
Ryan akhirnya di bolehkan berkarir di dunia berdarah-darah ini, walaupun telinganya sampai ‘bengek’ menerima nasehat pedas dan menohok dari kakek dan neneknya, juga Mami nya.
Sedangkan Radin, ayahnya hanya singkat saja berkata, daripada Ryan suka tawuran atau berkelahi di jalanan, mending di salurkan di tempat yang pas, yakni bertarung di ring. Lucunya, Radin malah beri batasan, begitu Ryan juara nasional, maka Ryan harus berhenti saat di puncak karir.
“Seorang juara sejati adalah berhenti kala di puncak, bukan harus jatuh bangun baru pensiun. Ingat kamu bertarung bukan cari duit atau ketenaran. Tapi hanya hobby bukan?” itulah nasehat ayahnya, yang di benarkan dalam hati oleh Ryan.
Ryan bakal di beri uang hingga 7 triliun di rekening pribadi-nya, sesuai janji dulu si papi-nya ini. Yakni Ryan boleh kelola keuangan sendiri, ketika sudah lulus SMU.
3 bulan kemudian Ryan kembali naik ring, kali ini Radin ikut nonton langsung dengan Angelina. Angelina sampai tegang bukan main saat melihat Ryan bertarung brutal dan berdarah-darah.
Namun saat melihat musuhnya terkapar dan Ryan kembali menang KO di ronde ke tiga, Angelina malah berjingkrak-jingkrak kesenangan. Radin sampai mencubit pinggang istrinya agar duduk lagi.
“Duduk sayang…malu-maluin…lihat tuh kamera nyorot Mami,” bisik Radin, hingga Angelina kaget dan langsung duduk sambil tertawa lega, karena si ‘Abang Besar’ ini benar-benar perkasa di atas ring.
Setelah kemenangan kedua yang sangat menyakinkan ini, sehingga Radin mulai dapat julukan ‘si Young Raja KO’. Ryan fokus dengan pendidikannya, karena sebentar lagi ujian akhir nasional, alias akan lulus dari SMU.
Semenjak jadi atlet profesional, Ryan benar-benar di segani di sekolah, bahkan pelajar yang suka tawuran pasti mikir-mikir, kalau sudah menyangkut SMU 69, sekolahnya Ryan cs.
Karena salah satu ‘tokohnya’ adalah atlet profesional tarung bebas, dan sudah 2X bikin KO musuh dengan wajah bengap dan berdarah-darah.
Tapi, semenjak Amanda dan Rika berkelahi memperebutkan dirinya, dan kini Ryan sudah tahu kelakuan keduanya, Ryan mulai jaga jarak.
Ryan malah kini lebih dekat dengan si penyanyi cantik, Aura Minanti, keduanya bahkan jadi bahan gosip yang panas, sebagai pasangan kekasih yang sepadan.
Yang satunya penyanyi yang sedang naik daun, yang satunya atlet tarung bebas yang ganas dan tak kenal kompromi.
Ryan pun kini lulus SMU, dia memutuskan tidak melanjutkan ke LN, tapi kuliah di Kampus Universitas Nusantara. Sebuah kampus swasta paling bonafid dan terkenal mehong UKT atau Uang Kuliah Tunggal-nya.
__ADS_1
Empat sahabatnya ikut kuliah di sini, karena Ryan yang meminta dan menjamin biaya ke 4 nya. Bambang, Tomi, Budi dan Anwar tentu saja jingkrak-jingkrak kesenangan, karena kuliah gratis sampai lulus.
Walaupun satu kampus, tapi jurusan mereka beda, Bambang ikut Ryan di jurusan Manejemen Bisnis, Budi di Teknik Sipil, Anwar di Hukum dan Tomi ternyata memilih kedokteran, si ngondek ini punya cita-cita ingin jadi ahli kecantikan!
Lulus SMU dan bersiap jadi anak kuliahan, Ryan kembali naik ring octagon hingga 2X, dan lagi-lagi kedua musuhnya KO di ronde ketiga.
Remaja yang kini sudah menjadi pemuda ini benar-benar ganas di ring octagon. Benar kata Bang Ramos, keistimewaan Ryan terletak di pukulan tangan kanannya dan tendangan kaki kirinya yang mematikan.
