
"Aldi" Ucap Disa, Stella dan Devi secara bersamaan.
"Lo disini juga?" Tanya Disa bosa basi sambil menampilkan senyum manisnya.
Namun bukannya menjawab pertanyaan Disa, Aldi malah menanyakan hal lain. "Tadi gue denger lo menyebutkan kata incar, incar apa maksud lo?" Tanya Aldi sambil menatap Disa.
"Oh itu, cewek itu udah buat ulah sama gue, lo kan tahu sendiri gue seperti apa di kampus, siapapun yang udah cari masalah sama gue, maka gue akan incar terus" Jelas Disa sambil menatap Lolita dengan tatapan permusuhan. Sedangkan Lolita yang di tatap hanya memasang muka datar bagai aspal.
"Buat masalah apa?" Tanya Aldi sambil menatap Lolita dengan tatapan yang sulit di artikan. Lolita yang di tatap Aldi dengan tatapan seperti itu pun sedikit gugup bercampur takut, mengigat ia saat SMA pernah berantem dengan Aldi karena dia buat ulah.
"Dia lepasin gadis yang mau gue kasih hukuman karena udah numpahin ice cream ke sepatu gue"Jelas Disa. "Nah terus?" Tanya Aldi masih dengan menatap Lolita.
"Dan dengan beraninya dia menampar gue, seorang Disa di tampar sama bocil, kan ga lucu" ucap Disa kesal mengigat dirinya yang kena tampar si bar bar.
"Bener yang dibilang Disa?" Tanya Aldi pada Lolita dengan nada dingin dan tatapan mengintimidasi.
"Aa.. emm i-iya" Jawab Lolita sedikit gugup. "Kenapa kamu lakuin itu?" Tanya Aldi lagi.
Mendengar pertanyaan dan tatapan Aldi yang di berikan kepada Lolita, Disa merasa bahwa Aldi membelanya dan membenarkannya hingga ia merasa begitu senang.
"Itu karena dia mau nampar aku, jadi aku terlebih dahulu menampar dia. Lagian gadis yang menumpahkan ice cream juga sudah minta maaf tapi dia malah berbuat seperti itu" Jelas Lolita tanpa rasa takut sedikitpun.
"Nah kan Al, lo udah denger sendiri kan, kalau dia nampar gue, dia perlu di kasih pelajaran" Ucap Disa, gadis itu memegang tangan Lolita dan hendak menariknya namun Aldi segera menepisnya.
"Kenapa di tepis? Ooo lo mau kasih dia pelajaran karena dia udah berani nampar gue calon kekasih lo ya?" Ucap Disa sambil tersenyum senang.
"Iya, gue mau kasih pelajaran ke dia, karena gue ngga akan biarin siapapun kasih pelajaran sama cewek gue" ucap Aldi dengan santainya sambil merangkul pinggang Lolita mesra hingga membuat Disa dan keduanya temanya di buat terkejut dengan apa yang diucapkan dan dilakukan Aldi.
"Cew- cewek el-lo?" Tanya Disa dengan terbata sambil menunjuk ke arah Lolita yang berdiri dengan di rangkul Aldi mesra.
Cup.
Aldi mencium kening Lolita dengan sayang. Lolita yang mendapat perlakuan manis di depan para cewek cewek ganjen yang menginginkan suaminya itu tersenyum senang.
"Iya dia cewek gue" balas Aldi dengan santainya. Mereka semakin dibuat terkejut ketika Aldi dengan terang terangan mencium kening Lolita di hadapannya menunjukkan kemesraannya.
"Hahaha.... Lo jangan suka bercanda deh Al" Ucap Disa sambil tertawa hambar.
"Ah iya, Aldi bercandanya ngga lucu" Imbuh Devi. "Hooh tuh" Saut Stella. Mereka berdua juga tak kalah terkejut dengan Disa.
"Emang gue pernah bercanda sama kalian? Nggak kan" Balas Aldi dengan santai namun penuh penekanan.
__ADS_1
"Tapi bukannya Rere...." Ucapan Stella hanya menggantung ketika Aldi buru buru menyahuti.
"Tunangan gue?" Aldi menjeda ucapannya. Stella dan Devi mengangguk seperti orang ****. "Iya dia tunangan gue tapi dalam mimpi, seperti temen lo yang mimpi jadi pacar gue" Jelas Aldi.
Mulut cabe Aldi mode on :)
"Ya udah sayang, yuk kita pergi aja" masih dengan posisinya yang sama Aldi mengajak Lolita keluar dari dalam restauran tersebut.
"Sayang?" Ucap Devi yang masih belum percaya dengan apa yang barusan di katakan oleh Aldi.
"Omooo, Aldi ternyata manis banget ya sama ceweknya" Ucap Stella.
Masih dengan posisi yang sama, Disa diam membisu, menatap kesembarang arah, kedua tangannya terkepal menahan amarah.
Mungkin ini lebih menyesakkan di banding ia mendengar Rere yang mengaku sebagai tunangan Aldi.
