
“Dyeehhh liat tuhh si Amandongg…main joget-joget lalu di upload di medsos, masa gicuuu gaya kampinyong-nya..jijai bingit dehhh!” Tomi s ngondek menunjuk Amanda cs yang di komando Boni aseek kampanye pada para siswa.
“Waah justru ini bagus banget, banyak yang simpati dengan si Amanda jadinya!” sela Bambang, seolah mendukung gaya kampanye Amanda.
Ryan menatap Amanda yang aseek berkampanye, dan membuat rekaman yang lagi nge-trend saat ini.
Amanda secara jenius gunakan media sosial, dia joget-joget bersama puluhan siswa sebagai ajang kampanye-nya.
Ryan…santuy saja, remaja ini memang tak begitu berambisi jadi Ketua OSIS, bahkan pendaftaran pun di lakukan Tomi, Bambang dan Ranti. Ryan justru ogah bentuk timses, ia malah aseek nonton Amanda berkampanye ke setiap kelas.
Khususnya kelas 10 dan 11, yang memiliki hak suara, sebab kelas 12 sesuai AD ART OSIS ini absen. Karena para siswa kelas 12 ini bersiap untuk ujian akhir sekolah.
Seperti saat ini, jelang 3 hari pemilihan, Amanda yang memang selebgram dengan luwes joget-joget bersama siswa-siswa lainnya.
Kadang ada yang iseng menowel tubuh gemoy Amanda, hingga si cantik ini melotot marah dan si Boni lalu ikut-ikutan naik darah.
Ryan dan cs nya tertawa melihat kelakuan saingannya ini. Tomi sampai sakit perut menertawakan ulah Boni dan Amanda.
“Rasain, ganjen bingit sihh joget-joget genit gicuuu!” olok Tomi, hingga Boni mendelik melihat si ngondek saingannya menertawakan ulahnya.
“Ayo ahh kita makarena ajee!” Bambang bergaya kenes mengajak Ryan, Ranti dan Tomi ke kantin. Melihat itu Boni makin kheki.
Tapi Amanda yang melihat Ryan senyum-senyum langsung mencebi dari jauh, hingga Ryan makin lebar senyumnya.
Bambang dan Tomi ternyata tak tinggal diam, mereka memajang foto Ryan yang memang ganteng di dinding sekolah. Hingga wajahnya makin di kenal, terutama para gadis-gadis yang suka melihat wajah Ryan yang ala-ala opa Korea.
“Duehhh cakepnya, cocok meonggg dah jadi Ketua OSIS,” seru 5 siswi kelas 10 saat melihat wajah serta senyum Ryan yang mirip Ro Woon SF9, aktor drakor yang berperan di miniseri Extraordinary Y** ini.
Dan akhirnya tibalah hari pemungutan suara, panita keliling di 14 kelas untuk mengumpulkan suara. Setiap kelas berisi 30 siswa, yang artinya ada 420 suara yang diperebutkan.
Saat penghitungan di lapangan di tengah-tengah sekolah, ketika jam istirahat kedua pukul 12 siang. Pendukung Ryan dan Amanda sangat tegang, karena suara keduanya kejar-kejaran.
__ADS_1
Hasilnya…Ryan mengumpulkan 218 dan Amanda 202 suara. Maka Ryan lah yang berhak menjadi Ketua OSIS.
Amanda terlihat lesu, apalagi Boni dan Dewi serta puluhan timsesnya!
Saat Ryan di minta maju sampaikan ucapan kemenangannya, Amanda terdiam ketika Ryan memanggilnya ke depan.
Amanda yang mau ke kantin, berbalik saat Ryan melambai padanya agar mendekatinya. Si ‘Anya Geraldine’ ini awalnya ragu, tapi Boni mendorong pantatnya, hingga mau tak mau Amanda terpaksa maju ke depan.
Setelah Amanda berdiri di sampingnya, Ryan tersenyum lalu memandang ratusan siswa yang menunggu-nungu pidato kemenangannya.
“Teman-teman semua…terima kasih sudah memilih aku sebagai Ketua OSIS SMU 69, tapi bagi aku ini bukan kompetisi layaknya pemilu…maka aku memutuskan, Wakil Ketua OSIS adalah Amanda dan Sekretaris Ranti…Bambang dan Tomi jadi Wakil Ketua II dan Wakil Sekretaris, gimana…setuju..?”
“Akuurrrr…teriak semua siswa…!”
