Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 38: Pertunangan Angelina Bubar


__ADS_3

Hubungan Gubran dan Angelina mulai renggang. Tapi Angelina yang pada dasarnya tak begitu mencintai tunangannya ini, justru tak memusingkan itu.


Angelina bahkan kini makin intens berkomunikasi dengan Radin, dan dia tak sungkan terus menyemangati pria tampan ini.


Radin saat ini memang sedang berada di Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Selatan. Dia sedang sibuk mengerkan jalan raya, milik sebuah perusahaan sawit swasta.


Radin melanjutkan proyek yang dibatalkan Della Songko. Nasib baik berpihak pada Radin, proyek ini sukses dia kerjakan kurang dari 5 bulan.


Kesuksesan ini justru membawa berkah, Sasmita Group yang sempat di cap merah, perlahan tapi pasti kini kembali menapak naik.


Seiring dengan di tangkapnya Langga Wijaya, ayah Stella oleh lembaga anti rasuah. Karena terindikasi menerima gratifikasi. Dan dulu pernah merekomendasikan Sasmita Group perusahaan yang harus di hindari.


Radin kini mulai memetik buah dari kerja keras dan ke sabarannya.


Usai proyek di Kalimantan lancar dan kliennya sangat puas. Dan Radin pun memperoleh keuntungan tak sedikit.


Kini Radin ketiban berkah, 10 proyek besar menanti di depan mata, dengan nilai proyek tak main-main, yakni hampir 25 triliun.


Radin juga tak perlu harus pinjam uang ke bank. Saat Radin kembali menggulirkan perusahaannya ke bursa saham. Dalam waktu singkat satu perusahaan besar langsung borong sahamnya hingga 40 persen. Dana segar 20 Triliun pun kini masuk ke kas perusahaan nya.


Siapakah yang paling bahagia, melihat Radin kini menjelma jadi pengusaha papan atas lagi…selain orang tua Radin?


Angelina lah orangnya! Wanita jelita ini begitu bahagia saat ber vidcal dengan Radin. Yang memperlihatkan usahanya melantai di bursa saham. Dan baru saja dapat uang segar 20 triliun.


“Kapan ke rumah, sombong banget sih lama nggak kunjungin aku lagi. Tuh anak Abang si Ryan ribut nyari terus!”


“Besok Abang ke sana…kita makan siang yaa…sekalian Abang mau ajak Ange dan Ryan ke kantor Abang yang baru…tapi sebenarnya kantor lama!”


Angelina tersenyum manis dan mengangguk.


Jam 12 siang, Radin sudah berada di rumah Angelina, pangling lah wanita jelita ini melihat Radin, yang berbeda 180 derajat di bandingkan yang lalu. Radin bak menjelma kembali seperti di masa lalu. Tampan, styles dan badannya pun berbau harum.


Radin pun kagum bukan main melihat Angelina begitu cantik dengan pakaian nya saat ini.


“Abang…ganteng banget…hmm jadi minder Ange jalan sama Abang!”


“Kamu juga…sangat cantik Ange...justru aku yang minder jalan dengan dokter cantik dan model terkenal!”


Ange langsung mencubit lengan Radin, dan saat Radin ingin memeluknya, Ryan datang bergabung. Dan kini ketiganya sudah berada dalam mobil mewah sport Radin. Mereka langsung menuju ke sebuah restoran mewah dan makan siang bertiga, bak sebuah keluarga kecil.

__ADS_1


Ryan sangat bahagia, dia seolah melihat papa dan mama nya ‘rujuk’ kembali seperti saat dia masih berusia 5 tahunan.


Ryan sebenarnya tak suka dengan tunangan ibunya, Gubran. Pria itu terlihat baik saat ada ibunya, tapi kasar ketika hanya berduaan dengan dirinya.


“Pah...mah, mulai sekarang jangan lagi berpisah yaa…papah jangan lagi bobo di apartemen, ke rumah mamah saja. Kasian mamah sendirian terus boboknya!”


Kagetlah Radin dan Angelina, keduanya sampai saling pandang mendengar ucapan polos Ryan.


Angelina menowel lengan Radin agar jalan lagi, karena lampu sudah menyala hijau.


“Hmm…gitu ya Ryan…papah terserah mama kamu saja.”


“Lohh…kok terserah aku sih…tergantung papa kamulah Ryan, mama hanya menunggu saja!”


Saat itulah Radin melirik ke jari manis Angelina, dan wanita jelita ini seakan tersadar. Saat ini dia dan Gubran masih…bertunangan.


Sampai di restoran, baik Radin dan Angelina sama-sama membisu, hanya Ryan yang terus berceloteh.


Kini, sambil makan dan bercanda kecil, ketiganya santai di restoran ini.


