Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 118: Pertarungan Keras Melawan Petarung Tak Terkalahkan


__ADS_3

Ryan kaget dan heran, apakah Ranti sengaja menutup jatidiri kekasihnya, pikir Ryan bingung sendiri. Dia pun terdiam sesaat, lalu menghela nafas. Ranti malah sebaliknya memasang wajah bengong.


“Ahh sudahlah, oke kalau kamu emang mau ikut, nanti sola tiket dan lain-lain akan di urus Upeng, asistenku!” sahut Ryan lagi, wajah Ranti langsung ceria.


Pertandingan sengaja di gelar di Kota Riyad Arab Saudi, karena konsorsium di sanalah yang  berani bayar mahal mega duel bergengsi ini.


Karena kedua petarung berstatus sama-sama juara dunia, pertandingan ini pun diprediksi akan berlangsung sangat sengit dari awal.


Dengan rekor Ryan Sasmita 26x bertarung, 1x kalah, 1X tanpa pemenang dan 25 kali menang, melawan Juan Carlo, yang miliki rekor 28X bertanding tak pernah kalah ataupun seri. Usia keduanya pun sama-sama usia emas, Ryan 27 tahunan dan Juan Carlo 30 tahunan.


Mengetahui Ranti ikut ke Arab Saudi, Bambang Cs pun langsung ‘merengek’ pingin ikut. Sehingga mau tak mau Ryan kembali mengiyakan keingin 4 sahabatnya ini. Upeng sang asisten pun kembali sibuk bokingkan tiket buat Bambang, Anwar, Budi dan Tomi.


Selama di Arab Saudi yang mempunyai suhu hingga 48 sampai 52 derajat celcius, Ryan tak mau banyak beraktivitas diluar, paling malam hari dia jalan-jalan tak jauh dari hotel tempat mereka nginap.


Ranti dengan setia menemani Ryan, gadis cantik lembut ini tak lagi menyinggung soal kapan Ryan pensiun. Ranti hanya ingin tunjukan kalau dia tetap ‘setia’ dengan Ryan.


Tiba lah saat konfrensi pers, seperti yang sudah-sudah, konfrensi pun berlangsung panas dan hampir saja terjadi adu jotos antar kedua petarung dan tim official masing-masing. Ini lah bagian dari pertunjukan tinju bebas ini, Ryan santai-santai, tidak begitu terpancing.


Untuk pertama kalinya Ryan dan Juan Carlo saling bertatapan tajam, sebelum pertandingan di gelar dua hari kemudian.


Saat dipertemukan, Juan Carlo langsung menampar wajah Ryan, untung Ryan sigap menangkis, lalu di lerai tim official masing-masing. Juan Carlo sampai ngamuk saat di tangkap, tapi Ryan tak terpancing, dia tenang-tenang saja.


Mega duel yang di tunggu-tunggu dan termahal dalam sejarah pertarungan bebas pun di gelar di Eropanya Timur Tengah ini.


Bahkan sang Putra Mahkota Arab Saudi turut hadir langsung menyaksikan pertarungan ini, juga banyak pesohor dunia yang ikutan nonton langsung. Gedung berkapasitas 35 tibu pun penuh.

__ADS_1


Lucunya, ring gilrs tidak di perbolehkan berpakaian minim. Tapi berpakaian yang sopan, walaupun tak berkerudung.


Kedua petarung memiliki tinggi badan yang hampir sama, Ryan memilik tinggi badan 183 dan Juan Carlo 182 centimeteran. Ryan banyak memiliki pendukung malam ini, karena dia berasal dari Indonesia.


Begitu wasit menerangkan bagian mana saja yang boleh dan tidak di pukul. Kedua petarung pun di persilahkan berdiri di sudut ring masing-masing. Ryan di sudut biru dan Juan Carlo di sudut merah.


Tengg….ronde pertama pun di mulai, dan sudah bisa di duga, Juan Carlo langsung menyerang Ryan habis-habisan di ronde pertama. Bahkan Juan Carlo beberapa kali mempiting Ryan, untuk menguncinya.


