Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 104: Kunjungi Mantan Musuh Bebuyutan…Ternyata?


__ADS_3

Ryan benar-benar aseek dengan dunia kerasnya, di sisi lain Mita Band pun makin jadi band papan atas. Sehingga Ryan kini jarang punya waktu berkumpul dengan Ranti, Bambang, Budi, Anwar dan Tomi.


Mereka pun juga agak jarang berkomunikasi, karena esibukanmasing-masing!


Ryan juga tak lagi menggubris Bella, hingga gadis cantik itu lama-lama sadar, Ryan benar-benar sudah tak mau menghiraukannya lagi. Bella tentu saja sakit hati dan marah bukan main.


Selama 5 bulan, Ryan naik ring octagon hingga 2X, semua musuhnya keok alias KO di ronde 2, Ryan pun kini punya julukan si Raja KO, rekornya kini jadi 15 bertanding, 14X menang dan 1X kalah. Pukulan dan tendangan keras Ryan, membuat semua musuhnya keok.


“Bang Ramon, 1X pertandingan lagi aku ingin menantang juara ASEAN dari Thailand itu, yang sudah 7X pertahankan gelar,” ceplos Ryan, Bang Ramon kaget bukan main.


“Kamu jangan terlalu jumawa Ryan, Panchorn Ado itu raja KO yang tahan pukul. Musuh-musuhnya pun pasti cedera berat kalau sudah bertanding dengannya,” Bang Ramon coba peringatkan Ryan.


“Pokoknya Abang aturlah dengan promotor, usai menghadapi penantang di peringkat 1 nasional, aku akan naik kelas menantang Panchorn Ado dari Thailand itu,” sahut Ryan cuek.


Dan sebulan kemudian, musuh Ryan, yang juga penantang peringkat 1 benar-benar dia bikin keok di ronde ke 2.


Sehingga Bang Ramon dan Promotor-nya Aseng Jaya akhirnya benar-benar jalin kontak dengan promotor Panchorn Ado. Untuk mewujudkan mega duel antara Ryan melawan jagoan Thailand ini.


Ryan tentu saja tak memusingkan soal bayaran! Karena dia hanya ingin buktikan menjadi yang terbaik di ASEAN, dengan menantang sang juara ini.


Akhirnya di sepakati pertandingan akan di gelar 3,5 bulan usai Ryan menganvaskan penantang nomor 1 juara nasionalnya, sekaligus Ryan lepaskan sabuk itu, untuk tantang Panchorn Ado.


Radin dan Angelina pun ikutan kaget, saat sang putra ini minta izin untuk bertarung melawan sang juara ASEAN tersebut.


“Papa izinin…tapi kalah menang…kamu harus pensiun. Ingat janji kamu dulu, kalau sudah juara nasional akan pensiun, lalu fokus kuliah. Faktanya, kamu malah ke aseekan dan terus bertanding!” sungut Radin.


“Iya, mami juga kasih restu…tapi kamu harus pensiun yaa, pokoknya menang apalagi kalah, berhenti! Fokus kuliah dan bersiap kerja di perusahaan papi kamu!” sentak Angelina.


Ryan pun terpaksa mengiyakan, walaupun hatinya sangat berat untuk pensiun di usia emasnya.

__ADS_1


Ryan benar-benar berlatih intensif, apalagi saat melihat rekaman pertarungan Panchorn Ado yang sangat ganas dan tak kenal ampun terhadap musuh-musuhnya.


Pertarungan pun bakal di gelar di Bangkok. Ryan tak masalah, dia benar-benar siap bertarung di depan publik Panchorn Ado.


Suatu hari, Bang Ramon malah meminta Ryan mengunjungi Johanes. “Loh buat apa Bang?” Ryan kaget juga dengan usul pelatihnya.


“Tak ada salahnya kamu belajar dari mantan juara nasional itu, karena dia pernah menghadapi Panchorn Ado dulu, dan sukses kanvaskan petarung beringas itu. Saat itu mereka merintis jadi juara nasional di negara masing-masing!”


“Oh ya…baiklah Bang, aku akan berkunjung ke rumahnya aku akan cari waktu lowong!”


Seminggu kemudian, Ryan pun dengan motor gedenya mendatangi rumah Johanes. Tapi alangkah kagetnya Ryan, ternyata sang juara nasional ini tidak lagi tinggal di rumah mewahnya, karena rumah ini sudah di jual.


“Bapak tahu di mana sekarang Bang Johanes tinggal?” Ryan bertanya ke pemilik rumah yang dulunya milik Johanes ini.


