Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Cake


__ADS_3

Di ruang tamu, nayra duduk berdua dengan ibu yati sambil menonton tv.


"Kenapa ma?" tanya nayra, memecahkan ke heningan malam itu.


"Apanya yang kenapa?" tanya ibu yati dengan santainya.


"Kenapa harus om herman ma?" tanya nayra dengan suara yang bergetar.


Ibu yati langsung berdiri tanpa melihat nayra.


"Ini hidup mama, kamu enggak usah ikut campur." kata ibu yati lalu meninggalkan nayra di ruang tamu.


Nayra beralih ke kamarnya dan duduk bersandar di tepi tempat tidur sambil memeluk kedua lututnya.


Isakan tangis mulai terdengar dalam kamar nayra.


Flashback.


Mobil yang di kendarai kenzo menepi di depan rumah nayra.


"Kalo ada apa-apa kabarin kita ya nay." kata ria.


"Kita balik dulu ya nay." kata kenzo.


"Makasih ya semua." kata nayra lalu keluar dari mobil kenzo.


Nayra berjalan mendekati pintu rumahnya dan terhenti sejenak saat mendengar percakapan ibu yati yang ada di dalam rumayati dengan tamunya.


"Rey, novi. Kalau papa menikah dengan tante yati apa kalian keberatan?" tanya pak herman.


"Papa mau nikah?" tanya reyhan.


"Siapa yang ada di dalam? Suara itu mirip suara seseorang." kata nayra dalam hati.


"Itu tergantung jawaban dari calon ibu sambung kalian." jawab pak herman.


"Ibu sambung? Apa maksudnya ibu sambung?" tanya nayra dalam hati pada dirinya sendiri.


"Saya tidak keberatan kalau kalian setuju." sahut ibu yati.


"Novi setuju kok pa, jadi bisa punya teman di rumah nanti." kata novi.


Pintu rumah terbuka dan nayra masuk berusaha menenggelamkan semua pertanyaan di lubuk hatinya. Beberapa pasang mata langsung tertuju pada nayra.


"Kamu?" kata reyhan saat nayra berbalik melihat ibu yati dan keluarga herman di meja makan.


"Sini sayang, mama kenalkan sama om herman." kata ibu yati dengan lagak manisnya.


"Maaf semua, saya baru pulang dari rumah sakit jadi saya harus istirahat." kata nayra lalu pergi tanpa memperdulikan tamuibu yati.


"Itu anak tante ya?" tanya novi.

__ADS_1


"Iya, namanya nayra. Maaf ya kalo tadi dia enggak sopan." kata ibu yati.


"Dia sakit apa tante?" tanya reyhan.


"Itu cuma alasan dia. Dia memang suka sendirian." jawab ibu yati dengan tenang.


Flashback off.


Perjalanan pulang keluarga herman terasa hening setelah sepuluh menit di dalam mobil.


"Ada apa dengan kalian?" tanya pak herman memecahkan keheningan.


"Papa yakin mau nikahin tante yati?" tanya reyhan.


"Iya. Apa kalian ragu?" tanya pak herman bingung.l


"Kayaknya nayra enggak suka deh pa sama kita." sahut novi.


"Kalian enggak usah mikir yang macam-macam. Percaya sama papa." kata pak herman.


...*****...


Nayra duduk di sudut taman sambil melamun seorang diri. Ia sedang menunggu seseorang yang sudah berjanji dengannya.


Seorang pria tiba-tiba duduk di samping nayra.


"Ada apa?" tanya reyhan hingga menyadarkan lamunan nayra.


"Kamu panggil aku ternyata cuma mau tanya ini lagi?" tanya reyhan lalu berdiri. "Aku reyhan, dan aku enggak kenal sama kamu." kata reyhan sambil berjalan mulai menjauhi nayra.


"Berapa lama?" tanya nayra yang masih duduk sempat membuat reyhan terhenti. "Berapa lama lagi kakak mau hukum aku kaya gini?" tanya nayra dengan suara yang bergetar dan reyhan masih berdiri di tempatnya.