Tapi Ryan bermain taktis dan cerdik, dia menghantam rusuk Juan Carlo, sehingga petarung badak ini terpaksa menutupi rusuknya, sekaligus kaget, Ryan sudah tahu titik lemahnya.


Tapi tak percuma Juan Carlo di juluki petarung ortodok, dia terus menyerang Ryan dengan pukulan dan tendangan yang sangat keras. Hingga Ryan harus memasang double cover yang kuat.


Bahkan hampir sempoyongan saat sebuah pukulan lurus Juan Carlo telah menghantam wajah Ryan. Tapi Juan Carlo tak mengejar Ryan, karena di saat bersamaan, tendangan Ryan juga menghantam rusuknya, sehinga Juan Carlo ini terjengkang ke kanvas dan bangkit dengan sedikit goyang.


“Ryan, saatnya kamu serang rusuknya…lakukan tendangan dan usahakan jatuhkan dia,” bisik Bang Ramon.


Ryan pun mengangguk, dia bertekad akan mengeluarkan cir khasnya. Tapi taktik Ryan agaknya di baca Juan Carlo.


Petarung asal Meksiko ini sudah paham, Ryan pasti akan bertarung ‘gila’ di ronde ke 3, karena musuhnya ini memiliki julukan si Raja KO ronde ke 3.


Namun Juan Carlo malah kecele, termasuk Bang Ramon, Johanes dan Anne pelatih fisiknya. Ryan malah banyak menghindar di ronde ke 3, seakan-akan memberi kesempatan Juan Carlo menyerangnya terus. Ryan agaknya ingin kuras stamina Juan Carlo.


Ryan sepertinya tidak ingin taktiknya di baca Juan Carlo. Ryan bahkan harus menderita bengap-bengap di wajahnya, karena menerima rentetan serangan keras dari Juan Carlo ini.


Ronde ke 3, kembali mutlak milik Juan Carlo, penonton mulai berbalik mencemooh Ryan, yang dianggap banyak takutnya melawan petinju badak ini.

__ADS_1


Tengg…bel ronde ke 4 berbunyi, dan inilah yang membuat semua penonton melongo, hanya 3 orang yang tidak, yakni pelatihnya.


Ryan langsung ambil inisiatif serangan, adu pukul jarak dekat pun tak terelakan, Ryan yang tahu Juan Carlo banyak terkuras tenaganya tak memberi kesempatan Juan Carlo menyerangnya lagi, pukulan bertubi-tubi Ryan lesakan ke wajah Juan Carlo, yang habis-habisan melindungi wajahnya.


Walaupun terkenal tahan pukul, Juan Carlo rupanya mulai kesakitan juga, karena pukulan bertubi-tubi Ryan sangat keras, bahkan bibirnya mulai berdarah.


Saat aseek melindungi wajahnya, Ryan melakukan tendangan sangat keras dan tepat menghantam rusuk Juan Carlo.


Petinju tak terkalahkan ini meringis dan terjatuh, tanpa ampun Ryan langsung melompat dan melakukan tendangan ke perut Juan Carlo.


Bukkk….sebuah tendangan ke arah rusuk kembali Ryan lesakan, di selingi dengan pukulan bertubi-tubi ke tubuh dan wajah, sambil  menduduki tubuh musuhnya ini.


Akhirnya luka di bibir Juan Carlo makin menganga, Ryan bak singa haus darah, dia benar-benar mencecar dengan pukulan kiri kanan silih berganti yang sama-sama keras.


Pukulan balasan ngawur Juan Carlo tak dirasakan Ryan, walaupun ada juga yang telak kena wajahnya.


Wasit langsung sigap melerai, karena Juan Carlo sudah tak berdaya dan hanya bisa bertahan saja. Ryan pun di nyatakan menang KO di ronde ke 4, dan berhak sandang dua sabuk juara dunia sekaligus.


Juan Carlo kalah untuk pertama kalinya. Tendangan keras Ryan di rusuknya membuat Juan Carlo lemah dan harus akui kecerdikan Ryan.


Ryan Sasmita sampai kabur dikit pandangannya, wajah sang juara dunia dua sabuk ini kembali bengap-bengap, walaupun tidak berdarah!


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2