Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 63: Hampir Kena Gebuk


__ADS_3

Ryan mengangkat tangannya! Trangggg….samurai panjang pun jatuh ke aspal, tubuh Ryan di dorong hingga jatuh ke aspal dan tangannya langsung di borgol polisi tadi.


Para pelajar tawuran yang terluka semua di angkut ke rumah sakit, hanya Ryan satu-satunya yang di bawa ke kantor polisi, sisanya kabur dan langsung di buru polisi.


“Boss liatin si Ryan di borgol polisi,” sahut Tulai sambil menunjuk Ryan yang kini diangkut bak terbuka patroli polisi.


“Iya tahu, ayoo kita pergi.!” sahut Andre jengkel, karena ketahuan bagaimana pengecutnya dia, tak berani kayak Ryan barusan. Mereka malah sembunyi di dalam mobil, sama sekali tak berani keluar.


Diam-diam 3 rekan Andre ini mulai jengkel melihat kepengecutan sang bos mereka. Tapi tentu saja kekuatan uang Andre, membuat mereka tak berani banyak bacot!


Padahal dua orang yang di keroyok pelajar itu justru…rekan mereka dari SMU 69. Andai tak ada Ryan, bisa jadi dua orang itu akan menderita luka-luka parah. Bahkan bisa saja meregang nyawa, akibat amukan 13 pelajar yang bikin tawuran di jalan raya ini.


Di Polres…!


Di ruangan interogasi, Kombes Richard menatap tajam remaja di depannya ini. “Kenapa kamu bawa-bawa samurai hahh…!” bentak sang komandan ini jengkel.


Tawuran yang terjadi di wilayah hukumnya membuat sang perwira ini mangkel bukan main, padahal dia baru 3 bulan nge-jabat di sini.


“Sudah saya jelasin pa, saya nggak bawa-bawa samurai, saya hanya menolong dua siswa yang di keroyok. Lalu samurai mereka saya rebutin dan membalas membacoki mereka!” sahut Ryan, sambil menatap wajah polisi ini, lalu menunduk lagi.


“Kamu ini ngeyeeelll dari tadi, emank kamu jagoan bak di film-film action! Mau ku tampar wajah tampan kamu itu hahhh!” bentak Kombes Richard dan dia benar-benar mulai mengangkat tangannya.


“Izin Ndan…!” tangan Kombes ini langsung tertahan, dia mendelik menatap anak buahnya yang berani menganggu interogasi yang dia lakukan saat ini.


“Ada apa..?” sentaknya, tapi si anak buahnya  ini tetap menyodorkan gawainya, lalu sang Kombes ini melihat video di gawai tersebut.


Tangannya yang tadi terangkat turun lagi. Dia kini menatap Ryan dan sambil sesekali menatap video ini.


Di video itu terlihat Ryan sedang berlari dan menerjang 5 pelajar yang tengah mengeroyok dua siswa.

__ADS_1


Lalu Ryan merebut samurai para pelajar kalap itu dan membacoki ke 5 nya, juga rekan-rekannya pelaku tawuran ini, hingga kocar kacir dan luka-luka kena tebasan samurai yang Ryan tebaskan.


Aksi heroik Ryan ternyata viral di media sosial dan, terlihat juga anak buah Kombes Richard yang menodong Ryan lalu mendorong remaja ini ke aspal dan memborgolnya. Bahkan mendorong kasar tubuh Ryan agar naik ke mobil patroli terbuka.


Kaget juga hati si Kombes ini, apagali saat sekilas dia baca komentar menohok netter, yang mengolok kelakuan anak buahnya itu.


Karena Ryan tak bersalah, dan murni hanya menolong rekannya, dari amukan pelajar sekolah lain dengan gunakan senjata tajam.


“Hmm…di mana kamu belajar beladiri…apakah kamu atlet beladiri? Untung tak ada yang mati kamu bacoki!” Kombes Richard kini menurunkan volume suaranya dan bertanya seakan menyidik.


“Saya…belajar di sasana saja pak…bukan atlet beladiri!”


Kembali seorang polisi, anak buahnya berbisik, kagetlah perwira ini. Saat itulah ada ketukan, ternyata yang datang seorang pria tampan, dengan baju him yang di gulung di lengan dan seorang pria berdasi dengan gaya perlente, sepertinya pengacara.


