Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 103: Nasehat Seorang Sahabat dan Akhirnya Juara Nasional


__ADS_3

Ryan tak langsung menjawab, dengan alasan minta waktu bicara dengan keduanya ortu nya, Ryan bisa menghindar dari desakan Bella.


Ranti pun kini jadi ‘tong sampah’ pemuda ini, hanya dengan Ranti lah Ryan bisa lepas curhat dan gadis cantik lembut ini setia mendengarkan.


“Kalau kamu merasa belum siap, terus terang saja lah, daripada minta waktu segala, kan ribet. Kasian Bella nungguin kamu,” saran Ranti kalem.


“Gitu yaa…kalau Bella marah gimana?”


“Hmmm kamu kok jadi cowok rapuh banget sih, harus gentle donk, jangan mencla-mencle. Kalau sekiranya kamu tak mau, ya udah ngomong apa adanya, kamu belum mau nikah. Lagian kan ketahuan jua, si Bella cuma pura-pura hamil!” sungut Rantu gemes, melihat Ryan lembek begitu.


Melihat si lembut ini kesal, Ryan hanya senyum mesem, kini mereka kembali manggung di pub-pub penuhi undangan. Ryan sengaja isi waktu dengan nge-band bareng Ranti, Bambang, Budi, Anwar dan Tomi.


Di ring tinju bebas, Ryan kaget sekali saat Johanes umumkan pensiun dari olahraga keras ini. Alasannya…faktor usia!


Padahal umur Johanes baru 29 tahunan. Ternyata diam-diam, rahangnya yang bergeser bukan cedera ringan. Tulang rahangnya retak tersebut butuh waktu lama untuk sembuh total.


Gelar juara nasional pun lowong, sehingga Bang Ramon menawari Ryan, apakah siap comeback lagi untuk rebut sabuk juara yang kosong tersebut.


Tanpa banyak pikir, Ryan pun setuju, apalagi dia mulai capek jadi anak band, karena ke sana-kemari penuhin undangan manggung.


Tapi Ryan minta rekan-rekannya meneruskan band ini, walaupun tanpa dirinya. Karena Budi bisa di andalkan gantikan dia di guitar dan Bambang bisa jadi leader.


“Aku kayaknya lebih fokus ke tinju bebas! Jangan khawatir, aku akan tetap support kalian kok. Aku akan jadi produser band ini!” janji Ryan.


Bambang pun menerima jadi leader band yang di tinggalkan Ryan ini. Dia akhirnya setuju, akan terus melanjutkan tanpa Ryan lagi.


Sehingga kini formasinya adalah Ranti di vocalis utama, Budi di guitar, Anwar di keyboard dan Tomi bass serta Bambang drummer.


Ternyata, tanpa Ryan, Mita Band justru makin melambung, singel kedua mereka kembali dapat sambutan hangat.


Di saat kawan-kawannya sibuk main band, Ryan sibuk berlatih, untuk bertarung dengan Ibang Kato, untuk perebutan sabuk juara nasional yang lowong tersebut.

__ADS_1


Ibang Kato bekas juara Intercontinental yang kini naik kelas, untuk jadi Juara Nasional, bukan lawan yang enteng bagi Ryan.


Gara-gara kesibukan inilah, Ryan akhirnya tak lagi memikirkan Bella, pemuda ini benar-benar fokus latihan di sasana. Ryan seolah ingin menebus kekalahannya dulu, yang secara tak terduga kalah TKO melawan Johanes.


Selesai kuliah, Ryan pasti ke sasana dan berlatih sampai capek sendiri, dia benar-benar ingin comeback dan ingin menang.


Dua bulan jelang pertarungan, Ryan makin rajin sparring partner, pukulannya makin antep dan keras. Hingga banyak rekannya di sasana jadi ngeri, kalau ber sparring partner dengan Ryan, takut cedera!


Ryan punya tendangan dan pukulan tangan kanan yang sangat keras, inilah yang terus di asah di sasana. Bang Ramon juga meminta Ryan melihat tekhnik-tekhnik petarung hebat di dunia olahraga berdarah-darah ini.


Badan Ryan juga makin keras saja, perutnya makin sispack, benar-benar kokoh bak binaraga. Inilah hasil latihan siang malam yang dia lakukan selama berbulan-bulan ini.


