
Braja dan Titin kaget saat menantu mereka ini datang dan mencari Angelina serta Ryan. Ketika di tanya apa sebabnya, Radin hanya menjelaskan secara ringkas saja permasalahannya.
“Mereka tak pernah ke sini sejak kalian menikah…!” ucap Titin kebingungan sendiri, kenapa lagi dengan anak dan menantunya ini.
Radin hari itu juga balik ke Jakarta, sepanjang jalan dia bingung kemana harus mencari istri dan anaknya, yang kini menghilang entah kemana.
Radin pun terpaksa menelpon Mira, sepupunya ini pura-pura kaget dan bertanya apa yang menyebabkan Ange pergi. Kembali Radin menjelaskan secara ringkas dan mengakui kalau semua ini salahnya.
“Iya udah, moga lekas ketemu, paling Ange sedang menenangkan diri, di suatu tempat. Kamu harus sabar yaa…!”
Setelah menutup telpon, Mira menatap wanita cantik yang perutnya mulai membesar di depannya ini. “Ange…kasian suami mu, dia kalang kabut mencari kalian berdua ke sana kemari. Dia sangat mencintai kamu..?”
“Aku tahu Mir…tapi orang tuanya menolak keras diriku…dan tak salah kata-kata kasar mereka. Aku wanita kotor yang tak berharga!”
“Ange…aku kenal baik Om Rudi dan Tante Rina kedua mertua kamu itu…! Mereka aslinya orang baik, mungkin karena mereka lagi emosi saja. Kamu jangan terlalu baper yaa…ingat kandungan kamu itu!”
Mira membelai kepala Ryan yang kini ketiduran di sofa. Setelah tadi bermain dengan Caca, anaknya.
“Mir…tolong yaa…sementara jangan bilang aku di sini dengan Ryan pada suamiku. Aku masih terguncang, aku butuh waktu sendiri!”
“Iya, tenang saja, tapi ku harap jangan lama-lama yaa…kan wanita hamil sensitif tuhh. Pinginnya tiap malam di siramin biar lancar saat lahirin!” canda Mira, hingga Angelina tersenyum masam mendengar candaan sahabat sekaligus sepupu suaminya ini.
Radin benar-benar pusing sendiri, saat datang ke rumah sakit pun, dia dapat kabar, istrinya sejak hamil sudah minta cuti.
“Kemana lagi aku harus mencari kalian…istriku…Ryan, calon anakku…apa aku harus lapor polisi..?” keluh Radin.
Kini dia bersama Cokro duduk di sebuah kafe. Cokro pun kasian melihat sahabatnya ini, yang kebingungan kehilangan anak dan bininya.
“Sabar saja Din, mungkin Ange hanya menenangkan diri di sebuah tempat. Tak usah lapor polisi segala..!” saran Cokro.
__ADS_1
Radin lalu pergi ke toilet, dengan alasan mau cuci muka. Saat keluar dari toilet ini, Radin tak sengaja melihat Gubran.
Awalnya ingin dia cueki saat melihat mantan tunangan istrinya ini. Namun pas lewat di samping Gubran yang tengah aseek menelpon, Radin terdiam sesaat. Radin langsung bersembunyi di bali dinding dan mendengarkan pria ini menelpon seseorang.
“Tenang bro, ini baru awal, ku dengar si Radin kelabakan mencari istrinya hingga ke rumah sakit. Setelah kabur dari rumah…iyaa…aku yakin pasti orang tua si Radin sudah memarahi si Ange, hingga dia kabur…ya, aku senang sekali kalau melihat mereka kelak bercerai…Ange itu istimewa, makanya aku penasaran…kalau udah dapat ku tiduri, baru aku puas…nanti kita atur lagi cara lain agar mereka benar-benar pisah!”
Setelah menutup telpon dan berpaling, Gubran kaget bukan kepalang, di depannya sudah berdiri…Radin Sasmita.
Belum sempat buka suara, bogem mentah langsung melayang ke wajah Gubran. “Bangkit kamu lelaki bangsat…ternyata kamu biang keladinya. Menyuruh orang kirim-kirim foto ke hape papaku!” dengus Radin.
Bukkk…kembali sebuah tendangan melayang hingga Gubran terjengkang dan menimpa meja kursi di kafe ini.
Saat akan memukul lagi, Cokro langsung memeluk Radin dan meminta sahabatnya ini sabar. Kelabakan juga Cokro menahan tubuh kokoh sahabatnya ini, Radin benar-benar marah besar dengan Gubran.
