Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 27: Mulai Kompak Demi Ryan


__ADS_3

Tiba-tiba terdengar bergedebuk dan ada suara Ryan mengaduh kesakitan, Radin langsung terlonjak dari kursinya dan tanpa sungkan lagi masuk ke kamar Angelina, di mana suara Ryan terdengar.


“Kamu kenapa Ryan…?” Radin mendekati anaknya dengan cemas, saat melihat kakinya berdarah, Radin kaget bukan main.


Angelina dan Umi juga masuk ke kamar dan mendapati kaki Ryan berdarah, Radin segera mengangkatnya dan tanpa ragu membaringkan di ranjang Angelina.


Sebagai seorang dokter, Angelina tanpa banyak ngomong langsung sigap mengambil peralatan medisnya, yang selalu di bawa kemana-mana dan mengobati luka di kaki anaknya ini.


“Kenapa sih kamu sampai jatuh dan berdarah.” Tegur Angelina sambil terus membersihkan luka di kaki anaknya ini.


“Ryan tadi mau ambil kabel milik mama di lemari buat nyolokin game, terus naik ke kursi itu, ehh kursinya goyang pas jatuh kena mainan Ryan itu ma.” Sahut Ryan polos sambil menunjuk ke mainan mobil-mobilannya, hebatnya anak ini tak menangis hanya meringis menahan sakit.


“Makanya mama sudah bilang, kalau ketinggian jangan main ambil sendiri, biar di tolong Mama atau Tante Umi,” omel Angelina, hingga Ryan bak siput langsung diam.


“Ange…sudahlah, kasian dia jangan di marahi…sayang, lain kali dengarin kata-kata mama yaa. Lagian papa ada di ruang tamu, kenapa nggak minta tolong papa!” bujuk Radin lemah lembut.


Angelina sempat melirik kelakuan pria ini yang sangat perhatian pada anaknya. Tapi dia kemudian kembali membalut luka di kaki anaknya dan kini sudah selesai.


Angelina ternyata tak mengusir Radin, dia membiarkan pria ini terus bersama Ryan di ranjangnya.


Bahkan dia terdiam. 1,5 jam kemudian melihat Radin malah ketiduran di samping Ryan, sambil memeluk anaknya ini.


Lama Angelina berdiri di dekat pintu kamarnya, sambil menatap lelaki yang sangat di bencinya ini, kini terlihat begitu sayang dengan Ryan.


Kelakuannya ini di intip diam-diam oleh Umi, bahkan di rekamnya, mulutnya sedapat mungkin bertahan agar jangan tertawa.


Angelina benar-benar tidak membangunkan Radin yang sangat nyenyak ke tiduran hingga sore hari.


Saat Radin terbangun, dia baru sadar sudah tidur di kamar Angelina, dia pun buru-buru bangun dan bermaksud akan cuci muka ke kamar mandi yang ada di kamar milik wanita cantik ibu anaknya ini.

__ADS_1


Tapi Radin langsung tertegun, saat sayup-sayup mendengar suara Angelina asek berbincang dengan seorang pria dan kadang Angelina tertawa-tawa.


Radin membatalkan cuci muka dan keluar perlahan dari kamar ini, lalu beringsut ke jendela ruang tamu dan mengintip dengan siapa Angelina bicara.


Ternyata lawan bicara Angelina adalah seorang lelaki tampan, berkumis tipis dan wajahnya terlihat simpatik, bajunya juga terlihat styles. Belum terlalu tua, sekitaran 35 tahunan.


“Jadi kapan nih bisa jadiin nyonyah aku, udah 6 bulanan loh, kita bukan abege lagi Ange, masa kamu tega biaran aku menunggu lama!”


“Bukan gitu mas, aku belum siap berumah tangga, lagian aku masih fokus ambil spesialis jantung. Masih setahunan lagi baru kelar, juga ada kontrak jangka panjang sebagai brand ambasador, lagian emank kamu mau aku bukan gadis lagi, udah punya anak usia 5 tahun!”


“Ahh aku juga bukan bujang, aku duda anak satu, sudah SMP malah…eh itu mobil mewah siapa Ange, yang parkir dekat mobil kamu…?”


“Itu…mobilnya…ayah anakku..!”


