Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Kumpul bersama


__ADS_3

Satu bulan berlalu, Setelah kejadian Aksa sakit, Aldi dan Lolita kini sudah menjalani kehidupannya dengan tenang tanpa adanya gangguan, Rere pun sudah tidak pernah mengususik kehidupan rumah tangga Aldi dan Loli lagi karena ia sekarang tinggal di London untuk menyelesaikan pendidikannya.


Kini Lolita sedang berkumpul bersama dengan keluarga besarnya, papa mamanya, kakak dan kakak iparnya, mertuanya, Aldi, Aldo dan Aksa.


"Aksa ayo sini lebih cepat, semangat sayang" Ucap Lolita menyemangati Aksa yang kini sedang berlatih berjalan dengan di bantu Aldi.


Aksa yang mendapat dukungan dari mamanya itu merasa sangat senang, ia terus berusaha melangkahkan kakinya dengan cepat menghampiri mamanya yang kini sedang merentangkan tangannya.


"Ayo sedikit lagi" Ujar Lolita lagi.


Aksa pun dengan pasti melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit, dan Aldi terus memegangnya dengan erat agar tidak terjatuh dan hap, Aksa pun sampai di pelukan sang mama.


"Jagoan mama pinter" Ucap Lolita sembari mengangkat Aksa lalu menggendongnya dan memberikan ciuman di pipi kanan kiri Aksa hingga membuat bayi berjenis kelamin laki laki itu tertawa geli.


Lolita membawa Aksa menyusul keluarganya yang kini sedang duduk santai diatas tikar yang sengaja disiapkan dihalaman belakang, begitu pula dengan Aldi.


Lolita segera mendudukkan Aksa didepannya, bayi kecil itu mulai disibukkan dengan mainan yang ada didepannya dengan ditemani Aldo.


"Cucu kakek pinter banget udah belajar berjalan" Puji Putra pada Aksa.


"Oh iya, kalian kapan nyusul punya momongan? Engga iri sama Aldi dan Lolita yang udah bahagia jadi papa dan mama muda?" Ujar Wilna kepada Nara.


Nara yang mendengar itu pun mengulas senyumannya. "Alhamdulillah sebentar lagi kita juga nyusul kok bunda" Jawab Nara.


"Wah beneran? Kamu sudah hamil Nara?" Tanya mama Nita.


"Iya ma, Nara baru tahu kemarin dan usia kandungan Nara baru menginjak tiga minggu" Jelas Nara sembari menatap ibu mertuanya.


"Subur ya, habis bulan madu langsung jadi" Saut Wilna.


"Iya tante Alhamdulillah, Nara sendiri baru tahu kemarin" Saut Nara lagi.


"Eits jangan lupakan aku yang selalu berkerja keras" Seru Satya.


Mendengar perkataan Satya semua orang pun tertawa kecuali Lolita.


"Itu mah keenakan lo nya" Ujarnya.


"Ye sirik amat lo" Saut Satya.


"Kok ngegas" Saut Lolita sembari menatap Satya dengan tatapan kucing kepada mangsa.

__ADS_1


"Kagak digas kagak jadi ahahahaha" Jawab Satya yang diakhiri dengan gelak tawa.


"Sudah sudah kalian ini kalau ketemu engga pernah akur, udah kayak kucing sama tikus aja" Lerai Doni.


"Bang Sat tuh pa yang mulai duluan" Seru Lolita.


"Loliiiii" Ucap Nita sembari menatap Lolita tajam. Lolita yang ditatap tajam pun akhirnya bungkam.


"Selamat ya jeng, engga terasa mau punya dia cucu" Ujar Nita sembari mengulurkan tangan untuk memberikan pelukan selamat kepada besannya.


"Iya jeng Terimakasih" Jawab Nita sembari menerima dan membalas pelukan dari Wilna.


Kedua wanita paruh baya itu melakukan pelukan singkat hingga akhirnya suara Putra membuat pelukannya keduanya terlepas "Kalian berdua ini, pelukannya udah kayak Teletubbies aja".


"Ayah, bilang aja mau dipeluk juga sama mama" Ujar Wilna sembari menatap Putra.


"Bwhahahahaha" Tawa semua orang pun pecah. Sampai akhirnya mbak Lili tiba hingga membuat tawa semua orang reda dan mengatakan "Maaf semua, makan siang sudah siap" Ujarnya sopan.


"Iya, Terimakasih ya Lili" Ucap Wilna kepada Artnya yang seumuran dengan Nara.


