Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 51: Permusuhan Abadi Dimulai Disini


__ADS_3

Radin melihat Gubran dan Frans di pukuli dua centengnya, hingga wajah keduanya bengap-bengap. Saat akan di bawa ke kantor polisi, Radin sengaja lewat di depan kedua orang ini.


Radin hanya tersenyum sinis dan pura-pura bertanya ada apa, setelah mendengar singkat dia pura-pura kaget dan tertawa.


Dia mendekati Frans. “Hmm…begitulah kalau makan duit haram. Sebaiknya kamu kembalikan uang Stella. Atau kamu akan mendekam dalam penjara. Dan kau Gubran, si  manusia pongah, siap-siap kamu jadi gembel!” lalu Radin pun berlalu meninggalkan keduanya.


“Bangsat, ternyata dia di belakang ini semua…awas kamu,” batin Frans dan Gubran, mereka saling pandang dan aroma dendam terlihat di wajah keduanya yang bengap ini.


Saat dalam perjalanan ke kantor polisi, barulah keduanya sadar, kalau pub dan bank yang jadi tempat mereka simpan duit selama ini sahamnya milik Radin.


Gubran hanya nginap satu malam, tapi Frans di hukum lebih lama, karena ada laporan dari Stella, karena melarikan uangnya sebanyak 25 miliar. Frans dua kali apes, uang yang di curi di kembalikan ke Stella, dan dia pun harus menerima hukuman 3 tahun penjara.


Nasib tak lebih baik juga harus di terima Gubran, mantan tunangan Angelina benar-benar murka bukan main. Ketika perusahaan miliknya sudah di caplok anak perusahaan Radin, karena di anggap tak mampu bayar tagihan utang perusahaan.


Radin benar-benar bikin musuh-musuhnya jadi gembel..! Dendam membara di dada Gubran tak terkira.


“Tunggu kelak pembalasannyaku Radin, kau akan menyesal sudah bikin perkara denganku,” batin Gubran. Dia pun kini menunggu Frans bebas, sekaligus mulai menyusun rencana pembalasan.


Radin kini punya musuh ‘abadi’ dua orang ini. Tapi pria tampan ini tak peduli, hatinya puas melihat musuh-musuhnya keok.


Beberapa bulan kemudian, atas saran Angelina, Radin mau juga melakukan tes DNA dengan Jenny. Angelina meminta dokter Tifa, sahabatnya sendiri yang lakukan tes ini di rumah sakit tempatnya kerja.


Radin tak ada cara untuk menolak, apalagi ini permintaan istrinya sendiri yang sangat dia cintai.


“Biar kita tahu anak siapa sebenarnya Jenny ini pi! Kasian dia. Semenjak tinggal di sini, anak itu sangat pendiam, jarang mau bicara kecuali dengan Ryan atau saat gendong baby Delima!” Radin pun mengangguk dan ia akhirnya mau di tes DNA bersama Jenny.


Seminggu kemudian usai tes DNA..!


“Papi di mana…?”


“Lagi dalam perjalanan menuju rumah, kenapa Mi?”

__ADS_1


“Tak apa…kalau bisa jangan mampir…Mami tunggu di rumah, hasil tes DNA sudah keluar!” klik telpon di tutup Angelina, saat itu dia menatap Jenny asek belajar bersama dengan Ryan dan ada baby Delima di samping kedua bocah ini, juga ada 2 baby siter menemani ke tiga nya.


Radin datang 1,5 jam kemudian, dia langsung ke kamar untuk bersalin baju. Angelina sudah menunggunya.


“Pi…jangan kaget…?”


“Hmm…aku sudah sering kaget sayang, ada apa! Bagaimana hasil tes DNA-nya..?”


“Nih papi baca sendiri!” Angelina menyerahkan hasil tes DNA pada Radin, Radin pun membaca, dahinya menggernyit dan dia langsung terdiam seketika.


Hasilnya, Jenny identik 99,9 persen anaknya. Artinya Stella tak membual, kalau dia benar hamil anak buah pelepasan Radin saat marah dahulu.


“Apa yang akan papi lakukan sekarang…Jenny itu adik Ryan kaka Baby Delima, anak kandung papi dengan Stella!”


