Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 119: Keputusan Mengejutkan, Ranti Kecelakaan Hebat!


__ADS_3

Bambang Cs tak henti-henti berjingkrak-jingkrak, Ranti pun tak sadar bertepuk tangan. Gedung pertandingan bergemuruh, seolah hampir mau runtuh, saat Ryan Sasmita dipasangkan 2 sabuk sekaligus di pinggangnya.


Sang juara dunia dua sabuk ini telah mengguncang dunia, karena dialah satu-satu petarung bebas dari Indonesia, bahkan Asia yang mampu sandingkan sabuk juara dunia tarungbebas ini.


Radin dan Angelina yang turut menyaksikan langsung di rumah mewah mereka bersama Jenny, Delima dan Delano juga jingkrak-jingkrak, terutama Delima dan Delano.


“Makan apa si Ryan ya pah, kok segitu hebatnya, mampu juara dunia hingga dua sabuk sekaligus!” gumam Angelina, bangga bukan main melihat si sulung se hebat ini.


“Kan hasil di bikin dengan kekerasan, makanya…aduhhhhh…!” Radin kaget bukan main, pahanya di cubit keras Ange. Hingga Jenny, Delima dan Delano menoleh kaget.


“Kenapa pah..?” seru Delima heran, di tatap Jenny dan Delano.


“Ini papa kalian nginjak kaki mami, makanya mami balas injak, sebellll…!” sungut Angelina dengan wajah cemberut, hingga Radin terbahak. Senang sekali hatinya goda istrinya, yang tetap cantik di usia setengah tua ini.


Kasus 28 tahunan yang lalu emank jadi bahan ledekan kedua suami istri yang tetap harmonis ini, sehingga kadang ketiga anak mereka ini kebingungan.


Tapi semakin dewasa, Jenny, Delima dan Delano jadi paham dan mereka juga pernah iseng-iseng buka artikel lama.


Di mana ayah mereka pernah di penjarakan si mami bawel mereka ini. Karena itu tadi, berani tabrak pagar ayu si mami jelita ini, hingga lahirlah Abang besar mereka.


“Untung papah cinta mati sama mami yaa…kalau nggak, nggak bakalan ada kita!” bisik Delima pada Delano dan juga si lembut Jenny.


Di Riyad, seperti biasa Ryan di bawa ke rumah sakit untuk periksa tubuhnya, apakah ada cedera berat, ternyata hanya luka luar.


Di kamar hotel, Ryan memandang wajah teduh Ranti. “Jadi…pria itu..?”


“Hmm…dia Dino, paman aku tauuu…adik ibuku, macam-macam kamu bakal di tembaknya, karena dia tentara!” sungut Ranti, hingga wajah Ryan yang sudah berkurang bengapnya tertawa lega.


Dan dua hari kemudian, hebohlah kembali jagat media, tak kalah hebohnya dengan keberhasilan Ryan taklukan Juan Carlo.

__ADS_1


Di lobby hotel bintang 5 yang di sulap jadi konpers dadakan di Riyad ini, Ryan umumkan sesuatu yang menggemparkan.


Di dampingi Ranti, dan 3 pelatihnya, Ryan mengumumkan mengundurkan diri sebagai petarung bebas dan akan beristirahat, karena akan menikahi…Ranti.


“Mr Ryan, apakah hanya karena menikah anda mundur di saat karir Anda lagi menjulang?” desak wartawan.


“Iya…aku ingin hidup tenang sebagai orang biasa dan membina keluarga, bukan lagi jadi petarung!” sahut Ryan kalem.


“Mr Ryan, seandainya ada yang nantang dan bayarannya 2X lipat atau lebih dari yang sekarang, apakah Anda akan kembali naik ring octagon,” desak ratusan wartawan lagi.


Ryan malah menoleh ke Ranti, lalu berpaling ke wartawan lagi. “Aku akan izin dengan calon istriku ini, kalau dia setuju, maka aku akan naik ring lagi. Tapi kalau dia melarang, aku pun tak bakal comeback!” sahut Ryan kalem, hingga Ranti tersenyum sendiri.


Setelahnya Ryan pun mengajak Ranti dan 3 pelatihnya undur diri, sehingga wartawan makin penasaran, kenapa baru 2 hari sandang gelar sebagai juara dunia dua sabuk, Ryan malah mengundurkan diri.


