
Sore yang indah, nayra datang ke taman untuk yang ke sekian kalinya dengan harapan yang masih sama.
Nayra membawa sebuah kotak yang berisi cake dan bergegas ke sudut taman.
Seorang laki-laki duduk menunggu di sudut taman sedari tadi. Hingga nayra tiba dan duduk di sampingnya.
"Ada apa lagi?" tanya reyhan tanpa melihat nayra.
"Aku mau kasih ini ke kamu." kata nayra sambil memberi kotak yang tadi ia bawa.
"Buat apa?" tanya reyhan sambil menerima kota yang nayra berikan padanya.
"Sebagai permintaan maaf." jawab nayra.
Reyhan membuka perlahan kotak itu dan melihat isinya.
"Aku sudah tau." kata nayra tiba-tiba.
"Tau apa?" tanya reyhan bingung.
"Novi sudah cerita, dia bilang kalo kamu lupa ingatan." jalas nayra.
Reyhan diam tanpa bicara mendengar perkataan nayra.
"Apa kamu betulan enggak ingat sama aku?" tanya nayra.
"Maksudmu?" tanya reyhan bingung.
"Apa kamu betulan lupa?" tanya nayra.
"Iya. Aku enggak ingat dan aku lupa." jawab reyhan.
__ADS_1
"Kalo kamu betul-betul lupa sama aku, apa kamu bisa makan cake itu?" tanya nayra.
"Maaf nay, aku udah kenyang." kata reyhan sambil meletakkan kotak cake itu di kursi lalu berdiri. "Ada baiknya kalo kita enggak usah ketemuan lagi." kata reyhan.
"Tapi kalo kita ketemu lagi, apa kamu bisa ingat aku?" tanya nayra dan reyhan tidak menjawabnya. "Kalo enggak bisa, seidak kamu pura-pura ingat." kata nayra dengan suara yang gemetar.
Reyhan melangkahkan kakinya meninggalkan nayra di taman itu. Ia melaju di atas jalan raya menggunakan motornya dengan kecepatan tinggi.
Semua memory yang reyhan simpan sejak dua tahun lalu kembali mengacaukan fikirannya.
Flashback.
Empat tahun yang lalu. Reyhan sedang belajar bermain gitar di dalam kamarnya dan ponselnya bergetar.
Papa.
"Rey, tolong antarkan uang jajan novi hari ini. Papa ada urusan."
Novi segera turun saat melihat reyhan ada di halaman asrama.
"Papa mana?" tanya novi manyun.
"Ada urusan katanya." kata reyhan sambil mengelus kepala adiknya.
Reyhan melihat asrama itu dari luar dengan rasa cemas.
"Kamu betah disini?" tanya reyhan.
"Kenapa?"
"Keliatannya sepi." kata reyhan lalu melihat ke balkon yang ada di lantai tiga.
__ADS_1
"Liat apa sih?"
"Siapa dia? kenapa berdiri di sana? itu kan bahaya." kata reyhan.
"Itu kakak kelasku. Dia enggak banyak bicara. Aku sudah sering liat dia di situ, awalnya aku kira dia mau bunuh diri." jelas novi.
"Kemana dia?" kata reyhan saat kembali melihat ke atas.
Seorang perempuan tiba-tiba keluar dari gerbang asrama. Ia berjalan melalui novi dan reyhan yang sedang meliriknya menuju toko yang ada di samping asrama.
"Itu yang di atas tadi kan?" tanya reyhan.
Novi mengganggukkan kepalanya. "Mana uang jajanku?' tanya novi.
"Ada. Tapi aku mau minta tolong." kata reyhan.
"Apa?" tanya novi.
"Salamkan aku sama perempuan tadi." kata reyhan.
"Aku enggak yakin tapi akan ku coba." kata novi.
Reyhan tersenyum dan mengusap kepala adiknya. "Terima kasih." kata reyhan lalu mengeluarkan uang yan di titipkan pak herman dan memberikan uang itu pada novi.
"Sama-sama." kata novi menerima uang itu dan masuk ke dalam.
...*****...
Novi melihat nayra sedang menulis sesuatu di aula dan menghampirinya.
"Hai kak." kata novi sambil tersenyum dan duduk di sampingnya.
__ADS_1