Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 102: Sandiwara Bella Akhirnya Ketahuan


__ADS_3

Radin tersenyum saja mendengar pengakuan jujur Ryan soal Bella, sebagai mantan bangor Radin paham, anak sulungnya ini sedang pusing.


“Sekarang papa mau tanya, apakah kamu benar-benar cinta dengan Bella atau hanya nafsu semata..? Jawab jujur dulu!”


“Eee…sejujurnya…hanya nafsu pah…karena cinta Ryan…ada pada seseorang, tapi dia sampai kini belum mau menerima cintaku!” aku Ryan malu-malu, tapi jujur. Tapi dia sengaja rahasiakan siapa wanita itu.


“Hmm…mau jadi biawak kok nanggung sih. Hebat juga ada wanita yang nolak kamu..mungkin karena kamu bangor, lalu si wanita ogah dengan kamu…harus kamu perjuangkan wanita model begitu, dia pasti tipikalnya mirip Mami kamu!” olok Radin, tapi sekaligus buka mata anaknya ini.


“Pah…kasih cara dong, agar nggak pusing?” Ryan kini menatap wajah papahnya yang masih tampan walaupun sudah hampir kepala 5 usianya, yang di tatap senyum-senyum saja.


“Caranya…jadilah pria setia dengan satu wanita, contohlah papa dan mami kamu. Kalau nggak kenal mami kamu, mungkin papah masih jadi biawak!” cetus Radin apa adanya.


“Apa Ryan harus perkosa dulu wanita itu, kayak papah…!” Ryan tergelak, hingga Radin melempar bantal kecil ke wajah anaknya ini.


“Jangan macam-macam yaa, kalau kamu berani begitu papah hajar kamu. Kasus papa dan mami kamu beda,” sentak Ryan, malu juga di balas anaknya.


“Ma-maaf pah, Ryan hanya bercanda, habisnya papah sama mami kalau udah becanda, itu mulu di ungkit, terutama mami,” sahut Ryan masih tertawa.


“Nahh itu, satu lagi ilmu soal wanita, bibir mereka bisa memaafkan. Tapi sampai kapanpun tak pernah bisa melupakan. Untung saja mami kamu juga cinta ke papa! Coba kalau Mami kamu tak cinta, apa nggak kayak neraka rumah tangga papi dan mami kamu ini. Masih ingat kan sejarah papah dengan mami-nya Jenny?”


Ryan tentu saja ingat, papahnya sebelum menikahi mami nya, pernah menikah dengan Tante Stella, maminya Jenny, adiknya.


“Betul juga ya pah, wanita emank mahluk susah di pahami!”


“Tu…makanya hati-hati, jangan sampai kamu ulangi kelakuan papah saat muda. Jadilah lelaki jantan, berani berbuat berani tanggung jawab. Kalau memang Bella itu hamil akibat ulah kamu, kamu harus nikahi dia…tapi masalahnya…kamu tak cinta, nah gimana solusi kamu?”


“Ryan akan ajak Bella ke dokter pah, untuk cek kehamilannya. Ehhh…Bella nya nolak terus. Alasannya malu, hamil duluan…jadi gimana pah?”


Radin ikutan terdiam…pusing juga dia dengan masalah anak sulungnya ini. Tiba-tiba masuklah Angelina, melihat anak dan suaminya ini sama-sama diam di ruang kerja yang mewah ini, Angelina langsung menegur.


Radin menatap Ryan, sekaligus beri kode, agar si sulung yang bandel ini, jangan cerita, Ryan cepat paham.

__ADS_1


“Nggak ada masalah kok Mi, biasalah papa hanya tanya soal study saja!” ceplos Ryan, yang lalu buru-buru mau pergi.


“Ehh ni anak, mau kemana? Mami datang malah mau pergi, sini duduk!” sentak Angelina, Ryan paling ngeri dan segan kalau ibunya ini sudah ngomong tegas begitu.


“Jujur saja kamu Ryan…ada apa…? Kemarin Mami terkaget-kaget pacar kamu datang ke sini!” semprot Angelina.


Alangkah terperanjatnya Ryan, tapi Radin tenang-tenang saja, sebagai pria berpengalaman, dia ingin tahu apa sekarang solusi anaknya ini.


