Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Masa Kecil Aldi


__ADS_3

Lolita dan Aldi kini berbaring saling berhadapan dengan sehelai selimut yang menutupi tubuh polos keduanya yang terlihat basah akan keringat yang terus saja menggucur, setelah perdebatan yang cukup menyesakan itu. Kini keduanya sudah kembali baik baik saja setelah saling bergelut bersama.


Kini mereka berdua sedang mengatur nafasnya yang masih naik turun tidak beraturan, keduanya seakan berlomba-lomba untuk meraup oksigen sebanyak-banyaknya untuk melingkupi paru parunya.


Aldi terlebih dahulu merapikan anak rambut Lolita yang menutupi sebagian wajahnya sebelum akhirnya ia terlebih dahulu membuka suara.


"Felisha pasti sudah bercerita sama kamu kan kalau dulu kita adalah teman kecil yang sangat dekat" Ujar Aldi. Ia menjeda kalimatnya dan menarik panjang panjang nafasnya.


"Dulu aku dan Felisha itu adalah tetangga, aku sering sering main ke rumah Felisha, kalau engga gitu Felisha yang sering main ke rumah aku, meskipun kenyataannya lebih sering aku yang pergi ke rumahnya, itu karena orang tua aku yang sering menitipkan aku kepada orang tua Felisha" Aldi menjeda kalimatnya.


"Kenapa Bunda tidak merawat kamu sendiri?" Tanya Lolita.


"Dulu aku di asuh karena oleh seorang baby sitter karena bunda sangat sibuk dengan pekerjaannya, selain seorang istri, bunda adalah sekretaris pribadi Ayah"


"Bunda adalah salah satu gadis jenius waktu itu, mereka juga menikah muda, bunda sering sekali lompat kelas, sehingga saat beliau masih berusia lima belas tahun, beliau sudah menyelesaikan kuliahnya"


"Dan ayah, ayah adalah teman dari kakak bunda, Ayah sering sekali main ke rumah bunda, dan bunda menjadi jatuh hati sama ayah, dan bunda memutuskan untuk bekerja sebagai sekretaris ayah, dulu perusahaan ayah tidak semaju dan sebesar sekarang, tapi karena adanya bunda perusahaan ayah pun maju dengan sangat pesat"


"Dan saat diusia 16 tahun Bunda menikah dengan ayah, memang saat itu sangatlah jauh perbedaan umur keduanya karena ayah sudah beusia 21 tahun, dan beliau masih kuliah sambil bekerja membangun bisnisnya"


"Saat bunda berumur 17 tahun, aku pun lahir, tetapi aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang kayaknya Aksa mendapatkan kasih sayang dari kamu"


"Mereka berdua sibuk pergi kesana kemari untuk memperbesar perusahaan mereka, dan sampai saat ini juga terkadang bunda masih ikut dinas dengan ayah, bedanya Aldo di ajak, aku dulu ditinggal"


"Saat memasuki taman kanak kanak, aku memiliki tetangga baru, ya dia adalah Felisha, kita sering sekali bermain bersama dan bersekolah di tempat yang sama"


"Orang tua Felisha juga sangat baik, mereka memberikan aku masih sayang layaknya anak mereka sendiri, tidak pernah membedakan antara aku dan kakak Felisha"

__ADS_1


"Hampir setiap hari aki bersama dengan Felisha, mencurahkan semua keluh kesahku akan sikap orang tuaku yang seperti mengabaikan ku, mereka memang memberikan aku uang dan status, tapi mereka tidak pernah memberiku cinta dan kasih sayang keluarga"


"Disaat semua anak anak TK datang dan pulang di antara dan dijemput oleh orang tuanya aku hanya bersama supir atau bareng sama Felisha, dan disaat ada acara yang melibatkan keluarga aku pun terkadang ijin tidak masuk sekolah, atau aku akan datang bersama baby sitter dan juga supir, itu pun hanya sebagai penonton"


"Ketika semua orang orang bersenang senang dan bermain bersama orang tuanya saat di hari libur, ayah dan bunda tidak pernah memiliki waktu untuk aku, dan beruntungnya orang tua Felisha baik terhadapku jadi mereka turut mengajakku liburan bersama"


"Kita berdua tumbuh bersama, jadi wajar saja jika anak kecil mengatakan kaliamat yang mungkin mereka sendiri tidak tahu apa maknanya, hingga akhirnya perpisahan itu tiba, dimana Felisha harus pergi dan meninggalkan aku sendiri"


