Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Beres


__ADS_3

Nayra di bawa keluar dari ruang IGD dengan beberapa perawat yang akan memindahkan nayra ke ruang rawat.


"Ken, aku beli minuman dulu ya." kata fitri dan kenzo menyetujuinya.


Kenzo melihat nayra masih tak sadarkan diri. Seorang dokter datang menghampiri kenzo.


"Apa anda keluarga pasien?" tanya dokter itu.


"Iya saya saudaranya." jawab kenzo.


"Kalau begitu ikut keruangan saya sebentar." kata dokter tersebut.


Kenzo mengikuti dokter itu masuk ke ruangannya.


"Silahkan duduk." kata dokter itu mempersilahkan kenzo duduk di depan meja kerjanya.


"Saudara saya sakit apa dok?" tanya kenzo penasaran.


"Pasien menderita penyakit tumor ganas di bagian kepala." jawab dokter tersebut.


...*****...


Kenzo membuka pintu ruangan nayra dan melihat sudah ada fitri di samping nayra.


Nayra berbaring dengan selang infus yang terpasang ditangannya. Wajah nayra terlihat pucat.


"Ken, kamu dari mana aja?" tanya fitri saat kenzo mendekati nayra yang belum sadarkan diri.


"Aku habis ketemu sama dokter yang tadi periksa keadaan nayra fit." jawab kenzo.


"Apa kata dokternya? nayra sakit apa?" tanya fitri, penasaran.


"Nayra cuma ke capean aja kok fit, dia cuma butuh istirahat." jawab kenzo berbohong.


Flashback.


"Separah apa penyakit nayra dokter?" tanya kenzo.


"Untuk memastikan penyakitnya, pasien harus mengikuti beberapa pemeriksaan lebih lanjut." jawab dokter tersebut.


Flashback off


Nayra sadar dan membuka kedua matanya pelahan-lahan.


Nayra melihat kenzo berdiri di dekatnya dan fitri duduk di sebelahnya.


"Fitri? kamu?" nayra menatap heran saat melihat mereka. "Aku di mana?" tanya nayra sambil berusaha untuk duduk lalu fitri dan kenzo segera membantuku.


"Gimana ke adaan kamu nay?" tanya kenzo.


"Iya nay, kamu bikin kita hawatir tau." kata fitri.


"Tunggu tunggu, ini aku ada di mana?" tanya nayra heran melihat sekitarnya.


"Kamu ada di rumah sakit nay." jawab fitri.


"What??" kata nayra terkejut.


"Kenapa nay?" tanya kenzo.


Nayra raih ponselnya dan mengusap layarnya untuk melihat jam berapa sekarang.


Nayra mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya. "Ini jam berapa?" kata nayra dalam hati sambil terus melihat layar ponselnya.


Nayra tidak bisa melihat dengan jelas berapa angka yang tertulis di layar ponselnya.


"Kenapa nay?" tanya fitri yang heran melihat nayra.


"Aku enggak bisa liat ini jam berapa sekarang." jawab nayra.


Fitri langsung melihat ke arah kenzo penuh dengan tatapan tanda tanya.


"Ehh nay, mungkin kamu cuma kurang istirahat aja." kata kenzo berusaha untuk tenang.


"Aku mau istirahat di rumah aja." kata nayra.


"Ya udah kalo gitu aku temui dokter dan urus administrasi dulu ya. kalian tunggu disini." kata kenzo lalu pergi meninggalkan ruangan nayra.


...*****...


Kenzo membuka pintu rumahnya pelan-pelan dan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Sudah pulang?" tanya pak amir.


"Iya pa baru aja." jawab kenzo.


"Cuci badan kamu trus tidur, besok pulang sekolah datang ke kantor papa." kata pak amir lalu masuk ke kamarnya.


"Iya pa." kata kenzo.


...*****...


Ke esokan harinya di pagi hari, kenzo tlah menunggu nayra di depan rumahnya tapi nayra tak kunjung keluar.


Kenzo mendekati rumah nayra dan mengetuk pintu rumah nayra.


Nayra yang mendengar suara ketukan pintu itu langsung berteriak dari dalam kamarnya.


"Enggak di kunci, masuk!" kata nayra.


Nayra mendengar pintu rumahnya terbuka dan suara langkah kaki menuju kamarnya.


"Siapa?" tanya nayra dari dalam kamar.


"Ini aku nay, kenzo." kata kenzo dari balik pintu kamar.


"Kamu berangkat aja ken aku enggak sekolah." kata nayra setelah mengetahui siapa yang ada di nayr kamarnya.


"Aku boleh masuk enggak nay?" tanya kenzo dari luar kamar.


"Iya masuk aja." jawab nayra yang masih duduk di atas tempat tidurnya.


"Maaf ya nay aku masuk." kata kenzo setelah membuka kamar nayra dan menghampirinya.


"Iya." kata nayra singkat.


"Kamu kenapa enggak sekolah nay?" tanya kenzo setelah ada di samping nayra.


"Penglihatanku sering buram ken aku jadi pusing." jawab nayra.


"Astaga, nayra pasti tersiksa banget sekarang. Aku harus bisa bantu dia. Tapi gimana caranya?" gumam kenzo dalam hati.


"Kamu mikir apa?" tanya nayra saat melihat kenzo bengong.


"Ehh kamu udah makan belum?" tanya kenzo.


"Aku lupa nay, aku di suruh ke kantor papa tadi malam. Aku tinggal kamu sebentar enggak papa kan?" tanya kenzo.


"Iya enggak papa, kalo keluar tutup lagi pintunya." jawab nayra.