Radin terdiam tak menjawab. Angelina lalu meninggalkan Radin yang hanya termangu, dia keluar kamar mendengar tangsian baby Delima.


Radin terduduk di kursi yang ada di kamarnya yang luas ini. Radin sesaat termenung, ingat di kamar ini dulu dia menggauli Stella dan akhirnya berbuah Jenny.


“Kenapa saat marah, aku malah subur yaa…saat ini lagi sayang-sayangnya Ange, belum hamil-hami lagi,” batin Radin bingung sendiri.


“Kurang ajar kamu Stella, sudah tahu hamil denganku, kenapa juga kamu mesti berselingkuh dengan Frans…untung saja Jenny lahirnya normal!” dengus Radin marah bukan main dalam hati.


Radin kini keluar kamar dan lama dia menatap Jenny di ruang keluarga yang luas, Jenny kini sangat akrab dengan Ryan. Anak sulungnya ini benar-benar memperlakukan Jenny bak adik kandung.


Ryan terlihat dengan sabar mengajari Jenny membaca dan menulis, Jenny sengaja di masukan Angelina di sebuah PAUD bergengsi dan bertaraf Internasional.


Radin mendekati Jenny dan tanpa terasa tangannya memegang kepala Jenny. Ryan kaget melihat papinya mendekat dan kini membelai kepala si cantik pendiam ini.


Jenny sejak tinggal di sini, sangat pendiam, apalagi dia seolah tahu, ‘papi’ ini tak pernah sekalipun memperlihatkan kasih sayangnya.


Radin seolah mencueki kehadiran Jenny di rumah ini, untung saja Angelina dan Ryan sangat baik padanya.

__ADS_1


Kini Radin datang dan membelai kepalanya, bahkan kini memeluk Jenny. Ryan makin bingung saja.


“Pah, kenapa sih peluk Jenny, dia lagi belajar sama Ryan?” Radin kaget dan baru sadar dengan kelakuannya yang tak wajar.


“Ryan…mulai kini, sayangilah Jenny, sebagaimana kamu sayangi baby Delima…karena Jenny adik kandung kamu!” cetus Radin lembut, Ryan terdiam sesaat lalu tersenyum.


“Pasti pah, tenang saja, Jenny sejak tinggal di sini sudah Ryan anggap adek sendiri!”


“Bukan begitu Ryan…Jenny anak kandung papah dengan Tante Stella. Bukan adek angkat. Tapi benar-benar adek kandung kamu, paham kan..?”


Ryan kembali mengangguk, Jenny kini terlihat tersenyum usai di peluk Radin. Seolah baru bangun dari tidur, Radin baru sadar, Jenny saat tersenyum benar-benar mirip dirinya.


Radin mengecup pipi Jenny.


“Maafin papa yaa sayang…mulai kini jangan lagi panggil Om…wajib panggil papa, sama seperti Ryan, karena Jenny anak kandung papa…!”


“Iya...Oo…ehh pah…!” sahut Jenny lembut.


Radin kembali memeluk anak gadisnya ini. Angelina yang melihat itu tersenyum, dia sama sekali tak marah atau cemburu. Karena sejak awal Angelina sudah curiga, bibir dan mata Jenny identik sekali dengan suaminya.


Bulan depannya, Radin mengajak anak-anak dan istrinya liburan ke Eropa, dia ingin melupakan sejenak ***** bengek perusahaan, dan ingin quality time bersama istri dan tiga anaknya.


Mereka naik private jet menuju Prancis lalu nyeberang ke Italia dan ke Belanda. Dari sini Radin melihat watak Ryan dan Jenny berbeda, Ryan cenderung humble dan santai, Jenny sebaliknya pendiam dan sedikit cuek.


Tapi kalau sudah mengerjakan sesuatu, Jenny sangat serius, dia bahkan mencueki kalau ‘Abang Ryan’ nya ngajak bercanda.


Baby Delima yang makin hari menggemaskan serta makin besar, justru wajahnya makin mirip Jenny dan kadang mirip Angelina. Kalau diam malah 100 persen wajah Angelina, tapi kalau tertawa 100 persen mirip Jenny.


2,5 tahun kemudian..!


Gubran sumringah saat menjemput Frans, sahabat baiknya di luar Lapas. Dua musuh besar Radin ini sudah menyiapkan pembalasan..!

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2