"Aku sangat sedih akan kepergian Felisha, karena saat itu aku juga tidak memiliki banyak teman, mereka semua meledekku anak nakal yang tidak mempunyai orang tua hingga membuat aku menjadi sosok yang sangat pendiam dan tertutup, apalagi aku mewarisi gen hemofilia, tidak mungkin jika aku berantem dengan anak anak lain"


"Aku tidak pernah berfikir jika saat aku dewasa aku akan berubah seperti ini dan seperti detik ini, dan selama bertahun-tahun aku menunggu Felisha kembali, dan selama itu juga aku tidak pernah lagi merasakan yang namanya kehangatan keluarga, pergi berlibur bersama keluarga dan lain lainnya yang berhubungan dengan keluarga, hari hariku hanya diisi dengan belajar dan juga bermain dengan mainan yang sudah di belikan oleh ayah dan bunda, jangan tanyakan betapa membosankannya masa kecilku dulu"


"Hingga akhirnya aku masuk ke Sekolah Menengah Atas, disana aku tidak sengaja melihatmu, sosok gadis manis dan cantik yang selalu ceria, entah bagaimana aku bisa memiliki rasa terhadapmu, tetapi aku terlalu cupu untuk mengakui itu, perlahan aku yang selalu mengharapkan Felisha untuk kembali pun mulai memudar, berganti dengan rasa ingin selalu melihatmu tertawa lepas dan bahagia"


"Aku mengetahui semua masalah yang kamu alami dulu di SMP, tetapi karena jiwa sosialku yang sangat rendah, aku jadi tidak bisa membantumu, aku tidak berani membuat ulah disekolah, karena itu pasti akan membuat ayah dan bunda marah karena harus datang ke sekolah untuk mengurus hal itu sehingga membuat kerja mereka terganggu."


"Karena kehabisan banyak darah akibat dari hemofilia yang aku derita, aku pun sempat dinyatakan koma beberapa hari, dan saat itulah ayah dan bunda mulai menyesalinya, tapi penyesalan itu semua sudah tidak ada gunanya, dan itulah alasan kenapa aku juga sangat membenci Andra, apalagi melihat kedekatanmu dengan Andra di SMA"


Lolita mendekatkan tubuhnya lebih dekat dengan Aldi, tanganya bergerak untuk merangkul tubuh suaminya yang terlihat sudah mulai mengering.


"Ternyata masa kecil kamu sangat pilu, mungkin aku hanya mendapatkan teman yang tidak tulus, tapi setidaknya aku masih mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuaku" Ujar Lolita.


Aldi menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang menghiasi wajah tampannya, "Tetapi hidupku tidak sememilukan yang sudah mengorbankan nyawamu, kamu adalah sosok perempuan yang sangat tulus" Ujar Aldi sembari membelai sebagian wajah Lolita dengan lembut.


"Maafkan aku karena tidak memberitahukan kamu soal itu, karena bagi aku itu semua tidak penting, dan aku juga tidak pernah mengira kalau ternyata dia akan kembali lagi ke Indonesia, aku tidak pernah berniat untuk menutup nutupi tentang dia dari kamu, sungguh" Terang Aldi.


"Aku hanya berfikir, dia adalah bagian dari masalalu aku, sama halnya dengan kehidupan masa kecil ku, masalalu yang tidak perlu di bahas di masa depan" Imbuh Aldi lagi.

__ADS_1


"Aldi" Panggil Lolita.


"Hmmm?"


"Dia sudah kembali, apakah kamu akan berfikir untuk kembali bersama dengan dia seperti janji yang kalian buat sebelum perpisahan itu tiba?" Seru Lolita.


Aldi tersenyum mendengar pertanyaan istrinya, dia tahu kalau sekarang itu istrinya sedang merasa khawatir akan kelanjutan pernikahan di masa depan.


"Tentu saja" Jawab Aldi.


Mendengar jawaban Aldi, hati Lolita rasanya sangat sakit, dadanya terasa sangat sesak seperti ada seseorang yang merenggut paksa oksigen yang melingkupi paru parunya, matanya pun sudah mulai berkaca-kaca, pelukan di pinggang Aldi pun mulai merenggang, dan bibirnya terasa kelu tidak bisa berkata kata. Jawaban Aldi benar benar menghujam jantungnya dan meremukkan hatinya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan kalian berupa like dan vote, dan buat kalian yang belum follow Ig Indri segera follow ya @indriantika26 agar kalian bisa mengetahui informasi yang Indri posting di ig seputar up dan novel terbaru atau yang bakal lanjut up, dan insyaAllah aku sehari bakal up dua kali biar cepet tamat seperti yang kalian mau dan rasa penasaran kalian terbayarkan dengan ending yang memuaskan oke👌


__ADS_2