
Lolita dan Aldi kini sedang menunggu dokter memeriksa keadaan Aksa yang sudah dibaringkan diatas brankar.
"Infusnya saya pasang lagi ya buk" Ucap dokter itu.
"Tapi dok, kenapa di pasang lagi?" Tanya Lolita dengan cemas.
"Bayinya kurang asupan nutrisi, apakah tidak diberi asi?" Tanya sang dokter.
"Sudah saya coba beri asi dok, saya beri susu formula juga tapi dianya engga mau" Terang Lolita.
"Layaknya orang dewasa, bayi juga kalau sedang sakit pasti merasakan tidak enak saat hendak memakan atau minum sesuatu" Terang sang dokter sembari memasangkan kembali infus di tangan mungil Aksa.
Seketika itu juga tangis Aksa kembali memecah sehingga membuat Lolita menjadi tidak tega, ia seakan ingin ikut menangis ketika melihat Aksa menangis. Aldi pun segera merangkul bahu Lolita untuk menangkan istrinya.
"Saya sudah memasangkan kembali infusnya, dan saya juga sudah menyuntikan obat, mungkin setelah ini bayi kalian akan tertidur" jelas dokter.
"Baik dok, terimakasih" Ucap Aldi.
Dokter itu pun mengangguk sebelum akhirnya keluar dari ruang rawat Aksa.
*****
Lolita kini sedang membujuk baby Aksa untuk memakan makanannya, tetapi bayi itu tampak menolak, terlihat jelas saat Lolita menyodorkan sendok kedepan mulut Aksa dan bayi kecil berjenis kelamin laki laki itu malah memalingkan wajahnya. Tangan mungilnya bergerak mencoba melepaskan infus yang masih tertancap di tangannya.
"Sayang, makan dulu yuk biar cepet sembuh Aksa engga mau sakit kan?" Ujar Lolita sembari terus berusaha memasukkan bubur kedalam mulut mungil Aksa.
Melihat Aksa tidak kunjung membuka mulutnya, Lolita menghela nafasnya. Anaknya itu lumayan keras kepala. Ia meletakkan mangkuk yang berisi bubur itu di atas nakas. "Aksa sini lihat mama" Seru Lolita.
Seakan mengerti, Aksa pun menoleh kearah Lolita. "Aksa mau engga ininya di lepas?" Ujar Lolita sembari menunjuk keaeah selang infus ditangan Aksa.
"Kalau Aksa mau itunya dilepas, Aksa harus makan biar cepet sembuh okey?" Ujar Lolita lagi. Setelah itu ia pun mengambil kembali mangkuk yang sebelumnya ia letakkan diatas nakas dan kembali menyuapi Aksa.
"Buka mulutnya sayang" Ucap Lolita lagi sembari menyodorkan sendok berisi bubur.
Aksa pun akhirnya membuka mulutnya, melihat itu Lolita sangat senang. Ia memasukan satu suap bubur kedalam mulut mungil Aksa. Hingga beberapa suap akhirnya Aksa tidak lagi memakan makanannya.
"Lumayan lah walau engga habis" Gumam Lolita seraya membersihkan mulut Aksa yang belepotan menggunakan tisu basah.
******
Pintu ruang rawat Aksa tiba tiba terbuka dan memperlihatkan Sisi, Yolanda, Amel, Regan, Evan dan Aldi.
"Oh, kalian Aksa baru saja selesai sarapan" Ucap Lolita sembari menatap teman teman dan juga suaminya.
"Kalian engga ada jam kuliah pagi ini?" Tanya Lolita lagi setelah ketujuhnya berdiri berhadapan.
"Kebetulan hari ini kita engga ada jadwal, jadi bisa kesini jenguk Aksa" Jelas Amel.
__ADS_1
Lolita pun menganggukkan kepala mengerti, pandangannya kemudian tertuju kepada Aldi yang ditangannya membawa sebuah kantung plastik. "Kalian kok bisa barengan" Celetuk Lolita lagi.
"Iya, tadi kita engga sengaja ketemu su depan waktu mau masuk ke rumah sakit, jadi kita masuk sekalian bareng" Terang Aldi.
Lolita pun kembali mengangguk mendengarkan penjelasan dari suaminya.
"Ini aku tadi beli makanan dari restoran depan, kita sarapan dulu yuk" Ajak Aldi kepada Lolita.
"Iya, mending kalian sarapan dulu biar Aksa sama kita" Saut Yolanda.
"Baiklah" Jawab Lolita sembari mengambil alih kantung plastik yang di bawa oleh Aldi dan hendak membawanya menuju sofa.
Tetapi niatnya terurungkan tatkala seorang dokter terlihat masuk keruangan Aksa bersama dengan seorang suster. "Selamat pagi" Ucap Dokter itu ramah.