Gubran secara pengecut langsung ambil langkah seribu, kabur meninggalkan Radin yang sedang mengamuk dan di tangkap Cokro. Lebih memalukan lagi, banyak yang melihat kejadian ini.
“Cokro…kami cari tahu apa bisnis orang itu…!”
“Kamu pura-pura tak tahu, atau bodoh sih? Siapa lagi kalau bukan si Gubran bangsat itu!” Radin merentakan jasnya yang kumal dan berjalan dengan gaya angkuh. Dagunya agak terangkat dan hari ini Cokro kaget bukan main melihat perubahan Radin.
Pria yang selama 3,5 tahunan ini berubah ‘baik’, tiba-tiba secara mengejutkan, usai menghajar Gubran kembali ke sifat lamanya.
“Haduehh…gawat, kumat lagi penyakit lamanya, bakalan pusing lagi anak buahnya di kantor. Dan bisa banyak lagi manajer pub atau kafe yang di pecat, bila tak melayani dengan baik si Sultan ini!” batin Cokro, sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Manajer kafe datang dan menegur Radin dengan kasar, karena menganggap bikin rusuh dan yang menghajar salah satu tamu langganannya tadi.
Cokro yang melihat ini mulai ketar-ketar. “Duhh…apes dah kamu manajer songong,” batin Cokro.
“Siapa pemilik kafe ini…kamu kan hanya manajer di sini?” Radin kalem saja menjawab dan duduk dengan cuek.
__ADS_1
“Saya yang bertanggung jawab di sini pa, nggak usah bos saya yang ke sini. Pokoknya bapak mesti ganti kerugian meja kursi yang berhamburan. Bahkan kami juga rugi besar. Salah satu langganan kami mungkin kapok ke sini lagi!” si manejer ini jengkel melihat keangkuhan Radin, yang dianggapnya sudah salah, malah mau cari bos pemilik kafe ini lagi.
Si Manajer ini seolah ingin tunjukan powernya di sini.
“Cokro, kamu catat si manajer ini, besok atau lusa, jangan ada lagi dia di sini. Kafe ini besok atau paling lambat lusa, akan menjadi milik Sasmita Group!” Radin pun melangkah cuek dan meninggalkan si manajer kafe yang melongo ini.
“Sa-sasmita…group…jadi itu…Radin Sasmita…matilah aku…!” keluh si manajer apes ini, hilang seketika keangkuhannya.
2 hari kemudian, kembali Cokro pusing 7 keliling, sebuah pub di bilangan Jakarta Barat harus berganti kepemilikan.
Saat Radin marah karena waitress terlambat membawakan dia minuman. Besoknya, pub ini dia beli dan manajer keuangan perusahaan Sasmita Group kembali keluarkan uang hingga 85 milyar rupiah.
Dan Radin Sasmita jadi pembicaraan semua kalangan, karena dalam waktu hanya dua bulan, ada 5 kafe dan 7 pub yang beli, di tambah 4 buah hotel bintang 5 yang di beli sahamnya hingga 25%.
Selama 2 bulan Radin Sasmita sudah keluarkan uang hingga 25 triliun rupiah. Anehnya, begitu dia beli dan jajaran manajemen berganti, saham Sasmita Group makin naik drastis, hingga 250 persen.
Radin Sasmita berubah jadi crazy rich kembali dan masuk jajaran pengusaha muda papan atas, yang punya omset hingga 95 trilliun rupiah. Aset nya jauh melebihi sebelum dia dulu bangkrut dahulu!
Bahkan dalam waktu dekat, sahamnya akan naik lagi. Setelah sebuah perusahaan dari Dubai siap menyokong perasahannya, untuk membangun 10 buah hotel dan mall bintang 5 di Indonesia dan 7 hotel bintang 5 di luar negeri.
“Hmm...tinggal perusahaan Gubran dan orang tua Stella yang bakal aku ambil alih, tunggu saja!” batin Radin sambil senyum-senyum sendiri di ruang kerjanya.
Di tempat lain di rumah Mira!
“Ange…lihatlah suami kamu…makin gila-gilaan ber invest. Kurasa hanya kamu yang bisa hentikan dia…sebelum terlambat!” cerita Mira ke Ange yang masih berada di rumah mewahnya.
Sambil memperlihatkan berita-berita online, yang memuat berita perusahaan Sasmita Group yang makin menggurita dan wajah sinis plus angkuh sang CEO nya...Radin Sasmita!
*****
__ADS_1
BERSAMBUNG