
“Ryan…kamu menyukai Ranti yaa…?” Angelina menatap anak sulungnya ini, saat santai di rumah, 3 hari setelah acara selamatan di rumah Kombes Jimi, yang kini sudah naik pangkat jadi Brigjen Polisi Jimi.
“Ahh nggak kok Mi, lagian Ranti kan calon tunangan Alfito,” elak Ryan sambil bersiap akan ke sasana latihan beladiri. Angelina bukan wanita lugu, dia tahu mulut anaknya bisa berbohong, tapi sikap dan gaya anaknya terlihat sedang…patah hati!
“Benaran nihhh…! Mami lihat sejak acara selamatan itu, kamu kayak nggak semangat gituu. Ehmm…anak ganteng Mami bisa patah hati. Eehh katanya Rika anak Wakapolri itu cakep loh, Mami di undang pekan depan di acara ultah Rika, mau ikut hadir nggak?” pancing Angelina sambil menatap wajah Ryan.
Ryan terdiam sejenak, lalu tertawa kecil, hingga ketampanan si Opa Korea ini makin terlihat saja.”Kalau Ryan nggak sibuk, boleh!” sahutnya.
Dalam hati Angelina memuji juga wajah tampan Ryan, sempat terbersit penyesalannya kini. Dulu, hampir saja menyia-nyiakan si ganteng ini, setelah di lahirkan. Ryan tak pernah menerima ASI langsung dari Angelina. Angelina akal itu marah dengan kelakuan suaminya.
Padahal Ryan inilah yang membuat Radin Sasmita akhirnya benar-benar jatuh cinta benaran dari hati dengannya. Dan kini hubungan mereka selalu harmonis.
Radin juga sudah tak lagi terdengar macam-macam di luaran, benar-benar jadi suami yang baik dan setia.
“Beda banget dengan papinya ni anak, mungkin nurun aku kale ya, tak pernah terdengar dia macam-macam dengan wanita. Moga saja begitu selamanya…!” batin Angelina.
Saat melihat si bungsu Delano yang kini sudah 5 tahunan dan nongol ke sini, pandangan Angelina beda.
“Agaknya ni anak yang nurun kelakuan papinya!” tatap Angelina gemes, melihat kelakuan Delano yang cengar cengir dan suka gangguin kaka-kakanya.
Delima yang paling sering dia godain, kakanya yang nomor 3 ini memang paling sering membalas. Kalau sudah kadung kesal, Delima akan mencubit tubuh Delano, dan si bungsu balas mengigit lengan kakaknya yang pemarah ini.
Beda dengan Ryan dan Jenny, kedua kakak sulungnya paling geleng-geleng kepala dan tak pernah mau meladeni ke isengan si bungsu, yang makin tahun makin tampan ini.
Kali ini pun isengnya kumat, saat Ryan aseek bersiap-siap, kunci mobil kaka nya diam-diam di ambil lalu di letakannya dekat ibunya, kemudian dia pura-pura nggak tahu apa-apa.
Jrengg…kupingnya langsung di tarik Angelina, hingga Ryan kaget adik bungsunya kembali kena jewer.
“Nakal kamu ya, kunci mobil Abang kamu di sembunyikan!” sentak Angelina menahan kegemesannya.
__ADS_1
“Aduhhh…duhhh ampiunnn dejaiii ehh mami…!” teriak si bocil berbadan tinggi ini, hingga Ryan terbahak dan mengambil kunci mobilnya, lalu mencium pipi maminya dan menarik hidung mancung si bungsu.
Ryan kali ini tak membawa mobil supercar mehongnya, tapi hanya SUV Jepang, tapi harganya pun bukan kaleng-kaleng, hampir 2 miliaran.
Semenjak acara di tempat Ranti, Ryan kini sudah tak mau lagi sembunyikan jatidirinya, dia pun tampil apa adanya.
Ibu nya lah yang jengkel dan bilang buat apa mobil-mobil berjejer di garasi, kalau tak di pakai Ryan.
Namun hari ini Ryan bukan ke sasana, sejak di sekolah tadi dia sudah ada janji dengan…Meni.
