Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 71: Radin Ikut Terculik


__ADS_3

Ryan hanya mendengarkan selama papanya bercerita soal Liana, termasuk gadis kecil yang di culik itu. Selesai bercerita, Ryan malah tersenyum, sampai Radin kaget sendiri, tenang sekali anaknya yang sulung ini.


“Pah, Ryan mau tanya, kenapa papa begitu saja percaya? Lagian kenapa kok kayak kebetulan begitu. Papa di datangi mantan kekasih papa, lalu bawa anak kecil itu. Kemudian niat nolong seorang wanita. Tiba-tiba gadis kecil yang bernama Liana itu di culik. Trus ada chat masuk…sadar nggak sih papa…kalau ini semacam sandiwara…?”


Tanpa Ryan dan Radin sadari, obrolan mereka berdua itu di dengar Angelina, wanita cantik ini kaget dan kagum juga dengan pemikiran Ryan.


“Iya juga sih yaa…kok papa kenapa begitu bodoh yaa…? Sekarang apa pendapat kamu Ryan, menghadapi masalah ini?” pancing Radin lagi.


“Kalau pendapat Ryan sih, kita ikuti alur mereka ini. Pasti mereka akan minta tebusan…ingat nggak kasus adek Jenny dulu. Masih untung Tante Stella hanya faktor ekonomi…tapi kalau soal ini, selain ekonomi…Ryan curiga ada unsur dendam lama…!”


Radin kembali terhenyak, pemikiran Ryan sampai ke sana.


Tiba-tiba Angelina ikut nimbrung, hingga Radin dan Ryan terdiam. “Mami sependapat dengan Ryan, terlepas benar tidaknya Liana itu anak papi. Mami juga curiga…ini sengaja rekayasa. Lagian kok papi percaya begitu saja…masa sudah 10 tahun Della baru cerita punya anak…nggak masuk akal banget!”


Wajah Radin langsung sumringah, andai tak ada anak sulungnya ini, ingin rasanya dia memeluk istri tercintanya ini. Pemikiran tenang Angelina seolah membuka batin Radin, kalau dia terlalu cepaat percaya omongan Della Songko.


“Terus apa pendapat Mami sekarang, papi pingin tahu?” Radin menatap wajah Angelina dan gantian menatap Ryan.


“Aku juga curiga, ini mungkin musuh lama papi…papi belum lupa kan dua pria yang sempat di curigai ikut terlibat sabotase mobil mendiang Stella dan Rohmano…dan sampai kini belum di ketahui di mana kedua orang itu berada?”


“Gubran dan Frans…?” gumam Radin tanpa sadar.


“Siapa dua orang yang barusan papi sebut?” sela Ryan, yang tak begitu tahu soal masa lau kedua orang tua ini langsung bertanya.


Angelina akhirnya menceritakan siapa sosok dua pria itu, yang satu mantan tunangan Angelina sendiri, yang satu mantan kekasih Stella, ibu kandung Jenny, adiknya. Ryan kini mengangguk paham.


“Papi akan hubungi Kombes Jimi, teman lama Papi, biar dia ikut membantu mengatasi persoalan ini.”


Setelah di telpon, kurang dari 1 jam, Kombes Jimi kini sudah berada di rumah Radin. Saat melihat Ryan, Kombes Jimi kaget bukan main.


“Lho kamu Ryan, temannya Ranti, anak Om?”

__ADS_1


“Iya Om…!” sahut Ryan, yang kini baru sadar, ayah Ranti ternyata sahabat papinya.


“Emanknya kamu nggak tahu kalau Ryan ini anak sulungku Jimi?” sela Radin.


“Sama sekali nggak tahu pa Radin, si Ryan juga nggak pernah ngomong-ngomong kalau main ke rumah. Biasanya mereka datang bertiga dengan Bambang dan Tomi yang agak gemulai itu!” sahut Kombes Jimi tertawa kecil.


Setelah itu mereka berempat serius membicarakan soal penculikan Liana ini, Kombes Jimi kembali gunakan memancing ikan.