Besoknya, Ryan dan rombongan langsung pulang ke Jakarta, dengan carter private jet. Walaupun sudah undur diri, tapi dua sabuk tetap di bawa. Sampai kelak akan diperebutkan penantang wajib Ryan.


Keputusan sudah Ryan buat, walaupun James Toy dan Aseng Jaya sangat menyayangkan keputusan Ryan tersebut.


*****


“Ya sudah, kalau kamu memang niatnya begitu, papa dan mami akan atur jadwal ke rumah Brigjen Jimi dan Tante Tuti, untuk lamar Ranti buat kamu!” sahut Radin senang, sekaligus lega, kini anak sulungnya sudah berhenti sebagai petarung bebas.


Kedatangan ortu Ryan bersama Rudi Sasmita kakek dan Rina, neneknya ke rumah Brigjen Polisi Jimi di sambut antusias keluarga ini.


Anak mereka Ranti yang sudah berusia hampir 27 tahunan dan pernah gagal bertunangan, hari ini di lamar Ryan, seorang petarung juara dunia dan anak seorang crazy rich.


Seminggu sebelum acara pernikahan, Ryan ajak Ranti jalan-jalan untuk mencari cincin pertunangan.


Keduanya selalu bergandengan tangan dengan bahagia, karena sebentar lagi akan menjadi suami istri. Usai cari cincin keduanya bermaksud cari makan siang.

__ADS_1


Namun saat aseek berjalan menuju ke parkiran, tiba-tiba ada sebuah mobil melaju sangat kencang di halaman parkiran ini.


Saat itu Ranti berjalan agak di belakang Ryan. Ryan refleks menoleh. “Rantiiiii awasssss…!” teriakan kaget Ryan sangat kencang…tapi mobil yang melaju kencang itu sudah sangat dekat dan….bummmmm…Ranti yang terkaget-kaget tak bisa menghindar.


Tubuhnya terlempar hingga 10 meteran dan berlumuran darah.


Mobil penabrak itu langsung kabur dari area parkiran dan menghilang di jalan raya, Ryan histeris bukan main melihat Ranti yang tak bergerak-gerak lagi, di area parkiran.


Semua orang terpana dengan kejadian yang tak di sangka-sangka ini, dan tak mengira ada orang yang coba membunuh wanita jelita nan lembut ini.


Ryan terduduk lesu dengan pikiran kalut di depan IGD, sudah 2,5 jam belum ada kabar bagaimana nasib Ranti yang langsung di tangani 4 dokter sekaligus.


Tak lama datang berturut-turut Radin dan Angelina, lalu Brigjen Jimi dan istrinya Tante Tuti yang terus-terusan menangisi tragedi yang menimpa anaknya.


Radin berkali-kali menepuk bahu Ryan, agar anaknya ini bersabar dan terus berdoa. Brigjen Jimi sibuk menelpon sana sini, terutama anak buahnya di Mabes Polri, karena anak kandungnya jadi korban percobaan pembunuhan.


“Sabar yaa…jangan bertindak sendiri untuk cari pelakunya, serahkan pada calon mertua kamu, yang akan menyidiknya!” Radin lalu memeluk anaknya yang terlihat syok ini. Angelina juga terus-terusan membujuk calon besannya yang terus-terusan menangis.


Setelah 3,5 jam tim dokter keluar dari IGD, dan mereka menyampaikan kabar tak baik…Ranti mengalami koma dan hanya keajaiban Tuhan yang bisa menyembuhkannya.


Ryan bak tak ada tulang lagi, tubuhnya langsung lunglai, antara pingsan dan tidak, Tante Tuti pingsan. Angelina terduduk dan Radin serta Brigjend Jimi terpaku tak bisa bicara.


Percobaan pembunuhan terhadap Ranti ini menggemparkan jagat media, lebih gempar dari saat Ryan mengundurkan diri dari ring octagon.


Bambang, Budi, Anwar, terlebih Tomi sampai tak bisa bicara, saking kagetnya dengan musibah yang menimpa Ranti.


Setelah satu malam di ruang ICU, Ranti yang koma kini di bawa ke ruang khusus dan akan jalani pengobatan intensif, sambil menunggu ke ajaiban Tuhan.


Ryan tak pernah mau pulang dari rumah sakit, dia bilang akan terus menunggui calon istrinya ini sampai Ranti kelak sadar dari komanya.

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2