
"Bagiamana keadaan anak dan menantu saya dok?" Seru Putra ketika seorang dokter baru saja keluar dari ruang ICU untuk memeriksa keadaan Lolita dan Aldi.
"Keduanya sudah benar benar sadar, tapi seperti yang kalian ketahui seseorang yang pernah mengalami koma akan mengalami beberapa masalah pada organ tubuhnya, seperti kehilangan ingatan, kehilangan pendengaran atau bahkan mengalami kelumpuhan dan masih banyak lagi" Terang sang dokter.
"Jadi maksud dokter anak saya mengalami itu semua?" Seru Nita.
"Nanti kalian bisa melihatnya sendiri ketika pasien sudah dipindahkan keruang rawat" Ujar sang dokter yang kemudian berlalu dari hadapan keluarga Lolita maupun Aldi.
*
"Lolita" Panggil Nita.
Lolita yang tadinya hanya menatap langit langit rumah sakit itu menoleh kearah sang mama kemudian berkata "Mama"
"Syukurlah sayang kamu sudah sadar" Ujar Nita senang.
"Emang Lolita kenapa ma?" Tanya Loli lagi.
"Kamu kan habis operasi transplantasi ginjal, dan kamu juga mengalami koma selama satu bulan, beruntungnya operasi kamu dan Aldi berjalan lancar" Terang Nita.
"Aldi?" Ujar Lolita dengan nada bertanya. Dahinya berkerut dalam menyiratkan sebuah kebingungan.
"Iya Aldi, dia yang sudah mendonorkan ginjalnya buat kamu" Terang Nita.
"Siapa Aldi?" Tanya Lolita kemudian.
Jdarrrrrr
Pertanyaan Lolita berhasil membuat semua orang yang berada disitu tercengang.
"Siapa Aldi? Kenapa dia mau mendonorkan jantungnya buat Loli?" Tanya Lolita lagi ketika tak kunjung mendapatkan jawaban dari mamanya ataupun keluarga yang lainnya pun temannya yang sudah berada disitu.
"Lolita, lo nggak lagi ngeprank kan?" Tanya Yolanda.
"Ngeprank? Lo siapa?" Tanya Lolita.
Jawaban Lolita berhasil membuat Yolanda tertampar, sahabatnya yang paling kece itu terlupakan.
"Gue Yolanda masak iya Lo lupa sama gue?" Seru Yolanda.
"Maaf, tapi gue nggak kenal sama lo" Ujar Lolita.
Jawaban Lolita benar benar membuat Yolanda seakan ingin mengumpat dan menyumpah serapahi Lolita yang sekarang menurutnya sedang berpura pura amnesia.
"Dek" Panggil Satya.
Lolita pun mengalihkan perhatiannya kearah Satya "Ngapa lo Bang Sat?" Seru Lolita.
"Kirain lo ga kenal juga sama gue" Seru Satya.
"Lo kan abang gue, ya kalo gue ga kenal sama lo" Ujar Lolita.
"Lah, lo aja ga kenal sama Aldi suami lo sendiri" Seru Satya.
"Suami?" Lolita berucap dengan nada bertanya. Ia mencoba mengingat nama Aldi tapi alhasil malah kepalanya terasa sangat sakit.
Semua orang yang melihat itu pun merasa cemas seketika, Doni pun segera berlari untuk memanggilkan dokter dan tak lama dokter pun tiba, ia segera memeriksa keadaan Lolita.
Dokter itu memberikan suntikan kepada Lolita, sehingga perempuan itu pun kemudian tertidur.
"Dok, kenapa dengan anak saya?" Tanya Doni.
"Seperti yang saya katakan tadi, Anak anda mengalami gangguan pada ingatannya atau bisa disebut amnesia" Terang sang dokter.
"Tapi kenapa dia masih mengingat saya dok?" Tanya Nita.
