Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 79: Kena Sidang pa Guru


__ADS_3

Dari 105 siswa SMU 69 yang ikut berdarmawisata ini, ada 45 siswa pria yang ikut. Kini semuanya di jejer alias di baris Pa Burhan. Sedangkan untuk siswa wanitanya di minta istirahat di tenda masing-masing.


Guru Olahraga ini salah satu yang ikut rombongan, semua siswa pria di tatap bengis oleh pa Burhan, si guru killer yang paling di takuti semua siswa SMU 69.


“Saya ingin tahu, siapa siswa tadi tadi malam yang katanya berani ngintip rumah istri pa Kades Imron.” Pa Burhan kini jalan mengitari semua siswa laki-lakinya.


Ketika sampai di depan Bambang, pa Burhan menatap lama wajah remaja ini, hingga Bambang mulai gugup.


“Bambang…kamu tadi malam kemana..?”


“Di tenda pa…nggak kemana-mana!” sahut Bambang dikit gugup.


“Kamu nggak bohongkan? Ingat kalau bohong hukuman berat akan kamu terima!”


“Ee…nggak pak, suwerrr sa-saya kemana-mana, eh nggak kemana-mana pa guru!” Bambang yang di juluki Lato-lato ini gugup bukan main.


Setelah menatap tajam wajah Bambang, pa Burhan kini menatap wajah Ryan di sebelahnya.


“Kenapa kamu senyum-senyum gitu dari tadi…kamu ini Ketua OSIS, kamu harus nya yang bertanggung jawab, kalau ada teman-teman kamu yang nakal. Apalagi sampai berani intip-intip istri orang, paham!”


“Pa-paham pa!” sahut Ryan sambil tegap, persis seorang tentara. Padahal pelakunya adalah dia sendiri.


“Kamu…tadi malam kemana?” kali ini pa Burhan menatap Tomi.


“Eike tidur aja pahhhh..!”


“Jawab yang tegas, jangan klemer-klemer begitu, pus up 20X!” bentak pa Burhan.


“Siap paaakkk…!” Tomi pun benar-benar pus up 20X. Lakinya pun kini keluar, sehingga dia pus up dengan gaya jantan.


Saat pa Burhan kini terus berjalan sambil mencueki Tomi yang masih sisakan 5X pus up, Bambang dan Ryan menahan mulut sekuatnya agar jangan tertawa.


Karena tak ada yang mengaku, pa Burhan lalu menghukum ke 45 siswa berdiri hingga 3 jam di depan tenda ini.


Pa Burhan pagi-pagi di datangi Kades Imron yang marah-marah dan bilang istri keduanya di intip lewat jendela tadi malam. Dan si Kades ini bilang agaknya yang lakukan itu adalah para siswa sekolahnya ini.

__ADS_1


Inilah yang membuat pa Burhan marah bukan main, lalu mengumpulkan seluruh siswa laki-laki dan di tanya satu persatu. Tapi tentu saja tak ada yang ngaku, semuanya bilang tidur dan istirahat di tenda.


Apalagi si pelakunya, Ryan, Bambang dan si Ngondek Tomi yang justru hebat bisa ngerem mulutnya.


Setelah hukuman selesai dan kini semuanya beristirahat, Ryan dan Bambang sakit perut tertawa, apalagi saat melihat Tomi memarahi mereka berdua.


“Dasarrrr ye ye ini buaayaaaaa…gara-gara perbuatan ye ye, terutama kamu ini Ryan, hampir saja kita di pukulin satu kampung!” sentak Tomi.


“Eh Tom, kamu ternyata kencang banget larinya, aku sampai ngos-ngosan ngejar kamu!” sela Bambang sambil terbahak.


“Nihh gara-gara kelakuan si buaya Ryan ini, ngapain sih kamu nekat kelonin istri Kades, dasar biawaaaakkkk, kepala eiki sakit bingit kamu injak tauuuu!”


“Lohh…salah sendiri, ngapaian sih kalian ikutin aku, lalu kalian ngintip-ngintip segala, rasakan sendiri akibatnya!” Ryan tak mau di salahkan.


Bambang sampai bergulingan di tepi sungai kecil ini, menertawakan Tomi yanggemes lalu spontan mendorong Ryan, hingga remaja ini terjengkang ke sungai kecil yang surut dan bangkit gelagapan, Tomi kini terbahak-bahak, puas melihat Ryan kini basah kuyup.