Tiba-tiba semuanya runyam, secara tak terduga datang seorang pria tampan, dengan dasi yang sengaja di longgarkan.


Mata pria ini terlihat marah dan berapi-api, karena cemburu. Dialah Gubran, yang tak sengaja melihat tunangannya dan Radin makan di restoran yang sama.


Angelina merah padam wajahnya. Radin kaget dan marah mendengar kelancangan Gubran, yang tanpa tedeng aling-aling mempermalukan dia bersama Ange di restoran ini.


“Gubran…jaga mulut kamu itu!” Radin sudah berdiri dengan marah, tangannya  tergenggam menahan emosi.


“Kamu yang diam Radin, kamu tahu Angelina itu tunanganku. Lancang sekali kamu membawa dia kemana-mana. Bahkan, aku curiga kalian ini sudah lama berselingkuh…huh! Dan anak itu…si Ryan ini, anak haram kalian kan!”


“Cukup, diam kamu Gubran…!” sentak Angelina langsung berdiri, matanya memerah, tak tahan juga hatinya terus dipermalukan Gubran.


Tiba-tiba Angelina melepas cincinya dan meletakannya di meja di depan Gubran. “Mulai sekarang, kita putus dan silahkan kamu bawa lagi cincin itu. Kita tak punya hubungan apapun lagi!” dengus Angelina sambil menatap tajam Gubran.


“Huhh…baiklah…silahkan kalian bersenang-senang sekarang, sekian lama menyimpan barang busuk. Kini terbuka juga semuanya…dasar wanita ******!”


Plakkk…..! Aduhhh..!” Gubran terjengkang jatuh ke lantai, Radin yang sudah kadung emosi menampar keras wajah Gubran, dan kini ia mendekati Gubran yang terjatuh ke lantai.


“Tutup mulut kotor kamu itu Gubran, dia wanita suci dan baik. Bangkit lah kamu, kita bertarung layaknya lelaki. Jangan hanya mulut kamu yang bawel…gunakan otot kamu itu melawanku!”

__ADS_1


“Sudah Radin…sudah…tak usah di ladeni, pergilah kamu Gubran!” Angelina bangkit dan menarik Radin agar menjauh dari Gubran.


Ryan yang melihat adegan ini hanya melongo di kursinya, walaupun masih anak-anak dia mulai paham apa yang terjadi.


Gubran keder juga, dia bukan tipikal orang yang jago berkelahi. Setelah bangkit dia pun mengambil cincin yang tadi di letakan Angelina. Lalu cepat-cepat pergi sambil menyiratkan dendam pada Radin dan Angelina.


Setelah Gubran tak ada lagi, Radin yang kini sudah tenang duduk kembali sambil menatap wajah Angelina.


“Ange…maafkan aku…gara-gara aku, hubunganmu dengan Gubran berakhir!”


“Tak apa Bang…justru aku bahagia, Gubran hari ini sudah menampilkan aslinya dia. Tahu nggak Bang, Ryan sering cerita kalau si Gubran itu sering kasar padanya. Tapi waktu itu aku masih tak pecaya!”


“Iya pah…orang itu jahat!” sela Ryan, hingga Radin kaget.


  “Hmm…tau begitu, bukan hanya tamparan yang ku layangkan, si Gubran itu patut di hajar!” sungut Radin geram, tak menyangka anaknya di kasari Gubran.


Radin lalu membelai kepala anaknya. Angelina kini tersenyum lagi, senang hatinya Radin ternyata benar-benar sangat menyayangi Ryan.


Untulah restoran mewah ini saat itu tak banyak orang, sehingga kejadian memalukan, terutama bagi Radin dan Angelina tak jadi perhatian.


Radin sangat kasihan melihat Ange yang kini banyak termenung sepanjang jalan. Radin lalu membawa keduanya ke kantornya yang baru.


Ryan tentu saja senang bukan main, melihat kantor mewah papah nya ini. Saat melihat Ryan aseek bermain sendirian bahkan duduk di kursi Radin, bak dirut saja. Radin membiarkan saja.


Radin kini menatap wajah jelita Angelina.


“Ange…!”


“Iya…bang..!”


“Soal…ucapan Ryan tadi di mobil…?”


“Ucapan yang mana…?”


“Apakah…aku…bisa mene…!” ucapan Radin terpotong dengen celotehan Ryan.


“Pah…Mahh lihat?” Angelina pun langsung mendekati Ryan dan meninggalkan Radin.


Bibir Radin yang tadi tertahan, kini bergumam sendiri. “Apakah aku bisa menemanimu selamanya, sebagai suami!” gumam Radin lirih, tapi tentu saja ucapannya tak di dengar Ange.

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2