"Gue bakal rebut Aldi dari cewek s***** itu" ucap Disa sambil menggertakkan giginya.
"Eh Disa sayang, ngga boleh gitu kan Aldi udah punya cewek masa iya kamu mau jadi pelakor sih" Tutur Stella.
"Nah iya, ngga boleh itu ngga baik ntar jadi seperti Yeo Da Kyung di Drakor The World Of Married Couple loh, banyak yang ngehujat kan ngga enak ya Stell ya kalau di hujat" Ucap Devi dengan begitu polosnya. Entah polos atau **** yang jelas gadis itu tidak tahu suasana.
Disa yang mendengar perkataan Devi pun memelototkan matanya menatap Devi tajam.
"Hehehe ngga ngga canda ya kan, gue kan suka bercanda" Ucap Devi takut takut.
š¼
"Em Aldi, kamu ngga marah kan?" Tanya Lolita sesampainya mereka berada di dalam mobil. "Marah karena apa?" Tanya Aldi sambil menatap Lolita yang duduk disebelahnya.
"Marah karena hari pertama masuk kampus aku udah bikin ulah" Jawab Lolita sambil menatap Aldi dalam.
Aldi menggenggam tangan Lolita, laki laki yang berstatus papa muda itu menatap Lolita mama muda dengan tatapan dalam dan penuh sayang.
"Nggak, kenapa harus marah? Kamu kan niatnya baik mau nolongin orang, lagian juga kamu kan ngelindungin diri kamu sendiri" Balas Aldi.
"Ya nggak, aku takutnya kamu marah seperti waktu SMA dulu, aku kan ngga mau jadi istri yang membuat malu suami" ucap Lolita dengan nada sendu.
Melihat wajah sendu dan mendengar perkataan Lolita, Aldi merasakan sesak di dadanya, ia mengingat setiap perkataan kasar yang ia lontarkan kepada Lolita hingga menyakiti hati istrinya itu.
Tanpa banyak bicara, Aldi langsung menarik Lolita kedalam pelukannya, menyalurkan rasa nyaman dan aman untuk istrinya. "Maaf" cicit Aldi.
__ADS_1
Lolita sejenak diam, ia ingin menikmati sejenak rasa nyaman yang diberikan Aldi melewati pelukan hangatnya.
Lolita memejamkan matanya menyandarkan kepalanya di dada bidang Aldi, sampai akhirnya kemudian Lolita melepaskan pelukannya.
Lolita dan Aldi saling menatap dalam "maaf untuk apa?" Tanya Lolita. "Maaf karena aku sudah menjadi alasan terbesar kamu sakit, sakit batin maupun sakit fisik, maaf karena saat Disa hendak melukai kamu aku tidak ada di dekat kamu untuk melindungi kamu, maaf untuk semuanya" Ucap Aldi dengan setulus hati tangan laki laki itu menggenggam erat kedua tangan Lolita.
Lolita terseyum mendengar perkataan Aldi, ia menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Tidak ada yang perlu di maafkan, karena itu semua juga bukan sepenuhnya salah kamu" Ucap Lolita lembut.
"Tapi emang semua salah aku, seandainya aku lebih bisa menjaga dan memahami perasaan kamu pasti itu semua tidak akan terjadi, tidak akan ada yang tersakiti diantara kita"
Lolita melepaskan salah satu genggaman tangan Aldi, tangan gadis itu terangkat untuk mengelus rahang tegas Aldi. Lolita kemudian mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat rahang tegas Aldi. Setelah itu Lolita pun kembali kepada posisi semula dan Aldi kembali menggenggam tangan Lolita.
"Sudah lah, kita ngga perlu lagi bahas masalalu, kalau dibahas bisa panjang dan ngga pulang pulang, aku sudah rindu sama Aksa ini."
"Biarlah semua kenangan buruk itu berlalu dengan semestinya, kita hanya perlu menjadikan masalalu itu sebagai pelajaran, kita juga harus saling terbuka satu sama lain, jangan ada yang ditutup tutupi" Lolita menjeda ucapannya sekedar untuk mengambil nafas.
"Supaya kedepannya kita tetap baik baik saja, karena kita itu suami istri sekarang, bukan sekedar sepasang kekasih yang jika ada masalah dibiarkan berlarut larut dan berakhir meninggalkan dan saling menyakiti"
"Karena sekarang bukan cuma kita berdua yang harus difikirkan. Ada Aksa yang juga butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya"
"Iya, ya udah sekarang kita pulang. Aku juga udah rindu banget sama anak kalem" Aldi melepas genggamannya pada tangan Lolita. Ia segera memasang sabuk pengaman begitu pula dengan Lolita.
Setelah itu Aldi pun menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan parkiran Awan Lounge Restauran itu.
.
.
.
.
.
Hallo, hehehe
Author geli sendiri nih waktu ngetik haha...
Author yang bar bar ini seakan menikmati peran Lolita sebagai istri yang baik dan penuh cinta wkwkwk...
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya, biar author tambah sayang kalian semuaā¤ļø
__ADS_1