"Iya Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu" Pamitnya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari majikannya, Lili pun kembali kedapur menyusul Bi Tuti.


"Iya" Jawab semua orang yang kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan masuk menuju meja makan.


*******


Malam harinya, Lolita nampak sibuk didepan meja belajar. Wanita yang berstatus mahasiswi sekaligus mama muda itu terlihat sedang sibuk dengan buku bukunya, ia sepertinya sedang menyiapkan keperluannya untuk besok, sedangkan Aldi, laki laki itu terlihat sedang duduk diatas sofa dengan sebuah komputer lipat dipangkuannya.


Jari jemarinya dengan lihai memainkan keyboardnya, matanya menatap lurus tulisan tulisan dihadapannya.


"Sayang" Panggil Aldi tanpa mengalihkan perhatian dari layar yang ada didepan.


"Hmm" Saut Lolita yang juga tidak mengalihkan perhatiannya.


"Sayang" Panggil Aldi lagi.


"Hmm" Lolita masih menyahut dengan posisi yang sama.


"Sayang" Aldi kembali memanggil hingga membuat Lolita akhirnya memutuskan untuk menatapnya dan berkata "Iya kenapa? Apa ada yang kamu butuhkan sayang?" Ujarnya dengan kesal yang ditahan.

__ADS_1


Mendengar itu Aldi pun mengulas senyumnya, ia segera menutup komputer lipatnya, menyimpannya diatas meja dan menatapnya Lolita.


"Kenapa?" Tanya Lolita ketika Aldi tak kunjung membuka suara dan malah menaikkan salah satu kakinya keatas paha, melipat kedua tangannya didepan dada dan menyadarkan punggungnya kesadaran sofa.


"Kenapa sih?" Seru Lolita mengulangi pertanyaannya yang sama.


"Aku sepertinya butuh makan malam" Ujar Aldi masih dengan posisi yang sama.


Mendengar pertanyaan suaminya, Lolita seketika mengeryitkan dahinya dan berkata "Bukankah tadi kamu sudah makan malam, apa masih kurang?" Tanyanya.


Aldi memudarkan lipatan tangannya di depan dada, menurunkan kakinya kemudian merubah posisinya menjadi berdiri dan berjalan menghampiri Lolita.


Tetapi Lolita hanya terdiam di tempat duduknya, ia sepertinya gagal mencerna perkataan suaminya.


Aldi menghentikan langkahnya tepat di depan Lolita, ia memutar kursi putar yang diduduki istrinya itu hingga kini berubah posisi menjadi membelakangi meja belajarnya. Aldi mencondongkan tubuhnya, kedua tangannya memegang meja untuk mengurung tubuh Lolita. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Lolita, hingga membuat Lolita memejamkan matanya, lalu "Aku ingin memakan kamu" Bisik Aldi tepat ditelinga Lolita.


Mendengar perkataan suaminya, Lolita seketika membuka matanya dan ditatapnya wajah Aldi yang sudah berpindah posisi tepat dihadapannya. Hingga akhirnya bibir Aldi berhasil mendarat dibibirnya dan mulai **********.


Lolita pun tidak menolaknya, ia memejamkan matanya kemudian mulai membalasnya, hingga akhirnya keduanya kehabisan nafas dan melepaskan ciuman yang penuh cinta.


Keduanya saling memandang dalam, hingga akhirnya Aldi memilih mengangkat tubuh Lolita dan membaringkannya diatas tempat tidurnya.


Keduanya sejenak terdiam saling memandang hingga akhirnya Aldi kembali mendekatkan wajahnya, menyatukan bibirnya dan bibir Lolita layaknya hati keduanya, memberikan ******* halus penuh cinta yang akhirnya membawanya ke adegan yang lebih dewasa hingga keduanya pun merasa sangat lelah.


Aldi menjatuhkan tubuhnya disebelah Lolita, tubuhnya masih basah akan keringat hasil dari olahraga malamnya.


Ia membaringkan tubuhnya berhadapan dengan istri tercintanya. "Terimakasih makan malamnya sayang, Selamat malam" Ucap Aldi sembari memberikan ciuman lembut dikening Lolita.


"Selamat malam" Jawab Lolita, ia kemudian mencari posisi ternyata dalam dekapan suaminya lalu memejamkan matanya. Pun Aldi, ia memeluk tubuh mungil Lolita dan kemudian memejamkan matanya hingga kini keduanya larut dalam mimpinya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan kalian berupa vote dan komen, follow juga ig Indri @indriantika26


__ADS_2