“Hah…dia ada di sini…ngapain sihh..?” seketika pria ini mulai kurang senang, agaknya cemburu.


“Nggak tahu, mungkin dia kangen kale dengan Ryan, aku kan nggak bisa nge-larang dia datang ke sini!” sahut Angelina enteng.


“Tuh masih tidur di kamarku.” Mendengar jawaban Angelina, pria ini makin kaget dan wajahnya langsung berubah, benar-benar bikin hatinya tak enak dan makin terbakar cemburu.


“Maaf…Ange…makasih yaa, ranjang kamu empuk banget, hingga aku jadi lelap tidur dengan Ryan!” tiba-tiba Radin nongol dan menguap cuek, hingga lelaki ini makin kheki bukan main.


Angelina pun ikutan kaget melihat Radin tiba-tiba muncul mendekati dia dan lelaki ini di teras.


“Maaf mas…menyela kalian, oh ya Ange boleh numpang mandi di toilet kamu?” Angelina langsung bangkit dari duduknya, dan menarik tangan Radin ke dalam rumah.


“Kamu apa-apaan sih, numpang mandi segala, ngomong di depan Bang Badrul lagi, mending kamu segera ke hotel atau pulang ke Jakarta, jangan mandi di toiletku,” bisik Angelina geregetan melihat kelakuan pria ini.


“Ohh namanya Badrul…iya deh…maaf yaa…aku mau bilangin maaf lagi ke Bang Badrul nya!” Radin lalu beringsut mau keluar.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba lengannya kembali di tarik Angelina dan hampir saja Radin terjatuh. Tubuh Radin jadi mepet ke tubuh Angelina yang berbau harum lembut ini, sentuhan langsung yang kedua kali setelah di Kali yang banjir dulu.


Kelakuan Angelina dan Radin bikin Badrul yang melihat ini jadi tak enak hati, api cemburu makin hebat membakar hatinya.


Badrul berdiri dan tanpa ngomong dia langsung menuju ke mobil SUV nya, melihat hal ini Angelina langsung keluar rumah dan mengejar Badrul.


Terlihat Angelina berbicara singkat dengan pria tinggi besar berkumis ini, Radin senyum-senyum tengil saja nonton itu.


Umi juga melihat kelakuan keduanya tadi, dia terkekeh sendiri sambil menutup mulutnya. “Waaah bakalan rame…akan ada cinta segitiga nih!” pikir Umi menahan tawa.


Mobil Badrul terlihat keluar dari halaman rumah Angelina, tak lama wanita cantik ini masuk ke rumah lagi dan melihat Radin duduk santai di ruang tamu.


“Huhh gara-gara kamu, Badrul langsung pulang!” tegur Angelina dengan suara ketus dan cuek saja duduk di samping Radin, kurang senang teman prianya jadi cemburu gara-gara Radin ini.


Radin tentu saja kaget, Angelina enteng banget duduk di sampingnya sambil kedua tangannya bersedekap ke dada, tentu makin tercium bau harum tubuhnya yang bikin Radin tak karuan.


“Sekali lagi maafff…aku nggak bermaksud ganggu kalian…!” Radin melirik Angelina, pas lagi yang di lirik juga menoleh, Angelina langsung melengus.


“Mending kamu pulang deh sekarang, bagus lagi langsung ke Jakarta!” masih ketus dan jutek suara Angelina.


“Tapi…aku bermaksud 2 atau 3 hari bersama Ryan…?” sahut Radin, yang kaget mau di usir Angelina.


“Iya sudah, sono pergi ke hotel di kabupaten, di sini tak ada kamar kosong, lagian ngapain sih pakai mau mandi segala di kamar mandiku!” Angelina menoleh lagi dan keduanya kini sama-sama saling tatap, tak ada yang mau mengalah.


“Mama…papaa…kaki Ryan sakittttt!” terdengar suara Ryan di dalam kamar, Angelina langsung bangkit, Radin juga sama dan mengekor langkah wanita jelita ini.


Secara tiba-tiba Angelina berbalik dan akibatnya tanpa diduga, wajah mereka beradu tanpa sengaja.


Karena saat itu Radin jalan menunduk dan Angelina menengadah, apesnya bibir mereka justru pas sama-sama kena...!

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2