
Mobil yang dikendarai oleh Aldi kini memasuki halaman rumah mertuanya. Kaki jenjangnya langsung menginjak pedal rem dan mobil putih itu pun seketika berhenti dengan mulus di halaman rumah.
Aldi segera melepaskan seatbelt yang masih melekat di tubuhnya, setelah itu ia segera turun dari mobilnya. Dengan sedikit berlali Aldi menuju ke pintu utama. Di ketuknya pintu itu dengan keras tetapi tidak ada sahutan dari dalam.
Sekali lagi Aldi mengetuk pintu rumah mertuanya hingga akhirnya pintu pun terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya dengan seragam pembantu yang melekat di tubuhnya.
"Eh, Mas Aldi silahkan masuk" Ujar pembantu di rumah Lolita itu yang kerap di sapa Bik Mina.
"Bik, apakah Lolita dirumah?" Tanya Aldi.
"Non Loli teh katanya mau pergi ke rumah temannya, sudah sejak pagi tadi malah sama den Aksa juga dibawa" Ujar Bik Mina.
"Bang Satya sama Kak Nara kemana Bik?" Tanya Aldi lagi.
"Tuan muda Satya pergi ke kantor, kalau Nona muda Nara sedang di toko seperti biasa" Terang Bi Mina.
"Kalau boleh tahu teman Lolita yang mana Bik?"
"Kurang tahu si Mas, soalnya kan teman Non Loli banyak, dan juga Non Loli hanya bilang mau kerumah temannya" Terang Bi Mina. Setelah mendengar penjelasan dari Bi Mina, Aldi kembali masuk kedalam mobilnya. Laki laki itu melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah mertuanya.
Aldi menepikan mobilnya sejenak, ia kemudian menelfon group Yolanda, Amel dan juga Sisi melewati head unit yang ada ada di mobilnya. Setelah suara telfonnya tersambung, ia kembali melajukan mobilnya.
"Hallo Al kenapa?" Tanya Yolanda.
"Lolita ada rumah kalian nggak?" Tanya Aldi to the point.
"Lolita? Kayaknya nggak deh, ini gue dirumah nggak ada siapa siapa" Ujar Sisi.
"Gue ada jam kuliah jadi udah pasti Lolita sedang nggak sama gue" Ujar Amel.
"Kalau gue lagi sama Regan nih, udah pasti ga ada Lolita" Jawab Yolanda.
"O, ya udah kalau gitu" Jawab Aldi. Ia hendak mematikan sambungan telfonnya tapi suara sisi membuat ia mengurungkan niatnya.
"Tumben Lo nyari Lolita sama kita" Ujar Sisi.
"Gapapa" Setelah itu Aldi langsung mematikan sambungan telfonnya.
Aldi mengetikkan nomor Lolita, laki laki itu mencoba untuk menghubungi istrinya tetapi ponsel Lolita tidak aktif.
*******
Seharian Aldi tidak pulang, laki laki itu sibuk mencari keberadaan istrinya yang mendadak menghilang tanpa ada kabar.
Semua tempat sudah Aldi singgahi guna mencari Loli, tetapi ia sama sekali tidak mendapati istrinya itu.
__ADS_1
Aldi mengentikan mobilnya, laki laki itu memukul stir mobilnya dengan kencang dan membabi buta. "Lo bodoh Aldi" Serunya.
Aldi melihat tangannya memerah, ia pun segera menghentikan aksi gilanya itu sebelum penyakitnya kembali kambuh, apalagi dirinya baru saja keluar dari rumah sakit.
Aldi menjatuhkan kepalanya diatas stir, tak terasa air matanya luruh membasahi pipinya. "Sayang kamu dimana" Gumamnya.
Sedangkan Lolita, perempuan itu kini sedang berada didalam pesawat yang akan membawanya pergi dari Jakarta. Lolita memejamkan matanya sembari menyandarkan kepalanya disandaran kursi pesawat. Perasaannya campur aduk, ingin dirinya mengentikan pesawat yang ia tumpangi ini sekarang juga, kemudian keluar dari dalamnya dan memeluk Aksa putranya kemudian memperbaiki rumah tangganya. Tapi rasanya semuanya sudah terlambat.
"Aldi, Aksa. Tunggu aku kembali untuk kalian, mama akan berjuang" Gumamnya dalam hati bersamaan dengan airmatanya yang lolos dari pelupuk matanya yang masih terpejam.
******
Andra baru saja sampai di apartemennya, laki laki itu memutuskan untuk membawa Aksa ke apartemennya dari pada mengantarnya ke rumah Aldi. Karena sudah pasti nanti Aldi akan mempertanyakan keberadaan Lolita jika ia mengantarkan Aksa kerumahnya.
"Mas ini Den Aksanya mau di tidurkan dimana?" Tanya Baby Sitter baru yang baru saja Aksa ambil dari puskesmas pembantu khusus untuk baby sitter sepulang dari Bandara.
"Tidurkan saja di kamar yang itu mbak" Andra menujuk sebuah kamar yang tak jauh dari sofa yang sekarang dia tiduri.
