Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 110: Menggantung Cinta


__ADS_3

“Hmm…tumben nanya itu, hubungan kamu dengan Bella gimana, lanjut apa nggak nih?” Ranti malah balik bertanya sambil menatap wajah Ryan.


“Saat ini…makin renggang, agaknya bentar lagi aku jomblo!” sahut Ryan enteng, karena memang sudah lama mereka tak lagi berkomunikasi dengan Bella lagi.


“Kulihat kuliah kamu juga makin berantakan, kamu terlalu aseek dengan dunia keras ini. Malah ku dengar kabar, kamu sudah mundur jadi Ketua BEM di kampus, benarkah?” Ranti kini kembali menatap Ryan.


Ryan menghela nafas dan mengiyakan, dia akui kalau saat ini terlalu aseek dengan dunia pertarungan keras tanpa kompromi ini. Dengan alasan sangat menikmati pertarungan demi pertarungan.  Sehingga tak bisa bagi konsentrasi di kampus sebagai Ketua BEM.


“Orang tua kamu tak marah? Ehh aku jadi kangen pingin ketemu si tante cantik, mami kamu itu.” ceplos Ranti. Ryan tersenyum, karena dia tahu ibunya sejak dulu memang sangat menyukai Ranti. Tiba-tiba muncullah idenya.


“Iya nih, kamu sombong banget, mami aku sering nanyain kamu loh, katanya mana si Ranti. Kok nggak pernah ke rumah berkunjung!” Ryan sengaja bohong, karena dia diam-diam berharap Ranti mau datang ke rumah ortunya.


“Ahh benarkah, oke dehh, minggu aku akan ke rumah kamu, mau kunjungi tante Ange, kebetualn hari minggu ini kami tak ada jadwal manggung!” Ranti tersenyum manis dan Ryan kini sumringah.


Hari Minggu Angelina heran melihat Ryan terlihat mondar-mandir, seperti ada yang di tunggu.


“Ryan, kamu kenapa sih, dari tadi mami lihat bolak-balik saja. Nungguin siapa sih?” Angelina jadi kepo dengan kelakuan anak sulungnya ini.


Jenny yang sedang asek baca novel, ikutan menatap abang besarnya, dia melepas kacamatanya dan ikutan memperhatikan ulah Ryan yang beda dari biasanya.


“Ahh enggak kok mi, hanya pingin jalan doank?” elak Ryan, lalu duduk di dekat Jenny, sambil mengedipkan mata. Jenny sudah tahu, karena Ryan sejak tadi malam berbisik, kalau Ranti mau ke sini.


“Sabar ajah, kalau jodoh nggak bakal ngabur kok?” bisik Jenny lembut. Angelina menatap heran kedua anaknya berbisik-bisik.


Ryan selalu terbuka dengan adiknya yang cantik lembut ini, apalagi profil wajah Jenny sangat mirip Ranti. Sama-sama lembut dan pastinya cantik jelita.


“Delano mana mi, dari pagi si tengil nggak keliatan, Delima juga kemana?” Ryan sengaja alihkan pembicaraan.

__ADS_1


“Si Delano katanya latihan motor cross, adikmu yang bungsu itu suka banget balapan. Katanya malah mau ikut GP segala kalau udah besar, bikin pusing saja, hobby kok balapan. Si Delima ada es-kul,” Mami Ange kini ikutan duduk menghadap kedua anaknya.


Orang yang di tunggu-tunggu datang juga, sebuah sedan sport terlihat ke halaman besar rumah ini.


Ryan terlihat bergegas keluar dan menyambut Ranti, yang kini tampil santai, dengan celana jeans dan kaos. Di tangannya ada kue, yang katanya buat Mami Ange.


“Mi…Jenny, ini Ranti!”


Ranti langsung memeluk mami Ange lalu Jenny. “Eh makin cantik saja kamu Jen, mana makin tinggi lagi, kelas berapa sih kamu sekarang?”


“Baru kelas 9 kak,” sahut Jenny kalem, yang balik memuji Ranti juga sangat cantik.


