrab dan nyetel dengan dengan Mira.
Namun Radin sudah berbisik dengan sepupunya ini, agar jangan pernah menceritakan soal masalalunya, yang pernah bangkrut.
“Biarkan Della anggap aku seorang pria yang bekerja dengannya. Aku ingin memulai semuanya dari nol.” Mira langsung paham dengan maksud Radin.
Radin akhirnya benar-benar fokus ke usaha. Dan lupakan patah hati dengan Angelina. PT Songko Jaya pun mulai berani ambil proyek-proyek besar dengan nilai kontrak rata-rata di atas 100 miliar.
Namun, bukan hal yang mudah bermain di area besar, sebagai pemain baru, PT Songko Jaya di anggap sebelah mata.
Mereka memang dapat proyek besar, tapi tantangannya sangat besar. Bahkan ada pembangunan jalan di Papua. Bukannya untung, malah PT Songko Jaya rugi besar hingga 45 miliaran.
Bahkan ada lagi proyek bendungan mereka yang juga merugi hingga 50 miliaran di daerah Sulawesi. Hingga kas perusahaan makin menyusut dan ini membuat pusing Della, juga Radin yang mulai sering melamun. Tak menyangka begini berat tantangannya memulai usaha dari nol.
Della Songko yang semula yakin dengan kemampuan Radin, kini mulai ragu. Dan hanya kurang dari setahun sejak kerjasama dengan Mira Enterprise di tandatangani, PT Songko Jaya hampir kolaps.
Dari 5 proyek yang mereka ambil, dua rugi besar, 2 hanya impas dan kini tinggal satu proyek lagi, yang bila ini gagal maka selesai lah PT Songko Jaya. Bangkrut total dan bisa saja meninggalkan hutang tak sedikit.
Suatu hari…!
Radin datang ke ruangan kerja Della yang mewah dan rapi. Wajah Della terlihat keruh dan sepertinya banyak beban.
Della menatap Radin, wanita jelita yang semula sangat yakin dengan Radin. Kini menatapnya dengan wajah sudah tak respek lagi.
Padahal semenjak dapat proyek-proyek besar, hubungan keduanya makin dekat. Walaupun Radin tetap membatasi diri tak mau macam-macam. Ataupun memanfaatkan kesempatan.
“Bang Radin…ada sesuatu yang ingin aku ungkapkan padamu?”
__ADS_1
“Iya Bu Della…apa itu?”
“Perlu Bang Radin ketahui, kas perusahaan kita sudah terkuras habis, kini tinggal kurang dari 30 miliaran…perusahaan kita benar-benar menghadapi masalah serius. 4 proyek besar kita gagal raih untung dan merugi…satu proyek ini juga ku anggap sangat berisiko. Maka aku memutuskan akan melepas saja dan kerjasama dengan Mira Enterprise akan aku putus. Kita mending main proyek kayak dulu tapi tak begitu berisiko..!”
Degg...! kaget bukan main Radin.
“Kalau kita mundur…kita harus membayar denda 10 miliaran Bu Della…bagaimana kita membayarnya, kan sayang duit segitu?”
“Justru kalau kita ngotot, potensi kerugian juga tak sedikit Bang, memang nilai proyeknya 350 miliaran…tapi kalau sampai kita gagal. Habislah perusahaan kita ini, bahkan bisa saja akan ninggalkan hutang!”
“Hmm..yah terserah Bu Della…aku mengikuti saja!
“Sekarang bantu aku, bagaimana agar kita tak perlu bayar denda yang 10 miliaran itu. Stress aku bang memikirkan ini. Aku bahkan berencana PHK karyawan kita…!”
Lalu Della secara mengejutkan mengambil rokok dari dalam tasnya, dan mencomot sebatang kemudian mengisapnya dan menghembuskan asapnya ke atas.
“Baiklah Bu Della…aku akan mencarikan solusinya, maaf kalau aku terlalu ambisius dan membuat perusahaan ini dalam masalah!”
Della hanya tersenyum pahit, saat Radin berdiri Della langsung menarik tangan Radin dan mendekatkan wajahnya ke wajah pria tampan ini. Hingga parfum lembut Bu Della tercium ke hidung Radin.
