Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 92: Bertarung Keras dan Juara Intercontinental


__ADS_3

Ryan dan Dewi nginap satu malam di cottage itu, banyak sekali informasi soal Alfito yang membuatnya makin mengkhawatirkan nasib Ranti.


Namun apalah daya, Ranti dan Alfito sudah bertunangan, apa hak dia meminta Ranti membatalkan pertunangan tersebut?


“Ranti…semoga Alfito berubah jadi baik, kalau kelak kalian berumah tangga,” batin Ryan nelangsa sendiri.


Ryan tak takut lagi nginap..!


Di usia yang sudah 20 tahunan, Ryan kini tak lagi di tanya orangtuanya, terutama Mami nya, kemana saja kalau tak pulang. Si sulung Radin dan Angelina ini sudah di anggap dewasa dan tahu memilah mana yang jelek dan baik.


“Kamu sekarang sudah dewasa Ryan, Mami mulai kini bebaskan kamu mau kemana saja. Yang penting beri kabar,” itulah pesan maminya.


Ryan menatap tubuh denok Dewi yang kini sangat nyenyak tidur, setelah tadi mereka berlayar di babak ke dua.


Kini, hubungan Ryan dan Dewi berjalan lancar-lancar saja, semenjak pertemuan di kafe itu, Ryan tak pernah lagi bertemu Ranti.


Ryan kini bersiap-siap untuk naik ring lagi untuk yang ke 7X nya. Setelah sebelumnya dua pertarungan kembali Ryan menangkan, lagi-lagi dengan KO di ronde ke 3.


Julukan raja KO mulai melekat di diri Ryan, sang petarung bebas yang hanya salurkan hobby. Karena dia bukan cari uang, ataupun ketenaran, hanya semata-mata salurkan hobbynya, yakni berantem.


Kali ini musuhnya sangat berat, yakni Abraham, sang juara Intercotinental. Abraham sudah 5X mempertahankan gelar. Semua musuhnya ditaklukan, 3X menang angka dan 2X menang TKO.


Abraham selama ini cerdik, dia bermain di zona nyaman, padahal dia bisa saja menantang sang juara nasional. Tapi Abraham merasa sang juara nasional itu bukan lawan mudah.


Bahkan Abraham pernah kalah melawan Johanes, saat sang juara nasional itu memperbaiki peringkat untuk jadi juara intercontinental, lalu jadi juara nasional.


Abraham harus melawan Ryan, karena peringkat Ryan nomor satu di urutan penantangnya. Untuk selanjutnya dia berancana akan menantang Juara Nasional, bila mampu mengkandaskan Ryan.


Tapi apabila sebaliknya, maka Ryan punya kesempatan naik kelas, menantang sang juara nasional.

__ADS_1


Ryan benar-benar berlatih keras, dia tak mau dikalahkan sang juara itu, apalagi Abraham terkenal suka sekali memprovokasi lawan sebelum bertanding. Abraham di juluki si mulut gede.


3 Minggu sebelum bertanding, Ryan sengaja mencari tempat latihan yang tenang, dan Kota Malang lah yang dia pilih. Di kota berhawa sejuk ini ada rumah orang tuanya, sehingga Ryan sengaja tinggal di sana dan berlatih intensif di bawah bimbingan Bang Ramon.


Kebetulan juga kuliahnya lagi liburan semester, sehingga tak mengganggu studynya. Dewi juga sedang sibuk menjalani kompetisi Liga Volly Wanita, sehingga volume bertemu agak jarang.


Pertandingan yang di tunggu-tunggu pun tersaji. Satu hari sebelum bertanding, saat confers pun keduanya sudah panas, hampir saja terjadi adu jotos massal, karena ulah Abraham memantik tim official masing-masing hampir bentrok juga.


“Sabar Ryan, itulah kelebihan Abraham, dia ingin menjatuhkan mental lawan!” bisik Bang Ramon, menyabarkan anak asuhnya ini.


Ryan benar-benar tersulut emosinya, saat berhadap-hadapan badannya di dorong keras oleh Abraham. Tubuh Ryan hampir terjengkang ke lantai, untung Bang Ramon sigap menangkan tubuh kokoh anak asuhnya ini.


