
Ronde ketiga pun di mulai lagi, Ryan seakan punya tenaga ekstra, dia kini kembali merangsek mengejar Micahel Dado.
Sang juara bertahan awalnya kaget juga, Ryan yang awalnya dia anggap mulai lemah, karena terkuras tenaganya di ronde ke 2, kini malah kembali ganas. Seakaan punya tenaga dalam yang kuat.
Michael Dado tak gentar, dia melayani Ryan adu pukul jarak dekat yang sangat keras. Bunyi pukulan kedua petarung ganas ini.
Sama-sama ngotot dan sama-sama yakin akan mampu kanvaskan musuh, membuat pertarungan ini bikin semua penonton spot jantung. Sangat keras dan adu pukul jarak dekat tak terelakan.
Kedua petarung sama-sama mempunyai pukulan keras dan tidak ada yang mau mengalah, kombinasi pukulan kedua petarung seimbang dan sama-sama kuat.
Michael Dado yang dikatakan tahan pukul, benar-benar ingin tunjukan pada Ryan, kalau dirinya pantas jadi juara dunia yang tak terkalahkan, sejak merebut sabuk ini. Melawan Ryan merupakan pertandinganya yang ke 7.
Tapi inilah yang tak di sadari The Bulls, Ryan kini secara cerdik mulai melancarkan tendangan ke arah kakinya.
Kelabakanlah Michael Dado, ingin menghindar sudah terlambat, sebuah tendangan sangat keras telak menghantam lututnya.
The Bulls langsung sempoyongan, saat akan merangkul ketat tubuh Ryan, Ryan secara cerdik bergulingan. Lalu secara tiba-tiba melakukan tendangan sapuan yang tak kalah kerasnya.
Bukkk….krakkkk…!” Michael Dado terhempas ke kanvas octagon, dia berteriak kesakitan.
Semua penonton terkesima, wasit langsung merangkul tubuh Ryan, dan sang wasit pun memberi tanda, kalau pertandingan ini berakhir!
Ryan secara mengejutkan menang TKO di ronde ke tiga, tendangan sapuan Ryan ternyata membuat kaki kanan Michael Dado patah dan tak bisa lanjutkan pertandingan.
Ribuan penonton langsung terdiam! Mereka sama sekali tak menyangka, sang juara bertahan patah kakinya dan kini kalah secara menyakitkan.
Bambang Cs malah jadi pusat perhatian, karena mereka berjingkrak-jingkrak kesenangan merayakan kemenangan Ryan.
__ADS_1
Tiba-tiba tepuk tangan bergema, ribuan penonton langsung beri applus panjang buat Ryan, yang terlihat tidak merayakan berlebihan kemenangannya, kecuali hanya melambai sambil memberi tanda ciuman buat penonton.
Sikap Ryan ini dianggap sebagai sikap seorang ksatria, tak perlu harus merayakan berlebihan. Apalagi Michael Dado terlihat meringis dan kakinya langsung di ikat dan di tandu keluar dari arena octagon.
Kemenangan Ryan ini juga harus di bayar mahal oleh sang juara dunia baru ini. Matanya sampai sulit melihat, wajah Ryan bengkak-bengkak, bibirnya masih mengeluarkan darah.
Pertarungan keras dan berdarah-darah harus Ryan lakoni hingga ronde ke tiga. Julukan Rja KO ronde ke tiga makin bergema hebat.
Ryan Sasmita sudah mencetak sejarah, mampu tumbangkan sang juara dunia yang sangat digjaya. Karena sudah 6X pertahankan gelar, tapi yang ke 7 kalinya, The Bulls pun tak berdaya, bahkan inilah satu-satunya kekalahannya, selama berkarir sebagai atlet tarung bebas profesional.
Ryan pun kini pertajam rekornya, dengan 22 naik ring, 20X menang, 1X kalah dan satu tanpa pemenang, ketika melawan Panchorn Ado di Bangkok dulu.