"Pagi dok" Jawab mereka semua serempak.
Dokter itu pun tersenyum kemudian berjalan menghampiri Aksa yang sedang bermain diatas brankarnya. "Hallo jagoan, bagaimana hari ini" Ujar dokter yang seumuran dengan Satya itu kepada Aksa.
Aksa pun meletakan mainnya, ia mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang mengajaknya berbicara. "Kita cek dulu ya" Ucap dokter itu lagi sembari memasang stetoskop ketelinganya.
"Tadi sarapan enggak?" Tanya dokter itu sembari menatap Lolita setelah memeriksa keadaan Aksa.
"Sarapan kok dok" Jawab Lolita.
"Bagus, Aksa sudah baik baik saja demamnya juga sudah turun, infusnya juga sudah bisa dilepas dan nanti sore juga sudah bisa pulang" Jelas sang dokter.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi terlebih dahulu" Ujar dokter itu setelah melepaskan dan merapikan infus Aksa.
"Iya, terimakasih dok" Ucap Lolita dan Aldi segara bersamaan. Dokter itu pun tersenyum dan mengangguk sebelum akhirnya memilih untuk keluar dari ruang inap Aksa.
Setelah kepergian sang dokter, Lolita berjalan menuju sofa, ia membuat kantung plastik yang dibawa oleh Aldi dan menatanya diatas meja.
Aldi dan Lolita pun mulai menyantap sarapannya sedangakan yang lainya sedang menemani Aksa bermain.
"Hallo anak kalem" Ucap Regan sembari mendudukkan dirinya didepan Aksa.
"Anak kalem bisa sakit juga ternyata" Imbuh Regan lagi sembari mencubit gemas pipi Aksa.
"Ya bis lah ****, namanya juga manusia" Saut Evan.
Evan mengambil alih Aksa hingga membuat bayi yang semula duduk diatas tempat tidur kini beralih digendongnya. Ia mencium pipi gembul kanan kiri Aksa.
"Udah cocok jadi papa muda lo Van" Celetuk Yolanda.
"Bener tuh, buruan deh buat bayi sendiri sama Amel" Saut Regan.
"Sialan lo" Ucap Amel sembari menjitak kepala Regan.
__ADS_1
"Alah Mel Mel, dihati lo seneng kan" Timpal Sisi.
"Apaan" Saut Amel dengan Salting.
"Nah kan salting" Saut Regan lagi.
"Engga engga, gue masih mau sekolah masih mau kejar karir terlebih dahulu" Seru Amel.
"Kalau iya juga engga papa" Evan pun ikut menggoda kekasihnya sehingga membuat pipi hingga telinganya berubah warna.
"Aa sayang apaan sih" Ucap Amel dengan malu hingga membuat kesan imut diwajahnya. Evan yang melihat itu pun gemas kemudian mencubit pipi Amel gemas.
"Mata anak gue ternodai woy" Saut Aldi yang sudah menyesuaikan sarapannya.
"Anak gue jangan di ajari yang macam macam, masih bocil" Timpal Lolita.
"Kita engga macam macam kok, kalau bocil lo tau macam macam berarti itu adalah ajaran dari kalian karena satu kamar sama Aksa" Seru Regan.
"Eh mulut lo sialan bener bener engga ada filter" Celetuk Lolita.
"Emaknya juga engga ada filter, ngumpat didepan bocah" Seru Sisi.
"Los dol ndang lanjut leh mu bacotan" Seru Yolanda yang malah mengucapkan sebuah lirik lagu.
*****
Sore harinya, Lolita terlihat sedang mengemasi barang barangnya dan juga milik Aksa. Sedangakan Aldi kini sedang menggendong Aksa.
Lolita menutup tasnya ketika dirasa sudah tidak ada yang tertinggal. "Sudah?" Tanya Aldi kepada Lolita. Dan Lolita pun menganggukkan kepalanya.
"Ya udah ayo pulang" Ajak Aldi. Lolita pun mengangguk dan ia menggendong Aksa sedangkan Lolita membawa barang belanjaannya.
Sesampainya di parkiran rumah sakit, Lolita langsung menyimpan tas tersebut dijok belakang, dan ia mengambil alih Aksa dari gendongan Aldi karena Aldi yang akan mengemudi.
Setelah ketiga masuk kedalam mobil dan duduk dijok masing masing dengan Aksa berada di pangkuan Lolita. Aldi segera menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobil mewahnya itu meninggalkan halaman rumah sakit.
.
.
.
.
Bakal selow up, Indri mendadak ada urusan di masa lalu☹️
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa vote dan like, follow juga ig @indriantika26 Terimakasih 🤗
__ADS_1