Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Memaksa Sekali!


__ADS_3

"Ini Yah, berkas pengajuan kontrak kerja sama dengan perusahaan Kusuma" Aldi menyerahkan map berwarna merah itu kepada ayahnya. Ayah dan anak itu kini sedang duduk berdua di ruang kerja sang Ayah. Putra pun menerima berkas itu dan membacanya sekilas.


"Ada yang mau ayah bicarakan sama kamu" Ucap Putra sambil meletakkan berkas yang ia pegang diatas meja.


"Apa?" Tanya Aldi. "Tentang pernikahan kamu sama Lolita" Balas Putra. Aldi sejenak diam, ia menatap kearah ayahnya. Tiba tiba ia teringat akan perdebatannya dengan Rere waktu di kampus.


"Kalian apa ngga mau melakukan resepsi pernikahan? Toh kamu juga sudah masuk kuliah, dan sebentar lagi juga Lolita akan masuk kuliah" Jelas Putra. Aldi diam, ia mencoba mendengarkan apa yang akan ayahnya katakan selanjutnya.


"Kalian kan udah punya anak juga, mau sampai kapan di sembunyikan?"


"Tadi Tuan Hans menghubungi ayah, katanya ia mau mendekatkan kamu sama putrinya, tapi ayah bilang kamu sudah punya kekasih, tetapi sepertinya putrinya itu bakal gencar deketin kamu, itu bisa menjadi ancaman bagi rumah tangga kalian, apalagi kalian masih remaja. Tentu saja masih labil dalam berumah tangga"


"Iya yah, putrinya Tuan Hans memang ngejar ngejar Aldi"


"Tapi untuk masalah resepsi pernikahan sih Aldi iya iya saja, tapi Lolitanya gimana? Nanti Aldi coba bicara dulu sama Lolita"


🔥


"Ayolah pa, bujuk om Putra supaya mau deketin Rere sama Aldi" Ucap Rere. Gadis itu sedari tadi merecoki papanya yang sedang membaca koran di ruang keluarga. Sedangkan mama Rere hanya menggelengkan kepala dengan sifat manja putrinya, yang membuatnya harus mendapatkan apa yang ia mau.


Hans meletakkan koran yang ia baca di atas meja. Ia kemudian menatap kearah putrinya. "Aldi itu sudah punya kekasih nak, mana mungkin papa memaksa" Jawab Hans. Ia sangat lelah akan putrinya yang terus merengek minta untuk di bantu jadian sama Aldi.


"Baru kekasih kan pa? Belum Istri, ih papa ngeselin ah" balas Rere sambil memanyunkan bibirnya dan melipat tangannya di depan dada.


"Iya karena udah punya kekasih papa ngga bisa bantu sayang" Balas Hans. "Ih, papa ngga sayang sama Rere. Ngga mau usahain supaya Rere bisa pacaran sama Aldi" ucap Rere dengan begitu kesal.


"Bukan gitu sayang...."


"Pokoknya kalau dalam dua minggu papa ngga bisa buat Rere sama Aldi jadian, Rere akan pergi dari rumah, Rere mau habisin nyawa Rere aja" gadis itu kemudian beranjak berdiri, menghentakkan dengan kasar kakinya ke lantai dan belalu kekamarnya.


"Rere" Panggil sang papa, namun gadis itu tidak menyahuti.


"Pa, udah pa mending papa bujukin Tuan Putra, mama takut putri kita satu satunya kenapa napa" Ucap sang mama dengan begitu khawatir.

__ADS_1


🌼


Aldi baru saja kembali dari ruang kerja ayahnya, ia masuk kedalam kamarnya. Terlihat Lolita yang sedang meletakan Aksa kedalam box bayi dengan posisi membelakanginya.


Aldi segera menutup pintunya, ia kemudian berjalan mengampiri Lolita dan memeluk wanita itu dari belakang. Mencium dalam dalam aroma shampo strawberry susu kesukaan Lolita.


"Aksa udah tidur?" Tanya Aldi sambil menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Lolita. "Sudah" balas Lolita, gadis itu kemudian menegakkan badannya, begitu pula Aldi.


Ya Aksa memang akan tertidur di jam jam sekarang, dan ia akan terbangun tengah malam nanti, mengajak mama dan papanya untuk bergadang bersama.


Aldi memutar tubuh Lolita menghadapnya, namun masih dengan Aldi yang memeluknya. "Ada yang mau aku omongin nih" ucap Aldi sambil menyelipkan anak rambut Lolita kebelakang telinga.


"Apa?" Tanya Lolita, gadis itu menatap kearah manik mata Aldi yang menatapnya dengan serius.


