Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 82: Jadi Rebutan Amanda dan Rika


__ADS_3

“Ryan siapa sih wanita cantik yang teriak tadi,” Rika menatap Ryan, setelah kini mereka sudah jauh dari kejaran Amanda dan Dewi.


“Dia…mantanku…tapi tak mau di putusin,” sahut Ryan asal saja.


“Ihh…kok segitunya, kamu jangan-jangan bikin dia bunting yaa..?”


“Nggakk…wong pake pengaman, eh maksudnya pas sekali gituan, tapi pake pengaman kok…suwerrr!”


“Weee….nakal banget kamu ternyata yaa…dasar! Nggak jauh beda dengan Abang ku si Alfito, kekasihnya sebelum tunangan dengan Ranti juga gitu!” ceplos Rika, hingga bikin Ryan terdiam, tak mampu bersuara lagi.


“Kita pulang aja yuks…takutnya kepergok dia lagi, kan bikin malu!” ajak Ryan, yang tiba-tiba saja hilang mood teruskan jalan-jalan. Gara-gara Rika bercerita kalau Alfito juga sama kelakuan dengan dirinya.


“Hmm…moga saja si Rika tak di rusaknya!” batin Ryan tak enak hati setelah kini berada di balik kemudi mobil sport mewahnya.


Ryan kini mendadak pendiam, hingga Rika aneh sendiri melihatnya. Ryan bukan memikirkan Amanda, tapi ingatannya justru ke Ranti.


“Kok kamu diam…ingat si Amanda itu yaa…?” sentak Rika, hingga Ryan gelagapan sendiri.


“Ahhh nggak kok, aku baru ingat malam ini mau latihan nge-band dengan rekan-rekanku!”


“Bohong banget, masa malam minggu latihan nge-band sihh, pasti mereka sedang aseek ngapelin pacar masing-masing. Aku ikut pingin lihat kamu latihan nge-band!” sela Rika, yang seakan paham, tak ingin di kadalin.


Ryan kaget sendiri, akhirnya kebingungan cari alasan apa agar Rika tidak ikut, namun si ‘Rebecca Klopper’ ini agaknya tak ingin berpisah dengan Ryan malam ini.


Rika kini malah senyum-senyum sendiri, ingat pesan maminya. “Ingat ya sayang, pepet terus si Ryan itu. Kalau banyak yang suka denganya, wajarlah wongg dia anak orkay, pewaris utama lagi. Tau nggak kekayaan ayahnya sudah lebih 300 triliun, 10 turunan juga hartanya tak bakal habis-habis!” Tante Gea yang matre sengaja komporin anak bungsunya ini.


Ryan habis akal, akhirnya mereka putar-putar di seputaran Jakarta. “Ryan kita ke pub aja yuks, masa nongki di depan Bundaran HI. Eeeh kayak orang nggak punya cuan ajehh!” protes Rika, saat Ryan berhenti di depan tempat ini.


Padahal tadi saat kepergok, mereka ada di mal Pla In, yang tak jauh dari tempat ini, tapi Ryan yakin Amanda pasti sudah pulang.


Tentu saja mobilnya yang mewah jadi pusat perhatian orang-orang di sana. Apalagi saat Ryan keluar dari mobilnya dan menatap orang-orang. Sambil bersandar pada mobilnya, dan kini Rika ikutan keluar, mereka pun tentu saja makin jadi pusat pandangan...dan pastinya ngiri habis, melihat pasangan sepadan ini.

__ADS_1


Rika tanpa ragu memepetkan badannya ke tubuh kokoh Ryan. Dan saat menoleh lagi ke arah orang-orang yang lagi rame ini.


Alangkah kagetnya Ryan, dari jarak 5 meteran dari tempatnya dengan Rika, berdiri seorang wanita cantik, dengan pandangan bak mau menerkam dirinya…Amanda!


Tak ada jalan lagi kabur, karena Amanda sudah keburu mendekatinya. Rika anehnya senyum-senyum dengan tenang, tak ada kegugupan dari wajah si gadis abege ini, dia malah menunggu apa yang akan Amanda lakukan pada Ryan.


“Mau kabur kemana lagi biawakkkk!” sentak ‘si Anya Geraldine’ tepat di depan hidung Ryan, hingga hampir saja wajah mereka saling bertabrakan.


“Nggaaakk…ka-kabur kok…nih buktinya masih di sini!” sahut Ryan gelagapan sendiri, dan akibatnya ramailah orang-orang melihat adegan seru ini.


