Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 101: Saling Terbuka dengan Ranti


__ADS_3

Ryan duduk termenung, Bambang cs termasuk Ranti mendiamkan saja pemuda ini yang duduk menyendiri.


Ke 5 sahabatnya ini saling pandang, dan kini sepakat hanya Ranti yang bisa bicara dengan Ryan saat ini. Bambang, Budi, Anwar dan Tomi kini menatap Ranti.


“Kok aku sih…ini kan soal pribadi dia…ogah ah, aku nggak mau ikut-ikutan, ntar Bella ngamuk, ngeriiii…!” Ranti menolak usul Bambang, Budi, Anwar dan Tomi.


“Bukan begitu Ranti…si Ryan agaknya mumets, dia ngaku nggak yakin kalau janin yang di kandung Bella hasil olahannya!” sahut Bambang dengan suara berbisik.


“Kueeee kaleee olahannn!” olok Tomi kenes, hingga Bambang melotot.


“Lhaa…kan mereka sudah bobok bareng, kalau pun Bella emank hamil…Ryan harus tanggung jawab donk, masa mau lari dari tanggung jawab. Jahat banget sihhh!” Ranti tetap menolak dan bikin argumen.


“Dyeehh si Ranti…kamu kayak baru kenal Ryan ajehh, kan kita sudah kenal siapa Ryan. Tu anak bukan tipikal orang yang suka lari dari tanggung jawab. Nah, kenapa dia kurang yakin dengan Bella…sebab Bella nggak mau di bawa periksa ke dokter…karena Ryan ingin memastikan umur janinnnya dan kapan mereka terakhir bobok bareng…gicuuu lohhh sayanggku, si lembutt cantiiikkk…!” Tomi sampai panjang lebar menjelaskan, hingga Ranti terdiam. Sekaligus membenarkan juga alasan Ryan.


“Hmm…begitu, jadi kesimpulannya, Ryan merasa di jebak?” Ranti kini menatap ke empat sahabatnya ini. Semuanya kompak mengangguk.


Ranti kini ikutan terdiam, dia akhirnya ngalah, lalu mendekati Ryan. Pemuda yang sedang gabut alias gundah gulana ini menoleh ke samping, lalu menghela nafas panjang saat tahu Ranti kini sudah berada di sampingnya.


“Maafkan aku Ranti…aku memang lelaki tak baik…!” terdengar lirih suara Ryan. Seakan menyesali kelakuannya selama ini.


“Tak apa Ryan, aku maklum kok…tapi seandainya benar Bella hamil anak kamu, maka kamu wajib tanggung jawab. Sebagai sahabat aku tak ingin kamu jadi lelaki pengecut”


Ryan tertawa kecil sambil menatap jauh ke depan, dan kini dia malah merokok, tanda hatinya sedang tak baik-baik saja. Banyak pikiran..!


“Jujur Ranti…aku benar-benar tak yakin kalau janin yang di dalam perut Bella adalah darah dagingku…si Bella mengelak terus setiap kali aku ajak ke dokter. Aku nggak niat aborsi atau apapun, itu jauh sekali dari pikiranku! Aku tak sejahat itu. Aku hanya ingin pastikan, sudah berapa lama usia kandungan Bella..itu saja!”


“Emank sudah berapa lama sih kamu berhubungan dengan Bella?”


“Nggak lama…nggak sampai 4 bulanan!”

__ADS_1


“Kapan terakhir kali kamu ML dengan dia?” desak Ranti lagi penasaran.


“Kok kamu tanya itu…?” Ryan jadi tak enak hati. Ranti malah senyum-senyum saja, langsung sadar ada nada cemburu dari kalimatnya tadi.


“Gini Ryan…maaf yaa, jangan marah. Misalnya terakhir kali kamu ML dengan Bella sebulan yang lalu. Nah kalau Bella bilang janin nya sudah 2 bulan misalnya, kamu pasti tanya donk, apakah bulan kemarin dia mens?”


“Jujur…terakhir ML 3 hari sebelum bertarung dan aku kalah…saat itu, tak ada Bella bilang hamil. Makanya aku kaget saat di studio kemarin Bella datang-datang bilang sudah hamil, kaget donk…!”


“Hmm…lelaki…nggak bisa lihat yang mulus, langsung saja nyamber…ya gini, kisahnya kaget…emank nggak mikir apa saat ML nembak di rahim, bakalan jadi janin!” sindir Ranti, hingga Ryan langsung salah tingkah.