"Maaf nay." kata reyhan dalam hati. "Sampai kamu sadar kalo aku adalah reyhan." kata reyhan lalu melangkahkan kakinya yang berat meninggalkan nayra yang kini sedang menangis.


Sudah pukul 17:20 petang tapi gadis masih duduk di tempatnya dengan kelopak matanya yang basah.


Nayra mengusap ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.


"Kak nayra, aku boleh duduk enggak?" tanya novi setibanya di taman dan nayra hanya mengangguk.


Novi merasa kasihan melihat kondisi nayra saat ini. Ia bingung apa yang harus ia lakukan dan apa yaapaharus dia katakan.


"Kasian kak nayra, aku enggak tega liatnya." kata novi dalam hati.


"Ada apa sebenarnya nov?" tanya nayra.


"Apa maksud kakak?" tanya novi bingung.


"Dulu kamu cerita sama aku kalo hanya dua bersaudara. Tapi kenapa sekarang muncul orang yang sama tapi dua nama?" tanya nayra dengan suara yang bergetar.


"Kak reyhan lupa ingatan kak." kata novi.

__ADS_1


"Apa kamu enggak pernah bilang kalo dia punya pacar?" tanya nayra tapi novi tak menjawabnya. "Aku heran sama kamu. Apa yang kamu tutupi nov? Bahkan kamu juga ikut ganti nomor waktu aku keluar dari asrama." kata nayra dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Maaf kak aku enggak bisa jawab semuanya." kata novi mulai sedih.


"Dulu, waktu di asrama. Kita berteman seperti saudara, kita menceritakan semua apa yang pernah kita alami. Kenapa sekarang harus ada rahasia?" tanya nayra dengan air matanya yang mulai menetes. "Apa aku ada salah?" tanya nayra yang mulai menangis.


Novi segera memeluknya dan ikut menangis.


"Maafin aku kak, aku terpaksa ngelakuin ini. Aku akan cerita tapi tolong, kakak jangan nangis lagi." kata novi lalu melepas pelukannya.


"Apa kamu udah enggak percaya sama aku?" tanya nayra lalu menghapus air matanya. "Ada apa sebenarnya?"


"Sebebarnya waktu kak reyhan mau nepatin janjinya ke sini, dia kecelakaan kak dan kita harus kehilangan kakek juga. Kakek yang anter kak reyhan ke sini waktu itu. Terus kak reyhan belum bisa ingat apa-apa sampe sekarang." kata novi.


"Aku enggak yakin kalo cuma itu yang kamu sembunyikan." kata nayra.


"Aku beneran enggak tau apa-apa lagi." sahut novi.


"Kenapa om herman mau nikahin mama aku?" tanya nayra.


"Aku bener-bener enggak tau lagi kak." jawab novi. "Aku akan cari tau motif papa." sambung novi.


"Ini udah malam. Kamu harus pulang." kata nayra.


"Kak nayra enggak pulang?" tanya novi.


"Aku masih ada urusan." kata nayra.


...*****...


Nayra tiba di depan rumah ria lalu mengetuk pintunya tapi tidak ada jawaban. Ia merogoh ponselnya lalu mengirim pesan pada ria.


Nayra.


"Dimana kamu?"


Ria.


"Aku di lapangan."


Nayra berencana menginap di rumah ria dan bicara dengannya. Tapi sepertinya, dia tak punya waktu untuk berbicara dengan nayra. Jadi nayra memutuskan untuk pulang.


Tepat pukul 23:00, nayra telah tiba di rumah dan berbaring di kamarnya.


"Apa iya reyhan lupa ingatan? Lagi pula ini kan sudah lebih dua tahun, apa bisa sampe selama itu dia masih belum ingat apa-apa." kata nayra lalu berguling-guling di atas tempat tidurnya.


Nayra keluar dari kamarnya untuk mengambil segelas air minum. Sesampainya di dapur, nayra membuka kulkas berharap ada yang bisa ia makan.


"Cake?" kata nayra saat melihat di dalam kulkas.


Bye : 나디이

__ADS_1


__ADS_2