Ryan juga cetak rekor, pertama kali dan satu-satunya petarung asal Indonesia yang mampu jadi juara dunia di kelas ini.
Usia bertarung, Ryan juga harus di bawa ke rumah sakit untuk obati luka-lukanya. Juga bengkak di wajahnya yang makin bertambah besar, hingga dia sampai kesulitan melihat.
Ranti pun dengan setia menemani Ryan, selama pemuda ini berada di rumah sakit, sementara Bambang Cs, aseek jalan-jalan di kota judi ini.
Melihat Ranti yang sampai ketiduran di samping ranjangnya, Ryan membelai rambut Ranti dan ucapkan terima kasihnya.
Ranti pun terbangun dan tersenyum melihat wajah Ryan kini tak lagi menyeramkan. Bengkak sudah di wajah sudah kempes, walaupun biru-biru masih terlihat, agaknya butuh waktu berhari-hari lagi agar normal lagi.
“Selamat sehat lagi jagoan…kapan nih bikin pengumuman mundur selamanya dari dunia keras ini!” tagih Ranti, yang masih ingat dengan ucapan Ryan, yang akan mengundurkan diri usai jadi juara dunia.
“Apakah ini akan jadi kado pernikahan kita Ranti!”
“Menikah…jangan ngaco ahh, kapan kamu melamar aku?”
__ADS_1
“Malam ini…saat ini juga, aku melamar kamu jadi istriku dan akan meninggalkan dunia berdarah-darah ini selamanya…!” ucapan Ryan sangat tegas, tak ada keraguan lagi.
“Hmmm…masa melamar nggak ada romantis-romantisnya, di rumah sakit lagi.” ceplos Ranti tersipu malu, tapi diam-diam hatinya langsung berbunga-bunga.
“Kamu setuju kan…tolong jawab sekarang…?”
“Emmm…terserah papa dan mamiku lah…kalau mereka setuju, aku sebagai anak harus berbhakti dong. Kalau mereka nolak, kamu nggak boleh nangis bombay yaaa…!” olok Ranti, hingga Ryan gemes sendiri.
Bambang cs tiba-tiba masuk kamar, hingga pembicaraan soal lamaran tadi terhenti, karena Bambang, Budi, Anwar dan Tomi ramai berceloteh.
“Nggak usah buru-buru pulang yaa…seminggu lagilah di sini, aku belum puas jalan-jalan di Amrik nih!” cetus Bambang.
“Alaaahhh…ye itu, paling ngejar bule-bule cantik!” sela Tomi.
“Iya donk, gue kan mau perbaiki keturunan kelessss…!” sahut Bambang cuek. Tak lama kemudian bergabung juga Bang Ramon dan Johanes, yang sangat berbahagia Ryan hanya luka luar, tidak ada cedera berat.
Bang Ramon langsung bawa 3 koran yang heboh beritakan kemenangan tak terduga Ryan ini, yang uniknya ada dua penantang yang siap ladeni Ryan.
Bahkan ada juara dunia di kelas lain yang menantang Ryan, untuk satukan dua gelar juara dunia, dan salah satunya kelak pasti akan jadi juara dunia sejati.
Ryan sampai memandang wajah Ranti, dan gadis cantik lembut ini melotot menatap ‘kekasihnya’. Seakan ingin katakan, mau bertarung lagi atau akan kehilangan dirinya.
“Baru juga juara dunia bang, aku belum mikirkan soal bertarung lagi. Setidaknya, aku ingin istirahat dululah.” Ceplos Ryan, hingga Bang Ramon yang tadi sangat bersemangat tersenyum saja dan bilang itu keputusan tepat.
“Betul sekali, kamu butuh liburan Ryan dan menikmati menjadi seorang Juara Dunia!” Bang Ramon pun sadar, kalau anak asuhnya ini baru 3 hari yang lalu juara dunia.
Apakah Ryan benar-benar akan pensiun…?
__ADS_1
*****
BERSAMBUNG