"Ya udah aku keluar dulu." kata kenzo dan pergi meninggalkan kamar nayra


...*****...


Kenzo tiba di kantor pak amir dan masuk ke ruangannya.


"Ken? sini nak duduk." kata pak amir saat melihat pintu ruangannya terbuka.


Kenzo duduk di depan meja kerja papanya.


"Jadi tadi malam kamu dari mana ken?" tanya pak amir.


"Habis cari nayra pa, dia pingsan jadi aku bawa ke rumah sakit." jawab kenzo.


"Trus gimana keadaan dia?" pak amir mulai hawatir.


"Kata dokter ada tumor di kepala nayra pa, nayra harus jalani pemeriksaan lebih lanjut." jawab kenzo.


"Kamu kasih tau nayra?" tanya pak amir.


"Enggak pa, kenzo enggak tega ngomongnya." jawab kenzo sambil menopang kepalanya menggunakan kedua tangannya di atas meja pak amir.


"Udah di periksa?" tanya pak amir yang hawatir.


"Justru karna nayra enggak tau pa, aku bingung gimana caranya dia mau di periksa tanpa tau penyakit dia." kata kenzo. "Kasian kan kalo nayra banyak fikiran pa, tante yati enggak pernah peduli sama nayra." kata kenzo bingung harus melakukan apa.


"Kamu jangan hawatir, papa akan cari cara supaya nayra di periksa secepatnya." kata pak amir berusaha menenangkan putranya.


...*****...


Nayra berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya.


Nayra memasuki kelas sebelas dan melihat ke atas mejanya. Ia segera mendekati mejanya dan melihat lebih jelas.

__ADS_1


"Apa-apaan nih." kata nayra saat melihat banyak kertas kecil warna warni menempel di mejanya.


"NAYRA!" teriak ria, fitri dan yanti hampir bersamaan membuat nayra terkejut.


Nayra duduk di kursinya dan melihat tiga srikandi itu dengan tatapan sinis.


"Hehe jangan marah." kata yanti.


"Akhirnya kita ketemu nay, aku kangen tau." kata ria.


"Gimana keadaan kamu, udah sehat kan?" tanya fitri.


nayra masih melihat tiga srikandi itu dengan ekspresi yang tidak berubah.


"Jawab nay jangan diem aja." kata ria.


"Sakit gigi ya?" tanya yanti.


Fitri langsung menginjak kaki yanti dan tersenyum paksa pada nayra.


"Apaan sih." kata yanti manyun.


"Kamu kenapa nay?" tanya fitri.


"Siapa yang tempel ini?" kata nayra bertanya pada tiga srikandi yang sedang berada di depannya.


Ketiga srikandi itu saling berpandangan. Lalu tersenyum paksa pada nayra.


"Beresin!" kata nayra dengan sikap datarnya.


"Tapi kan bagus naay." kata yanti dengan sikap manjanya.


"Baca dulu dong nay sia-sia kan kalo mau di buang." kata ria memanyunkan bibirnya.


Nayra berdiri dan menopang tubuhnya di atas meja dengan kedua tangannya.


"Riaaa." kata nayra sambil tersenyum manis. "Yang cantik, pintar dan hebat." kata nayra pada ria dan mereka bertiga pun bingung. "BERESIN!" kata nayra dengan nada tinggi sambil memukul meja dengan ke dua tangannya dan tiga srikandi itu pun terkejut.


"I, iya iya." kata ria langsung mencabut kertas yang ada di meja nayra bersama fitri dan yanti satu persatu.


Seorang guru masuk di kelas sebelas, dan berdiri di samping meja guru.


"Duduk di kursi masing-masing, saya akan memberikan surat ijin pada kalian." kata guru tersebut.


Seisi kelas pun duduk dengan rapi dan melihat ke depan.


"Apa semua sudah tau akan ada perkemahan sebelum penaikan kelas?" tanya guru tersebut untuk memastikan.


"SUDAH BUUU." jawab siswa siswi yang ada di kelas sebelas.


"Sebelum mengadakan perkemahan, kita akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan terlabih dahulu. Karna ibu tidak mau kalau ada siswa dan siswi yang sakit di perkemahan. Kalian mengerti?" jelas guru itu dan bertanya pada seisi kelas.


"Mengertiii." jawab siswa siswi kompak.


"Paham?" tanya guru itu.


"PAHAM BUU." jawab kelas sebelas.


"Kalau begitu silahkan ketua kelas bagikan suratnya. Wajib di tanda tangani ole wali murid ya." jelas guru tersebut.


"Iya buu." kata beberapa siswa.


Guru tersebut keluar dari kelas sebelas lalu merogoh ponselnya lalu menelfon.


Bagaimana bu? tanya seorang pria dalam panggilan itu.


Aman pak, sudah saya laksanakan. jawab guru yang membagikan surat ijin tadi.


Terima kasih banyak ya bu. kata pria yang ada di dalam panggilan itu.


Iya pak sama-sama. kata guru tersebut lalu memutuskan panggilannya.


Pak amir mengirim sebuah pesan pada kenzo.


Papa.


"Beres."


Kenzo duduk melamun di kelasnya. Drrrt drrrt drrrt, ponsel kenzo bergetar. Ia langsung merogoh ponselnya lalu tersenyum membaca pesan dari papanya.


"Liat apa sih? sampe senyum gitu." tanya adi saat melihat kenzo tersenyum pada ponselnya.

__ADS_1


"Rahasia." kata kenzo sambil menyimpan kembali ponselnya.


Bye : 나디아


__ADS_2