Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Tidak Akan Pernah Mundur


__ADS_3

Lolita terlihat sudah rapi. Perempuan itu kini bersikap untuk pergi. Lolita memakai tas slempangnya yang sudah disiapkan kemudian ia menghampiri Aksa yang sudah siap diatas tempat tidurnya.


Lolita hendak mengangkat tubuh Aksa, tetapi saat ia mencondongkan tubuhnya ia merasakan pinggangnya sebelah kanan terasah sangat sakit. Lolita segera memeganginya dan meremasnya sembari mengigit bibir bawahnya berusaha mengalihkan rasa sakitnya.


Rasa nyeri itu bertahan hingga beberapa menit sehingga membuat Lolita mengharuskan untuk mendudukkan dirinya disebelah Aksa. Ia masih meremas pinggangnya sembari mengigit bibir bawahnya kuat tetapi itu tidak mampu mengalihkan rasa sakitnya.


"Sakit banget" Gumamnya sembari menggertakkan giginya. Hingga beberapa menit akhirnya nyeri itu pun reda.


Lolita merasa tubuhnya sangat lemas karena menahan sakit, dan wajahnya pun terlihat sedikit pucat. Ia mengatur nafasnya yang sedikit tidak beraturan sebelum akhirnya ia pun menggendong Aksa dan membawanya keluar dari kamarnya.


"Loh, Lolita kamu mau ke kampus?" Ujar Nara yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Nggak kak, Lolita ada sesuatu yang harus di urus" Jawab Lolita.


"Terus Aksa gimana, kamu ajak dia?" Tanya Nara.


"Tadinya sih aku mau nitipin Aksa ke kakak kalau kakak nggak keberatan, tapi sepertinya kakak mau ke toko ya?" Ujar Lolita.


"Oh, ya udah sini Aksa sama kakak aja" Seru Nara.


"Jangan, Aksa biar ikut sama aku kakak kan mau ke toko" Seru Lolita merasa tidak enak jika harus merepotkan kakak iparnya.


"Udah nggak papa, lagian kakak di toko juga nggak banyak aktivitas karena abang kamu ngelarang kakak beraktivitas terlalu banyak selama kehamilan jadi kakak bisa pantau sambil jagain Aksa" Terang Nara.


"Bener kak?" Ujar Lolita.


"Iya" Jawab Nara.


"Ya udah sini Aksa sama Bibik yok" Seru Nara sembari mengambil alih Aksa dari gendongan Lolita.


"Ya udah kalau gitu aku siapin dulu keperluan Aksa ya kak untuk di bawa ke toko" Ujar Lolita. Nara pun menganggukkan kepalanya kemudian membawa Aksa menuju ke ruang depan, sedangkan Lolita kembali kedalam kamarnya untuk menyiapkan keperluan Aksa.


Nara mengajak Aksa bermain di ruang tamu, terlihat perempuan itu sedang mengajak Aksa bernyanyi dan sesekali Aksa tertawa.


"Ayo sayang" Seru Satya yang baru saja turun.


"Sebentar, nunggu Loli lagi siapin keperluan Aksa" Ujar Nara.


"Loh, emang Lolita mau kemana?" Tanya Satya sembari mendudukan dirinya disebelah Aksa.


"Loli katanya ada sesuatu yang mau di urus, jadi Aksa dititipin sama aku" Jelas Nara.


"Ikut ke toko?" Tanya Satya.


"Iya" Jawab Nara lalu kembali bermain dengan baby Aksa.


"Ini kak sudah siap keperluan Aksa" Seru Lolita yang sudah tiba. Perempuan itu memberikan sebuah tas yang berisikan keperluan Aksa.


Nara dan Satya pun segera beranjak dari duduknya, dan Satya langsung menerima tas yang berisikan barang barang Aksa.


"Lo emang mau kemana?" Tanya Satya. Laki laki itu sudah kembali menjadi abang yang menyebalkan.


"Ada sesuatu yang harus gue urus" Jawab Lolita.

__ADS_1


"Sok sibuk lo kayak orang penting aja" Jawab Satya.


"Gue kan emang penting, emangnya lo? Nggak penting" Ketus Lolita.


"Kampret lo, dasar ga tau mau semalam datang nangis nangis sekarang minta di santet onlen" Seru Satya.


"Bodo, ngapain juga lo mau santet gue onlen, orang gue aja di depan mata lo" Seru Lolita.


"Hmm, lo nggak mau pergi ke rumah sakit kan?" Tanya Satya, ia bertanya dengan nada selidik dan wajah yang serius.


"Kerumah sakit, emang siapa yang sakit?" Tanya Lolita.


Satya seketika diam. Lolita sepertinya tidak tahu kalau Aldi sekarang sedang di rawat di rumah sakit dengan wajah yang babak belur. "Apa lebih baik gue nggak usah kasih tahu Lolita ya, lagian pasti di area rumah sakit juga ada yang ngawasin" Gumam Satya dalam hati.


"Bukan siapa siapa, siapa tahu aja lo maj ke rumah sakit buat ngobatin hati lo yang sedang terluka itu" Ujar Satya.


"S*alan lo Bang Sat" Seru Lolita.


"Siapa tahu kecantol sama dokter ganteng disana" Ujar Satya.