Hari yang di tunggu-tunggu pun datang, Ryan dan Ibang Kato di temukan di jumpa pers, seperti biasa Ryan kalem saja.


Tapi Ibang Kato gayanya mirip Johanes, dia bahkan mendorong tubuh Ryan, saat jumpa pers itu. Tapi kali ini Ryan kalem saja, tidak meladeni, inilah didikan keras Bang Ramon, yang meminta Ryan jangan lagi terpancing emosi.


“Selesaikan di ring…nggak usah bersikap tengil, biasa orang yang begitu, tanda mentalnya down duluan!” bisik bang Ramon dan Ryan langsung paham.


Sayangnya, Bambang Cs tak bisa menonton, karena mereka ada show di Bandung!


Dukungan terbelah, ada yang mendukung Ryan, tak sedikit pula mendukung Ibang Kato. Pertandingan ini di gelar di sebuah GOR yang mampu memuat 15 ribu penonton dan kini terisi full.


Dengan rekor Ryan 13X naik ring 12 kali menang dan sekali kalah, melawan Ibang yang 15X naik ring, 1X kalah dan 1X seri, pertandingan inipun di prediksi akan sangat seru. Apalagi ini perebutan juara nasional, sejak terakhir kali di pertandingkan dan di menangkan Johanes atas Ryan, pada 6 bulan yang lalu.


Pertarungan ini di siarkan langsung sebuah TV swasta nasional di Indonesia, yang memang terbiasa siarkan olahraga keras ini.


Di rumah Ryan, semua keluarganya asek nonbar, Angelina tak sanggup nonton langsung, takut si sulung ini kalah lagi. Padahal sudah di ajak Radin, pria yang masih tampan ini pun ngalah. Dia tak mau berdebat dengan istri tersayangnya ini.


Setelah diberikan arahan singkat oleh wasit, ring girls yang sangat cantik dan berpakaian ketat pun masuk octagon sambil membawa papan ronde.


Ronde pertama pun di mulai…!

__ADS_1


Ibang Kato langsung merangsek menerjang Ryan, dengan pukulan dan tendangan, dia  seakan-akan ingin membuka tubuhnya Ryan.


Namun Ryan sengaja kalem di babak pertama ini, dia seolah ingin melihat sampai di mana kehebatan musuhnya, yang sempat membuat keributan saat konfers dua hari lalu.


Ryan gunakan hit and run, yakni memukul lalu mundur, akibatnya pendukung Ibang Kato langsung menyoraki Ryan pengecut.


Ryan kini lebih cerdik, dia tak mau terpancing seperti pertandingan saat kalah melawan Johanes.


Ibang rupanya paham maksud Ryan, dia malah dengan gaya songongnya membuka perutnya agar Ryan mau masuk memukulnya.


Tapi Ryan tetap kalem dan tidak terpancing, akibatnya sorakan penonton makin membahana mendukung Ibang Kato.


Ronde pertama pun berakhir, memasuki ronde kedua, Ryan kini mulai ubah taktik, dia sudah paham titik lemah Ibang Kato.


Sesuai pesan Bang Ramon, Ryan mulai menyasar wajah Ibang, pertarungan di ronde kedua pun berubah brutal.


Ryan kini merangsek maju dan jual beli pukulan yang sama-sama keras pun tersaji, kedua petarung agaknya sama-sama tak mau mengalah.


Saat saling adu pukulan itulah, Ryan secara tiba-tiba lakukan tendangan keras ke kaki Ibang, petarung ini sama sekali tak menyangka, akibatnya dia tumbang di kanvas.


Ryan tak lagi memberi ampun! Pukulan bertubi-tubi sambil menduduki tubuh Ibang dia lancarkan. Darah langsung mengucur di wajah Ibang, double cover Ibang berantakan dan wasit yang jeli langsung hentikan pertandingan.


Ibang tak sehebat Johanes yang tahan pukul dan punya pukulan sekuat baja. Wajah Ibang rentan kena pukulan.


Dan…untuk pertama kalinya wajah Ryan bersih tanpa bengap. Sabuk juara nasional pun melingkar di pinggangnya.


“Saya harap Bung Johanes segera balik ke ring, saya akan senang hati meladeni beliau!” tantang Ryan kalem, saat beri sambutan usai sabuk di pasang di pinggangnya. Ryan sama sekali tak tahu, musuh besarnya itu tengah cedera berat!


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2