Wanita cantik yang dulu sempat di tolongnya dan kini masih tinggal di Jakarta minta bertemu. Ryan juga sekalian ingin bertanya, dia penasaran kenapa Meni kembali lagi ke Jakarta!
Meni tinggal di sebuah kos-kosan di daerah Mangga Besar, Jakarta Pusat. Ryan pun menuju ke sana. Untung saja mobilnya bisa parkir di depan kos-kosan ini, sehingga Ryan kini sudah berdiri di depan kos wanita cantik ini.
“Masuk Ryan,” sambut Meni lalu menutup kembali pintu kosnya. Tempat ini memang agak bebas, asal kan jangan bikin ribut dan jangan main narkoba.
Setelah berbasa-basi, Ryan pun langsung bertanya kenapa Meni kembali lagi ke Jakarta!
“Aku bingung mau kerja apa di desa Ryan, lalu aku kembali ke Jakarta, maksudnya cari kerja yang benar. Ehh aku malah ketangkap kelompok itu, jujur aku baru 2 hari di sana dan belum sempat di jual ke lelaki hidung belang!” cerita Meni.
Meni juga cerita, dia sempat kerja di sebuah salon dan sudah 1,5 bulan kerja di sana, sebelum akhirnya tertangkap dua anak buah Gubran dan Frans. Ryan mengangguk-angguk paham.
Saat melihat wajah Ryan yang kadang murung, Meni lalu bertanya ada apa. Ditanya begitu, Ryan terlihat menghela nafas panjang.
“Lagi patah hati yaa..?” pancing Meni.
Ryan tersenyum mesem dan bilang inilah kesalahan dia, karena terlambat ungkapkan cinta pada Ranti, yang akhirnya ditunangkan kedua ortunya dengan orang lain.
“Duehhh kasian…!” Meni lalu memeluk Ryan dan membesarkan hati remaja yang patah hati ini.
__ADS_1
Meni kemudian memberi nasehat-nasehat buat remaja yang lagi puber ini, sehingga Ryan merasa ada teman curhat.
Meni yang bisa memijat, hasil kerja di salon selama 1,5 bulan menawarkan diri memijat tubuh kokoh remaja ini. “Biar kamunya rileks!” alasan Meni.
Awalnya memang pijat biasa, tapi lama-lama keduanya malah teringat saat berada di gubuk di Desa Cicalo.
Ryan masih remaja, sedang puber-pubernya, Meni yang paham kalau remaja ini mulai tak tahan, bukannya menolak, dia justru membuka pintu seluas-luasnya buat Ryan.
Jadi lah pelan tapi pasti, Ryan kembali terlibat petualangan bercinta dengan Meni. Janda denok ini kembali mengajari Ryan hal-hal yang berbau dewasa.
Remaja yang sedang patah hati ini sejenak bisa melupakan kepatah hatiannya terhadap Ranti.
Meni mampu menghiburnya dengan baik, walaupun Ryan sudah katakan, dia tak cinta dengan Meni. Tapi wanita cantik ini tak masalah.
Ryan tak sadar, saat ini Meni sudah menjadikannya seorang pria dewasa nakal, yang kelak bisa saja melebihi kelakuan ayahnya, Radin Sasmita.
Mereka terus bersama hingga malam hari, Meni tak sungkan mengajari Ryan bagaimana caranya menyenangkan dan memuaskan seorang wanita.
Ryan jadi murid yang sangat pintar, dia makin lama makin hebat dan Meni pun akhirnya mengakui, sang murid tampannya ini lulus pelajaran bercinta dengan nilai cumlaude. Jelang jam 9 malam, Meni ngaku nyerah, tak sanggup lagi melayani kehebatan Ryan.
“Jangan keseringan ke sini ya sayang, nggak sanggup aku!” canda Meni saat Ryan pamit pulang.
Meni lalu mengecup bibir Ryan, dia makin senang, saat remaja ini tak sungkan transfer uang hingga 25 juta buat Meni.
Uang tak sedikit baginya, sementara kerja di salon, gajinya hanya 700 ribu perbulan. Sehingga Meni sering berharap dapat tips besar dari pengunjung, yang mau berbaik hati memberinya uang.
Ryan secara tak sadar mulai berubah jadi flamboyan…!
*****
__ADS_1
BERSAMBUNG