Ryan tak mau kalah, dia langsung menyembur-nyembur air dingin pada kedua sahabatnya, hingga keduanya kalang kabut menjauh sambil menertawakan ulah Ryan.


“Langsung sekalian mandi zunubbbb yaaa…!” Bambang menunggingkan pantat sambi mempelorotkan celananya, hingga lato-latonya yang hitam terlihat jelas, dan cepat-cepat kembali ke tenda bersama Tomi.


“Kelakuan si banci dan si lato-lato gelap, makanya aku begini!” ceplos Ryan, Dewi dan Amanda terkekeh. Kedua remaja cantik ini menertawakan Ryan yang kini menggigil kedinginan.


Tapi Amanda cepat-cepat balik ke tenda mereka dan menyerahkan handuk miliknya, yang tanpa Ryan sadari terbawa hingga ke tendanya.


Setelah kini berganti pakaian, Ryan kaget saat Bambang memberi tahu kalau pa Burhan memanggilnya.


“Katanya ada si kades Imron dan istrinya yang kamu kerjai tadi malam!” bisik Bambang.


“Hahhh…!” Ryan langsung gugup.


“Tenang, aku temani…ayoo kita temui. Harus jantan lah jadi lelaki, berani menaiki sepeda motor orang wajib tanggung jawab!” Bambang terkekeh. “Semprol kamu!”


Ryan pun datang di temani Bambang, hatinya tak karuan.


“Ahhh ini dia pa Guru, murid bapak yang sangat bermurah hati membantu saya kemarin,” Kades Imron langsung memeluk Ryan.

__ADS_1


Sementara Bambang melongo melihat kecantikan Leni. “Anjaiiiii…cakep bingit, pantas si Ryan nekat. Kalau ginian aku jua mau, pakai bingiiiit…!” batin Bambang.


Leni yang memiliki body bak pedangdut dou serigala, Pamela Safitri membuat Bambang tak berkedip menatapnya, Hingga pa Burhan sampai mendehem.


“Gini Ryan, pa Kades ini mengundang kita untuk hadir ntar malam melihat acara 17 an di desa beliau ini.”


“Pokoknya aseekk dehh, rugi ngga datang, pesinden-pesindennya, nahhhh…!” Kades Imron angkat jempol sambil kedipkan matanya.


Kades Imron juga bilang istri keduanya ini punya suara indah dan pernah jadi pesinden top, sebelum di ambilnya jadi bini ke 2.


Leni senyum-senyum saja, apalagi saat melihat Ryan yang selalu salting ini, yang di mata Leni, si opa Korea ini makin menggemaskan dan bikin geregetan.


Sedangkan saat melihat wajah Bambang, Leni bak melihat kucing garong…!


“Ihhh si ganteng ini bikin gemess bangettt…awas nanti aku gigit lagi…abisnya tadi malam baru satu ronde si tua udah datang gangguin. Mana itu-nya bikin melayang ke angkasa..!” batin Leni, sambil membalas senyum Bambang dengan senyum memikat, hingga si Lato-lato ini meneguk liurnya.


Sedangkan Ryan tak berani menatap wajahnya, setiap kali bentrok dengan mata Leni, Ryan langsung buru-buru mengangguk sopan.


Ryan sendiri diam-diam kapok setengah mampus, karena hampir saja ketahuan Kades Imron yang tiba-tiba tadi malam.


Untung saja dia berhasil kabur, lebih kaget lagi saat tahu Bambang dan Tomi malah ngintip kelakuannya.


Rumah Leni terbuat dari beton, andai terbuat dari papan, sudah pasti kelakuannya terpampang jelas. Dan bisa-bisa di rekam Tomi, yang hoby banget apa-apa di videoin.


“Siap pa Kades, saya pasti akan datang bersama Ryan,” serobot Bambang, hingga pa Burhan kembali mendehem dan Bambang langsung terdiam.


Malamnya, Ryan bingung saat Amanda dan Dewi pingin ikut! Ryan bersama Bambang, Tomi serta Anwar dan Budi, teman satu tenda bersiap mau nonton acara 17 an di Desa Bandungan.


“Pokoknya kami harus ikut, awas ku laporin ke pa Burhan kalau nggak di ajak,” ancam Dewi ke Bambang, hingga si Lato-lato ini memandang Ryan minta pendapat.


Ryan garuk-garuk kepala yang tak gatal, bingung…!!!


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2