"Ayah tanya, kapan kita mau ngadain resepsi pernikahan" Ujar Aldi. Mendengar itu Lolita terdiam sejenak.


"Buat apa sih resepsi pernikahan" Balas Lolita akhirnya. "Kita kan nikah udah lama, lagian juga dua minggu lagi kita Anniversary ke 2 tahun loh, dan kita juga sudah punya anak. Mau sampai kapan kita menyembunyikan status kita ini? Lagian ini juga supaya aku ngga di goda sama cewe cewek di kampus selagi kamu belum masuk ke kampus" Jelas Aldi pajang lebar.


Sejenak Lolita diam. Ia membenarkan ucapan Aldi, mau sampai kapan ia menjalin hubungan dengan sembunyi sembunyi?.


Dalam sekejap mata semuanya sudah berubah, baju tergeletak di lantai dan dua manusia yang kini sudah saling memadu cinta.


Ngetiknya siang, ga baik kalau di perlihatkan. Wajib di sensor😂


🔥


"Tuan Putra, saya mohon tuan, Tolong bujuk putra anda supaya mau menjadikan putri saya sebagai kekasihnya" pinta Hans. Ya. Laki laki paruh baya yabg terlihat berkarisma itu kini sedang duduk berhadapan dengan Putra.


"Maaf Tuan Hans, bukannya saya tidak mau membantu tapi putra saya memang sudah memiliki kekasih, dan saya tidak mungkin memaksa putra saya untuk meninggalkan kekasihnya dan menjalin hubungan dengan orang yang tidak dicintainya. Saya sebagai orang tua hanya bisa mendukung apa yang dilakukan putra saya, asal itu baik dan dia bahagia" Jelas Putra panjang lebar.


"Saya juga orang tua, Tuan Putra. Saya hanya Ingin putri saya satu satunya bahagia. Saya tidak ingin putri saya mengakhiri hidupnya" Jawab Hans, Laki laki itu terus saja bersikukuh.


"Tapi tidak dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain Tuan Hans. Jika saya membantu Anda, terus bagaimana dengan hidup anak saya?" Tuturnya dengan nada dinginnya.

__ADS_1


"Tuan Putra, mereka hanya sepasang kekasih itu tidak akan merusak masa depan anak anda, berbeda dengan putri saya yang mengancam menggunakan nyawa"


"Tuan Hans. Anda tidak tahu tentang kehidupan pribadi keluarga saya, dan bukankah anda kesini untuk membicarakan bisnis? Dan saya sudah menyepakati itu. Mohon profesionalisme anda. Jika sudah selesai silahkan Anda keluar dari ruangan saya. Karena masih banyak yang harus saya kerjakan" Emosi Putra benar benar sudah di ubun-ubun siap untuk meledakkan kapan saja.


"Huh, Baiklah Tuan Putra, mohon di pertimbangkan" Ucap Hans kemudian, sebelum akhirnya laki laki itu berdiri dan keluar dari dalam ruangan Putra.


🌼


"Aldi, bilang sama gue, kalau lo sama Rere itu tidak ada apa apa!!!" Pinta Disa. Gadis itu kini sedang berdiri di hadapan Aldi yang sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya.


"Aldi, gue ngomong sama Lo" Bentak Disa, gadis itu merasa kesal karena Aldi tak kunjung menjawab ucapannya.


Aldi menyimpan ponselnya kedalam sakunya, laki laki itu kemudian mendongakan wajahnya untuk menatap senior yang ada di depannya.


"Emang siapa Lo sampai gue harus menjawab perkataan Lo" Ucap Aldi, laki laki itu kemudian beranjak berdiri dan berjalan keluar dari dalam kelasnya. Meninggalkan Disa yang sedang menahan amarah. Terlihat sangat jelas dari wajahnya yang merah dan tangannya yang mengepal.


"Bwahahahaha, ada yang ngga di anggap" tiba tiba tawa dari seorang gadis pecah dari arah pintu. Semua orang yang ada di kelas pun menoleh kearah pintu, tak terkecuali Disa.


"Kasian sekali, ya udah sih terima nasib aja kalau Aldi itu emang calon tunangan gue. Tunggu aja undangan pasti akan segera di sebar" Ucap Rere dengan begitu percaya dirinya sambil memainkan rambutnya.


Disa menggertak giginya, Amarahnya sudah semakin di ujung kepala siap meledak kapan saja.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalin jejak like dan votenya untuk menghargai karya author.

__ADS_1


jangan panas ini masih biasa aja belum konflik kok😂


__ADS_2