“Tak tau dek, coba kamu datangi bekas sasananya, pasti mereka tahu!” sahut pria setengah tua itu.


Ryan kaget juga, rumah Johanes kini malah masuk daerah kumuh dan masuk ke dalam sebuah gang. Bahkan Ryan pun terpaksa menitip motor gedenya di sebuah bengkel di depan gang, karena harus jalan kaki menuju ke rumah Johanes ini.


Setelah 2X bertanya, akhirnya Ryan sampai juga ke rumah Johanes, yang ternyata hanya sebuah rumah kecil.


Begitu di ketuk, yang keluar seorang anak kecil berusia 8 tahun. “Pakkk ada tamu, katanya mau cari bapak,” si anak kecil ini berteriak.


Tak lama keluarlah Johanes, Ryan langsung melongo saat melihat penampilan pria ini sangat kurus, hampir saja Ryan pangling, seandainya tak lihat tato di lengan pria ini.


Benar-benar beda jauh antara Johanes kini dan Johanes dulu. Di hadapannnya adalah pria kurus yang tak bisa bicara, mulut Johanes agak mencong, bak orang kena stroke.


Saat Ryan bicara, pemuda ini makin trenyuh, karena Johanes harus menulis jawabanya di sebuah papan tulis.


Johanes lalu mencoret-coret, saat Ryan baca tulisannya, ternyata Johanes bertanya mau apa Ryan datang ke rumahnya.

__ADS_1


Ryan jadi tak enak berterus terang, akhirnya dia ganti kalimatnya dengan mengatakan hanya ingin mengunjungi Johanes saja.


Johanes langsung ucapkan terima kasih. Tak lama keluar seorang wanita, yang ternyata istrinya. “Ini kan Mas Ryan…tumben berkunjung, aku Ega, istrinya!” istri Johanes ikut nimbrung.


“Iya Mba Ega, kebetulan lama tak lihat Bang Johanes, makanya aku berkunjung kemari, sejak kapan Bang Johanes sakit begini Mba?”


Istri Johanes tampak menatap suaminya, Johanes terlihat mengangguk, seakan mempersilahkan istrinya bicara.


“Ryan, setelah dulu bertarung dengan kamu, 2 bulan kemudian baru ketahuan, kalau tulang rahang Bang Johanes retak. Kami sudah habis miliaran lakukan pengobatan, tapi hasilnya tak memuaskan…kamu pun terpaksa jual rumah mewah itu, tapi pengobatan tetap tak membuahkan hasil maksimal…kecuali harus di bawa ke luar negeri…! Kami sudah kehabisan ongkos, semua teman-teman suamiku tak ada yang mau bantu…mereka jahat sekali, saat suamiku jaya mereka sering di bantu suamiku…kini…!”


Mata Mba Ega langsung memerah, Ryan terdiam, tak menyangka pukulannya dulu malah bikin Johanes cedera berat. Padahal dia kalah TKO melawan mantan petarung ganas ini.


Ryan menatap Johanes dan dengan suara bergetar Ryaan menyampaikan permohonan maafnya. “Bang Johanes…maafkan aku bang…!”


Johanes menuliskan kalimat di papan tulis. “Tak apa Ryan, ini resiko pertandingan, aku tak marah dengan kamu atau siapapun. Aku hanya marah pada teman-temanku, tak ada peduli denganku saat ini.” tulis Johanes.


Mba Ega memanggil anaknya, lalu menyodorkan uang 2000. “Andi, beli kopi sachet satu ya buat Om Ryan, ibu mau masak air dulu!”


“Kok nggak ada kembaliannya bun, nggak bisa buat jajan donk, udah seminggu Andi nggak jajan!” dengan polos Andi protes. Kagetlah Ryan, begini miskinnya sekarang Johanes dan keluarganya.


“Sebentar…!’ Ryan lalu mencabut dompetnya, semua uang yang berjumlah 3,5 juta langsung Ryan berikan buat Mba Ega, mata Andi melotot lalu berbinar-binar melihat uang merah muda ini.


“Makasih Ryan…kami sebenarnya…sudah 2 hari tak makan nasi…karena uang tabungan habis!” Mba Ega memusut air matanya, sambil menerima uang ini. Lalu Mba Ega dan Andi permisi, untuk ke warung.


Johanes memperlihatkan tulisan barunya ke Ryan. “Benarkah kamu akan bertarung melawan Panchorn Ado?”


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2