"Nona Lolita tidak kehilangan semua ingatannya, ia hanya kehilangan sebagian dari ingatannya, jadi dia masih bisa mengingat masalalunya. Itu semua karena tekanan berlebih pada otakanya tentang masalalunya" Terang sang dokter.
Tubuh Nita lemas seketika, Satya yang melihat itu langsung menompang tubuh mamanya agar tidak terjatuh.
"Bagaimana mungkin ingatan Lolita hilang dan hanya mengingat masalalu" Gumamnya dengan syok.
__ADS_1
"Ma sudahlah, yang penting Loli tidak apa apa" Ujar Satya.
"Tidak apa apa gimana Satya, kamu tahu kan masalalu adik kamu itu sangatlah buruk, gara gara masalalu itu sekarang adik kamu harus kehilangan ingatannya, dia melupakan suaminya, mungkin juga dia melupakan Aksa, lantas sekarang bagaimana nasib Aksa?" Ujar Nita marah.
"Sudah, mama sabar dulu. Nanti kita bantu Lolita untuk mengingat semuanya perlahan lahan" Ujar Doni menenangkan.
*
Di ruang inap Aldi.
"Bund, bagaimana keadaan Lolita sekarang? Apakah dia baik baik saja?" Tanya Aldi kepada Wilna yang kini sedang duduk disebelahnya.
"Lolita baik baik saja, dia juga sudah sabar barengan sama kamu" Terang Wilna.
"Syukurlah" Ujar Aldi.
"Antarkan Aldi keruangan Lolita bund" Pintanya.
"Jangan ya, mending sekarang kamu istirahat dulu soalnya kamu nggak boleh banyak gerak, takutnya luka habis operasi kamu itu akan terbuka dan mengalami pendarahan" Terang Wilna.
"Aldi tidak apa apa kok bund" Seru Aldi.
"Aldi, kamu ingat dengan keadaan kamu, kamu itu tidak seperti orang pada umumnya. Jadi, mending sekarang kamu bedrest saja biar cepat pulih" Seru Wilna sedikit membentak.
"Ya udah iya" Putus Aldi akhirnya. Dia menyadari kondisi tubuhnya, pasca operasi dia tidak akan sebebas hari hari biasanya. Dia akan kehilangan kebebasannya dalam kurung waktu yang cukup lama, dan mungkin dia akan menghabiskan banyak waktunya untuk berbaring ditempat tidur untuk menghindari adanya pendarahan yang bisa menyebabkan nyawanya terancam.
Aldi mencoba untuk menyamankan posisinya, seketika desisan pun keluar dari mulutnya.
"Kenapa?" Tanya Wilna.
"Nggak papa bund" Jawab Aldi.
*
Keesokan harinya
Lolita terlihat sedang termenung diatas tempat tidurnya. Pikirannya berkelana kemana mana.
"Kenapa Lolita?" Tanya Nita yang baru saja memasuki ruang rawat anaknya.
Nita yang mendengar itu dibuat sedih seketika. "Mungkin mereka sekarang sedang sibuk" Ujar Nita.
"Mungkin kali ya ma" Lolita mengangguk anggukan kepalanya.
"Ya udah, sekarang mending kamu makan terus minum obat dan tidur biar cepat pulih" Ujar Nita.
"Iya ma" Ujar Lolita.
*
"Shhhhh" Aldi terus mendesah tatkala ia merasakan nyeri di bagian bekas operasi saat dirinya ingin merubah posisi.
"Kenapa sayang?" Tanya Wilna yang baru saja masuk kedalam ruang rawat Aldi.
"Pegel bund, pengen duduk" Ujarnya.
"Bunda naikin aja ya bed nya?" Saran Wilna.
"Iya"
Wilna pun melangkahkan kakinya mendekati putranya, kemudian membantu menaikkan bed yang ditempati Aldi agar putranya itu tidak merasa pegal.
"Bunda, apa aku masih belum bisa menemui Lolita" Ujar Aldi.
"Sabar aja dulu, nanti kalau sudah benar benar sembuh pasti bisa menemui Lolita" Ujar Wilna.