“Ehemm…ini tuh yang di tunggu-tunggu, eh Ranti…tumben datang. Sudah sedekat mana nih dengan Ryan?” tembak Mami Ange.


“Ahh dekat sebagai teman ajah kok tante, Ryan mah banyak kekasihnya!” ceplos Ranti cuek.


“Itulah Ranti, mami juga jengkel banget, apalagi siapa tu kekasihnya yang terakhir? Masa bilang hamil segala, apa nggak senewen tante. Si Ryan ini hampir saja bikin malu Tante dan Om kamu!” sungut Mami Ange.


Ranti tertawa kecil sambil mencebi ke Ryan, sudah bisa di duga, Ranti langsung nyetel dengan mami Ange dan Jenny, kini mereka malah mau masak bersama di dapur mewah.


Radin yang melihat Ranti juga langsung memeluk gadis cantik ini, yang juga anak sahabatnya, Brigjen Jimi, dan bilang sangat menyukai lagu-lagu Mita Band.


“Suara kamu enak banget di dengar, kalau lagi di jalan Om suka nyetel lagu-lagu kalian. Tapi lagunya kok banyak lagi kangen dan patah hati sih, kapan lagu bahagianya?” cetus Radin, hingga Ranti senyum malu-malu dan janji akan bikin lagu happy kelak.


“Ka Ranti masih jombo yaa…sejak batal tunangan?” tiba-tiba Jenny langsung menyela.


“Hmm…iya Jen, kakak lagi males pacaran, ntar ketemu yang cocok langsung nikah ajah, atau ta’aruf!”

__ADS_1


“Wahhh…bagus banget…hei Ryan, nih contoh Ranti, sudah saatnya kamu rubah tu kelakuan. Kamu tu sudah dewasa!” lagi-lagi Ryan kena  omel maminya, hingga Jenny dan Radin, termasuk Ranti tertawa. Karena Ryan garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Usai makan siang, Ryan dan Ranti kini duduk berdua di samping kolam renang. Keduanya seolah di beri kesempatan oleh kedua orang tuanya untuk berduaan.


“Jadi kamu minta aku bujuk Tante Ange, agar mau izinin kamu bertarung lagi, untuk perebutan juara ASEAN yaa?”


“Iya Ranti, kalau papa sudah angkat tangan, papaku itu kalau udah Mami bilang A. Jangan harap papa di suruh membantah. Aneh juga si papa, mantra apa sih ya, kok papaku keok banget sama Mami,” sungut Ryan, yang sebenarnya berharap papanya bantu bujuk maminya, tapi justru Radin menyerahkan keputusan ke mami nya.


Ranti tertawa kecil dan bilang bisa jadi mami nya saking sayangnya, tak ingin lihat Ryan bonyok-bonyok habis bertarung.


“Mau ya bantu bujuk, kata mami sih hari ini keputusannya, beri izin atau nggak!” Ryan menatap wajah Ranti, sambil memegang jari lentik gadis jelita ini.


“Hmm…apa nih hadiah buatku kalau tante melunak?”


“Sebutin, semuanya aku penuhi, nikahin kamu juga aku mau!” mata Ranti langsung melotot. Ryan tertawa kecil, tapi lengannya langsung di cubit  Ranti.


“Hayoooo…pacaran yaaa…nahh kalau ini Delima setuju pake bingit, ka Ranti cantik, lembut kayak ka Jenny, pas banget!” tiba-tiba muncul Delima, hingga Ryan mendelik menatap ke centilan adiknya ini.


Ranti hanya tertawa, entah kenapa berkumpul dengan keluarga Ryan, Ranti bak bukan orang lain. Dia merasakan keluarga Ryan sangat menerima dirinya.


Tapi satu orang yang masih ada ganjalan di hatinya, siapa lagi kalau bukan pemuda  di hadapannya  ini.


Apakah Ryan mau jadikan dia pelabuhan terakhir lelaki ini? Yang dia tahu memiliki beberapa kekasih yang cantik-cantik. Ranti sebenarnya, berharap...Ryan mau tulus mencintainya.


Padahal Ryan juga berpikiran sama…maukah Ranti di ajak menikah!


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2