Ryan sengaja mengajak Amanda jadi pengurus, agar tidak terjadi ketegangan pasca pemilihan Ketua OSIS. Amanda tersenyum manis dan mengangguk saat Ryan mengedipkan matanya.
Namun ada seseorang yang tak senang dan cemburu melihat ini, dialah Andre, yang sejak Amanda kelas 10 sudah naksir berat. Tapi di tolak Amanda, karena Andre agak songong dan pongah, mentang-mentang ortunya pejabat sekaligus pengusaha tajir melintir.
Apakah tak ada yang tahu Ryan ini juga anak orkay…?
Ryan juga melarang Bambang, Ranti dan Tomi memberitahu siapa dia sesungguhnya. Mereka tahunya Ryan anak orang ‘biasa’ dan ke sekolah pun hanya naik motor sport, yang berharga 45 jutaan.
Padahal di garasi rumah ortunya berjejer 55 buah mobil mewah dari berbagai merek, dan separunya milik Ryan.
Radin dan terutama kakeknya Rudi Sasmita tak tanggung-tanggung memanjakan Ryan ini. Setiap ultah, hadiahnya pasti mobil sport mewah. Angelina kadang memarahi suaminya, karena terlalu memanjakan Ryan.
Tapi kalau kakeknya yang memanjakan, tentu saja Angelina segan menegur, hanya wajah merengut. Hingga Radin tertawa melihat kemanjaan istri tercintanya ini.
Untung saja Ryan bukan tipikal anak besar kepala, dia tetap sederhana dan tidak mau pamer. Inilah yang membuat Angelina lega, anak sulungnya tak menurun sifat bangor papanya.
Ryan justru terkenal karena ketampanannya dan selalu murah senyum dengan siapapun, plus lihai main band. Ryan jago main gitar.
__ADS_1
Ryan punya suara yang enak di dengar, dengan ketiga sohibnya ini, mereka membentuk band dengan nama ‘The Mita Band’ diambil dari ujung nama marga Ryan sendiri.
Ryan sebagai gitaris sekaligus vocalis, Bambang drummer, si ngondek Tomi main bass dan Ranti main keyboard.
Usai rapat perdana sebagai Ketua OSIS, Amanda mendekati Ryan.
“Ryan…aku…ikut sama kamu ya pulangnya?”
“Tapi aku hanya bawa motor Manda…?”
“Ga papa…aku pingin naik motor!” Ryan tersenyum dan mengangguk. Ranti yang melihat ini hanya diam saja.
Bambang dan Tomi saling pandang. “Dyehh…bakalan ada yang cimbikirrr nihh!” bisik Tomi ke Bambang.
“Huss…si Ryan kan sudah anggap Ranti sahabat dekat bukan pacar. Lagian kita sudah akrab sejak SMP, masa harus main cinta-cintaan sihh!” cetus Bambang.
“Tapii… ini soal hati nekk…padahal…Ranti juga cantik yaa…wajahnya mirip artis Ranti Maria, tapi si ‘Anyeeee Geraldine’ ini mempunyai body yang aduhaii, selebgram top lagi xixixix..!” ceplos Tomi.
“Iya sihh…udah aaah…itu urusan Ryan, sore ini kita jangan lupa yaa…latihan nge-band di studio Ryan!” Tomi angkat jempol.
Ryan melihat wajah Ranti yang mendadak muram, saat dia mengiyakan ajakan Amanda tadi. Tapi Ryan yang sudah akrab dengan Ranti sejak SMP, tentu tak mengerti kalau Ranti sedang…cemburu.
“Kamu…sakit Ranti, kok mendadak muram begitu?” Ryan mendekati sahabat dekatnya ini.
“Ahh enggak…aku sehat kok! Oh ya…aku duluan yaa…sampai ketemuan sore nanti di studio kamu Ryan…hati-hati di jalan bawa anak orang.” Ranti langsung tersenyum manis. Ryan lega dan ikutan tersenyum, membalas senyuman manis Ranti.
Ryan pun membonceng Amanda, gadis cantik ini tak sungkan membongkeng ngangkang layaknya laki-laki.
“Sialan…kenapa Amanda naik motor si Ryan sihh!” sungut Andre di dalam mobi mewahnya.
Andre diam-diam mengontak geng nya! Remaja yang terbakar cemburu ini merencanakan sesuatu buat Ryan…!
__ADS_1
*****
BERSAMBUNG