"Serah lo dah, noh kak Nara udah capek nunggu lo, buruan gih berangkat" Seru Lolita.


"Lo ngusir?" Tanya Satya.


"Iya kenapa?" Jawab Lolita menantang.


"Rumah siapa?" Seru Satya tak kalah menantang.


"Rumah mama dan papa" Jawab Lolita dengan santai.


"Iya lah, Lolita be like" Seru gadis itu sombong.


"Pret, dasar sad girl" Ledek Satya.


Lolita hendak kembali menyahuti tapi suara Nara membuat perempuan itu mengurungkan niatnya. "Sudah sudah, kalian berdua ini kalau debat mulu kapan kita berangkatnya?" Ujar Nara menengahi.


"Hehe iya sayang maaf, ya udah ayo sekarang berangkat" Ujar Satya sembari merangkul mesra Nara.


"Jirr gosah pamer kemesraan deh" Seru Lolita.


"Sirik aja lo Janda" Seru Satya. Mendengar perkataan Satya Lolita seketika terdiam, wajahnya berubah menjadi sendu dan ia seketika teringat dengan Aldi yang akan menceraikannya.


"Kenapa diem" Ujar Satya dan Nara malah menyenggolnya kemudian memelototinya.


"Ya udah deh, kak Nara aku pergi dulu, titip Aksa ya" Ujar Lolita yang kemudian berbalik pergi meninggalkan rumahannya.


Sedangakan Nara, perempuan itu langsung memarahi Satya. "Gara gara kamu sih, tuh kan Lolita jadi sedih lagi pake ngonong ngomong Janda segala lagi, udah tau Aldi mau menceraikannya" Seru Nara.


"Iya sayang maaf lupa" Ujar Satya.


"Maaf sama Lolita lah" Ketus Nara.


"Iya nanti aku minta maaf, ya udah ayo berangkat" Ajak Satya dan pasutri itu pun langsung pergi meninggalkan rumahnya.

__ADS_1


*******


"Sarapan dulu sayang terus nanti minum obatnya" Ujar Wilna.


"Nanti saja Bund" Jawab Aldi dengan malas.


"Kalau ga mau sarapan terus minum obat kapan sembuhnya?" Ujar Wilna.


"Sudah bund, biarkan saja dia tidak memakan sarapan dan obatnya, toh yang merasakan sakit dia" Seru Putra yang duduk di sofa.


"Hust, ayah kok ngomongnya gitu" Ujar Wilna.


"Terus haru gimana bund?" Seru Putra.


Wilna hendak menanggapi tapi Aldi mendahuluinya. "Sudah bund, ayah benar aku yang merasakan sakitnya, tapi sakit ini masih tidak seberapa dengan sakit yang dirasakan Lolita" Ujar Aldi.


"Tuh sadar kan bund dia" Ujar Putra.


Putra berjanjak dari duduknya. Ia berjalan menghampiri putranya dan berhenti tepat di depannya. "Aldi, kamu itu seorang laki laki, kamu juga pintar. Ayah harap kamu bisa lebih bijaksananya dalam mengambil keputusan. Mungkin kamu melakukan sesuatu yang benar tapi cara kamu salah, jangan sampai kamu merasakan penyesalan setelah kehilangan" Putra menjada kaliamatnya.


"Dalam rumah tangga masalah itu pasti ada. Salah satunya adalah harta. Hidup itu seperti roda berputar, terkadang kita berada diatas dan terkadang kita berada di bawah. Tapi jangan pernah sekalipun kamu mengorbankan sebuah keluarga hanya demi harta, karena kamu akan menyesal pada akhirnya" Imbuh Putra.


********


"Aldi ingin kita bercerai" Seru Lolita kepada sosok laki laki dan perempuan yang ada didepannya.


"Oh iya? Bagus dong" Jawab perempuan didepannya.


"Kalian berdua benar benar keterlaluan, bagaimana bisa seperti ini" Seru Lolita kesal.


"Tentu saja bisa karena memang ini yang diinginkan, perpisahan kalian dan lo ditinggalkan oleh orang yang sangat lo sayangi" Seru sang perempuan yang tak lain adalah Felisha dan yang laki laki adalah Adrian.


"Tapi ini sangatlah keterlaluan" Geram Lolita.


"Dimana letak keterlaluannya? Bukankah kamu sudah membicarakan ini semua dengan kak Adrian, katanya kamu ingin berjuang demi Aldi dan Aksa dan ingin membuktikan kalau kamu itu benar benar cinta dengan Aldi dan lebih pantas berada di sisinya dari pada aku, terus kenapa sekarang kamu marah" Ujar Felisha.


Lolita terdiam. Ia membenarkan kata kata Felisha dalam hatinya.


"Kenapa diam? Mau mundur sebelum berperang?" Ujar Felisha dengan senyum smirknya.


"Aku tidak akan pernah mundur dan membiarkan kalian menghancurkan semuanya" Setelah mengatakan itu Lolita langsung beranjak berdiri dari tempat duduknya kemudian keluar dari kafe tersebut.


"Jangan lupa besok datang" Seru Felisa yang masih bisa di dengar oleh telinga Lolita.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ku buat kalian saling tebak menebak lagi hehe, siap siap aja nanti kejutan 😂


__ADS_2