“Bella, nemuin mami…ngomong apa dia Mi..?”


“Dia bilang…kena musibah…keguguran…!”


“Hahhhh…?”


“Jangan hahh-hahh saja, kenapa kamu sampai bikin bunting anak orang. Kasian tau nggak! Coba kalau adik-adik kamu di bikin orang gitu, gimana perasaan kamu…?” bentak Angelina, hingga Ryan langsung terdiam.


“Ba-baik mi…Ryan akan temui Bella…Ryan akan bertanggung jawab…!”


Ryan langsung mengangguk lemah. “Iya Mi…Ryan akan bertanggung jawab dan nikahi Bella…kasian Bella!”


“Sebentar…papa tidak menolak rencana Ryan menikahi Bella, itu bagus. Artinya Ryan bertanggung jawab…! Pertanyaan papah, benar nggak si Bella ke guguran? Mami yang dokter harusnya tanya…apakah Bella sudah ke dokter. Se ingat papah, orang yang ke guguran rahim nya harus di kuret dan…pastinya masih di rawat!”


“Ehh benar juga yaa…si papi tumben pintar, kenapa Mami malah lupa soal itu. Mami lihat sih kemarin itu si Bella biasa-biasa saja, walaupun mewek saat cerita!” gumam Angelina, tapi suaranya di dengar Radin dan Ryan.


“Sekarang apa rencana Mami..?” Ryan kini menatap kedua orang tuanya.


“Mami akan ajak Bella ke dokter kandungan, kita cek rahimnya?” sahut Angelina tegas.


*****


Bella awalnya bahagia, tapi kini kaget sekali saat Ryan bilang siap nikahi Bella. Tapi Ryan bilang, ibunya ingin ajak Bella ke dokter kandungan.

__ADS_1


“Duhh aku nggak mau, aku malu Ryan?” Bella tetap bersikukuh dan kasih alasan.


“Bella…kalau kamu memang ke guguran, akan sangat berbahaya. Kata Mami kandungan kamu itu, bisa jadi penyakit dan malah bisa mandul. Rahim kamu harus di kuret atau di bersihkan!” desak Ryan, Bella terlihat kebingungan, dari sini Ryan mulai curiga, kekasihnya ini agaknya mempunyai sebuah rahasia.


Saat ini Ryan dan Bella sedang berada di apartemen. Ryan sengaja membawa Bella untuk di ajak bicara serius.


Tiba-tiba Bella kaget setengah mati, saat Ryan menarik tubuhnya, lalu menindih tubuhnya ke kasur.


“Ryan apa yang kamu lakukan, aku nggak siap bercinta saat ini!” pekik Bella kaget.


Tapi Ryan tak peduli, dia menarik celana Bella dan menarik pula CD Bella dengan paksa, tentu saja Bella tak berdaya, karena tubuh Ryan kokoh dan kuat.


Setelah CD nya terbuka dan Ryan melihat bentuk rahimnya, Ryan berdiri dan melemparkan CD itu ke tubuh Bella.


“Bella…tega sekali kamu berbohong, selain ke aku juga ke mami aku…padahal aku sudah niat menikahi kamu…! Tapi kamu pakai sandiwara hamil dan keguguran…huhh…!”


Bella terdiam, tak dia sangka Ryan ternyata lebih cerdik, kini ketahuan lah belangnya yang sengaja berbohong.


Rahimnya tidak menunjukan tanda-tanda habis keguguran, dia lupa Ryan adalah bangor muda. Ilmu ‘rahim’ pun sudah di jelaskan Mami nya ke dia, saat dirinya di sidang ortunya, soal Bella ini beberapa hari yang lalu.


“Ryan…ma-maafkan aku…aku cemburu, soalnya kamu makin dekat dengan Ranti..!”


Ryan kini menoleh ke arah Bella. “Tapi bukan begitu juga kale Bella, masa ngaku-ngaku hamil dan keguguran segala…kan bikin malu!” sungut Ryan kesal.


“Tapi…kamu mau kan nikahi aku…? Aku udah bicara dengan papa dan mamaku, mereka sudah setuju dan kasih restu?”


Ryan langsung terdiam…pusing sendiri!


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2