Yakni, Radin harus ikuti alur para penculik itu, sementara Kombes Jimi dan anak buahnya memantau dari jauh. Untuk kemudian menyergap para penculik tersebut.


Diam-diam Ryan agak salting setiap kali melihat Kombes Jimi, dan ini tak luput dari perhatian Angelina, wanita jelita ini terseyum penuh arti.


Paginya, Radin kembali menerima chat, kali ini para penculik blak-blakan minta uang tebusan sebesar 100 miliar, dalam nominal rupiah!


Para penculik juga menyebutkan tempat di mana Radin nanti mengantar uangnya.


Setelah minta pendapat Kombes Jimi, Radin pun meminta bendaharanya di kantor, agar segera tarik uang sebesar 100 miliar dalam pecahan rupiah.


Tapi yang bikin Radin tak habis pikir, kenapa Della Songko ikut terlibat dalam masalah ini?


“Kelak aku akan minta Kombes Jimi tangkap Della Songko, biar di interogasi, aku curiga dia terlibat dalam masalah ini,” batin Radin.


Tanpa sepengetahuan Radin, Ryan sengaja membuntuti papinya ini, ia sengaja tak masuk sekolah hari ini, karena penasaran.


Walaupun papinya tadi malam sudah melarangnya terlibat, tapi Ryan yang penasaran tak mau berpangku tangan.


Radin kini membawa mobil SUV nya sendirian tanpa sopir, sesuai permintaan para penculik tersebut.


Tempatnya ternyata agak ke daerah puncak, uang 100 miliar kini dia bawa di dalam mobilnya, yang tersimpan rapi di dalam 5 tas besar.


Ryan yang menggunakan motor sportnya, mengikuti dari kejauhan mobil papanya ini. Ryan sengaja pakai seragam sekolahnya, agar tak kentara.

__ADS_1


Radin kini sudah sampai di sebuah tempat sepi, sesuai permintaan para penculik. Tak lama kemudian ada sebuah mobil jenis MPV yang mengikuti mobil Radin dan ikut mampir di mana Radin berhenti.


Saat Radin turun dari mobil, tiba-tiba ada yang membekap mulut Radin, hingga Radin lunglai pingsan, karena kain yang di gunakan membekapnya itu mengandung obat bius.


Saat itulah ada 3 orang yang memindahkan tas-tas berisi uang ini ke mobil MPV itu, lalu secepat kilat mereka kabur ke arah puncak.


Mobil Radin juga di bawa salah satu penculik, dan mereka seolah berlomba agar cepat sampai ke tujuan


Ryan yang melihat hal itu dari kejauan kaget bukan main, dia pun langsung tancap gas mengikut mobil MPV dan mobil SUV mewah milik papa nya ini.


Tak pernah Ryan duga, papanya malah ikut terculik bersama uang 100 miliar yang di bawanya tersebut.


Mobil yang membawa uang dan Radin kini terus masuk ke kawasan puncak yang sepi dan dingin. Ryan juga mengamati terus dari jauh. Setelah lebih 1 jam, mobil ini terlihat berbelok di sebuah villa.


Radin yang tak sadar ini di papah dua orang masuk ke villa itu, lalu Radin di masukan ke sebuah kamar, kemudian tangannya di telikung ke belakang dan diikat. Lalu mulutnya di lakban.


Semua itu disaksikan dua orang pria setengah tua sambil tersenyum, lebih merekah lagi senyum mereka saat melihat 5 tas besar, yang masing-masing berisi 20 miliar.


“Hmm…setelah ini, kita bisa pensiun bro!”


“Lalu bagaimana dengan Radin ini, apakah kita bunuh saja?”


“Iya, kita bunuh, lalu kita buat seolah-olah dia kecelakaan seperti yang terjadi pada Stella dan suaminya dulu, otomatis jejak kita tak terlacak he-he…!”


“Mudah banget ya ternyata, si Radin begitu saja percaya dengan sandiwara yang kita buat bersama si Della Songko ha-ha-ha.”


Siapa kah ke dua pria ini…?


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2