Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 73: Gagalnya Cinta Pertama


__ADS_3

Radin ikut menatap Ryan yang seolah kaget melihat seorang wanita cantik di antara 50 wanita-wanita yang kini di giring kepolisian.


“Kenapa Ryan, kamu kayak melihat hantu saja, kaget begitu!” sentil Radin, Ryan kaget bukan main, ternyata ayahnya malah memperhatikan kelakuannya.


“A-anu pah, kayak ada yang di kenal Ryan…ehh maksudnya pernah lihat salah satu wanita-wanita itu dari sekian banyak yang digiring polisi tadi!” sahut Ryan tergagap.


“Hmm…kamu pernah ke panti pijat atau kemana gitu, yang terapisnya salah satu wanita-wanita ini?”


“Ahh nggak pahh..sumpah, Ryan kagak pernah ke tempat begituan, kecuali si Bam…eh maksudnya kawan Ryan yang lain!”


“Benar gitu…hati-hati yaa…kalau sampai Mami kamu tahu, papi nggak bisa nge-bela. Tau sendiri kan Mami kamu gimana!” Ryan langsung mengangguk dan buru-buru pergi meninggalkan ayahnya menuju ke motornya sendiri. Ngeri sendiri kalau sampai papanya tahu kelakuannya dengan Meni.


“Hmm…kamu lupa Ryan, kelakuan papa kamu lebih parah, sampai kakek dan nenek kamu angkat tangan. Semoga saja kamu tidak mengulang kelakuan papa saat seumuran kamu.” batin Radin senyum sendiri, lalu melambai pada Kombes Jimi dan menjalankan mobilnya, pergi dari tempat ini.


Radin memang tak berkutik dengan istri tercintanya ini. Sejak Angelina jadi istrinya, Radin tak pernah lagi macam-macam. Rasa bucinnya pada Angelina tak ada obat!


Walaupun dengan usianya yang baru mau 40 tahunan, wajah Radin belum begitu ada perubahan, tetap tampan dan gagah.


Bahkan kini kekayaan yang makin bulan makin melonjak. Namun 4 anak kandung sudah jadi pengikat kuat bagi Radin. Untuk jadi suami yang baik bagi Angelina, dan seorang papa teladan bagi Ryan, Jenny, Delima dan Delano.


Mira bahkan sering meledek Radin dan Angelina, kalau Radin ini macan, tapi Angelina Ratu Macan-nya, sehingga si macan tak berkutik.


“Heran gue Ange, kamu benar-benar bisa menaklukan luar dalam si Radin itu, Om Rudi dan Tante Rina saja angkat tangan. Tapi kamu mampu bikin si Radin takluk!”


Angelina biasanya hanya tertawa kecil dan gantian meledek sepupu suaminya ini, dengan bilang mantera kehebatan Radin runtuh karena berani memperkosanya dulu.


“Kalau saja si papi Ryan ini berani memperkosaku berkali-kali, dia bakalan jadi jongos aku kalee yaa!” canda Angelina, hingga Mira sakit perut menertawakan sahabat dekatnya ini. Radin yang ada di dekatnya hanya tertawa masam, dan mencubit hidung istri tercintanya ini.


Angelina kini sudah tak malu lagi mengungkit masalalu kelamnya, yang justru membuat mereka jadi suami istri harmonis hingga saat ini.


Tapi candaan dewasa mereka ini tentu saja bukan di depan Ryan dan adik-adiknya, hanya sebatas mereka bertiga saja.

__ADS_1


*****


Bambang dan Tomi sama kagetnya saat tahu Meni kembali berada di kelompok Gubran dan Frans, yang kini sudah di berangus aparat.


“Aneh bingit ya coii, kenapa Meni malah ada lagi, apakah anak buah si Gubran dan si Frans kembali menangkapnya?” Bambang menatap Ryan, Tomi juga ikutan begitu.


“Iya nekk…aneh bin ajaib dyehh cyinn, kenapa Meni ada di sana?” sela Tomi.


“Aku mau bertanya ke Kombes Jimi, tapi tak enak, ntar malah tahu lagi…!”


“Tau apaaan…tau yee pecah perjaka dengan si Meni dan si Ranti malah tak respeck amee yeee!” cerocos Tomi nyolot.


Ryan langsung membekap mulut ‘lincah’ Tomi, apalagi saat bersamaan ‘Ranti Maria’ nongol dan ikut bergabung.