Bagaimana tak seru, seorang remaja tampan jangkung, dengan wajah bak bintang drakor, kini jadi rebutan dua gadis cantik jelita, yang tak kalah cantiknya dari artis-artis Indonesia.


“Siapa gadis ini!” nada suara Amanda masih meninggi, tanda cemburu, sambil menoleh ke arah Rika, yang melepaskan pegangan dari Ryan, karena di sentak Amanda.


“Di-dia Rika..te-teman…!” sahut Ryan masih gelagapan.


“Masih teman kok…tenang ajah, belum jadi pacar!” sahut Rika santai.


Terdengarlah suit-suit dari orang-orang yang nonton ini. Bahkan ada yang menayangkan secara live di medsos melalui ponselnya.


Dan di lihat dengan mata terbelalak seorang bocil cantik di rumahnya yang mewah. “Kak Jenny, Momi siniiii…!” teriak si bocil cantik yang ternyata Delima, hingga Jenny dan Angelina tergopoh mendatangi Delima. Dikira ada apa..!


“Ka Jenny, Momi lihat dehh si Abang Ryan jadi rebutan dua cewek cantiiikkk…hihihi…luchuuuuu!” teriak Delima sambil memperlihatkan tayangan live dari medsos ini.


Angelina dan Jenny terbelalak melihat tayangan itu, apalagi saat terlihat Ryan kelabakan memisahkan Amanda dan Rika yang terlihat mulai mau jambak-jambakan.


“Ada apa sih, rame betul,” Radin mendekat dan kini mereka berempat nonton tayangan langsung dari tayangan medsos ini.


“Lohh si Ryan kenapa, lah-lahhh…tu kenapa dua cewek cantik mau bergulat!” seru Radin kaget sendiri.


Angelina berdiri dan kini mendelik ke suaminya. “Hmmm…siapa yang ngajarin si Ryan memiliki dua pacar sekaligus. Dan kini dua pacar-nya saling berebut dirinya dan malah jadi tontonan se Indonesia?”

__ADS_1


Radin langsung kaget, lalu senyum-senyum tengil. “Jangan salahin papi yaa…papi nggak tahu apa-apa…!” Radin langsung kabur, tak menghiraukan istri cantiknya memanggil-manggil.


Jenny dan Delima saling pandang, lalu Delima terbahak, dan seperti biasa, Jenny tersenyum saja, tapi kali ini senyumannya lebar. “Dasar si Abang besar, rasain,” batin Jenny lalu balik ke kamarnya dan mengajak Delima main game.


Ryan kini berhasil memisahkan Amanda dan Rika yang hampir saja main jambak-jambakan.


“Udah-udah…malu tau! Lihat tuh kita jadi tontontan orang, ayoo kita pulang. Dewi kamu pegang setiran!” Ryan lalu lalu duduk di jok belakang bersama Rika dan Amanda, sedangkan Dewi kini bawa mobil mewah ini.


Kedua gadis cantik ini capek berdebat dan saling merengut satu sama lain di mobil mewah ini. Ryan lega dan memegang bahu keduanya kiri dan kanan, yang langsung di tepis Amanda dan Rika. Ryan tersenyum-senyum songong.


“Nahh gini kan lebih baik, buat apa sih berebut, mending kalian damai saja!”


“Damai apa biawaakkk…kamu sekarang pilih, aku atau si Rika!” sentak Amanda.


“Iya Ryan, kamu pilih sekarang…mau tetap dengan Amanda, atau mau buka lembaran baru dengan aku..?”


“Lembaran baru, enaknya mau ngerebut kekasihku, dasar perempuan sundal kamu itu!” bentak Amanda kembali marah.


“Sudahh-sudahhh…kalau kalian saling ngotot, aku cari gadis yang lain!” ceplos Ryan enteng.


“Apaaa…!” Amanda dan Rika serempak bersuara.


“Oke…kalian dua-duanya…jadi pacar aku...oke..dealll…!”


Dewi yang lagi nyiter langsung ngerem mendadak, hingga Amanda, Ryan dan Rika terdorong ke depan. Kepala Amanda dan Rika kejedot kursi depan, dan Ryan sampai terdorong hingga kepalanya hampir menyentuh dasbord.


“Dewi, kenapa sih kamu ngerem mendadak,” sentak Amanda marah, sambil memijit-mijit dahinya.


“I-ituuu…li-lihat di depan…!” tunjuk Dewi gugup.


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2