Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 115: Gangguan Saat Bahagia


__ADS_3

“Hmm…kapan mengumumkan mundur dari dunia keras?” Ranti bertanya ke Ryan, seminggu setelah pulang dari Las Vegas, dengan status Juara Dunia dan pastinya kini jadi salah satu atlet populer di negeri ini.


“Tunggu Ranti, aku lagi mencari momen yang pas!”


“Kamu nggak kok konsisten sihh…bilangnya mau langsung umumin!” sungut Ranti, Ryan tersenyum dan membelai wajah Ranti.


“Emank ngga bangga yaa…punya calon suami seorang juara dunia?” Ryan mengecup bibir Ranti.


“Bangga…enak saja, aku spot jantung terus lihat kamu bertarung, apalagi wajah kamu pasti bengap-bengap. Apa sih yang di cari, materi…aduh Ryan, harta kamu saat ini di makan 7 turunan juga nggak bakal habis!”


Ryan senyum saja melihat kekasihnya ini ngomel-ngomel. Kalau sudah begini, Ryan bak melihat sosok ibundanya dalam diri Ranti, sama persis.


Dan dia pun sama kelakuan seperti papanya, kalau Mami Ange kumat ngomelnya, papa nya hanya diammm saja! Ryan pun kini gitu, ogah bantah atau sela omelin Ranti, rasa cintanya sangat besar pada si cantik lembut ini.


Sejak pulang dari Las Vegas, Ranti menerima pernyataan cinta Ryan, dan pemuda ini bilang akan cari waktu yang pas umumkan mundur dari dunia keras ini, sekaligus akan melamar Ranti jadi istrinya.


Suatu hari Ryan yang sedang berlatih, walaupun tidak bertanding, untuk jaga kebugaran tubuhnya kaget, saat datang seorang wanita cantik bertubuh jangkung, Dewi.


“Woww…yang baru juara dunia, makin kekar aja nih tubuh dan makin rajin latihan!”


“Dewi…tumben ke sini!” kaget juga Ryan, sekian lama tak melihat Dewi, kini tiba-tiba muncul di sasananya.


Ryan berhenti berlatih, dia kini menatap mantan kekasihnya ini, yang dulu dia ketahui sudah CLBK dengan Alfito, yang kini masih mendekam dalam penjara, akibat memfitnah Ryan (baca bab-bab terdahulu).


“Hmm…emank nggak boleh aku main ke sini?” Dewi pura-pura merajuk.


“Bukan begitu…hanya kaget saja, kemana saja kamu selama ini, ku dengar kamu dekat lagi dengan Alfito! Benarkah kabar itu?” selidik Ryan.


“Ahh sudahlah, aku males membicarakan si napi itu. Ryan, boleh nggak aku minta tolong?”


“Tolong apa Wi?” Ryan menatap wajah wanita cantik ini.


Setelah menghela nafas, Dewi pun menceritakan kalau dia kini berstatus non klub, karena klub volly nya tidak perpanjang kontraknya lagi, dengan alasan peformanya menurun akhir-akhir ini.

__ADS_1


“Aku terlilit pinjol Ryan…hutangku lumayan banyak, hampir 150 jutaan!”


“Hmm…kamu beli apa sih sampai nekat hutang ke pinjol, sudah tahu saja kalau bunganya selangit!”


“Aku…terlalu mementingkan gaya, akhirnya aku terjerat pinjol. Sekarang aku di teror terus Ryan, stress aku jadinya!”


Ryan menatap wajah Dewi, seakan menaksir apakah omongan wanita cantik ini tidak bohong.


“Oke…aku akan menolong kamu, segera lunasi hutang kamu itu. Tapi ingat, tak usah lagi pinjam-pinjam ke pinjol, sini nomor rekening kamu!”


Ryan pun langsung transfer 250 juta ke Dewi, wanita cantik ini berbinar bahagia, setelah melihat laporan banking di ponselnya. Dia pun melonjak kegirangan dan memeluk tubuh kokoh Ryan. Bahkan tanpa sungkan ******* bibir pemuda ini.


Namun, itulah apesnya…secara tak terduga Ranti juga ke sini dan wanita cantik nan lembut ini, kaget bukan main melihat kekasihnya bertemu mantan pacar dan saling berciuman di bibir.