Dengan tengilnya Abraham malah mengolok-olok Ryan, dan Ryan makin kaget saat tahu kalau Abraham ini teryata kakaknya Arief sang Ketua BEM, yang pernah dia hajar beberapa bulan lalu.


Arief terlihat mendampingi Abraham, pemuda ini juga sempat kaget, tak menyangka orang yang pernah menghajarnya, ternyata atlet tarung bebas dan jadi penantang kakaknya.


Beberapa kali Arief berbisik dengan kakaknya ini, hingga Abraham mengangguk-angguk paham.


Sang juara intercontinental ini masuk dan bergaya tengil, dengan langkah kaki yang dibuat seolah-olah mengejek Ryan.


Abraham sengaja keliling ring octagon, seolah menunjukan dirinya benar-benar angap remeh sang penantangnya ini.


Radin dan Angelina kali ini hanyan menonton di rumah, bersama adik-adik Ryan, mereka nonbar, bahkan mengundang sang kakek Rudi Sasmita, yang malah penasaran, bagaimana sang cucu bertarung di ring.


Begitu wasit mulai meminta mereka figth. Sejak ronde awal, jual beli pukulan dan tendangan tak terelakan, kentara sekali aroma balas dendam sangat kuat di wajah Ryan.


Abraham ternyata sangat gesit, kuat dan sangat antep pukulannya, dia juga paham Ryan selalu mengincar kakinya yang dikatakan Bang Ramon titik lemahnya.


Abraham yang berpengalaman ini selalu sukses menghindar, bahkan kini wajah Ryan sudah berdarah-darah, agaknya sang juara bertahan itu akan mampu pertahankan gelarnya ini.

__ADS_1


Wajah tampan Ryan bengap-bengap, agaknya sebentar lagi wajah pemuda ini bakalan berdarah-darah!


Tak jauh beda dengan pertandingan di ronde pertama, ronde demi ronde pertarungan berlangsung sengit dan menegangkan serta penuh darah.


Bahkan pertarungan kali ini terlihat seimbang, Abraham yang berstatus juara intercontinental sangat berpengalaman. Mulai mendapatkan perlawanan Ryan, yang seakan tak kenal lelah mengejar dan menghantam wajahnya.


“Ryan, kamu ubah gaya, kamu harus ajak Abraham main gulat, lalu berondong wajahnya, kalau sampai tak kamu bikin KO, kamu kalah angka!” bisik Bang Ramon, saat jeda di ronde ke 4.


Di ronde terakhir, atau di ronde ke 5, Ryan mulai ubah gaya, dia mulai main seruduk. Terlihat Abraham mulai keteteran, tak menyangka Ryan ubah gaya bertarung.


Saat itulah Ryan berhasil menangkap tubuh Abraham, lalu Ryan secepat kilat mengangkat tubuh musuhnya ini, dan bammmm…!


Ryan berhasil menghempaskan tubuh Abraham ke kanvas. Ryan lalu menindih tubuh Abraham dan sambil berteriak keras Ryan menghujani wajah Abraham habis-habisan.


Walaupun Abraham juga habis-habisan berontak, sambil menahan wajahnya dengan double cover ketat, agar wajahnya tidak jadi sasaran Ryan.


Namun Ryan tak memberi ampun, wajah Abraham juga bonyok berat, hidungnya tak berhenti mengucurkan darah.


hidung Abraham yang pernah cedera kembali terluka parah terkena berondongan pukulan bertubi-tubi penantangnya ini.


Hingga Abraham mulai terkulai, wasit langsung menarik badan Ryan, sang juara bertahan ini kalah TKO, sekaligus Abraham gagal pertahankan gelarnya yang ke 6. Pendukung Abraham terdiam dan berangsur pulang!


Sang juara baru Intercontinental baru pun lahir, yakni Ryan Sasmita. Dengan wajah berdarah-darah dan bengap, Ryan langsung berucap akan menantang sang Juara Nasional.


Johanes yang menyaksikan pertarungan ini terlihat mengacungkan jempol, lalu di tekuk ke bawah.


Johanes diam-diam juga punya dendam dengan Ryan, karena dia adalah…adiknya Frans!


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2