"Mbak Wilda sesuai perjanjian mbak Wilda nginep disini ya buat jaga Aksa jadi mbaknya tidur sama Aksa aja biar 24 ada yang jaga" Terang Andra.
"Baik mas" Setelah itu Baby Sitter Aksa pun membawa kedalam sebuah kamar yang ditunjukan oleh Andra. Sedangakan Andra, laki laki itu langsung melepaskan tubuhnya yang terasa lelah itu dengan menyandar di sandaran sofa sembari memejamkan matanya.
"Maaf Lol, tapi gue nggak bisa berikan Aksa kepada Aldi untuk sekarang, karena gue tahu Lo sekarang sedang butuh dukungan dan Aksa adalah sumber kekuatan Lo" Gumam Andra.
Laki laki itu berniat akan membawa Aksa untuk mengunjungi Lolita di tempat barunya. Karena dia tahu di saat saat seperti ini Lolita sangat membutuhkan dukungan dari orang orang terdekatnya apalagi yang disayanginya.
*******
Satu bulan sudah berlalu, dan seperti biasa Andra selalu mengunjungi Lolita dengan membawa Aksa.
Selama satu bulan juga Lolita sudah menetap di Yogyakarta, perempuan itu benar benar memutusakan komunikasi dengan keluarganya di Jakarta tak terkecuali Aldi suaminya.
Lolita mendudukan dirinya dikursi yang berada di depan rumahnya. Tubuhnya terlihat lebih kurus dari sebulan sebelumnya. Wajahnya juga terlihat sangat pucat.
"Non Loli ngapain di luar? Ayo masuk non sebentar lagi sepertinya hujan, nggak baik buat kesehatan non" Ujar seorang perempuan paruh baya dengan logat Jawa yang sangat kental.
"Loli sedang nunggu Andra sama Aksa mbok, katanya mereka sudah dekat" Ujar Lolita.
"Oalah, mereka mau jenguk non ya" Ujar Mbok Darmi.
"Iya mbok" Jawab Lolita.
Tak lama sebuah mobil pun berhenti tepat di halaman rumah Lolita. Bisa ia tebak kalau orang itu adalah Andra dan Putranya, siapa lagi kalau bukan Aksa.
Lolita langsung beranjak berdiri, perempuan itu menyambut kedatangan anak laki lakinya itu dengan senyuman manis dan juga sejuta kerinduan.
__ADS_1
"Anak mama sudah sampai" Ujar Lolita kepada Aksa yang kini sedang berada di gendongan Andra.
"Baru bangun tidur dia" Ujar Andra.
"Ya udah yuk masuk dulu, sebentar lagi sepertinya hujan" Ujar Lolita.
"Ya udah ayo" Andra mengikuti Lolita yang terlebih dahulu masuk kedalam rumahnya diikuti dengan mbok Darmi dan Mbak Wilda baby sitter Aksa.
"Sini Aksa sama mama" Ujar Lolita setelah semuanya duduk di sofa kecuali Mbok Darmi yang kebelakang untuk mengambilkan minum.
Andra membiarkan Aksa untuk di pangku Lolita, perempuan itu pun mendaratkan ciuman di beberapa wajah Aksa. "Mama kangen banget sayang, maaf ya mama nggak bisa bawa kamu, soalnya nanti kamu malah nggak keurus gara gara mama bolak balik ke rumah sakit" Gumam Lolita dengan sendu.
"Gimana keadaan lo?" Tanya Andra.
Lolita menatap kearah Andra "Ya gini aja seperti apa yang lo lihat" Ujar Lolita. "Sampai sekarang belum dapat pendonor yang cocok" Imbuh Lolita.
"Besok lo ada jadwal cuci darah kan?" Tanya Andra.
"Iya" Jawab Lolita.
Sejenak suasana menjadi hening sampai akhirnya suara Mbok Darmi yang mengantarkan minuman itu memecah keheningan. "Silahkan diminum mas Andra, mbak Wilda" Ujarnya.
"Iya, terimakasih mbok" Jawab Andra dan juga Mbak Wilda. Kedua orang itu langsung mengambil air yang baru saja di hidangkan Mbok Darmi untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
"Lolita" Panggil Andra setelah meletakan cangkir yang dibawanya.
"Ya" Lolita mengangkat dagunya untuk melihat Andra.
"Lo mau sampai kapan sembunyi seperti ini?" Tanya Andra. Mendengar itu Lolita hanya terdiam sembari kembali menatap ke arah Aksa.
"Aldi berhak tahu keadaan lo yang sebenarnya" Ujar Andra lagi.
Lolita kembali menoleh kearah Andra kemudian berkata "Bagaimana keadaannya?"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mau triple up nggak dengan jumlah kata seribu + (?)
kalau mau syaratnya mudah, kalian tinggal Vote novel "Untuk Lolita (MCW 2) ini sebanyak banyaknya. Setelah itu kalian kasih buktinya lewat SS dan dikirim via DM di Instagram @indriantika26 karena sekarang aku sedang butuh dukungan kalian buat naik lv, jangan jadi pembaca rahasia doang oke, semakin banyak vote, rasa penasaran kalian akan semakin terbayarkan. Terimakasih 🤗