“Satu kali pertandingan lagi, kamu akan menantang juara Interconental, setelahnya siap-siap nantang juara nasional,” janji Bang Ramos, yang bertindak sebagai pelatih kepala, sekaligus menajernya.
Angelina kini sudah bosan menegur si sulung, dia membiarkan saja Ryan berkarir jadi petarung ganas.
“Tuh udah 20 tahunan lebih usianya,” itulah alasan Angelina tak lagi terlalu memikirkan kelakuan Ryan yang makin aseek dengan dunia kerasnya.
Karena Angelina lebih memikirkan Jenny dan Delima yang sudah menjelma jadi gadis-gadis jelita, serta si tengil Delano yang makin besar dan sudah masuk SD.
Sehingga dia kalau berkunjung ke rumah kakek dan neneknya, ortu mendiang ibunya, Langga Wijaya dan Tante Yose Wijaya, kedua kakek dan neneknya ini sering menangis memeluknya, ingat dengan ibunya, Stella. Dan biasanya Jenny wajib nginap sampai 2 atau 3 malam di rumah kakek neneknya ini.
Radin kadang berbisik ke Angelina, betapa miripnya Jenny kini dengan Stella, walaupun tekstur wajahnya juga mirip Radin. “Moga kelakuannya tak seperti Stella saat muda ya Mi..?”
“Iya nggak lah Pi, aku sudah mendidik Jenny dengan baik, kan papi lihat, nggak ada bedanya dengan Ryan, Delima dan Delano.”
Ryan mengecup bibir istrinya dan berterima kasih, karena Angelina benar-benar istri yang baik dan idaman. Karena mampu mendidik anak sambungnya ini dengan baik. Radin sampai kini tetap mesra dengan istri jelitanya ini.
*****
Ryan baru selesai syuting, untuk keperluan iklan, semenjak 4X naik ring dan musuh-musuhya selalu keok KO, Ryan kini kebanjiran endorse.
__ADS_1
Syutingnya di daerah kumuh dan padat di ibukota ini. Ryan izin dengan sutradara dan kru untuk jalan-jalan dulu.
Tanpa sadar, Ryan malah masuk ke kawasan yang terkenal daerah ‘Texas’ di Jakarta ini, tapi Ryan yang tak pernah takut santai saja berjalan.
Dia bahkan tak ubahnya pemuda kebanyakan, pakai kaos oblong warna abu-abu, dengan celana jeans warna denim sobek-sobek di lutut, di padu topi di kepala. Tentu saja tak ada yang kenal dengannya.
Saat Ryan masuk ke sebuah gang yang padat, terlihat 3 orang sudah mengamati dirinya. Walaupun pakai kaos dan jeans, tapi mata 3 orang ini sudah bisa menerka kalau Ryan bukan remaja kere.
“Lihat sepatunya…itu kan sepatu mehong, pemuda ini bisa jadi makanan empuk…nah…lihat tuh ponselnya, itu ponsel mehong coiii!” bisik salah satu dari 3 orang ini.
Saat itu Ryan memang sedang menerima telpon dari sutradaranya yang bilang mereka duluan pulang. “Oke silahkan, aku gampang saja, masih pingin jalan-jalan dulu,” sahut Ryan.
Baru saja akan memasukan ponsel-nya ke kantong, Ryan kaget ponselnya tiba-tiba di rampas. “Heii…kembalikan ponselku!” sentak Ryan.
Pria yang merampas ponselnya kini tertawa saja, lalu dengan entengnya mengantongi ponsel berharga lebih 30 jutaan itu.
Bahkan ketiganya kini malah mengurung Ryan. “Heii mau apa kalian menganggu dia…!” tiba-tiba Ryan kaget, terlihat seorang wanita cantik, tinggi semampai menegur ke 3 orang begundal ini.
Ryan yang ingin bersuara, langsung terdiam dan kini dia malah penasaran, mau apa wanita cantik yang tingginya hampir sama dengannya ini, begitu berani menegur ke 3 begundal tersebut.
“Ehh ayank Dewi, pergi sono sekolah ajee yaa, biar cepat lulus sekolahnya dan bisa jadi polisi hi-hi-hi!” ejek orang yang tadi mengambil ponsel Ryan.
Ryan makin tertarik, agaknya wanita tinggi semampai yang bernama Dewi kenal dengan ke 3 begundal ini.
Siapakah gadis cantik tinggi semampai ini…?
*****
__ADS_1
BERSAMBUNG