“Kenapa…bu Della..?” Radin tetap menjaga attitude.
“Kita…malam ini ke pub yuks…bersantai sejenak…lupakan segala rutinitas.”
Radin tersenyum. “Kapan-kapan saja bu Della, aku akan coba bantu mencarikan solusi persoalan perusahaan kita. Apalagi ini merupakan tanggung jawab aku…mungkin setelah ini, aku akan mundur sebagai manajer operasional. Aku sudah gagal!”
Radin lalu mendorong pelan tubuh Bu Della, kemudian dengan sopan permisi keluar dari ruangan kerja bu Della ini.
“Hmm…dingin banget ni cowok. Tak tahukah aku sudah lama berharap kamu lebih manis, jangan dingin begitu!” sungut Della.
*****
Mira kaget sekali saat menerima telpon dari Radin. Kalau saat ini perusahaan milik Bu Della hampir kolaps dan Della berencana akhiri kerjasama dengan perusahaannya.
“Hadueh…gimana nasib uang kamu yang 250 miliaran…habis dong…kasiannya kamu Radin, bagaimana kelak kamu mempertanggung jawabkan hal ini pada pada Om Rudi, ayah kamu itu?”
__ADS_1
Angelina yang saat itu bersama Mira mendengarkan dengan seksama, sahabatnya ini berteleponan dengan Radin.
“Apa 50 miliaran…duhh aku mana ada dana cash segitu Radin, mana dalam waktu dekat ini lagi kamu butuhnya!” sambung Mira lagi menjawab ucapan Radin di seberang telpon.
“Aku tak enak minta ke papa…kan sudah ku pakai 250 miliaran…aku hanya butuh 50 miliaran dalam waktu 1 bulan ini. Aku akan lanjutkan sebuah proyek…walaupun berisiko, tapi aku yakin ini bisa jadi titik balik!”
Terdengar suara Radin seperti mengeluh dan butuh dana segar secepatnya. Namun lagi-lagi Mira angkat tangan. Dan bilang tak sanggup mencarikan dana 50 miliaran dalam waktu 1 bulan ini.
Tak lama kemudian Mira menutup telponnya. “Kasian sekali kamu Radin, sudah jatuh tertimpa tangga pula!” gumam Mira, Angelina hanya diam saja.
Suatu malam…!
Angelina kaget saat sampai di rumahnya, ada sebuah mobil SUV parkir di halamannya. Sampai di teras rumahnya, terdengar suara Ryan yang sedang ngobrol dengan seseorang.
Angelina pun masuk ke dalam rumah dan terlihatlah Radin tengah menunggui Ryan yang sedang belajar.
Angelina mendekati keduanya. “Ih mama baru pulang, ini papa sejak sore tadi di sini mah, sekarang nemani Ryan belajar.”
“Ryan…kalau sudah selesai…kamu masuk ke dalam yaa…Mama mau bicara berdua dengan papa kamu!”
Angelina lalu meninggalkan keduanya. Radi kaget dan hanya menatap saja Angelina yang berjalan anggun masuk ke kamarnya.
Setelah Ryan masuk ke dalam meninggalkan ayahnya, Angelina dengan baju santai kini mendekatinya.
Angelina lama menatap pria tampan yang kini terlihat banyak pikiran. “Bang…boleh aku bicara yang sangat serius dengan Abang…?” mereka kini duduk berhadapan.
“Iya Ange…silahkan.”
“Bang…maaf sebelumnya, aku sempat nguping pembicaraan Abang dengan Mira dua harian lalu…tentang Abang butuh uang 50 miliaraan..!”
Radin lalu menatap lama wajah Angelina, ada rasa kangen…dan cinta. Tapi saat ingat Angelina sudah memiliki tunangan, Radin kini hanya bisa menghela nafas panjang.
Mata Angelina yang bak bintang kejora tentu saja melihat kelakuan Radin begitu…dalam hati Angelina perasaan itu mirip yang Radin rasakan sekarang!
*****
__ADS_1
BERSAMBUNG