“Ehh pa Radin Sasmita, pa Cokro SH…apa kabar pak…tumben mampir ke sini!” Kombes Richard tergopoh-gopoh menyambut sang Sultan ini, bersama pengacara kawakan yang juga sohib dekatnya.


“Kabar baik pa Kombes…maaf kalau kedatangan saya mendadak, karena saya ingin…!”


“Justru saya mau jemput dia pa Kombes…dia ini Ryan, anak sulung saya!” sahut Radin kalem. Hinga Kombes Richard melongo.


“A-anak bapak…oh…gini pa Radin, ini hanya kesalah pahaman saja, Ryan hanya kami tanya-tanya saja. Setelah ini dia akan kami pulangkan, lagian anak bapak tak bersalah. Malah jadi pahlawan bagi dua temannya yang di keroyok siswa dari sekolah lain!” sahut Kombes Richard cepat.


“Iya pa Kombes Richard, saya sudah lihat video yang viral itu.” sela Radin, kini dia mendekati Ryan yang masih menunduk sambil berdiri.


Radin menepuk bahu anaknya. “Kita pulang sekarang jagoan…motor kamu biar di nanti di ambil anak buah papa!”


“Nanti anak buah saya yang antar pa Radin!” sahut Kombes Richard, yang langsung memanggil anak buahnya dan meminta mengantar motor Ryan ke rumahnya.


“Ryan naik motor saja, silahkan papa pulang duluan. Terima kasih pa komandan, tolong kuncinya..!” sahut Ryan pelan dan tetap bersikap sopan.

__ADS_1


Radin senang sekali melihat sikap anaknya ini. Anak sulungnya ini beda jauh dengan gaya dia saat muda, yang arogan, sombong dan angkuh. Ryan malah menunjukan sifat kebalikannnya.


Kombes Richard pun diam-diam memuji gaya Ryan ini. Anak orkay, tapi tetap bersikap sopan dan tidak sombong.


Ryan kini sudah di atas motornya, tasnya pun juga sudah di kembalikan. Sesuai pesan papanya, dia langsung pulang.


Karena ibunya sudah cemas melihat aksinya, bahkan kakeknya Rudi Sasmita sampai menelpon Angelina, apakah Ryan sudah pulang usai viral aksi tawuran ini.


Baru saja parkir motor dan masuk ke pintu rumahnya yang mewah. “Aduhhh aduhh Mi, sakit Mi…!” Angelina menjewer kuping si sulung ini.


“Kamu itu yaa…bikin Mami spot jantung tahu nggak! Berantem segala di jalan raya, main samurai lagi, trus viral di mana-mana. Tu kakek dan nenek kamu sampai khawatir. Sejak kapan sih kamu belajar beladiri hahhhh…!” semprot Angelina gemes bukan main.


Tiga adik-adiknya yang sedang bermain sampai melongo melihat Ryan kena marahin Mami mereka.


Si bungsu Delano sampai guling-guling di lantai menertawakan kakaknya ini kena marahin. “Sukulinnn, hajarrr miii…!” teriak Delano dengan logatnya yang masih cadel.


“Udah Mi, si Ryan udah gede, kasian di marahin!” Radin yang baru datang melonggarkan dasinya dan senyum-senyum saja melihat si junior kena semprot ibunya. Lalu menggendong Delano dan membelai kepala Jenny serta Delima.


Ryan seperti biasa hanya senyum mesem, tak pernah mau melawan ibunya ini. Tapi saat melihat Delima dan Delano terus menertawakannya, Ryan langsung menggenggam tangannya.


Hingga kedua adik-adiknya kabur dan menuju Jenny, seakan minta perlidungan. Si kaka mereka yang pendiam ini hanya senyum kecil sambil mengajak ke duanya ke kamarnya.


Besoknya di sekolah, Ryan di sambut bak pahlawan…!


Amanda langsung menghambur memeluk Ryan di depan rekan-rekannya, hingga mengundang suitan semua siswa. Tapi Amanda cuek saja.


Ada dua orang yang diam-diam tak senang hati melihat aksi Amanda ini. Terutama satu remaja laki-laki. Siapa lagi kalau bukan Andre, julukan siswa paling nge-top agaknya mulai hari ini pindah ke Ryan, bukan dirinya lagi.


Ranti…hanya bisa menghela nafas…si cantik ini mendadak jadi pendiam…!

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2