“Lohh kenapa lagi si Tomi, kenapa mulutnya di bekap kamu Ryan..?” Maria menatap 3 sahabat dekatnya ini bergantian.


“Ahh nggak, si Tomi ini bilang…kamu cantik Ranti, entah siapa kekasih kamu, gitu ajeee sihh!” sahut Bambang asal, sambil ikutan mendelik ke Tomi.


“Terus kenapa Ryan malah bekap mulut Tomi?”


“Ryan aku mau bicara berdua…kamu ada waktu kan..?”


Bambang dan Tomi saling paham, keduanya kini menjauh dan sengaja memberikan kesempatan pada Ryan dan Ranti bicara berdua di taman sekolah ini.


Terdiamlah Ryan kini, Ranti ternyata izin pamit dengan Ryan, karena papa nya akan di mutasi ke Kalimantan, dan akan menjabat sebagai Wakapolda. Dan otomatis dia akan ikut pindah dengan ortunya.


Bukan itu saja, Ranti juga menceritakan, dia akan di tunangkan dengan sahabat papanya, anak seorang petinggi polri juga dan berpangkat Komjen, atau bintang 3. Inilah cerita Ranti ke Ryan.


Dua malam sebelumnya…!


Kombes Jimi dan istrinya menyidang anaknya Ranti.

__ADS_1


“Kenapa kamu baru cerita kalau Ryan itu anak nya Om Radin, coba kalau dari awal kamu cakap begitu. Papa tak mungkin menerima pertunangan itu!” sesal Kombes Jimi, pada anaknya, saat melihat Ranti diam saja dengan rencana Ortunya ini.


“Iya kamu ini Ranti…duehh…mami juga salah, selama ini selalu jutek dengan Ryan…nggak tahunya…anaknya Radis Sasmita dan Angelina Braja Sasmita. Mana kita sudah terlanjur mengiyakan lagi rencana pertunangan itu!” keluh Tante Oni, ibunda Ranti.


“Ranti juga tak tahu pah-mah, Ryan orangnya memang tak pernah terbuka soal ortunya!” sahut Ranti pelan.


Kombes Jimi seakan paham, Ranti yang dia ketahui selama ini akrab dengan Ryan, juga Bambang dan Tomi, diam-diam ada hati dengan remaja tampan, anak sahabatnya itu.


Kombes Jimi pernah tak sengaja memergoki Ryan mengantar Ranti pulang sekolah. Ryan saat ini menunjukan rasa sukanya dengan gaya dan ucapan pada Ranti.


Sebagai orang tua yang pernah muda, Kombes Jimi paham lah, tapi kala itu dia mengira Ryan hanyalah anak orang ‘biasa’.


Sehingga saat salah seorang atasannya melihat Ranti yang cantik jelita dalam sebuah acara Polri, si Komjen ini langsung mengenalkan anak cowoknya yang ganteng pada Ranti.


Si Cowok yang ternyata sedang menempuh pendidikan perwira polisi, ternyata suka dengan Ranti pada pandangan pertama, dan minta di tunangkan.


Sebagai orang tua dan baru berpangkat Kombes dan selama 5 tahunan tak naik-naik pangkat. Kombes Jimi Subowo tentu senang-senang saja, apalagi istrinya.


Karena bakal punya menantu calon perwira polisi, anak Jenderal Polisi bintang 3 lagi. Sedangkan Ryan…siapa anak itu? kata istri Kombes Jimi waktu itu.


Tak pernah sedikitpun mengira, kalau Ryan justru anak Radin Sasmita, yang menang segalanya dari anak si Komjen Polisi itu.


Namun, nasi sudah jadi bubur, Kombes Jimi dan Tante Oni sudah setuju rencana pertunangan itu. Dan imbasnya pangkatnya naik sebentar lagi jadi Brigjen. Lalu dapat jabatan Wakapolda di Kalimantan.


“Ryan…jangan lupakan aku yaa…?” Ranti menatap remaja ini, yang mendadak pendiam.


“Selamanya…tak akan pernah lupakan kamu Ranti…!” terdengar pelan sekali suara Ryan, sambil menggenggam tangan lentik gadis cantik berkulit putih ini. Ranti lalu berjalan meninggalkan Ryan sambil meneteskan airmata.


Bambang dan Tomi yang melihat dari kejauhan merasa aneh sendiri, ada apa dengan kedua sahabat mereka ini. Kenapa Ranti menangis.


Ryan pun patah hati…!

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2