Pintu ruang inap Aldi tiba tiba terbuka dan menampilkan sosok yang sangat ingin ditemuinya. Siapa lagi kalau bukan Lolita.
Perempuan itu didorong Nita mendekat kearah Aldi. Aldi yang melihat itu tentu saja merasa sangat senang.
"Lolita, kamu kesini sayang" Ujar Wilna.
__ADS_1
Lolita mengeryitkan dahinya bingung, siapa orang itu? Kenapa dia memanggil dirinya sayang. Pikir Lolita.
"Iya" Lolita hanya menjawab dengan senyuman tipisnya.
Nita pun menggeser tubuhnya, membiarkan Lolita mendekat dengan Aldi.
"Sayang, kamu baik baik saja kan?" Tanya Aldi.
Lolita pun kembali dibuat heran ketika Aldi memanggilnya dengan sebutan sayang.
Pun Wilna yang melihat respon Lolita seperti orang yang kebingungan. Wilna memang belum mengetahui keadaan Lolita karena dia sendiri belum sempat untuk menemui menantunya. Nita yang melihat itu segera menarik tangan Wilna dan mengajaknya untuk keluar dari dalam ruangangan.
Lolita dan Aldi hanya melihatnya sekilas. "Sayang kok nggak jawab aku tanya" Ujar Aldi kembali membuka suara.
"Namaku bukan sayang, namaku Loli" Ujar Lolita.
Aldi yang mendapat respon seperti itu tentu saja bingung, tapi ia tetap berfikir positif.
"Oh iya, lo yang donorin ginjal lo buat gue ya? Thanks ya btw gue Lolita" Ujar Lolita memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangannya kehadapan Aldi.
"Maksud kamu apa?" Ujar Aldi yang semakin dibuat bingung.
"Kenalan dulu" Lolita menarik tangan Aldi untuk menerima jabatan tangannya.
"Lo Aldi kan? Gue sudah tahu nama Lo dari mama" Lolita kemudian melepaskan jabatan tangannya.
"Sayang, kamu lagi bercanda?" Tanya Aldi.
"Ih, dibilangin nama gue tuh Lolita, bukan sayang" Tegas Lolita.
"Lolita" Panggil Nita yang sudah kembali bersama Wilna.
"Iya ma" Jawab Lolita.
"Kita balik dulu yuk, biarkan Aldi istirahat kamu juga harus istirahat" Ujar Nita.
"Iya ma" Lolita kemudian kembali menoleh kearah Aldi.
"Gue balik dulu, cepat pulih Al" Ujar Lolita sebelum akhirnya pergi dari ruang rawat suaminya.
Aldi menatap kearah Wilna. Laki laki itu terlihat menuntut kejelasan dari bundanya.
"Bunda, jelaskan apa maksud Lolita tadi" Serunya.
"Aldi, kamu tenang dulu ya" Ujar Wilna mencoba menenangkan.
"Kamu tahu kan setelah koma itu pasti ada dampakanha" Ujar Wilna perlahan.
"Ya terus?" Tanya Aldi dengan tidak sabar.
"Karena koma, Lolita mengalami sedikit gangguan pada ingatannya, dia tidak bisa mengingatkan kita. Tapi kamu tenang saja itu hanya sementara, kalau kalian mau berusaha pasti ingatan Lolita akan kembali pulih" Terang Wilna dengan sangat hati hati.
"Amnesia?" Ujar Aldi. Laki laki itu terlihat seperti orang linglung setelah mendengar pernyataan dari bundanya.
"TIDAK MUNGKIN"
.
.
.
.
.
Masih nano nano wkwk, katanya pada ga mau pisah sama Aldi dan Loli jadi siap siap aja lihat perjuangan mereka sebelum akhirnya tunggu episode selanjutnya wkwk😂
Jan lupa berikan dukungan kalian berupa like dan vote sebanyak banyaknya
__ADS_1