Saat itulah Ryan kaget bukan main, apalagi Ranti terlihat langsung berbalik dan pulang!


“Ranti…tunggu, maaf Dewi…!” Ryan lalu mengejar kekasihnya ini.


Dewi tersenyum sinis melihat Ranti yang cemburu tersebut. “Hmm…ini baru awal, tunggu saja!” gumam Dewi cuek, lalu pergi dari sasana mewah ini.


“Ranti, tolong jangan salah paham, oke aku salah karena mencium Dewi, tapi kami tak ada hubungan lebih dari itu. Dia datang butuh pertolongan dan aku bantu. Nah saking senangnya dia lalu mencium bi…!”


“Hmm…bukan di bibir juga kale ciumannya. Selesaikan dulu masalalu kamu dengan si Dewi itu!” sela Dewi cepat, lalu menjalankan mobilnya, meninggalkan halaman sasana ini. Ryan pun tak kuasa mencegah.


“Ryan, sorry ya, Ranti jadi salah paham…tapi aku juga nggak nyangka, mantan tunangan si Alfito kini jadi kekasih kamu!” Dewi tiba-tiba muncul.


“Tak apa Wi…maaf aku harus jalan lagi!”


“Ryan…nomor ponselku tak berubah kok, kalau kamu butuh sahabat curhat, jangan segan hubungin aku yaa..?”


Ryan terdiam sesaat, sambil memandang wajah Dewi, lalu mengangguk. Dewi kembali tersenyum misterius melihat kelakuan Ryan.


Dewi kini masuk ke mobil, dan ada seorang pria di mobil ini. “Gimana…?”

__ADS_1


“Lumayan, aku dapat 250 juta, pelan-pelan saja, kita kuras uangnya. Tapi target pertama aku adalah bubarkan hubungan Ryan dan mantan tunangan kamu itu dulu!”


“Bagus…sekarang saatnya kita berpesta sayang!” seru si pria ini lagi, yang ternyata Alfito lah orangnya. Sambil mengecup bibir Dewi dan menjalankan mobilnya.


Alfito bahkan melihat saat Ryan dan Ranti berdebat singkat tadi di halaman parkiran sasana ini. Hati Alfito langsung panas, melihat mantan tunangannya malah kini dekat dengan orang yang dia benci ini.


Alfito sudah bebas dari penjara sejak 3 bulanan yang lalu, dan kini dia kembali bersama mantan pacarnya ini. Alfito dan Dewi diam-diam punya rencana jahat ke Ryan.


Rencana pertama sudah sukses, Ryan yang tidak curiga enteng saja transfer 250 juta buat Dewi. Dan kini mereka tertawa-tawa saat melihat Ranti cemburu, gara-gara memergoki Dewi dan Ryan berciuman di sasana tadi.


Dua hari kemudian…!


Bambang hanya bisa menghela nafas, saat Ryan minta tolong sahabatnya ini untuk membujuk Ranti, agar tak salah paham.


“Kamu juga sih, kenapa sih main ******* segala dengan Dewi, hingga tertangkap basah si Ranti!” sesal Bambang.


“Mana aku tahu Mbang, kalau Ranti tiba-tiba nongol ke sasana saat aku bersama Dewi. Kan dia bilang mau latihan ke studio!”


“Oh ya…aku kok kurang yakin Dewi pinjam uang ke pinjol…?”


“Nahh itu juga yang ingin ku minta pendapat kamu…aku pun sebenarnya rada-rada kurang yakin…!”


“Kamu udah dengar kabar belum, kalau Alfito sudah bebas dari penjara?”


“Hahh…sudah bebas, padahal perasaan dia di hukum lama, kok baru 2,5 tahunan sudah bebas?” Ryan kaget juga mendengar musuh besarnya itu kini sudah menghirup udara bebas, seingatnya Alfito di hukum 7 tahunan penjara.


“Ahh kamu masa lupa, ayahnya kan mantan petinggi kepolisin, tentu adalah lobi-lobi tingkat tinggi, agar si Alfito bebas!”


Ryan langsung terdiam, dia pun mengakui, saat akan di vonis dulu, dia sudah dapat kabar, kalau ayah Alfito melobi hakim dan JPU, agar anaknya itu jangan di hukum berat, agar tak di copot sebagai aparat.


“Ryan…hati-hati…takutnya Alfito masih dendam dengan kamu.”


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2