“Maaf kan aku Ranti…aku memang bejat, lelaki tak tahu diri!” terdengar lirih suara Ryan.


“Ngapain minta maaf, kan aku bukan kekasih kamu. Tapi sahabat kamu Ryan, aku hanya ingatkan kamu, jangan sembarangan mainan anak orang!”


“Waduuhh…aku kok di marahin! Sekarang…boleh aku tanya nggak, tapi kamu jangan marah?”


“Tanyalah…apa itu?” sahut Ranti dengan wajah masam. Hingga Ryan mau ketawa sendiri.


Ranti kaget, lalu tertawa bahkan sampai memegang perutnya. Hingga Ryan aneh sendiri, termasuk Bambang, Budi, Anwar dan Tomi yang ikutan heran melihat si cantik lembut ini malah tertawa.


Mereka masih duduk di meja lain di kafe mewah ini, yang jaraknya hampir 15 meteran, hingga tak tahu apa yang dibicarakan keduanya.


“Ihh malah ketawa tu anak, apa yang lucu ya?” seru Tomi aneh sendiri, sambil menatap Ryan dan Ranti.


“Iya nihh…seru rupanya mereka bercerita, mungkin soal gaya bercinta kale,” cerocos Bambang, hingga Budi dan Anwar hampir meledak tertawanya.


“Dasarrr ye…otak kotor!” semprot Tomi, Bambang langsung tertawa sambil nyengir. Dan kini mereka melihat lagi Ryan dan Ranti kembali bicara serius.


“Kasih tahu nggak yaaa…?” Ranti kini senyum-senyum, seolah menggoda Ryan.

__ADS_1


Ryan ikutan tertawa mesem…!


“Ryan…salah satu faktor aku dan Alfito tak cocok, dia selalu ngajak itu. Aku nggak munafik, pingin…tapi aku pikir, kalau belum sah, ngapain harus bablas…makanya dia tak sabaran. Lagian aku tahu kok dia selingkuh…dengan mantan kekasihnya…Dewi…mantan pacar kamu itu!”


“Hahh…yang benar Ranti…jadi Dewi balikan dengan Alfito?”


“Kamu aja nggak tahu…saat aku lihat kamu dengan Bella, aku pikir…sama ajah kalian ini, sama-sama selingkuh…Dewi balikan dengan Alfito, kamunya malah dengan Bella…! Dasar kalian ini, benar-benar cowok biawak!” olok Ranti, hingga Ryan kembali salting, kelakuannya di tembak blak-blakan gadis cantik lembut ini.


Ranti dengan apa adanya bilang pernah memergoki Alfito dan Dewi ngamar di sebuah hotel. Lalu setelah kejadian itu, Ranti pun ajak Alfito bicara baik-baik.


Awalnya Alfito mengelak habis-habisan, tapi saat Ranti perlihatkan video saat Alfito dan Dewi ke hotel, pria ini tak bisa mengelak lagi.


Terlebih tak lama kemudian, ada kejadian tak terduga, Alfito ketahuan memfitnah Ryan yang akhirnya mengantar Ryan ke penjara dan lepas baju seragam polisinya.


Akhirnya tak ada alasan lagi, pertunangan pun di putuskan kedua belah pihak di hadapan orang tua Ranti.


“Mami sih sempat kaget dan menyayangkan, tapi mau gimana lagi…belang Alfito sudah ketahuan…wajar dong sebagai orang tua, tak ingin anaknya kelak menderita. Apalagi aku satu-satunya anak cewek dari 3 bersaudara!” cerita Ranti apa adanya.


Ryan mengangguk-angguk, kini dia paham, kenapa Dewi tak marah saat tahu dia bersama Bella, ternyata Dewi pun diam-diam sudah balikan dengan Alfito.


Ryan akui, Dewi agaknya tak bisa move on dari Alfito, pria yang pertama kali memerawaninya, tapi juga menyelingkuhinya dengan sahabat Dewi sendiri, hingga sahabatnya itu hamil.


“Apalagi kayak aku yaa...bakalan di tolak mentah-mentah jadi mantu. Lelaki brengsek!” gumam Ryan tak sadar.


“Ha-ha-ha…kalau jodoh mau gimana, tapi syaratnya jangan coba-coba selingkuh, kalau berani, bakalan di sunat yang kedua!” olok Ranti.


“Whatsss…!” Ryan langsung melongo.


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2